Si Buta dari Goa Hantu: Belajar Petunjuk Arah dalam Bahasa Inggris

Muatan Lokal » Bahasa Inggris »
Kelas 6 »

Metode :: Permainan

Tags: , , , , ,

Mau belajar memberi dalam bahasa Inggris? Kali ini, harus ngomong bahasa Inggris untuk menyelamatkan temannya yang diculik! Wah, bagaimana sepak terjang Si Buta kali ini?

Latar Belakang

Pelajaran bahasa Inggris adalah salah satu pelajaran yang memiliki empat aspek dalam pembelajarannya, yaitu membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Jika keempat aspek ini terpenuhi, maka pembelajaran berbahasa akan menjadi efektif. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengakomodasi keempat aspek ini adalah metode permainan. Selain itu, metode permainan dipilih karena, yah, anak-anak suka bermain. Dengan menggunakan metode permainan yang tepat, maka anak tidak hanya merasakan senangnya bermain, melainkan juga ‘dipaksa’ mempraktekkan langsung materi (dalam hal ini adalah Bahasa Inggris) yang baru saja dipelajarinya untuk memenangkan permainan.

Berdasarkan hal di atas, maka untuk materi Giving , metode permainan Si Buta pun dirancang agar dapat mengakomodasi keempat aspek pembelajaran berbahasa. Jumlah murid adalah 5 anak. Kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan ini juga dapat membuat pelajaran bahasa Inggris menjadi sebuah pelajaran yang menyenangkan dan terutama aplikatif karena dapat dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Teori/Penjelasan Materi

atau memberikan arah adalah materi dalam pelajaran bahasa Inggris yang berisikan : Go Straight (jalan lurus), Turn Right (belok kanan), Turn Left (Belok Kiri), Turn Over (Berbalik), dan No Enter (Tidak Boleh Masuk). Materi ini diberikan dalam bentuk ceramah yang dilanjutkan dengan menggambar penanda arah.

Metode yang digunakan adalah metode permainan. Alat yang digunakan adalah dua buah selendang yang digunakan sebagai penutup mata. Permainan ini dilaksanakan secara berkelompok; masing-masing kelompok terdiri dari dua anak. Satu anak akan berperan sebagai Si Buta dan satu anak lainnya berperan sebagai Terculik. Ceritanya, Terculik benaran diculik dan disekap di suatu tempat. Si Buta bertugas untuk menyelamatkan rekan sekelompok mereka. Namun, karena buta, maka langkah-langkah mereka sepenuhnya dituntun oleh si Terculik.

Langkah-langkah permainan ini adalah sebagai berikut :

Langkah Pelaksanaan I

Ilustrasi: menutup mata menggunakan selendang

Membagi kelompok menjadi dua, masing-masing kelompok terdiri dari dua anak. Satu anak diinstruksikan untuk menjadi  Si Buta dan satu anak menjadi ‘Terculik’.

Langkah Pelaksanaan II

Mengikatkan selendang ke sekeliling mata Si Buta. Pastikan selendang tidak terikat terlalu erat karena akan menyakiti mereka, namun juga cukup erat agar mereka tidak bisa mengintip.

Langkah Pelaksanaan III

Menarik ‘Terculik’ menjauh dari Si Buta. Pastikan murid yang menjadi Si Buta tidak tahu dimana rekan mereka berada. Instruksikan si Terculik untuk tetap diam di tempat.

Langkah Pelaksanaan IV

Guru memutar-mutar tubuh Si Buta di tempat agar mereka benar-benar kehilangan arah. Kemudian, guru memberikan aba-aba mulai. Begitu aba-aba sudah diberikan, si Terculik harus memberikan instruksi kepada rekan sekelompok mereka kemana mereka harus berjalan: apakah jalan lurus, belok kanan, belok kiri, berputar arah, atau malah berhenti sama sekali kalau-kalau di depan mereka ada rintangan. Instruksi diberikan dengan cara berteriak karena jarak yang jauh antara Si Buta dengan Terculik. Tentu, instruksi tersebut diberikan dalam bahasa Inggris. Si Buta sepenuhnya tergantung pada instruksi yang diberikan oleh rekan sekelompok mereka. Kelompok dengan Si Buta yang paling cepat menyelamatkan rekan Terculik-nya adalah kelompok pemenang.

Langkah  Pelaksanaan V

Permainan ini bisa diulang jika waktu masih memungkinkan. Si Buta bisa ditukar menjadi Terculik dan sebaliknya.

Langkah Pelaksanaan IV

Setelah permainan usai, guru :

  1. Menanyakan kepada murid bagaimana kesan mereka ketika memainkan permainan ini (‘Apa yang kalian rasakan?’, ‘Apa kesulitan yang kalian rasakan ketika permainan berlangsung?’, dan lain sebagainya).
  2. Menanyakan kembali materi yang telah dipelajari (‘Jadi, belok kiri adalah ….? Belok kanan adalah ….? Jalan terus adalah …? Putar balik adalah …? Tidak boleh masuk adalah …?).
  3. Mengumpulkan kembali peralatan yang digunakan dalam permainan.
  4. Mengajak murid untuk kembali masuk ke dalam kelas.

Lesson Learned

Melalui metode ini, murid belajar untuk mempraktekkan materi yang baru saja mereka pelajari di dalam kelas dengan cara yang menyenangkan. Murid juga belajar tentang kerja sama kelompok dan percaya kepada teman. Metode ini mudah untuk direplikasi karena murah dan tidak memerlukan banyak waktu persiapan. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan metode ini sebaiknya dilaksanakan di tanah lapang yang luas sehingga anak bebas bergerak kemanapun.

Metode ini dapat direplikasi dalam kelas dengan jumlah murid yang lebih banyak. Satu buah kelompok bisa terdiri dari beberapa anak; satu anak berperan sebagai Si Buta, satu anak sebagai Terculik, dan sisa anak lainnya berperan sebagai pemberi instruksi. Wah, pasti lebih seru, karena banyak suara pemberi instruksi sehingga Si Buta jadi tambah bingung! :p

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply