Revision 3526 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana

Abstraksi

Metode ini mengajak anak-anak memahami konsep degan mengenal beberapa bentuk pecaha sederhana. Selain mudah dan menarik, metode ini dapat menstimuli anak untuk membandingkan besar dan ukuran bentuk, sekaligus melatih anak mencari alternatif dalam pemecahan masalah.

Latar Belakang

OLYMPUS DIGITAL CAMERABagi sebagian murid saya, siswa kelas 4 SDN 10 Rambang, Muara Enim, bagaikan monster mengerikan yang siap menelan mereka hidup-hidup :mrgreen: . Berbagai persoalan yang hanya berupa susunan angka bisa jadi tidak menjelaskan apapun bagi sebagian besar mereka. Deretan angka tersebut masih terlalu abstrak untuk dipahami. masih sering membuat bingung murid-murid saya, apalagi  jika penyebutnya berbeda. Penyebut tersebut harus disamakan dulu. Pecahan akan lebih mudah dipahami bila bentuk nyatanya bisa dilihat/diamati, tidak hanya susunan angka yang berderet. Dengan metode ini, murid-murid saya bisa lebih menyukai soal pecahan dan bahkan bersahabat dalam mengerjakan soal pecahan :-).

Kondisi Kelas

Saya pernah menerapkan metode ini untuk semua materi mengenai pecahan dan bisa diterapkan mulai kelas 3 SD saat siswa baru pertama kali dikenalkan dengan pecahan sederhana. Pada kelas yang lebih tinggi, misalnya kelas 4 dan 5, cara ini saya gunakan untuk pengenalan sebelum materi pecahan dengan penyebut berbeda.

Langkah-langkah

Berikut ini adalah langkah-langkah yang kami lakukan dalam melaksanakan metode ini:
  1. Saya berikan setiap murid selembar kertas, kertas berwarna polos akan lebih baik. Kertas yang digunakan bebas (bisa juga kertas dari kardus atau buku tulis), namun saya menggunakan kertas lipat (kertas marmer). Tujuannya adalah supaya lebih menarik karena berwarna-warni. Selain itu, warna yang berbeda akan lebih mudah digunakan untuk membandingkan antara satu bilangan pecahan dengan bilangan pecahan yang lain.
  2. Murid diminta membagi kertas tersebut menjadi dua bagian sama besar (1/2).
  3. Murid diminta untuk mengambil salah satu bagian tersebut dan dibagi dua sama besar lagi (1/4).
  4. Sekali lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan ¼ dan  dibagi dua sama besar (1/8).
  5. Dan lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan 1/8 dan dibagi dua sama besar (1/16).
  6. Guru bisa meneruskan hingga potongan yang lebih kecil lagi, namun sepertinya potongan 1/16 sudah cukup efektif untuk melakukan permainan ini. Jadi, setiap murid memiliki: 1 potongan 1/2, 1 potongan 1/4, 1 potongan 1/8, dan 2 potongan 1/16. Ruang Belajar Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana - Trisa Melati (2)            OLYMPUS DIGITAL CAMERA
  7. Minta murid bekerja secara berkelompok dengan menggabungkan potongan-potongan yang mereka miliki dengan potongan milik teman lainnya. Jika rombongan belajarnya kecil (5-10 anak), kegiatan ini bisa dilakukan langsung bersama-sama, namun jika rombongan belajarnya lebih besar, maka murid bisa dibagi berkelompok 4-5 anak per kelompok. Agar lebih mudah, saya arahkan murid-murid untuk berkelompok dengan teman sebangku dan teman di bangku depan/belakang mereka. Ruang Belajar Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana - Trisa Melati (1)
  8. Dari sini, kita bisa membimbing murid untuk menemukan dan menyimpulkan bahwa 1/2  (satu per dua) adalah satu kertas yang dibagi 2 sama besar, 1/4 adalah potongan kerta 1/2 yang dibagi dua sama besar, dan seterusnya. Kita bisa mengajak siswa untuk menyusun dan membandingkan kertas-kertas tersebut. Saya hanya memberikan 2-3 contoh saja. Sisanya saya biarkan siswa yang mencoba-cobanya sendiri.
  9. Untuk tahap selanjutnya saya memberi contoh penjumlahan pecahan, misalnya 2/16 adalah 2 potongan 1/16 yang disusun bersama, 3/16 adalah 3 potongan 1/16 yang disusun bersama, dan seterusnya. Saya minta mereka untuk  mencari potongan mana yang besarnya sama dengan 2/16. OLYMPUS DIGITAL CAMERA          OLYMPUS DIGITAL CAMERA
  10. Nah, sekarang mari kita tes pemahaman siswa dengan memberikan soal sederhana. Biasanya murid-murid saya lebih bersemangat ketika mereka tahu ada kompetisi, maka saya buat “kuis cepat-tepat” antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Mulai dari soal yang sederhana, dan secara bertahap ke soal yang lebih kompleks.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Soal kompetisi ditulis di papan. Untuk menyelesaikannya, murid bisa menggunakan gambar

Guru menuliskan soal di papan tulis untuk diselesaikan oleh murid. penyelesaiannya bisa menggunakan gambar

             

Pembelajaran Tambahan

Ada banyak hal yang bisa diraih dari pembelajaran dengan metode ini. Menariknya, guru tidak perlu terlalu banyak mengarahkan murid-murid agar bisa menemukan hal tersebut. Pada pengalaman saya, murid akan dengan sendirinya mengeksplorasi nilai pecahan melalui bentuk dan besar kertas, sehingga pada akhirnya mereka menemukan bahwa 2/8 (2 potongan 1/8) sama besarnya dengan 1/4. Dan jika mereka kehabisan potongan 1/2, mereka bisa menggunakan 2 potongan 1/4 atau 4 potongan 1/8 sebagai gantinya. Yang perlu saya lakukan saat itu adalah mendorong mereka untuk mencari alternatif. Misalnya saja, ada soal 1/4 + 1/4 =....... Dibandingkan murid yang menyusun 2 potongan 1/4 , guru bisa memberikan nilai tambahan untuk murid yang langsung menjawab dengan 1 potongan 1/2 . Jangan lupa, selalu berikan apresiasi bagi murid yang berhasil “menemukan” hal baru sehingga mereka makin terpacu untuk mencari alternatif baru dalam mengerjakan matematika.

Revisions

Revision Differences

January 19, 2013 @ 12:47:06Current Revision
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Bentuk pecahan kadang-kadang memberikan kebingungan bagi anak-anak, apalagi  jika penyebutnya berbeda, harus disamakan dulu. Alangkah baiknya jika pecahan tersebut bisa dilihat bentuknya, tidak hanya susunan angka yang berderet. Dengan metode ini, murid-murid saya bisa berdamai dan bahkan bersahabat dalam mengerjakan soal pecahan!  
<h2>Latar Belakang</h2>  
Bagi sebagian murid, matematika mungkin bagaikan monster mengerikan yang siap menelan mereka hidup-hidup. Berbagai persoalan yang hanya berupa susunan angka bisa jadi-tidak berarti apa-apa bagi sebagian besar anak, dan terlalu abstrak untuk dibayangkan.  
Metode ini mengajak anak-anak memahami konsep pecahan degan mengenal beberapa bentuk pecaha sederhana. Selain mudah dan menarik, metode ini dapat menstimuli anak untuk membandingkan besar dan ukuran bentuk, sekaligus melatih anak mencari alternatif dalam pemecahan masalah. Metode ini mengajak anak-anak memahami konsep pecahan degan mengenal beberapa bentuk pecaha sederhana. Selain mudah dan menarik, metode ini dapat menstimuli anak untuk membandingkan besar dan ukuran bentuk, sekaligus melatih anak mencari alternatif dalam pemecahan masalah.
  <h2>Latar Belakang</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-3535" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 3-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a>Bagi sebagian murid saya, siswa kelas 4 SDN 10 Rambang, Muara Enim, matematika bagaikan monster mengerikan yang siap menelan mereka hidup-hidup :mrgreen: . Berbagai persoalan yang hanya berupa susunan angka bisa jadi tidak menjelaskan apapun bagi sebagian besar mereka. Deretan angka tersebut masih terlalu abstrak untuk dipahami.
  Operasi pecahan masih sering membuat bingung murid-murid saya, apalagi  jika penyebutnya berbeda. Penyebut tersebut harus disamakan dulu. Pecahan akan lebih mudah dipahami bila bentuk nyatanya bisa dilihat/diamati, tidak hanya susunan angka yang berderet. Dengan metode ini, murid-murid saya bisa lebih menyukai soal pecahan dan bahkan bersahabat dalam mengerjakan soal pecahan :-).
<h3>Kondisi Kelas</h3> <h3>Kondisi Kelas</h3>
Metode ini cocok untuk semua materi mengenai pecahan, dan bisa diterapkan mulai ke anak kelas 3 SD untuk mengenal pecahan sederhana. Pada kelas yang lebih tinggi, misalnya kelas 4 dan 5, cara ini bisa digunakan untuk pengenalan sebelum materi penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.  Saya pernah menerapkan metode ini untuk semua materi mengenai pecahan dan bisa diterapkan mulai kelas 3 SD saat siswa baru pertama kali dikenalkan dengan pecahan sederhana. Pada kelas yang lebih tinggi, misalnya kelas 4 dan 5, cara ini saya gunakan untuk pengenalan sebelum materi penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.
<h2>Langkah-langkah</h2> <h2>Langkah-langkah</h2>
Berikut ini adalah cara langkah-langkah yang bisa dilakukan  Berikut ini adalah langkah-langkah yang kami lakukan dalam melaksanakan metode ini:
<ol> <ol>
<li>Berikan setiap murid selembar kertas, sebisa mungkin polos. Kertas yang digunakan bebas, namun saya menggunakan kertas lipat (kertas marmer). Tujuannya adalah supaya lebih menarik karena berwarna-warni. Selain itu, warna yang berbeda akan lebih mudah digunakan sebagai bahan perbandingan anak-anak.</li>  
   <li>Saya berikan setiap murid selembar kertas, kertas berwarna polos akan lebih baik. Kertas yang digunakan bebas (bisa juga kertas dari kardus atau buku tulis), namun saya menggunakan kertas lipat (kertas marmer). Tujuannya adalah supaya lebih menarik karena berwarna-warni. Selain itu, warna yang berbeda akan lebih mudah digunakan untuk membandingkan antara satu bilangan pecahan dengan bilangan pecahan yang lain.</li>
   <li>Murid diminta membagi kertas tersebut menjadi dua bagian sama besar (1/2).</li>
   <li>Murid diminta untuk mengambil salah satu bagian tersebut dan dibagi dua sama besar lagi (1/4).</li>
   <li>Sekali lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan ¼ dan  dibagi dua sama besar (1/8).</li>
   <li>Dan lagi, murid diminta untuk mengambil salah satu potongan 1/8 dan dibagi dua sama besar (1/16).</li>
   <li>Guru bisa meneruskan hingga potongan yang lebih kecil lagi, namun sepertinya potongan 1/16 sudah cukup efektif untuk melakukan permainan ini. Jadi, setiap murid memiliki: 1 potongan 1/2, 1 potongan 1/4, 1 potongan 1/8, dan 2 potongan 1/16.
<li>Minta murid membagi kertasnya menjadi dua bagian sama besar (1/2).  Ambil salah satu bagian tersebut dan dibagi dua sama besar lagi (1/4). Ambil lagi salah satu potongan ¼ tadi dan dibagi dua sama besar lagi (1/8).  Ambil salah satu potongan 1/8 tadi dan dibagi 2 lagi (1/16). Guru bisa meneruskan hingga potongan yang lebih kecil lagi, namun hingga potongan 1/16 sudah cukup efektif untuk melakukan permainan ini. Jadi, setiap murid memiliki: 1 potongan 1/2, 1 potongan 1/4, 1 potongan 1/8, dan 2 potongan 1/16.<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3477" rel="attachment wp-att-3477"><img alt="kertas yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian dengan disertai nama pecahan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ IMG-20130108- 02787-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3473" rel="attachment wp-att-3473"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3473" alt="potongan-potongan kertas yang sudah diberi nama" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072778-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a></li> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3524" alt="Ruang Belajar Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana - Trisa Melati (2)" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 2-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a>            <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3525" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 4-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a></li>
<li>Minta murid bekerja secara berkelompok dengan menggabungkan potongan-potongan yang mereka miliki dengan potongan milik teman lainnya. Jika rombongan belajarnya kecil (5-10 anak), kegiatan ini bisa dilakukan langsung bersama-sama, namun jika rombongan belajarnya lebih besar, maka murid bisa dibagi berkelompok 4-5 anak per kelompok. Agar lebih mudah, arahkan murid untuk berkelompok dengan teman sebangku dan di bangk  u depan/belakang mereka.<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3476" rel="attachment wp-att-3476"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3476" alt="membandingkan pecahan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ IMG-20130108- 02786-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a></li>   <li>Minta murid bekerja secara berkelompok dengan menggabungkan potongan-potongan yang mereka miliki dengan potongan milik teman lainnya. Jika rombongan belajarnya kecil (5-10 anak), kegiatan ini bisa dilakukan langsung bersama-sama, namun jika rombongan belajarnya lebih besar, maka murid bisa dibagi berkelompok 4-5 anak per kelompok. Agar lebih mudah, saya arahkan murid-murid untuk berkelompok dengan teman sebangku dan teman di bangku depan/belakang mereka.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3527" alt="Ruang Belajar Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana - Trisa Melati (1)" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 1-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a></li>
   <li>Dari sini, kita bisa membimbing murid untuk menemukan dan menyimpulkan bahwa 1/2  (satu per dua) adalah satu kertas yang dibagi 2 sama besar, 1/4 adalah potongan kerta 1/2 yang dibagi dua sama besar, dan seterusnya. Kita bisa mengajak siswa untuk menyusun dan membandingkan kertas-kertas tersebut. Saya hanya memberikan 2-3 contoh saja. Sisanya saya biarkan siswa yang mencoba-cobanya sendiri.</li>
<li>Giring murid untuk menemukan dan menyimpulkan bahwa 1/2  (satu per dua) adalah satu kertas yang dibagi 2 sama besar, dan seterusnya. Cara paling mudah adalah dengan menyusun dan membandingkan kertas-kertas tersebut. Berikanlah 2-3 contoh saja.</li>  <li>Untuk tahap selanjutnya saya memberi contoh operasi penjumlahan pecahan, misalnya 2/16 adalah 2 potongan 1/16 yang disusun bersama, 3/16 adalah 3 potongan 1/16 yang disusun bersama, dan seterusnya. Saya minta mereka untuk  mencari potongan mana yang besarnya sama dengan 2/16.
<li>Berikan contoh penjumlahan sederhana, misalnya 2/16 adalah 2 potongan 1/16 yang disusun bersama, 3/16 adalah 3 potongan 1/16 yang disusun bersama, dan seterusnya. Minta mereka cari, potongan mana yang besarnya sama dengan 2/16.<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3478" rel="attachment wp-att-3478"><img alt="membandingkan 2/8 dengan 1/4" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072789-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3479" rel="attachment wp-att-3479"><img alt="membandingkan pecahan 1/4 + 1/4 dengan 1/2" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072794-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a></li>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-3528 alignnone" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 5-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a>          <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3529" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 6-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a></li>
