Belajar Berbaur dan Bekerja Sama dengan Permainan Tukar Kursi

Pendidikan Karakter »

Metode :: Permainan

Tags: , , ,

Abstrak

Menindaklanjuti tentang metode mendidik anak supaya mereka mau bekerja sama dan lebih mengenal teman yang lain, serta sebagai refleksi untuk diri mereka, kami punya permainan yang kami sebut “Change Chair” atau “Tukar Kursi”.

Latar Belakang

Dikarenakan adanya kecenderungan dari murid – murid untuk berkelompok-kelompok (ber-gang), terutama pengelompokan berdasarkan gender, misalnya: laki – laki main dengan laki – laki begitupun perempuan.

Nah yang sudah berkelompok ini pun membuat kelompok kecil pula, perempuan yang bisa dibilang “pintar” di kelas akan memilih untuk duduk sebangku dengan yang sama pintar juga, begitu juga dengan murid laki – laki. Ketika guru meminta mereka untuk bekerja kelompok, maka sudah bisa dipastikan kelompok itulah yang akan terbentuk dan ini semakin menguatkan hukum .”yang pintar makin pintar, yang biasa – biasa saja makin minder di kelas..”

Siswa Menyanyikan Lagu dengan SemangatTujuan

Supaya siswa-siswa menjadi lebih bisa membaur dan menumbuhkan kepekaan mereka terhadap teman – temannya baik di dalam maupun di luar pelajaran. Permainan ini juga bisa dijadikan ice breaking ketika siswa-siswa sedang jenuh atau capek di tengah jam pelajaran. Melalui permainan ini juga guru – guru tanpa disadari makin mengenal satu persatu pribadi siswa-siswanya.

Langkah-langkah Ice Breaking

Durasi permainan : 10 – 15 menit

  1. Permainan bisa dibuka dengan mengajak siswa bernyanyi dahulu atau memberikan sinyal-sinyal untuk menarik perhatian anak, misal : kelas 4!!!  Pintar, Cerdas, dan Ceria!
  2. Bersama-sama dengan siswa, guru menyusun bangku di kelas menjadi sebuah lingkaran dan meminta siswa untuk duduk di mana saja yang mereka mau (masih dalam lingkaran tersebut).
  3. Guru meminta siswa untuk bermain “Tukar Kursi” atau “Change Chair”.
  4. Instruksinya adalah ” Tukar Kursi ” jika [..........................................................]
  5. Jadi misalnya guru berkata, “Tukar Kursi jika sudah gosok gigi pagi ini”, maka anak – anak yang sudah gosok gigi harus bergerak cepat, berpindah kursi, sementara bagi yang tidak gosok gigi harus tetap duduk di kursinya. Instruksi lain misalnya: “Tukar Kursi jika kalian suka main bola”…etc.

Selanjutnya instruksi bisa dikembangkan menjadi berbagai macam instruksi, akan lebih bagus jika instruksi berupa hal-hal baik atau yang menyentuh budi pekerti anak.

Nah itu tadi permainan untuk ice breakingnya.

Penerapan Permainan di Kegiatan Sehari-hari

Agar siswa mau bekerja sama dengan teman lain, susunan kursi tidak perlu dibentuk lingkaran, cukup meminta anak duduk di kursi masing – masing dan berikan isntruksi.

Contoh: ” Tukar Kursi jika kalian laki – laki..” atau “Tukar kursi jika kalian suka matematika”…nah otomatis, kelompok akan berubah lagi, dan guru bisa langsung memberikan tugas kepada anak – anak.

Pengembangan Permainan untuk Belajar Bahasa Inggris (SMA)

Permainan ini tidak hanya cocok untuk siswa SD. Kita juga bisa menggunakannya untuk siswa SMA juga, terutama untuk melatih Bahasa Inggris mereka. Permainan ini bisa untuk mengajarkan materi conditional sentence (kalimat pengandaian) dan juga untuk melatih vocabulary, grammar, dan kemampuan listening siswa SMA.

Catatan Pribadi

Pertama-tama mencobakan permainan ini banyak siswa saya (kelas 4 SD) yang protes, hehehe, tapi sesudah dijelaskan ternyata mereka pelan – pelan mengerti, dan alhamdulillah sudah bisa membaur dengan teman – teman yang lain.

 

Selamat mencoba..^_^

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply