Menjajakan Dagangan dengan Obral Murah – Belajar Persen

Kelas 5 » Matematika 5 »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Metode :: Percobaan & Simulasi , Bermain Peran

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Abstraksi

Dalam Kompetensi Dasar pelajaran kelas V semester II terdapat materi  mengubah ke bentuk dan serta sebaliknya. “ murah” merupakan bentuk evaluasi praktik materi tersebut, di mana siswa melakukan simulasi menjual dan membeli barang dengan harga yang sudah mendapat potongan besar-besaran. Siswa diajak menghitung besaran potongan harga () dengan lebih aplikatif.

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Metode ini pernah dipraktikkan di Kelas 5 SDN Oi Marai, Kab. Bima, jumlah siswa terdiri dari 10 orang, dengan pemahaman mengenai mengubah pecahan ke dalam bentuk persen masih belum lancar. Siswa perlu melakukan latihan-latihan pengisian soal dan praktik untuk memantapkan pemahaman materi tersebut.

Ima membeli boneka di  Kios 3 Jaya Roy

Ima membeli boneka di Kios 3 Jaya Roy

Latar belakang penggunaan metode

Metode mengubah pecahan ke dalam bentuk persen ini diaplikasikan menjadi bentuk kegiatan , karena melihat pemahaman siswa terhadap nilai uang yang cukup baik. Metode ini diharapankan bisa membantu pemahaman siswa tentang perhitungan persen.

Latar belakang penyampaian materi

Materi  ini disampaikan sesuai dengan kompetensi dasar pelajaran matematika kelas V semester II yaitu mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta sebaliknya.

Penjelasan Materi

Persen (%) artinya . 3% dibaca tiga persen. 50% dibaca lima puluh persen. 13% sama artinya dengan 13/ 100 , atau sebaliknya. 37% sama artinya dengan 37/ 100 , atau sebaliknya.

a. Menentukan dari banyak benda atau kuantitas
Misal dari 10 buah mangga terdapat 4 buah di antaranya yang busuk. Dari keterangan di atas persentase buah mangga yang busuk sebagai berikut.

4/10 x 100 = 40%

Jadi, dapat dikatakan bahwa 40% dari buah mangga itu sudah busuk.

b. Menentukan banyak (kuantitas) jika persentase dan banyak benda keseluruhan diketahui
Harga tas Rp 30.000,00. Ternyata tas tersebut mendapat potongan harga ()  20%, berapa nilai potongan harga dalam bentuk rupish, dan berapa harga tas tersebut setelah potongan harga

Diskon = 20% × 30.000 = 20/ 100 × 30.000 = 6.000

Jadi, diskon 20% itu senilai dengan Rp6.000,00. Harga tas sekarang = Rp 30.000 – Rp 6.000 = Rp 24.000,00

April membayar barang yang dibelinya dari Roy

April membayar barang yang dibelinya dari Roy

Materi Pembelajaran

Menggunakan perhitungan persen (%) dalam kehidupan sehari-hari.

Alat dan Bahan

  1. Kertas karton
  2. Spidol
  3. Selotip
  4. Gunting
  5. Crayon
  6. Uang mainan
  7. Barang-barang untuk berjualan

Metode

Obral murah

Langkah Pembelajaran

  1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok (dalam kasus kelas saya: 3 orang, 3 orang, 4 orang)
  2. Siswa diminta untuk :
    1. berperan sebagai pemilik kios dan menentukan nama kiosnya
    2. menentukan 5 barang yang akan dijual
    3. menentukan harga barang-barangnya, besar  potongan harga/ diskon barang tersebut dan menghitung berapa harga jual barang setelah mendapat potongan harga
  3. Setiap kelompok diberi lapak/tempat untuk berjualan dan diminta menghias lapak tersebut serta menjajakan barang dagangan mereka.
  4. Setiap kelompok diminta menentukan 1 orang yang akan menjadi penjual dan 2 orang yang menjadi pembeli di kios yang lain.
  5. Guru membagikan uang mainan sebagai modal kepada penjual dan pembeli. Guru menjelaskan bahwa waktu yang digunakan untuk berbelanja selama 20 menit dan meminta setiap kelompok yang mengumpulkan uang dan barang sebanyak-banyaknya.
  6. Siswa melakukan simulasi jual beli.
  7. Siswa dan guru bersama-sama mengevaluasi proses jual beli, mengeksplorasi perasaan siswa berdasarkan peran mereka masing-masing, dan mengambil hikmah dari simulasi obral murah tersebut.

Lesson Learned

  1. Bersabar, penjual dan pembeli harus sama-sama bersabar dalam proses transaksi
  2. Antri, pembeli akan lebih tertib apabila berbelanja dengan antri dan tidak menyerobot pembeli lain yang sedang menawar barang dagangan.
  3. Teliti, penjual harus teliti dalam memberikan kembalian uang kepada pembeli dan pembeli juga harus teliti dalam memilih barang.
  4. Hemat, pembeli harus membeli barang sesuai kebutuhan. Walaupun guru mengatakan setiap kelompok harus mengumpulkan uang dan barang sebanyak-banyaknya tetapi siswa diharapkan tetap memikirkan kegunaan barang yang dibeli. Hal ini dikaitkan dengan kondisi di daerah siswa yang mendapatkan penghasilan hanya bulan-bulan tertentu saja, siswa terkadang bersikap boros dengan membeli jajanan apa saja pada bulan panen sedangkan pada bulan lainnya mengalami kesulitan keuangan.
  5. Kerjasama, setiap kelompok harus bekerjasama dari awal hingga akhir. Dari mulai penentuan nama kios sampai proses jual beli terjadi. Guru mengealuasi kelompok mana saja yang kerjasamanya sudah bagus dan yang harus ditingkatkan.
  6. , setiap kelompok harus memiliki dalam menjual barang. Bagaimana agar barangnya laku tetapi tidak mengurangi harga besar-besaran sehingga masih mendapatkan untung yang cukup banyak
  7. Di kelas kami, metode ini cukup efektif karena bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply