Asyiknya Bermain Peran dalam Simulasi PEMILU

Kelas 6 » PKn 6 »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal » Barang Bekas »

Metode :: Percobaan & Simulasi , Bermain Peran

Tags: , , , ,

Abstraksi

PEMILU (Pemilihan Umum) merupakan bagian terpenting dari sistem demokrasi. Bagaimana mengajarkan seluk beluk pemilu kepada siswa? Metode terbaik adalah dengan simulasi dan bermain peran. Melalui praktek langsung, besar kemungkinan materi pemilu akan masuk ke dalam Long Term Memory siswa.

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Jumlah siswa dalam satu kelas sebanyak 17 siswa. Siswa tidak menyukai pelajaran PKn karena banyak bacaannya. Siswa sebagian besar adalah anak yang kinestetis.

Latar belakang penggunaan metode

Metode praktek dipilih karena cocok dengan siswa yang kinestetiknya tinggi, atau tidak bisa diam. Apalagi hanya mendengarkan penjelasan atau membaca teks, dapat dipastikan tidak banyak materi yang dapat tersampaikan. Oleh karena itu, dipilih metode simulasi / praktek langsung.

Latar belakang penyampaian materi

Pemilu merupakan bagian terpenting dari sebuah negara demokrasi. Maka siswa harus mengerti seluk beluk pemilu dengan baik, dan memasukkannya ke Long Term Memory. Karena suatu saat siswa akan merasakan hal tersebut secara langsung, bukan lagi sekedar simulasi.

 

Teori/Penjelasan Materi

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Demokrasi sendiri artinya adalah sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, PEMILU (Pemilihan Umum) dilaksanakan untuk memilih wakil rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan Indonesia. Pemilu di Indonesia dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Pemilu di Indonesia ada 3 macam, yaitu:

  1. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
  2. Pemilu anggota DPR dan DPRD
  3. Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah).

Asas Pemilu yaitu LUBERJURDIL. Langsung. Umum. Bebas. Rahasia. Jujur. Adil.

  • Langsung artinya setiap pemilih secara langsung memberikan suaranya tanpa perantara orang lain.
  • Umum artinya pemilu dilaksanakan untuk seluruh warga negara yang memenuhi syarat tanpa perbedaan.
  • Bebas artinya pemilih menentukan pilihannya sesuai keinginan sendiri tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun.
  • Rahasia artinya apa yang telah dipilih dijamin tidak ada pihak manapun yang mengetahui dengan cara apapun.
  • Jujur artinya semua yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu harus bertindak jujur sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Adil artinya setiap pemilih dan peserta pemilu diperlakukan adil dan bebas dari kecurangan pihak manapun.

Urutan proses pelaksanaan pemilu, yaitu:

1. Pembentukan panitia pemilu (KPU)

2. Pendaftaran pemilih

3. Pendaftaran pasangan calon

4. Kampanye

5. Pelaksanaan pemilu di TPS (Tempat Pemungutan Suara)

6. Perhitungan suara

7. Penetapan hasil suara

8. Pelantikan pasangan terpilih

 

Metode

Metode yang digunakan adalah simulasi pelaksanaan pemilu dengan bermain peran.

Pembagian Peran

Sesuaikan jumlah siswa dalam satu kelas dengan peran yang tersedia. Peran yang harus ada diantaranya:

-          Panitia Pemilu / KPU (minimal 3 orang)

-          Pasangan Calon Presiden dan Wapres / ketua kelas dan wakil (minimal 2 atau 3 pasangan)

-          Pemilih (siswa yang tersisa)

Proses Pelaksanaan Pemilu

1. Sediakan meja khusus untuk panitia pemilu.

2. Panitia menentukan syarat calon presiden dan wapres, serta syarat pemilih (Contoh: Syarat pemilih yaitu; WNI/warga kelas 6, Usia diatas 10 tahun, dsb. Syarat pasangan calon yaitu; WNI/warga kelas 6, berani, jujur, rapih, disiplin, dsb).

3. Pemilih mendaftarkan diri ke panitia.

4. Pasangan calon presiden dan wapres/ketua kelas dan wakil mendaftarkan diri ke panitia.

5. Pasangan calon melakukan kampanye di depan kelas secara bergiliran. “Teman-teman pilih kami, insya Allah kelas 6 jadi anak baik semua dan lulus UN. Amin.”

6. Pelaksanaan Pemilu.

a) Semua siswa di minta menunggu di luar kelas.

b) Guru mengatur Layout kelas menjadi seperti TPS (Tempat Pemungutan Suara).

c) Jangan lupa buat Bilik Suara dan Kotak Suara dari kardus bekas, serta tinta. Jika tinta tidak ada, dapat menggunakan Tipe-X.

d) Mintalah tim panitia untuk membuat Kertas Suara. Seperti ini contohnya. Lucu.

Kertas Suara Pemilu Buatan Murid-murid Kelas 6 SDN 2 Kepuh Legundi, Bawean

e) Setelah semuanya siap. Guru memanggil siswa satu per satu untuk masuk ke kelas (TPS).

f) Pastikan sebelumnya siswa mengerti apa saja yang harus dilakukan di dalam TPS:

- Mendatangi panitia untuk daftar ulang dan mendapatkan Kertas Suara

- Menuju Bilik Suara untuk kemudian mencoblos Kertas Suara

- Memasukan Kertas Suara ke Kotak Suara

- Diberi tanda dengan tinta/tipe-x sebelum keluar dari TPS

g) Setelah semua pemilih memberikan hak suaranya, perkenankan panitia untuk memberikan hak suaranya juga.

h) Pemungutan suara selesai. Seluruh siswa diperbolehkan masuk ke kelas kembali.

7. Tim panitia melakukan perhitungan suara di depan kelas disertai minimal 2 orang saksi.

8. Tim panitia mengumumkan hasil perhitungan suara dan pasangan calon yang menang.

9. Pasangan calon dilantik di depan kelas dan memberikan sepatah-dua patah kata.

 

 

Recalling dan Pembahasan

Setelah simulasi Pemilu selesai, lakukan Recalling / Review jalannya pemilu yang baru saja mereka lakukan, berikut urutan proses pelaksanaan pemilu. Sampaikan juga mengenai Asas Pemilu (LUBERJURDIL). Berikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan sendiri di bagian mana dari Pelaksanaan Pemilu tadi yang bersifat Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil.

Pastikan pemahaman siswa tentang Asas Pemilu tertanam di pikiran mereka. Berikan contoh kasus seperti, “Andi diberikan sejumlah uang oleh paman nya agar mencoblos pasangan calon tertentu. Asas Pemilu manakah yang dilanggar?”. Berikan contoh-contoh kasus lainnya agar siswa mengerti benar mana hal yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam Pemilu. Jangan biarkan kecurangan merajalela di dalam proses pemilihan wakil rakyat.

 

Lesson Learned

Pendidikan karakter yang disisipkan

Beberapa pendidikan karakter yang disisipkan dalam pembelajaran ini, diantaranya Jujur, Adil (sesuai asas pemilu), Tanggung Jawab dalam menjalankan peran, Keberanian dan Percaya Diri menjadi pasangan calon dan berkampanye di depan kelas, serta Berjiwa Besar atau Sportif dalam menerima kekalahan.

Kesimpulan

Pemilu bukanlah materi yang cukup dipahami dengan membaca. Efetktivitas daya serap siswa terhadap materi Pemilu jauh lebih tinggi apabila di praktekkan langsung. Melalui praktek pemilu, mereka juga merasakan langsung penerapan asas-asas pemilu (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil). Satu hal lagi, melalui metode simulasi dan bermain peran ini, mereka belajar banyak pendidikan karakter dibandingkan dengan hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru. Jadi, teruslah menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kreatif dan menyenangkan untuk siswa !

Selamat Berkreasi. :)

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply