Revision 3587 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Berlatih Masuk Televisi dengan Simulasi Wawancara

Abstrak

Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara

Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara

Siapa tidak bangga jika masuk televisi? Diwawancara dan ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh tanah air. Tapi mungkinkah murid-murid SD pinggiran yang bahkan wilayahnya belum terjamah aliran listrik bisa diwawancara atau memwawancarai seseorang dan masuk televisi? Pasti bisa! Mutiara-mutiara pesisir ini bisa jadi kelak akan menggantikan posisi kondang Andy F. Noya. Oleh karena itu, ayo berlatih mewawancara dan diwawancara mulai sekarang!

Latar belakang

Masalah klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan mindset itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa diajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber.

Langkah

Pertama: Guru menjelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara, bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Guru menjelaskan pada siswa tentang tugas masing-masing peran tersebut. Kedua: Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Siswa diminta untuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber. Ketiga: Guru menyediakan daftar berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk diundi. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang akan diperanka.
"Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.

"Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.

Keempat: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara. Kelima: Guru mengajak siswa membuat kesepakatan, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah. Keenam: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lampu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan. Ketujuh: Mari bersiap menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Di kelas kami, para siswa bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas.

Revisions

Revision Differences

January 23, 2013 @ 16:54:48Current Revision
Content
<h2>Abstrak</h2> <h2>Abstrak</h2>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3585" alt="Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 2-226x300.jpg" width="226" height="300" /></a> Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3585" alt="Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 2-226x300.jpg" width="226" height="300" /></a> Microfon Kardus - Peralatan Simulasi Wawancara
Siapa tidak bangga jika masuk televisi? Diwawancara dan ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh tanah air. Tapi mungkinkah murid-murid SD pinggiran yang bahkan wilayahnya belum terjamah aliran listrik bisa diwawancara atau memwawancarai seseorang dan masuk televisi? Pasti bisa! Mutiara-mutiara pesisir ini bisa jadi kelak akan menggantikan posisi presenter kondang Andy F. Noya. Oleh karena itu, ayo berlatih mewawancara dan diwawancara mulai sekarang! Siapa tidak bangga jika masuk televisi? Diwawancara dan ditonton oleh jutaan pemirsa di seluruh tanah air. Tapi mungkinkah murid-murid SD pinggiran yang bahkan wilayahnya belum terjamah aliran listrik bisa diwawancara atau memwawancarai seseorang dan masuk televisi? Pasti bisa! Mutiara-mutiara pesisir ini bisa jadi kelak akan menggantikan posisi presenter kondang Andy F. Noya. Oleh karena itu, ayo berlatih mewawancara dan diwawancara mulai sekarang!
<h2>Latar belakang</h2> <h2>Latar belakang</h2>
Masalah klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan <em>mindset </em>itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa diajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber. Masalah klasik siswa-siswi sekolah pinggiran: demam panggung, bahkan ketika hanya diminta tampil ke depan kelas. Kali ini kita akan menjungkirbalikkan <em>mindset </em>itu. Tampil di depan umum adalah kegiatan yang menyenangkan. Siswa diajak untuk bermain peran menjadi pewawancara dan narasumber.
<h2>Langkah</h2> <h2>Langkah</h2>
<strong>Pertama</strong>: Guru menjelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara, bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Guru menjelaskan pada siswa tentang tugas masing-masing peran tersebut. <strong>Pertama</strong>: Guru menjelaskan terlebih dahulu sekilas tentang proses wawancara, bahwa dalam kegiatan wawancara selalu ada pewawancara dan narasumber. Guru menjelaskan pada siswa tentang tugas masing-masing peran tersebut.
<strong>Kedua</strong>: Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Siswa diminta untuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber. <strong>Kedua</strong>: Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2 orang. Siswa diminta untuk membagi tugas, siapa yang akan menjadi pewawancara dan siapa yang akan menjadi narasumber.
<strong>Ketiga</strong>: Guru menyediakan daftar berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk diundi. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang akan diperanka. <strong>Ketiga</strong>: Guru menyediakan daftar berbagai macam profesi (Guru, Polisi, Dokter, Pegawai Bank, Pemadam Kebakaran dll) dalam guntingan kertas untuk diundi. Satu kelompok akan mendapatkan satu jenis profesi yang akan diperanka.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3584" alt="&quot;Bagaimana Anda mematikan api?&quot;, tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Simulasi-Wawancara-Berlatih- Masuk-Televisi- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 1-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> "Bagaimana Anda mematikan api?", tanya seorang wartawan kepada seorang Pemadam Kebakaran.
<strong>Keempat</strong>: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara. <strong>Keempat</strong>: Setelah mendapatkan peran masing-masing, siswa diminta untuk mendiskusikan peran yang akan mereka tampilkan di depan kelas. Pewawancara bertugas untuk membuat daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber, sementara narasumber bertugas untuk merancang jawaban yang akan dikatakan dalam wawancara.
<strong>Kelima</strong>: Guru mengajak siswa membuat kesepakatan, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah. <strong>Kelima</strong>: Guru mengajak siswa membuat kesepakatan, bahwa setiap kelompok yang maju ke depan kelas akan berperan seolah-olah mereka sedang siaran di televisi. Siswa yang belum giliran tampil berperan sebagai pemirsa yang sedang menonton siaran televisi di rumah.
<strong>Keenam</strong>: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lampu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan. <strong>Keenam</strong>: Jangan lupa perlengkapan mikrofon kardus dan teriakan “Lampu, Camera, Action!” sebelum adegan wawancara di depan kelas dilakukan.
<strong>Ketujuh</strong>: Mari bersiap menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Di kelas kami, para siswa bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas. <strong>Ketujuh</strong>: Mari bersiap menikmati suasana kelas yang riuh dan menyenangkan bersama anak-anak. Di kelas kami, para siswa bahkan lupa bahwa 30 menit yang lalu mereka masih malu-malu dan berseru keberatan saat saya akan meminta mereka tampil di depan kelas.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

One Response to “Berlatih Masuk Televisi dengan Simulasi Wawancara”

  1. Tati Sugiarti 1 May 2013 at 11:01 #

    Jazakumullahu khairan katsiran ilmunya, insya allah saya akan coba mempraktekannya di kelas saya.

Leave a Reply