Revision 3581 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Berlatih Masuk Tivi Lewat Simulasi Wawancara

Abstrak

Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara

Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara

Siapa tidak bangga jika masuk televisi? Diwawancara dan ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh tanah air. Tapi mungkinkah murid-murid SD pinggiran yang bahkan wilayahnya belum terjamah aliran listrik bisa diwawancara atau memwawancarai seseorang dan masuk televisi? Pasti bisa! Mutiara-mutiara pesisir ini bisa jadi kelak akan menggantikan posisi kondang Andy F. Noya. Oleh karena itu, ayo berlatih mewawancara dan diwawancara mulai sekarang!

Latar belakang

Masalah klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan mindset itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa diajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber.

Langkah

Pertama: Guru menjelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara, bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Guru menjelaskan pada siswa tentang tugas masing-masing peran tersebut. Kedua: Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Siswa diminta untuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber. Ketiga: Guru menyediakan daftar berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk diundi. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang akan diperanka.
"Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.

"Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.

Keempat: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara. Kelima: Guru mengajak siswa membuat kesepakatan, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah. Keenam: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lampu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan. Ketujuh: Mari bersiap menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Di kelas kami, para siswa bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas.

Revisions

Revision Differences

January 23, 2013 @ 14:20:51Current Revision
Title
Berlatih Masuk Tivi Lewat Simulasi Wawancara  Berlatih Masuk Televisi dengan Simulasi Wawancara
Content
  <h2>Abstrak</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3585" alt="Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 2-226x300.jpg" width="226" height="300" /></a> Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara
  Siapa tidak bangga jika masuk televisi? Diwawancara dan ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh tanah air. Tapi mungkinkah murid-murid SD pinggiran yang bahkan wilayahnya belum terjamah aliran listrik bisa diwawancara atau memwawancarai seseorang dan masuk televisi? Pasti bisa! Mutiara-mutiara pesisir ini bisa jadi kelak akan menggantikan posisi presenter kondang Andy F. Noya. Oleh karena itu, ayo berlatih mewawancara dan diwawancara mulai sekarang!
<b>Latar belakang</b>  <h2>Latar belakang</h2>
Problem klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan mindset itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa kita ajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber.  Masalah klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan <em>mindset </em>itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa diajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber.
&nbsp;  
<b>Langkah</b>  <h2>Langkah</h2>
Pertama: Jelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara. Bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Jelaskan juga tugas masing-masing peran tersebut.  <strong>Pertama</strong>: Guru menjelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara, bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Guru menjelaskan pada siswa tentang tugas masing-masing peran tersebut.
Kedua: Bagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Minta siswa untuk berembuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber  <strong>Kedua</strong>: Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Siswa diminta untuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber.
Ketiga: Buat list berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk dilotre. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang harus diperankan  <strong>Ketiga</strong>: Guru menyediakan daftar berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk diundi. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang akan diperanka.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3584" alt="&quot;Bagaimana Anda mematikan api?&quot;, tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 1-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> "Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.
Keempat: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara.  <strong>Keempat</strong>: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara.
Kelima: Buat kesepakatan di kelas, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah.  <strong>Kelima</strong>: Guru mengajak siswa membuat kesepakatan, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah.
Keenam: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lamu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan.  <strong>Keenam</strong>: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lampu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan.
Ketujuh: Bersiaplah menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Mereka bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas.  <strong>Ketujuh</strong>: Mari bersiap menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Di kelas kami, para siswa bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas.
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3579" rel="attachment wp-att-3579"><img class="alignnone size-full wp-image-3579" alt="IMG_20130117_085935" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ IMG_20130117_ 0859351.jpg" width="237" height="316" /></a>  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3580" rel="attachment wp-att-3580"><img class="alignnone size-full wp-image-3580" alt="IMG_20130117_085045" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ IMG_20130117_ 0850451.jpg" width="378" height="283" /></a>  
Excerpt:  
&nbsp;  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

One Response to “Berlatih Masuk Televisi dengan Simulasi Wawancara”

  1. Tati Sugiarti 1 May 2013 at 11:01 #

    Jazakumullahu khairan katsiran ilmunya, insya allah saya akan coba mempraktekannya di kelas saya.

Leave a Reply