Revision 2827 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Belajar Kalian Bersusun

Kelas 4 » Matematika 4 »

Metode :: Percobaan & Simulasi

Tags: , , , ,

Latar belakang

Banyak siswa yang baru mengenal bersusun ke bawah merasa kebingungan saat mengerjakan bersusun tersebut. Siswa akan semakin merasa kesulitan apabila melibatkan puluhan dan ratusan. Kasus yang sering terjadi di SDN Inpres Moilung, Banggai adalah siswa lupa mana yang terlebih dahulu yang harus dikalikan. Kasus lain yang juga sering terjadi adalah siswa mengerjakan seperti cara mengerjakan penjumlahan bersusun.

Latar Belakang Psikologis

membuat stigma beberapa siswa tentang yang sulit semakin terbukti, bahkan ada beberapa anak yang menyatakan sulit sebelum mencoba. Penolakan secara psikologis ini membuat makin terasa sulit.

Langkah Metode Pembelajaran

Tahap I

Belajar Perkalian Bersusun - Marliyanti (1)
  1. Guru bisa menyiapkan kertas -warni atau  guru cukup mengunakan spidol -warna saja yang setiap mewakili urutan tertentu
  2. Sebelum menggunakan metode ini, siswa sebaiknya memahami terlebih dahulu konsep umum perkalian (Penjumlahan yang berulang, misal 5 X 3 bermakna = 3 +3+3+3+3+3), dan  penjumlahan bersusun (terutama jika lebih sepuluh ada yang disimpan).
  3. Guru memulai dengan perkalian puluhan dengan satuan terlebih dahulu, untuk memperkuat konsep jika lebih sepuluh maka disimpan.
  4. Guru menjelaskan terlebih dahulu, jika perkalian bersusun antara puluhan (misal 15 X 23), yang diselesaikan adalah satuan terlebih dahulu, jadi 10 di kali dengn 3, dan sepuluh dikali dengan 2.
  5. Guru kemudian memberikan warna yang berbeda pada setiap langkah yang dikerjakan. Misal  pada perkalian 15 x 23 (lihat gambar), perkalian 5 dikali 3, diberikan warna pink, 1 dikali 3 warna kuning (15 dikali satuan yaitu 3). Untuk baris yang kedua (15 di kali puluhan yaitu 2), diberikan warna orange 5x0, dan warna biru untuk 1 x2. Sehingga ketika anak masih lupa urutan mengali, anak tinggal melihat warna kertas untuk kemudian di kerjakan. Konsep ini sebenarnya memakai sistem cantelan memori yang bermanfaat untuk memudahkan anak mengingat.
  6. Agar cantelah memorinya lebih bermakna di dalam memori siswa, guru meminta siswa membuat karya perkalian menurunnya sendiri.
Cantelan warna kelas empat sekolah kami : Langkah Pertama (satuan dengan satuan) =Pink Langkah Kedua (puluhan dengan satuan) = kuning Langkah Ketiga (satuan dengan puluhan) = orange Langkah ke empat (puluhan dengan ppuluhan) = biru

Belajar Perkalian Bersusun - Marliyanti (2)

Tahap II

1. Guru Berikan soal latihan perkalian menurun Jika anak lupa urutan perkalian, mereka bisa melihat langkah-langkah yang sudah mereka buat dari kertas warna-warni. Dengan cantelan warna, diharapkan cukup dengan melihat warna, mereka akan langsung ingat urutan dalam mengerjakan perkalian. Pada siswa saya, ada beberapa kasus perkaliannya sudah benar, tetapi penjumlahannya masih salah, ini disebabkan oleh kebiasaan anak yang meletakan angka tidak sesuai tempatnya (entah karena masalah jarak,  maju terlalu banyak, atau yang seharusnya diletakan di puluhan diletakan di satuan). Maka kelas kami kemudian membuat pewarnaan sesuai dengan kategori (satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan). Ini dilakukan jika anak sudah hafal urutan perkalian yang harus dikerjakan terlebih dahulu hingga selesai.  Seperti contoh gambar, warna pink untuk satuan, kuning untuk puluhan, biru untuk ratusan, dan orange untuk ribuan. Cara ini cukup efektif untuk memahamkan cara berfikir anak bahwa satuan di jumlahkan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, ratusan dan ribuan juga dengan pasangan  yang sama. Juga melatih cara menulis angka perkalian menurun, agar bisa sejajar sesuai dengan aturan yang benar. 2. Guru memberi latihan soal pada siswa Setelah beberapa kali mengerjakan latihan dengan melihat lembar kerja mereka, guru kemudian memberikan soal dan meminta siswa untuk mengerjakan tanpa melihat kertas tempelan mereka. Lakukan berulang-ulang sampai siswa tidak memiliki masalah lagi dengan kalian bersusun. (Mungkin awalnya akan sedikit memakan waktu, tetapi ketika anak sudah mengerti, percayalah mereka akan terus meminta soal dari gurunya untuk dikerjakan)

Leason Learn

Kenapa anak sering lupa akan banyak materi pelajaran? Karena umumya tidak memberikan kesan apa-apa di dalam otak, sehingga hanya masuk di dalam memori yang sifatnya jangka pendek. Otak sangat menyukai penanda yang unik, dan aktivitas yang mengandung emosi (utama yang menyenangkan). Sesuatu yang berkesan bagi otak umumnya akan masuk di memori jangka panjang siswa dan akan sulit di lupakan. Selamat mencoba...

Revisions

Revision Differences

December 9, 2012 @ 20:32:30Current Revision
Title
Belajar Kalian Bersusun  Belajar Perkalian Bersusun
Content
   
  <h2>Latar belakang</h2>
  Banyak siswa yang baru mengenal perkalian bersusun ke bawah merasa kebingungan saat mengerjakan perkalian bersusun tersebut. Siswa akan semakin merasa kesulitan apabila perkalian melibatkan puluhan dan ratusan.
  Kasus yang sering terjadi di SDN Inpres Moilung, Banggai adalah siswa lupa mana yang terlebih dahulu yang harus dikalikan. Kasus lain yang juga sering terjadi adalah siswa mengerjakan perkalian seperti cara mengerjakan penjumlahan bersusun.
  <h3>Latar Belakang Psikologis</h3>
  Perkalian bersusun membuat stigma beberapa siswa tentang matematika yang sulit semakin terbukti, bahkan ada beberapa anak yang menyatakan sulit sebelum mencoba. Penolakan secara psikologis ini membuat matematika makin terasa sulit.
  <h2>Langkah Metode Pembelajaran</h2>
  <h3>Tahap I</h3>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ perkalian-bersusun21.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2781" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ perkalian-bersusun21-300x75.jpg" alt="" width="300" height="75" /></a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ gambar-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2782" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ gambar-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ Belajar-Perkalian-Bersusun- Marliyanti-1.jpg"><img class="alignright" alt="Belajar Perkalian Bersusun - Marliyanti (1)" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ Belajar-Perkalian-Bersusun- Marliyanti-1- 300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>
Latar belakang   
<ul>  
<li>Banyak anak-anak yang baru mengenal kalian bersusun ke bawah kebingungan cara mengerjakan kalian bersusun (terutama yang melibakan kalian puluhan dan puluhan, atau ratusan dan puluhan)</li>  
<li>Kasus yang terjadi biasanya lupa yang mana terlebih dahulu yang harus di kalikan, atau ada beberapa kasus anak mengerjakan kalian seperti cara mengerjakan penjumlahan bersusun.</li>  
<li>Perkalian bersusun membuat stigma beberapa anak tentang matematika itu sulit semakin terbukti, sehingga  ada beberapa anak yang mengatakan sulit duluan sebelum mencoba. Penolakan secara psikologis ini, membuat matematika tambah sulit</li>   
<li>Oleh karena itu, harus ada sesuatu yang bisa membuat matematika menjadi menyenangkan dan anak-anak mudah memahami dengan sederhana.</li>  
</ul>  
<ul>  
<li>He,,,,,aslinya si, saya frustasi, setelah beberapa kali pertemuan, ini anak-anak gak bisa-bisa dan selalu ketuker soal mengali yang mana yang di dahulukan...bikin emosi jadi tingkat akut....dan gregetan luar biasa...adi usut-punya usut, ada yang mengajarkan mereka perkalian dengan seperti cara penjumlahan (haaa....yang ini di edit lah yak.....)... jadi tak pikir22, mending mereka hafal urutan yang mana saja lah dulu,,,,,, ntr lma-lama juga nancep konsepnya.....(he, bingung membahasakannya...)..jadi untuk menghafal urutan, tak pakai kertas warna....</li>  
<li>Nah, masalah baru juga muncul, jadi mereka itu, sering salah menulis, maksudnya seharusnya di baris kedua itu kan menulisnya maju satu langkah.. trus juga, , anak-anak suka asal menulisnya, jadi perkaliannnya sudah benar, eh...penjumlahannya yang salah,  gara-gara asal menuliss (hemmm...ini juga bikin emosi agak meningkat). Jadinya,  dapat ide, mengelompokan untuk satuan, warna pink, untuk puluhan warna apa dan seterusnyaa....</li>  
</ul>  
Langkah Metode Pembelajaran:   
<ol> <ol>
<li>Guru bisa menyiapkan kertas warna-warni atau dari post it, jika tidak ada,  guru cukup mengunakan spidol warna-warna saja yang setiap warna mewakili urutan tertentu</li>   <li>Guru bisa menyiapkan kertas warna-warni atau  guru cukup mengunakan spidol warna-warna saja yang setiap warna mewakili urutan tertentu</li>