<li>Coba tes kemampuan anak-anak dengan memberikan soal sederhana. Biasanya anak-anak lebih bersemangat ketika mereka tahu ada kompetisi, maka buatlah “kuis cepat-tepat” antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Mulai dari soal yang sederhana, dan secara bertahap ke soal yang lebih kompleks.</li>   <li>Nah, sekarang mari kita tes pemahaman siswa dengan memberikan soal sederhana. Biasanya murid-murid saya lebih bersemangat ketika mereka tahu ada kompetisi, maka saya buat “kuis cepat-tepat” antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Mulai dari soal yang sederhana, dan secara bertahap ke soal yang lebih kompleks.</li>
</ol> </ol>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3480" rel="attachment wp-att-3480"><img alt="soal dan penyelesaian" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072796-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a>  
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-7.jpg"><img class="size-medium wp-image-3530 alignleft" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 7-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3481" rel="attachment wp-att-3481"><img class="size-medium wp-image-3481" alt="Guru menuliskan soal di papan tulis untuk diselesaikan oleh murid. penyelesaiannya bisa menggunakan gambar" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072797-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a> Guru menuliskan soal di papan tulis untuk diselesaikan oleh murid. penyelesaiannya bisa menggunakan gambar  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati-8.jpg"><img class="size-medium wp-image-3531" alt="Soal kompetisi ditulis di papan. Untuk menyelesaikannya, murid bisa menggunakan gambar" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ Ruang-Belajar- Mengenal-dan- Menjumlahkan- Pecahan-Sederhana- Trisa-Melati- 8-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a> Guru menuliskan soal di papan tulis untuk diselesaikan oleh murid. penyelesaiannya bisa menggunakan gambar
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
<h2>Pembelajaran Tambahan</h2> <h2>Pembelajaran Tambahan</h2>
Ada banyak hal yang bisa diraih dari pembelajaran dengan metode ini. Menariknya, guru tidak perlu terlalu banyak mengarahkan agar murid-murid bisa menemukan hal tersebut. Pada pengalaman saya, murid akan dengan sendirinya mengeksplorasi nilai pecahan melalui bentuk dan besar kertas, sehingga pada akhirnya mereka menemukan bahwa 2/8 (2 potongan 1/8) sama besarnya dengan 1/4. Dan jika mereka kehabisan potongan 1/2, mereka bisa menggunakan 2 potongan 1/4 atau 4 potongan 1/8 sebagai gantinya. Yang perlu guru lakukan adalah mendorong mereka untuk mencari alternatif.  Ada banyak hal yang bisa diraih dari pembelajaran dengan metode ini. Menariknya, guru tidak perlu terlalu banyak mengarahkan murid-murid agar bisa menemukan hal tersebut. Pada pengalaman saya, murid akan dengan sendirinya mengeksplorasi nilai pecahan melalui bentuk dan besar kertas, sehingga pada akhirnya mereka menemukan bahwa 2/8 (2 potongan 1/8) sama besarnya dengan 1/4. Dan jika mereka kehabisan potongan 1/2, mereka bisa menggunakan 2 potongan 1/4 atau 4 potongan 1/8 sebagai gantinya. Yang perlu saya lakukan saat itu adalah mendorong mereka untuk mencari alternatif.
Misalnya saja, ada soal 1/4 + 1/4 =....... Misalnya saja, ada soal 1/4 + 1/4 =.......
Dibandingkan murid yang menyusun 2 potongan 1/4 , guru bisa memberikan nilai tambahan untuk murid yang langsung menjawab dengan 1 potongan 1/2 . Dibandingkan murid yang menyusun 2 potongan 1/4 , guru bisa memberikan nilai tambahan untuk murid yang langsung menjawab dengan 1 potongan 1/2 .
Jangan lupa, <i>selalu</i> berikan apresiasi bagi murid yang berhasil “menemukan” hal baru sehingga mereka makin terpacu untuk mencari alternatif baru dalam mengerjakan matematika. Jangan lupa, <i>selalu</i> berikan apresiasi bagi murid yang berhasil “menemukan” hal baru sehingga mereka makin terpacu untuk mencari alternatif baru dalam mengerjakan matematika.
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ ?attachment_id=3472" rel="attachment wp-att-3472"><img alt="berlomba menemukan potongan yang tepat untuk menjawab pertanyaan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/01/ P1072776-300x200.jpg" width="300" height="200" /></a>  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

One Response to “Mengenal dan Menjumlahkan Pecahan Sederhana”

  1. fika 20 August 2016 at 09:59 #

    sepertinya menarik, jadi pengen nyoba 🙂

Leave a Reply