Pohon Pribadi Jagoan

Pendidikan Karakter »

Metode :: Permainan , Gambar , Cerita , Proyek

Tags: , , , , ,

1.       Abstrak

Ada banyak sekali tokoh yang memiliki ciri, , sifat, atau yang anak-anak gemari dan yang akrab mereka sebut sebagai “”.  Seperti apakah kekuatan, ciri, , sifat atau kepribadian si jagoan? Mungkinkah menggabungkan segala kekuatan dari berbagai tokoh itu menjadi satu dalam pribadi anak? Ya, jagoan itu adalah diri anak-anak sendiri. Bagaimana caranya membuat anak menyadari bahwa jagoan itu ada dalam diri mereka masing-masing? Tulisan ini berisi metode belajar peserta didik kelas V SD GMIST Smirna selama berproses menumbuhkan positif dalam diri mereka sesuai dengan seorang jagoan.

 

2.       Latar Belakang

2.1.       Kondisi Kelas

Kelas V SD GMIST Smirna Kawio terdiri dari 9 peserta didik (7 laki-laki dan 2 perempuan).

 

2.2         Latar Belakang Penerapan Metode

Penerapan metode ini berawal dari ketertarikan penulis pada kebiasaan para peserta didik. Mereka sangat menyukai dan akrab dengan dongeng, serta cerita-cerita, baik dari buku maupun film. Setiap peserta didik memiliki tokoh idola masing-masing yang kemudian tidak sekadar mereka jadikan jagoan, tapi juga mereka tiru kebiasaan-kebiasaannya. Dari semua jagoan mereka, melekat karakter positif yang dapat ditauladani oleh para peserta didik. Hal inilah yang ingin penulis kuatkan dalam kepribadian mereka.

 

2.3         Tujuan Penerapan Metode

Metode ini diharapkan dapat 1) memberikan gambaran mengenai karakter baik yang dimiliki oleh seorang jagoan kepada para peserta didik; 2) membantu proses pengulangan kebiasaan-kebiasaan baik pada anak yang dilakukan secara konsisten, sehingga dapat mengendap menjadi karakter; 3) menanamkan minat anak untuk terus menghayati karakter positif para jagoan ke dalam diri mereka; 4) mengasah keberanian anak untuk bercerita dan berbagi sikap positif.

 

3.       Penjelasan Metode

“Jagoan tidak lahir dalam semalam. Ia seperti yang harus tumbuh dari akar kuat dan batang kokoh, tahan topan & terik matahari, daunnya hijau, maka buahnya manis.”

 

Metode ini  menggunakan ‘pohon’ untuk menganalogikan sebuah proses, yaitu proses untuk menjadi jagoan. Untuk itu, ‘pohon’ tersebut akan ditanam dan dirawat sepanjang tahun oleh para peserta didik.

Dalam keseharian mereka, peserta didik sudah akrab dengan pohon. Mereka juga sudah memiliki pemahaman bahwa pohon yang berbuah manis tidak jadi dalam semalam. Begitu pula seorang jagoan. Di bidang apapun, ia selalu tekun berlatih dan setia melakukan kebiasaan-kebiasaan positifnya. Analogi inilah yang penulis coba implementasikan dalam keseharian para peserta didik.

 

4.       Metode

4.1.       Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Pohon Pribadi Jagoan sangat sederhana, mudah didapat dan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar. Berikut ini adalah alat dan bahan yang digunakan oleh penulis:

Bahan

Jumlah

Kertas Plano 4 lembar
Selotip Besar 2 gulung
Spidol Besar 1 buah
Cat Asturo Coklat* 1 botol
Karton Asturo Hijau 9 lembar (berbagai tone)

*) bisa diganti dengan krayon, pensil warna, dus bekas

 

4.2.       Proses Pembuatan Produk Metode

Berikut adalah langkah-langkah yang penulis lakukan untuk menanam Pohon Pribadi Jagoan di kelas V SD GMIST Smirna Kawio:

  1. Di waktu terpisah, gunakan karton hijau untuk membuat bentuk daun dengan lebar ± setelapak tangan dewasa dan panjang disesuaikan. Buat secukupnya, simpan di kelas sebagai stok daun polos sepanjang tahun.
  2. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, siapkan selotip besar, kertas plano, spidol, dan cat asturo coklat yang sudah dicampur air di dalam mangkuk. Letakkan di meja yang bisa dilihat peserta didik.
  3. Beri petunjuk kepada peserta didik untuk membuat kertas gambar super besar dari empat lembar kertas  plano yang disusun 2×2 (mengekspresikan “kertas gambar super besar” dengan lucu bisa membantu anak memahami maksudnya, serta untuk menjelaskan 2×2, bisa juga menunjukkan pola jendela, lantai kelas, dsb.).
  4. Bentangkan kertas gambar super besar di lantai, dan berdirilah di atasnya. Jangan lupa lepas alas kaki ?, kemudian minta peserta didik untuk duduk di lantai melingkari kertas.
  5. Sambil berdiri, gambarlah sebuah pohon besar dengan ranting-ranting tanpa daun. Sambil menggambar, mendongenglah! Ilustrasikan kepada anak tentang hal yang luar biasa hebat, yaitu sebuah pohon ajaib yang bisa berubah menjadi jagoan. Dengan satu syarat: pohon ini harus tumbuh dengan daun yang hijau dan lebat. Tahan cerita sampai di situ.
  6. Selesai menggambar, antusias peserta didik semakin meningkat. Ditambah dengan pengantar cerita tersebut, imajinasi mereka jadi semakin hebat.  Dengan syarat yang diberikan, satu peraturan sudah kita sampaikan tanpa paksaan: anak-anak harus ‘menumbuhkan daun-daun hijau’ di pohon tersebut. Ruang-Belajar-Pohon-Pribadi-Jagoan-Ertina-Priska-1x
  7. Kemudian, minta peserta didik untuk mulai menanam pohon besar itu dengan terlebih dahulu memberinya warna. Jika tidak ada cat asturo coklat, bisa juga menggunakan krayon, pensil warna, atau kolase kardus. Saat penulis melakukan ini, penulis memilih agar peserta didik mengecat dengan tangan mereka. Ternyata benar, efek adanya cap tangan mereka di Pohon Kepribadian itu mendekatkan arti si pohon itu kepada diri mereka sendiri.
  8. Arahkan peserta didik untuk ‘menanam’ (baca: menempel) pohon ajaib di dinding kelas. Lebih baik di daerah yang sering mereka lihat (kami menanamnya persis di samping papan tulis. Percayalah, kalau mereka harus terganggu belajarnya karena sesuatu hal, lebih baik terganggu karena memikirkan pohon ajaib ini ?).

 

4.3.       Penerapan Metode

  1. Pohon sudah ditanam. Mari ‘tumbuhkan’ semua daun-daunnya! Setiap hari, di jam pelajaran terakhir sebelum pulang, ambil waktu 15’ untuk menceritakan 1 tokoh besar (boleh dalam sejarah Indonesia atau dunia, tokoh sains, olahraga, seni, dan sastra) yang memulai hidupnya dari nol, melalui perjuangan besar, sampai akhirnya berhasil.
  2. Arahkan peserta didik untuk menemukan kekuatan, ciri, sifat, atau karakter apa yang dimiliki oleh tokoh tesebut. Setelah mereka jawab, tulislah kata sifat tersebut di atas daun dari kertas asturo, dan minta mereka untuk menempelnya di pohon. Ruang-Belajar-Pohon-Pribadi-Jagoan-Ertina-Priska-3-1024x305
  3. Satu minggu pertama mungkin pendidik yang bercerita. Lihat respon mereka. Di minggu ke-2, pancing peserta didik untuk memilih tokoh dan menceritakan di muka kelas. Tokoh bebas! Boleh juga orang-orang di sekitar mereka sendiri ?. Selain melatih keberanian mereka untuk bicara di muka umum, hal ini juga mereka untuk mengamati dan mengapresiasi sifat positif dari orang-orang di sekitar mereka. Kata-kata seperti pemberani, kuat, sabar, gigih, bijaksana, damai, bisa anak-anak pahami secara konstruktif.

Selanjutnya, langkah nomor 9 dan 10 bisa dilakukan digabungkan dengan kegiatan cerita pagi, menulis jurnal, waktu hening pagi, dlsb. Seiring waktu, daun akan semakin banyak dan pohon akan semakin lebat, tidak kering seperti dulu. Di akhir tahun ajaran, ketika pohon sudah lebat dan rindang, buatlah cerita sederhana bagaimana pohon tersebut akhirnya berubah menjadi jagoan yang luar biasa, yaitu diri mereka sendiri.

 

5.       Pelajaran yang Dapat Diambil

5.1.       Hikmah yang Diambil

Setiap hari, karakter-karakter dalam tokoh-tokoh besar dunia pun bisa tumbuh dalam satu pohon tersebut. Kuncinya satu: konsisten.

Konsisten dengan penggunaan istilah jagoan dalam memanggil peserta didik di kelas untuk setiap bidang yang menjadi kelebihan mereka (jagoan IPA, jagoan matematika, jagoan bahasa, jagoan seni, jagoan memberi, jagoan sabar, dsb.) membantu penghayatan sifat-sifat jagoan dari Pohon Pribadi Jagoan ke dalam diri mereka.

Jika mereka melakukan kesalahan atau tidak disiplin, kembalikan lagi mereka ke Pohon Pribadi Jagoan, kepada karakter yang mereka suka dari pohon itu, dan bagaimana masing-masing cerita tokoh tersebut dapat meraih apa yang ia impikan melalui perjuangan hebat. Mereka akan sadar bahwa jagoan-jagoan itu juga manusia yang lemah, namun yang membuat mereka berbeda adalah sikap pantang menyerah ?.

 

5.2.       Kesimpulan

Manusia tidak belajar sendiri, tapi saling terkait satu dengan yang lain. Metode Pohon Pribadi Jagoan adalah metode yang melibatkan dua pihak secara intensif dan konsisten: pendidik dan peserta didik. Penulis yakin bahwa proses ini bukan hanya mengarahkan kebiasaan positif anak untuk menghayati karakter jagoan mereka, tetapi juga melatih pendidik (bahkan orang tua) sebagai untuk dapat setia menemani anak dalam menyusun kebiasaan baiknya, sampai akhirnya mereka menemukan pribadi seorang jagoan dalam diri mereka.

 

6.       Referensi

Lentera Indonesia, Kawio Sangihe, Priska Sebayang.

http://www.youtube.com/watch?v=9S3_5JRC5fk

 

Revisions

3 Responses to “Pohon Pribadi Jagoan”

  1. Kuntum 17 January 2013 at 19:53 #

    Satu kata untuk bu Ertina, KEREN:)

  2. NUR HIKMAH 29 January 2013 at 11:26 #

    Sangat menarik….

  3. syodin 30 January 2013 at 22:25 #

    Ok…..menginspirasi….

Leave a Reply