Belajar Bentuk Menggunakan Lilin

Kelas 1 »

Metode :: Alat Peraga , Percobaan & Simulasi

Tags: , , ,

Abstraksi

Berdasarkan teori perkembangan kognitif, siswa kelas satu SD (7 tahun) berada pada tahap pemikiran operasional konkrit, artinya siswa lebih mudah menangkap pelajaran bila temanya dekat dengan kehidupan mereka atau pelajaran tersebut bisa dijabarkan secara konkrit. Oleh karena itu, salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengajarkan anak tentang bentuk benda adalah dengan menggunakan plastisin/lilin/malam.

Latar Belakang

Sistem motorik halus pada anak usia kelas satu SD belum berkembang dengan baik, apalagi jika anak langsung masuk jenjang SD tanpa TK sebelumnya. Oleh karena itu guru tidak bisa memaksa anak untuk bisa menggambar bangun dengan baik tanpa banyak proses latihan sebelumnya.

Coretan pertama anak biasanya garis yang tidak beraturan atau bentuk lingkaran yang tidak sempurna, sehingga ketika anak secara konkrit dilatih membuat bentuk dengan tangan mereka sendiri terlebih dahulu (tidak dituntut langsung menggambar) disertai dengan metode yang menyenangkan maka anak akan lebih mudah mengingat konsep bangun yang diajarkan (lingkaran, segi empat dan segitiga). Apabila anak sudah memahami konsep bangun datar ini, maka siswa akan lebih mudah mengerti ketika guru menjelaskan tentang bangun ruang yang jauh lebih kompleks bentuknya.

Metode Pembelajaran

  1. Jika jumlah siswa kurang dari 15, maka kelas bisa dibentuk melingkar, dimana guru bergabung di tengah-tengah siswa, tetapi jika siswa dalam kelas besar, maka kelas bisa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil.
  2. Mulai dengan kondisi anak dalam Alfa zone (kondisi paling baik untuk belajar), dengan tepuk, bernyanyi, atau hal-hal menyenangkan lain yang menarik perhatian siswa.
  3. Menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan belajar membuat bentuk dengan plastisin/lilin/malam, mulailah dari yang paling sederhana yaitu membuat bulatan. Ajak anak menghubungkan ke dunia nyata yang ada di sekitar mereka, benda apa saja yang bentuknya bulat (cobalah lakukan ekplorasi terhadap anak). Ajak anak untuk menggambar apa yang mereka buat di buku catatan mereka, bagi beberapa anak yang belum bisa membentuk lingkaran dengan baik, plastisin/lilin/malam bisa di pipihkan dan ditempelkan ke catatan, lalu anak diminta mengikuti pola yang ada. Setelah selesai menggambar, tanamkan konsep bahwa yang mereka buat dalam matematika di sebut dengan lingkaran, lalu ajak mereka mengeja setiap huruf yang ada di dalam lingkaran (tematik calistung).
  4. Setelah selesai dengan lingkaran, pola yang bisa digunakan adalah membuat segi empat, jangan lupa menghubungkan ke dunia nyata dengan menyebutkan barang-barang apa saja yang ada di sekitar mereka yang berbentuk persegi empat, pola yang sama juga dilakukan seperti lingkaran. Dengan tambahan penjelasan bahwa kenapa disebut segi empat, karena mempunya sisi yang sama panjang (ajak anak merasakan ke empat sisi dari plastisin/lilin/malam buatan mereka sendiri).
  5. Minta anak membuat dua persegi empat dengan plastisin/lilin/malam ketika selesai, minta mereka menggabungkannya sehingga menjadi persegi panjang. Anak diharapkan mengerti bahwa perbedaan persegi panjang dan persegi empat terletak pada bagian bawahnya yang lebih panjang.
  6. Hal terakhir adalah membuat segitiga, adalah wajar jika ada anak yang kesulitan membuat segitiga, guru pada awalnya bisa membuat pola/cetakan di papan tulis, atau dengan jari, dan mengajak anak mengisi cetakan dengan plastisin/lilin/malam, lakukan sampai anak bisa mandiri tanpa cetakan segitiga. Setelah selesai, mintalah mereka menggambar seperti pada bangun datar sebelumnya dan menuliskan alfabetnya.
  7. Untuk memperkuat konsep bangun datar, guru bisa menanyakan secara acak nama-nama bangun yang sudah mereka buat secara acak, apakah mereka sudah memahami konsep sederhana bangun ruang.

Leason Learned

Kelas kecil umumnya akan lebih suka belajar sama dengan bermain, hal ini akan membawa emosi senang yang pada akhirnya berpengaruh pada penerimaan otak dalam menyerap materi pembelajaran, terlebih pada konsep matematika baru dan dianggap rumit bagi anak-anak.

Tips Membuat plastisin/lilin/malam Sendiri

Guru bisa membuat mainan plastisin/lilin/malam sendiri dengan cara mencampur tepung terigu dengan sedikit garam (disesuaikan dengan jumlah tepung), campur dengan minyak dan air, aduk sampai tidak terlalu lengket (menyerupai adonan roti), untuk variasi, silahkan diberikan warna sesuai dengan kebutuhan.

 

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply