Identifikasi Konduktor dan Isolator

Kelas 6 » IPA 6 » Energi dan Panas »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Metode :: Diskusi

Tags: , , ,

Abstraksi

Pada kesempatan mengajar kali ini, kami akan belajar mengenai konsep dan . adalah benda-benda yang mampu menghantarkan panas dengan baik sedangkan Isolator adalah benda-benda yang  tidak mampu menghantarkan panas dengan baik.

Berdasarkan pelatihan, salah satu metode terbaik untuk mengajarkan bab ini adalah dengan pengamatan langsung. Guru 1 membawa seperangkat alat yang terdiri dari lilin, tabung kaca, besi penyangga, air, dan batang besi untuk melakukan peragaan perpindahan panas. Tentu di Tatibajo alat-alat macam itu tidak ada. Lalu bagaimana mengajarkan materi ini?

Diskusi

Seperangkat alat peraga yang disebutkan sebelumnya sebenarnya merupakan miniatur dari proses merebus air, benar bukan? Lalu, kenapa tidak kita ajak saja anak-anak ini untuk mengamati proses merebus air yang asli?

Di Tatibajo, kegiatan merebus air atau masak-memasak lainnya sudah menjadi kebiasaan anak-anak sejak kecil. Perempuan merebus di dapur, yang laki-laki merebus di hutan saat mencari rotan. Semua proses, langkah-langkah, dan dampak yang terjadi ketika api dinyalakan sudah terekam kuat diingatan mereka. Jadi, yang perlu dilakukan guru untuk mengajarkan bab Perpindahan Panas ‘hanyalah’ menggambar.

Menggambar Panci

Aku membuat gambar air direbus ala kadarnya, lengkap dengan kayu bakar (bukan kompor), panci besi, dan air. Titik-titik terjadinya perpindahan panas (konduksi, konveksi, dan radiasi) diberi tanda panah. Sebelum memulai diskusi, aku gunakan kata-kata saktiku, “Anggap ini kayu bakar dan ini panci ya. Anggap saja.”.

Contoh dan Bukan Contoh

Diskusi kelas dibuka. Awalnya obrolan dimulai dengan pertanyaan sederhana dulu, identifikasi contoh dan bukan contoh, “Ok, lihat gambar. Kalau kayu ini ujungnya dibakar, terus kamu pegang ujung yang satunya, kira-kira terasa panas tidak?”.

“Kalau panci ini bawahnya dibakar, terus kamu pegang pegangannya, panas tidak?”

“Kalau airnya?”

Jawaban anak-anak itu tentulah benar semua. Seperti yang tadi disebutkan, semua proses dan dampak saat air direbus sudah menempel kuat di ingatan mereka. Sekarang saatnya melemparkan pertanyaan kunci, “Mengapa air dan pegangan panci ikut panas padahal bukan bagian itu yang dibakar api? Sedangkan kayu yang satu ujungnya dibakar tapi ujung lainnya tidak panas? Mengapa?”.

Anak-anak masih belum bisa menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Bila demikian, diskusi mengenai contoh dan bukan contoh akan sangat membantu. “Kira-kira, benda apa lagi yang kalau ujungnya dibakar tapi ujung yang lain tidak terasa panas?”.

“Kalau yang seperti panci, yang kalau ujung satunya dibakar maka ujung yang lain ikut panas, apa saja? Coba sebutkan 7 benda.”, lanjutku.

Semua anak berhasil menyebutkan benda-benda yang diminta. Sebenarnya mereka sudah menangkap konsep isolator dan konduktor. Yang perlu dilakukan guru sederhana saja, mengelompokkan 2 macam benda yang sudah murid sebutkan lalu memberinya nama ‘Isolator’ dan ‘Konduktor’, gampang kan 😀 ?!.

Mencari Kesimpulan

Fun learning (semoga 😛 ) belum berhenti. Inti pelajaran ini adalah mengapa besi bila ujung satunya dibakar maka ujung lainnya ikut panas, padahal kayu tidak demikian. Diskusi kelas dimulai lagi.

Seperti biasa, jawaban mereka sering kali belum langsung tepat sasaran dan tugas guru adalah mengapresiasinya agar mereka terus mau mencoba menjawab. Sampai akhirnya muncul ‘Satrio Pamungkas’ untuk bab ini, Darmawi namanya. Dia bilang, “Karena kalau besi apinya bisa mengalir Pak. Kalau kayu, apinya tidak mengalir.”

Api mengalir! Itulah kata kuncinya. “Ya, sedikiiiit lagi. Wi, apa apinya benar-benar mengalir?”, lanjutku.

“Eh bukan apinya, Pak. Panasnya yang mengalir.”, jawabnya.

Lesson Learned

Alhamdulillah, diskusi tentang perpindahan panas berjalan lancar. Guru tinggal melanjutkan diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan, meminta contoh, dan memberi apresiasi pada siswa. “3 tepuk buat Awi. (plok…plok…plok).”, dan si Darmawi pun nyengir.

Di balik segala kekurangan fasilitas dan alat, banyak bahan belajar alami di kehidupan sosial maupun alam Tatibajo. Dengan berbagai perbedaan yang ada, aku yakin semua lokasi sekolah memilikinya. Guru hanya perlu membuka pikiran dan membaca situasi sekitar. ‘Bacalah’, itu perintah pertama Tuhan kepada Nabi-Nya. Di balik semua kesulitan di sekolah, pasti ada kemudahan-kemudahan yang Allah sandikan. Kita sebagai guru ‘cukup’ meng-encode sandi-sandi itu agar bisa terbaca. Buka pikiran lalu mari membaca \(^o^)/ !

 

Revisions

References

  1. 1.

    3 Responses to “Identifikasi Konduktor dan Isolator”

    1. agungfirmansyah 5 November 2012 at 12:04 #

      Tes.

    2. agung 5 November 2012 at 12:07 #

      tes

    3. agung 22 November 2012 at 11:13 #

      Tes Kedua.

    Leave a Reply