<li>Sebelum menggunakan metode ini, anak-anak sebaiknya memahami terlebih dahulu konsep umum perkalian (Penjumlahan yang berulang, misal 5 X 3 bermakna = 3 +3+3+3+3+3), dan  penjumlahan bersusun (terutama jika lebih sepuluh ada yang disimpan).</li>   <li>Sebelum menggunakan metode ini, siswa sebaiknya memahami terlebih dahulu konsep umum perkalian (Penjumlahan yang berulang, misal 5 X 3 bermakna = 3 +3+3+3+3+3), dan  penjumlahan bersusun (terutama jika lebih sepuluh ada yang disimpan).</li>
<li>Guru memulai dengan perkalian puluhan dengan satuan terlebih dahulu, untuk memperkuat konsep jika lebih sepuluh maka disimpan.</li>  <li>Guru memulai dengan perkalian puluhan dengan satuan terlebih dahulu, untuk memperkuat konsep jika lebih sepuluh maka disimpan.</li>
<li>Guru menjelaskan terlebih dahulu, jika perkalian bersusun antara puluhan (misal 15 X 23), yang di selesaikan adalah satuan terlebih dahulu, jadi 10 di kali dengn 3, dan sepuluh dikali dengan 2.</li>   <li>Guru menjelaskan terlebih dahulu, jika perkalian bersusun antara puluhan (misal 15 X 23), yang diselesaikan adalah satuan terlebih dahulu, jadi 10 di kali dengn 3, dan sepuluh dikali dengan 2.</li>
<li>Guru kemudian memberikan warna yang berbeda pada setiap langkah yang dikerjakan. Misal  pada perkalian 15 x 23 (lihat gambar), perkalian 5 dikali 3, dberikan warna pink, 1 dikali 3 warna kuning (15 dikali satuan yaitu 3). Untuk baris yang kedua (15 di kali puluhan yaitu 2), diberikan warna orange 5x0, dan warna biru untuk 1 x2. Sehingga ketika anak masih lupa urutan mengali, anak tinggal melihat warna kertas untuk kemudian di kerjakan. Konsep ini sebenarnya memakai sistem cantelan memori yang bermanfaat untuk memudahkan anak mengingat.</li>   <li>Guru kemudian memberikan warna yang berbeda pada setiap langkah yang dikerjakan. Misal  pada perkalian 15 x 23 (lihat gambar), perkalian 5 dikali 3, diberikan warna pink, 1 dikali 3 warna kuning (15 dikali satuan yaitu 3). Untuk baris yang kedua (15 di kali puluhan yaitu 2), diberikan warna orange 5x0, dan warna biru untuk 1 x2. Sehingga ketika anak masih lupa urutan mengali, anak tinggal melihat warna kertas untuk kemudian di kerjakan. Konsep ini sebenarnya memakai sistem cantelan memori yang bermanfaat untuk memudahkan anak mengingat.</li>
<li>Agar cantelah memorinya lebih bermakna di dalam memori siswa, guru meminta siswa membuat karya perkalian menurunnya sendiri.</li>  <li>Agar cantelah memorinya lebih bermakna di dalam memori siswa, guru meminta siswa membuat karya perkalian menurunnya sendiri.</li>
</ol> </ol>
Cantelan warna kelas empat sekolah kami : Cantelan warna kelas empat sekolah kami :
Langkah Pertama (satuan dengan satuan) =Pink Langkah Pertama (satuan dengan satuan) =Pink
Langkah Kedua (puluhan dengan satuan) = kuning Langkah Kedua (puluhan dengan satuan) = kuning
Langkah Ketiga (satuan dengan puluhan) = orange Langkah Ketiga (satuan dengan puluhan) = orange
Langkah ke empat (puluhan dengan ppuluhan) = biru Langkah ke empat (puluhan dengan ppuluhan) = biru
<ol>  
<li>Berikan soal latihan perkalian menurun, jika anak lupa urutan perkalian, mereka bisa melihat langkah-langkah yang sudah mereka buat dari kertas warna-warni. Dengan cantelan warna, diharapkan cukup dengan melihat warna, mereka akan langsung ingat urutan dalam mengerjakan perkalian.  Pada siswa saya, ada beberapa kasus perkaliannya sudah benar, tetapi penjumlahannya masih salah, ini disebabkan oleh kebiasaan anak yang meletakan angka tidak sesuai tempatnya (entah karena masalah jarak,  maju terlalu banyak, atau yang seharusnya diletakan di puluhan diletakan di satuan). Maka kelas kami kemudian membuat pewarnaan sesuai dengan kategori (satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan). Ini dilakukan jika anak sudah hafal urutan perkalian yang harus dikerjakan terlebih dahulu hingga selesai.  Seperti contoh gambar, warna pink untuk satuan, kuning untuk puluhan, biru untuk ratusan, dan orange untuk ribuan. Cara ini cukup efektif untuk memahamkan cara berfikir anak bahwa satuan di jumlahkan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, ratusan dan ribuan juga dengan pasangan  yang sama. Juga melatih cara menulis angka perkalian menurun, agar bisa sejajar sesuai dengan aturan yang benar.</li>  
  <p style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ Belajar-Perkalian-Bersusun- Marliyanti-2.jpg"><img class="size-full wp-image-2829 aligncenter" alt="Belajar Perkalian Bersusun - Marliyanti (2)" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/12/ Belajar-Perkalian-Bersusun- Marliyanti-2.jpg" width="800" height="200" /></a></p>
  <h3>Tahap II</h3>
  <strong>1. Guru Berikan soal latihan perkalian menurun</strong>
  Jika anak lupa urutan perkalian, mereka bisa melihat langkah-langkah yang sudah mereka buat dari kertas warna-warni. Dengan cantelan warna, diharapkan cukup dengan melihat warna, mereka akan langsung ingat urutan dalam mengerjakan perkalian.
  Pada siswa saya, ada beberapa kasus perkaliannya sudah benar, tetapi penjumlahannya masih salah, ini disebabkan oleh kebiasaan anak yang meletakan angka tidak sesuai tempatnya (entah karena masalah jarak,  maju terlalu banyak, atau yang seharusnya diletakan di puluhan diletakan di satuan).
  Maka kelas kami kemudian membuat pewarnaan sesuai dengan kategori (satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan). Ini dilakukan jika anak sudah hafal urutan perkalian yang harus dikerjakan terlebih dahulu hingga selesai.  Seperti contoh gambar, warna pink untuk satuan, kuning untuk puluhan, biru untuk ratusan, dan orange untuk ribuan.
  Cara ini cukup efektif untuk memahamkan cara berfikir anak bahwa satuan di jumlahkan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, ratusan dan ribuan juga dengan pasangan  yang sama. Juga melatih cara menulis angka perkalian menurun, agar bisa sejajar sesuai dengan aturan yang benar.
  <strong>2. Guru memberi latihan soal pada siswa</strong>
<li>Setelah beberapa kali mengerjakan latihan dengan melihat lembar kerja mereka, guru kemudian memberikan soal dan meminta siswa untuk mengerjakan tanpa melihat kertas tempelan mereka.</li>  Setelah beberapa kali mengerjakan latihan dengan melihat lembar kerja mereka, guru kemudian memberikan soal dan meminta siswa untuk mengerjakan tanpa melihat kertas tempelan mereka.
<li>Lakukan berulang-ulang sampai siswa tidak memiliki masalah lagi dengan kalian bersusun. (Mungkin awalnya akan sedikit memakan waktu, tetapi ketika anak sudah mengerti, percayalah mereka akan terus meminta soal dari gurunya untuk dikerjakan)</li>  Lakukan berulang-ulang sampai siswa tidak memiliki masalah lagi dengan kalian bersusun. (Mungkin awalnya akan sedikit memakan waktu, tetapi ketika anak sudah mengerti, percayalah mereka akan terus meminta soal dari gurunya untuk dikerjakan)
</ol>  
Leason Learnnya <h2>Leason Learn</h2>
Kenapa anak sering lupa akan banyak materi pelajaran? Karena umumya tidak memberikan kesan apa-apa di dalam otak, sehingga hanya masuk di dalam memori yang sifatnya jangka pendek. Otak sangat menyukai penanda yang unik, dan aktivitas yang mengandung emosi (utama yang menyenangkan). Sesuatu yang berkesan bagi otak umumnya akan masuk di memori jangka panjang siswa dan akan sulit di lupakan. Kenapa anak sering lupa akan banyak materi pelajaran? Karena umumya tidak memberikan kesan apa-apa di dalam otak, sehingga hanya masuk di dalam memori yang sifatnya jangka pendek. Otak sangat menyukai penanda yang unik, dan aktivitas yang mengandung emosi (utama yang menyenangkan). Sesuatu yang berkesan bagi otak umumnya akan masuk di memori jangka panjang siswa dan akan sulit di lupakan.
Selamat mencoba... Selamat mencoba...
&nbsp;  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

2 Responses to “Belajar Perkalian Bersusun”

  1. aziz 8 April 2013 at 14:26 #

    harus bilang wow gitu ???????????????????????

  2. Sri Lestari 30 March 2017 at 07:41 #

    Sangat membantu mengajari anak.. Karena kadang di sekolah hanya diajari sepintas lalu.
    Terima kasih.

Leave a Reply