Pecahan, Desimal, dan Persen dengan Flash Card

Kelas 6 » Matematika 6 »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal » Barang Bekas »

Metode :: Permainan

Tags: , , , , , ,

Latar Belakang

Ide ini bermula dari kebosanan murid-murid saya dalam mengerjakan latihan soal pecahan (desimal dan persen) yang biasa ada di buku. Karena itu, kami mencoba membuat latihan soal pecahan tersebut menjadi sedikit lebih menyenangkan.

Seringkali metode kreatif menjadi malas dilakukan guru karena alat dan bahan yang digunakan butuh persiapan yang lama daripada penggunaannya di kelas (yang relatif singkat). Berangkat dari hal itu kami mencoba alat dan bahan sesedarhana mungkin dan memungkinkan berbagai variasinya. Dan percayalah, bila kita memanfaatkan alat dan bahan tersebut dengan benar, siswa-siswa tidak akan mudah bosan.

Standar Kompetensi

Melakukan operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah (VI-2)

Alat dan Bahan

Flash Card Pecahan Biasa, Desimal, dan Persen

Flash Card Pecahan Biasa, Desimal, dan Persen

  1. Flash Card sejumlah 20 kartu atau sebanyak jumlah siswa.
    Flash card bisa berupa potongan kertas karton, semakin besar ukuran semakin baik. Kali ini, kami membuat flash card dari kartu nama (bagian belakang) yang tidak terpakai.Ket : Permainan ini lebih cocok digunakan untuk kelas besar (lebih dari 20 siswa), namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di kelas kecil dengan beberapa penyesuaian.
  2. Spidol atau pensil warna.

Kegiatan Awal

  1. Guru mengulang (recall) materi tentang pecahan, bentuk persamaannya, dan bentuk lain pecahan (desimal dan persen) di papan tulis.Contoh :
    1/2 = 2/4 = 50% = 50/100 = 0,5
    1/4 = 2/8 = 25% = 25/100 = 0,25
    3/4 = 6/8 = 75% = 75/100 = 0,75 dst
  2. Guru mengajak siswa untuk menuliskan setiap bentuk pecahan dalam Flash Card.
    Masing-masing siswa membuat satu kartu yang berbeda, sesuai dengan nilai pecahan yang tertulis di papan tulis.Usahakan setiap kelompok persamaan memiliki jumlah kartu yang sama (kelompok 1/2 berjumlah 5 kartu, kelompok 1/4 juga berjumlah 5 kartu). Gunakan pensil warna atau spidol yang berbeda warna agar lebih menarik. Setelah selesai guru mengumpulkan kartu tersebut kembali dan mengacaknya.

Bila dirasa proses ini terlalu memakan waktu, guru bisa mempersiapkan flash card yang sudah berisi angka pecahan sebelum memulai pelajaran.

Kegiatan: Variasi 1

Kegiatan Inti (Variasi 1)

Guru akan membagikan kartu kepada siswa secara acak. Setelah aba-aba diberikan, siswa harus membuat barisan dengan temannya yang memiliki nilai kartu yang sama.

Barisan kelompok kartu yang bernilai 1/3

Barisan kelompok kartu yang bernilai 1/3

Contoh : barisan siswa yang memegang kartu bernilai 1/2 berisi siswa-siswa yang memegang kartu 1/2,  2/4, 50%, 50/100, 0,5 dst

  1. Guru menjelaskan peraturan permainan. Setiap pelanggaran peraturan akan diberikan hukuman yang disepakati bersama, atau menurut kebijaksanaan guru.
  2. Guru membagikan satu kartu kepada setiap siswa dalam keadaan tertutup (bagian yang berisi tulisan menghadap bawah)Ket : siswa tidak diperbolehkan membuka sebelum diberikan aba-aba.
  3. Guru memberikan aba-aba, dan siswa membuka kartu secara bersamaan.
  4. Siswa mulai mencari barisannya berdasar kartu yang dimilikinya.Ket : Siswa melakukannya dengan diam, mengeluarkan suara merupakan pelanggaran terhadap aturan permainan.
  5. Guru memberikan batas waktu dalam membentuk barisan (berdasarkan kemampuan siswa, jumlah siswa,  dan level soal yang diberikan). Jangan lupa lakukan hitung mundur ketika sudah hampir selesai.

Kegiatan Akhir (Variasi 1)

  1. Ketika waktu telah habis dan ternyata masih ada siswa yang belum menemukan barisannya, sediakan bagi mereka tempat khusus.
  2. Guru mengajak siswa untuk mencek setiap barisan, apakah semua siswa telah masuk ke barisan yang seharusnya. Bila ada yang tidak sesuai , misalkan murid dengan kartu 25% berada di barisan 1/2 (seharusnya di barisan 1/4) maka dipersilahkan untuk masuk ke tempat khusus bersama siswa yang belum mendapat barisan.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada barisan yang telah benar dan lengkap. Sebaliknya, guru memberikan hukuman kepada siswa tidak menemukan barisannya dan siswa yang salah masuk barisan.Ket : usahakan berikan hukuman yang mendidik atau yang bersifat lucu (jaga suasana menyenangkan di kelas)

Permainan ini dapat dikembangkan(ditingkatkan levelnya) dengan mengganti nilai kartu menjadi lebih sulit (misal 2/3, 66,67%, 0,667 ,dst).

Kegiatan: Variasi 2

Kegiatan Inti (Variasi 2)

Mengurutkan kartu pecahan berdasarkan pecahannya.

Mengurutkan kartu pecahan berdasarkan pecahannya.

  1. Guru membagi kelas dalam kelompok berjumlah 3-5 orang.
  2. Guru membagikan 1 set kartu yang berisi pecahan yang bervariasi ( 1/2; 3/9; 0,75, 20% dst) kepada setiap kelompok (dalam keadaan tertutup).
  3. Guru memberikan aba-aba, meminta siswa untuk membuka kartu, dan meminta mereka untuk mengurutkannya (bisa dari kecil ke besar atau sebaliknya).
  4. Guru berkeliling untuk mengamati, kelompok yang selesai lebih dulu harus mengumpulkan set kartunya ke depan dan menuliskan nama kelompoknya di papan, begitu seterusnya sehingga diperoleh urutan kelompok.

Kegiatan Akhir (Variasi 2)

  1. Guru meminta siswa untuk mengkoreksi tiap set.
  2. Guru memberikan apresiasi ke kelompok yang selesai lebih dulu dan tepat dalam mengurutkan pecahan.
  3. Sebaliknya guru bisa juga memberikan hukuman ke kelompok yang salah mengurutkan. Sekali lagi, hukuman sebaiknya berbentuk hukuman yang mendidik atau menyenangkan.



Revisions

No comments yet.

Leave a Reply