Revision 2517 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Menguasai Kelas dengan Segera...

Latar Belakang

Menjadi guru baru di sebuah sekolah merupakan sebuah tantangan tersendiri. Seringkali karena kendala bahasa, psikis anak yang tidak nyaman dengan kehadiran orang baru, guru yang grogi dan gugup, atau malah terlalu percaya diri membuat pertemuan pertama di sekolah menjadi kacau. Gagal menampilkan kesan pertama biasanya berbuntut panjang di kemudian hari. Anak-anak menjadi malu, segan, atau bahkan takut karena kesalahan metode saat pertemuan pertama dengan guru barunya.

dari Berbagai Daerah

Untuk itu penting bagi Pengajar Muda yang memasuki kelas baru untuk mengelola kelas dengan segera. Kasus ini saya dapati ketika saya, sebagai Pengajar Muda (PM), pertama kali memasuki kelas. Oleh karena itu, metode maupun sudut pandang tulisan akan sangat terkait dengan Pengajar Muda (PM). Saya yakin, guru yang lebih berpengalaman akan lebih mudah untuk mengatasi kondisi semacam ini.

Masalah

Masalah yang PM dapatkan ketika pertama kali datang mengajar ke sekolah adalah:
  1. PM ada di lingkungan dengan budaya, adat, dan bahasa yang benar-benar berbeda dari daerah asal PM.
  2. Sudah ada 2 PM pendahulu yang dicintai anak-anak, sehingga anak-anak cenderung membandingkan. Sulit bagi PM baru untuk mengambil perhatian anak-anak dengan cepat.
  3. PM pendahulu baru saja pergi sehingga masih ada perasaan sedih di hati anak-anak.
  4. Saat PM datang, UTS tinggal satu bulan lagi, sehingga PM harus bisa dengan cepat menarik perhatian anak-anak.

Tujuan

Tujuan dari metode ini adalah memberikan alternatif bagi guru agar bisa menarik perhatian anak-anak dengan segera sejak pertama kali masuk kelas.

Metode

Sasaran

Siswa kelas 4,5,6. Rata-rata 10-15 orang.

Alat yang Dipakai

Bahasa daerah yang dikuasai, khas daerah asal atau benda lain yang sekiranya belum pernah ditemui anak-anak sebelumnya. Dalam hal ini PM membawa Kartu Pos bertuliskan ucapan dari PM di daerah lain.

Alur

  1. Guru memperkenalkan diri dengan bersemangat di depan kelas. Berikan sedikit ice breaking yang menarik.
  2. Secara bergantian guru meminta murid memperkenalkan dirinya secara singkat.
  3. Guru mengulangi namun menggunakan bahasa daerah asal/bahasa asing.
  4. Guru meminta murid memperkenalkan diri menggunakan bahasa setempat.
  5. Guru bercerita sedikit mengenai daerah asal dan ciri khasnya sambil menunjukkan cinderamata yang akan diberikan.
  6. Guru memberi tantangan kepada murid untuk menuliskan sebanyak mungkin bahasa daerah setempat, bisa dikelompokkan menjadi kata benda, kata sifat, kata kerja, dll.
  7. Murid yang paling banyak menuliskan bahasa setempat mendapatkan cinderamata khas daerah asal Guru (pemenang cinderamata bisa divariasikan sesuai kondisi kelas).
  8. Setelah guru mendapatkan daftar kata dari murid, guru mengambil salah satu catatan murid kemudian balik mengajari murid bahasa daerah asal Guru.

Penutup

Dengan menggunakan metode ini PM merasakan kemudahan, antara lain:
  1. Cepat mengerti kata-kata sederhana yang biasa dipakai sehari-hari.
  2. Anak-anak menjadi lebih akrab dalam waktu yang singkat.
Selamat mencoba! :D  

Revisions

Revision Differences

November 25, 2012 @ 10:52:10Current Revision
Title
Menguasai Kelas dengan Segera... Metode Perkenalan Kelas di Hari Pertama Mengajar
Content
Latar Belakang  <h2>Latar Belakang</h2>
Menjadi orang baru di dalam lingkungan yang sudah mapan memang sulit. Seringkali karena kendala bahasa, psikologi anak yang merasa terancam dengan orang baru, guru yang grogi dan gugup atau malah terlalu percaya diri membuat pertemuan pertama menjadi kacau. Gagal menampilkan kesan pertama biasanya berbuntut panjang di kemudian hari. Anak-anak menjadi malu, segan, atau bahkan takut karena kesalahan metode saat pertemuan pertama.  Menjadi guru baru di sebuah sekolah merupakan sebuah tantangan tersendiri. Seringkali karena kendala bahasa, psikis anak yang tidak nyaman dengan kehadiran orang baru, guru yang grogi dan gugup, atau malah terlalu percaya diri membuat pertemuan pertama di sekolah menjadi kacau. Gagal menampilkan kesan pertama biasanya berbuntut panjang di kemudian hari. Anak-anak menjadi malu, segan, atau bahkan takut karena kesalahan metode saat pertemuan pertama dengan guru barunya.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/11/ RMB-1.jpg"><img src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/11/ RMB-1-300x297.jpg" alt="" width="300" height="297" /></a> Kartu Pos dari Berbagai Daerah
Untuk itu penting bagi Guru yang memasuki kelas baru untuk menguasai kelas dengan segera  Untuk itu penting bagi Pengajar Muda yang memasuki kelas baru untuk mengelola kelas dengan segera.
Masalah  
  Kasus ini saya dapati ketika saya, sebagai Pengajar Muda (PM), pertama kali memasuki kelas. Oleh karena itu, metode maupun sudut pandang tulisan akan sangat terkait dengan Pengajar Muda (PM). Saya yakin, guru yang lebih berpengalaman akan lebih mudah untuk mengatasi kondisi semacam ini.
  <h2>Masalah</h2>
Masalah yang PM dapatkan ketika pertama kali datang mengajar ke sekolah adalah: Masalah yang PM dapatkan ketika pertama kali datang mengajar ke sekolah adalah:
<ol>  <ol start="1">
<li>PM ada di lingkungan dengan budaya, adat, dan bahasa yang benar-benar berbeda dari daerah asal PM.</li>  <li>PM ada di lingkungan dengan budaya, adat, dan bahasa yang benar-benar berbeda dari daerah asal PM.</li>
<li>Sudah ada 2 PM pendahulu yang dicintai anak-anak, sehingga anak-anak cenderung membandingkan sehingga sulit bagi PM untuk mengambil perhatian anak-anak dengan cepat.</li>   <li>Sudah ada 2 PM pendahulu yang dicintai anak-anak, sehingga anak-anak cenderung membandingkan. Sulit bagi PM baru untuk mengambil perhatian anak-anak dengan cepat.</li>
<li>PM pendahulu baru saja pergi sehingga masih ada perasaan sedih di hati anak-anak.</li>  <li>PM pendahulu baru saja pergi sehingga masih ada perasaan sedih di hati anak-anak.</li>
<li>Satu bulan menjelang UTS sehingga PM harus bisa dengan cepat menarik perhatian anak-anak.</li>   <li>Saat PM datang, UTS tinggal satu bulan lagi, sehingga PM harus bisa dengan cepat menarik perhatian anak-anak.</li>
</ol> </ol>
Tujuan  
  <h2>Tujuan</h2>
Tujuan dari metode ini adalah memberikan alternatif bagi guru untuk segera menarik perhatian anak-anak sejak pertama kali masuk kelas.  Tujuan dari metode ini adalah memberikan alternatif bagi guru agar bisa menarik perhatian anak-anak dengan segera sejak pertama kali masuk kelas.
Metode  
Sasaran:  
  <h2>Metode</h2>
  <h3>Sasaran</h3>
Siswa kelas 4,5,6. Rata-rata 10-15 orang. Siswa kelas 4,5,6. Rata-rata 10-15 orang.
Alat yang dipakai: <h3>Alat yang Dipakai</h3>
Bahasa daerah yang dikuasai, cinderamata khas daerah asal ataubenda lain yang sekiranya belum pernah ditemui anak-anak sebelumnya.  Bahasa daerah yang dikuasai, cinderamata khas daerah asal atau benda lain yang sekiranya belum pernah ditemui anak-anak sebelumnya.
Dalam hal ini PM membawa Kartu Pos bertuliskan ucapan dari PM di daerah lain. Dalam hal ini PM membawa Kartu Pos bertuliskan ucapan dari PM di daerah lain.
Alur: <h3>Alur</h3>
<ol>  <ol start="1">
<li>Guru memperkenalkan diri dengan bersemangat di depan kelas. Berikan sedikit ice breaking yang menarik.</li>  <li>Guru memperkenalkan diri dengan bersemangat di depan kelas. Berikan sedikit ice breaking yang menarik.</li>
<li>Secara bergantian guru meminta murid memperkenalkan dirinya secara singkat.</li>  <li>Secara bergantian guru meminta murid memperkenalkan dirinya secara singkat.</li>
<li>Guru mengulangi perkenalan namun menggunakan bahasa daerah asal/bahasa asing.</li>  <li>Guru mengulangi perkenalan namun menggunakan bahasa daerah asal/bahasa asing.</li>
<li>Guru meminta murid memperkenalkan diri menggunakan bahasa setempat.</li>  <li>Guru meminta murid memperkenalkan diri menggunakan bahasa setempat.</li>
<li>Guru bercerita sedikit mengenai daerah asal dan ciri khasnya sambil menunjukkan cinderamata yang akan diberikan.</li>  <li>Guru bercerita sedikit mengenai daerah asal dan ciri khasnya sambil menunjukkan cinderamata yang akan diberikan.</li>
<li>Guru memberi tantangan kepada murid untuk menuliskan sebanyak mungkin bahasa daerah setempat, bisa dikelompokkan menjadi kata benda, kata sifat, kata kerja, dll.</li>  <li>Guru memberi tantangan kepada murid untuk menuliskan sebanyak mungkin bahasa daerah setempat, bisa dikelompokkan menjadi kata benda, kata sifat, kata kerja, dll.</li>
<li>Murid yang paling banyak menuliskan bahasa setempat mendapatkan cinderamata khas daerah asal Guru (pemenang cinderamata bisa divariasikan sesuai kondisi kelas).</li>  <li>Murid yang paling banyak menuliskan bahasa setempat mendapatkan cinderamata khas daerah asal Guru (pemenang cinderamata bisa divariasikan sesuai kondisi kelas).</li>
<li>Setelah guru mendapatkan daftar kata dari murid, guru mengambil salah satu catatan murid kemudian balik mengajari murid bahasa daerah asal Guru.</li>  <li>Setelah guru mendapatkan daftar kata dari murid, guru mengambil salah satu catatan murid kemudian balik mengajari murid bahasa daerah asal Guru.</li>
</ol> </ol>
&nbsp;  
Penutup <h2>Penutup</h2>
Dengan menggunakan metode ini PM merasakan kemudahan, antara lain: Dengan menggunakan metode ini PM merasakan kemudahan, antara lain:
<ol>  <ol start="1">
<li>Cepat mengerti kata-kata sederhana yang biasa dipakai sehari-hari.</li>  <li>Cepat mengerti kata-kata sederhana yang biasa dipakai sehari-hari.</li>
<li>Anak-anak menjadi lebih akrab dalam waktu yang singkat.</li>  <li>Anak-anak menjadi lebih akrab dalam waktu yang singkat.</li>
</ol> </ol>
Selamat mencoba  Selamat mencoba! :D
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/11/ RMB-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2516" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/11/ RMB-1-300x297.jpg" alt="" width="300" height="297" /></a>  
  &nbsp;

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply