Peta Perkembangan Provinsi Indonesia dan TTS IPS

Kelas 6 » IPS 6 » Geografi » Negara » Indonesia »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Metode :: TTS

Tags: , , , , ,

Abstraksi

Wilayah administrasi (provinsi) negara Indonesia dari tahun 1945 – sekarang begitu banyak mengalami perubahan. Dari hanya 8 provinsi, hingga kini mengalami pemekaran menjadi 33 provinsi. Bagaimana cara untuk siswa memahami hal ini? Simak metode student center yang Saya terapkan di kelas: Peta Indonesia 3 jaman dan TTS IPS.

Latar Belakang

Metode ini penulis terapkan dengan alasan utama yaitu, karena murid-murid di kelas Saya tidak menyukai pelajaran yang banyak tulisannya seperti IPS, PKn, dan Bahasa Indonesia. Mereka adalah anak-anak kinestetis yang memiliki kreatifitas luar biasa. Oleh karena itu, seminim mungkin Saya menyajikan pembelajaran dengan metode membaca buku. Pasti murid-murid Saya membenci hal itu. Anak-anak kreatif harus di ajar dengan gaya kreatif. Gaya mengajar guru = Gaya belajar murid. Bukankah seperti itu kata Pak Munif Chatib?.

Teori/Penjelasan Materi

Indonesia awal merdeka (1945-1949) hanya terdiri dari 8 provinsi. Hingga tahun 1976, provinsi di Indonesia mengalami berbagai macam pemekaran hingga akhirnya menjadi 27 provinsi. Termasuk di dalamnya penyerahan Irian Jaya oleh PBB untuk Indonesia. Baru kemudian pada era reformasi (1999) hingga saat ini, terjadi pemekaran-pemekaran lebih lanjut di Indonesia dan terjadi peristiwa lepasnya provinsi Timor Timur dari Indonesia, sehingga kini Indonesia memiliki 33 provinsi.

Peristiwa pemekaran provinsi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya

Provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur yang berada di Ibukota provinsi masing-masing. (Ibukota provinsi seringkali ditanyakan pada soal latihan dan ujian). Selain itu, masing-masing provinsi memiliki ciri geografis, demografis, dan sosiologis tertentu. (Ini juga sering ditanyakan pada soal latihan dan ujian). *) Soal-soal seperti ini seakan-akan mengharuskan siswa membaca deskripsi 33 provinsi satu demi satu.

Metode

Metode yang saya gunakan adalah membuat Peta Indonesia 3 jaman, yaitu Indonesia Awal Merdeka (1945-1949) dengan 8 provinsi, Indonesia Orde Lama (1950-1998) dengan 27 provinsi, dan Indonesia Era Reformasi (1999-sekarang) dengan 33 provinsi. Selanjutnya untuk memancing siswa agar mencari informasi lebih detail mengenai masing-masing provinsi, saya menggunakan metode TTS IPS.

Langkah I: Membuat Peta Indonesia 3 Jaman

1) Saya membagi siswa menjadi 3 kelompok dengan komposisi kelompok I (4 orang), kelompok II (6 orang), dan kelompok III (7 orang).

2) Selanjutnya kelompok I akan membuat Peta Indonesia Awal Merdeka; kelompok II membuat Peta Indonesia Orde Lama; dan kelompok III membuat Peta Indonesia Era Reformasi. Lengkap dengan provinsi-provinsinya.

3) Pembagian tugas siswa di dalam kelompok terdiri dari: a) mencari media (kardus bekas), b) mempersiapkan kertas kecil untuk menempelkan nama provinsi, dan c) membaca buku IPS dan Atlas sebagai sumber informasi wilayah-wilayah provinsi pada peta.

4) Setelah memperoleh kardus bekas, siswa segera menggunting membentuk pulau-pulau di Indonesia.

5) Masing-masing pulau digambar batas-batas provinsinya lalu tiap provinsi diwarnai dengan warna berbeda. Setelah selesai, masing-masing provinsi ditempeli kertas kecil nama provinsinya.

6) Kemudian pulau-pulau buatan tersebut ditempelkan pada kertas karton yang sudah diberi judul sesuai dengan tugasnya. Lalu dibawah peta-peta buatan tersebut, ditulis catatan nama-nama provinsinya.

7) Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut.

Dengan demikian akan ada 3 buah peta, dan dari 3 peta tersebut akan terlihat jelas provinsi-provinsi yang mengalami pemekaran, tentu beserta nama provinsinya sebelum dan sesudah pemekaran. Berikan waktu kepada siswa untuk mengamati peta-peta tersebut. Jangan lupa pajang di kelas yaa J

Langkah II: TTS IPS

1) Cobalah membuka SEMUA BSE (Buku Sekolah Elektronik) IPS kelas 6 dan arsip-arsip soal UTS,UAS, atau UASBN tahun-tahun sebelumnya yang ada di sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tipe soal yang sering ditanyakan karena yang membuat soal adalah UPTD Pendidikan dan Dinas Pendidikan, bukan guru sekolah.

2) Lalu buatlah soal-soal yang seperti itu, dan sajikan dalam bentuk TTS.

3) Sebagai contoh, lihat gambar berikut.

Buatlah agar siswa berlomba-lomba menyelesaikan TTS IPS dan berikan iming-iming menarik, misalnya seperti Get The Stars atau dalam bentuk lain terserah Anda.

 

Dengan demikian, secara tidak sadar siswa akan membaca buku untuk mencari jawaban dari soal-soal dalam TTS tersebut. J

Lesson Learned

Bagian ini untuk mengakomodasi pelajaran/hikmah yang belum disebutkan yang bisa diambil dari proses belajar ini. Contoh-contoh untuk lesson learned:

Metode Alternatif

TTS IPS bisa diganti dengan kuis seperti cerdas cermat, seperti halnya yang Saya lakukan saat pelajaran PKn tentang Pancasila. Dua metode ini sama-sama menarik buat siswa Saya, tapi mungkin siswa Anda cenderung pada salah satu metode. Silahkan lakukan Discovering Ability terlebih dahulu terhadap siswa-siswa Anda.

Pendidikan karakter yang disisipkan

Melalui kerja kelompok, siswa belajar bekerja sama, membagi tugas, mempercayakan tugas kepada temannya,serta menghargai hasil kerja teman sekelompoknya. Selain itu, gunakan batasan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan agar siswa dapat belajar manajemen waktu dalam melaksanakan tugas. Sedangkan dengan TTS IPS yang ‘berhadiah’, siswa akan merasakan aura kompetisi dengan sesama temannya.

Kesimpulan

Metode ini digunakan untuk siswa yang tidak menyukai membaca banyak teks. Kebetulan saya menerapkannya di kelas yang berisi siswa-siswa kinestetis yang kreatif, sehingga dapat dikatakan berhasil dengan metode ini. Jika Anda belum berhasil, maka Anda harus melakukan Discovering Ability lebih dalam lagi kepada siswa-siswa Anda. Cari metode yang sesuai dengan siswa Anda. Usahakan Gaya Mengajar Guru = Gaya Belajar Siswa.

Good Luck J

Revisions

One Response to “Peta Perkembangan Provinsi Indonesia dan TTS IPS”

  1. suparyono 13 November 2012 at 16:35 #

    bagaimana jika TTSnya tiap baris lain warna ,lebih menarik kali.

Leave a Reply