Bermain Kuis: “Macanga, Sola!” (Hebat, Kawan!)

Kelas 5 »
Kelas 6 »
Pendidikan Karakter »
Kelas 4 »
Tematik »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal » Barang Bekas »

Metode :: Lomba & Pertandingan

Tags: , , , , , , , ,

Latar Belakang

Banyaknya materi yang harus diberikan kepada murid-murid saya, siswa kelas 5 SDN 29 Inp Totolisi, Kab. Majene, membuat saya terkadang berkejaran dengan waktu. Karakteristik siswa yang unik dan berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri dalam menyampaikan bahan ajar agar siswa mampu memenuhi standar kompetensi yang ada. Memahamkan siswa mengenai pelajaran juga bukan perkara yang mudah sehingga membuat saya memutuskan untuk mengejar materi di awal lalu melakukan banyak pengulangan di akhir.

Awalnya saya hampir putus asa karena harus berkali-kali kembali mengajar materi yang seharusnya diberikan pada saat di jenjang kelas sebelumnya. Suatu kali saya stuck dengan kondisi siswa yang tidak bisa duduk tenang, susah sekali paham dan mengingat materi. Akhirnya saya putuskan untuk membuat sebuah yang melibatkan seluruh siswa di kelas. Mereka pun antusias dan metode ini cukup berhasil untuk menarik siswa rajin membaca dan bertanya karena jika ada materi yang belum mereka pahami.

Tujuan dan Manfaat

  1. Membantu proses pengulangan materi yang telah diajarkan
  2. Menanamkan pada siswa minat untuk membaca dan bertanya
  3. Mengasah kemampuan siswa dalam bertanya dengan menyusun pertanyaan yang tepat
  4. Memacu semangat kompetisi, jiwa sportivitas, dan kejujuran siswa
  5. Memudahkan pengajaran karena dapat menggabungkan semua mata pelajaran yang diajarkan (, , , , Bahasa Inggris, Agama, PPKN, SBK)
Siswa-siswa kelas 5 sedang bermain kuis “Macanga, Sola!”

Siswa-siswa kelas 5 sedang bermain kuis “, Sola!”

Metode

Sasaran dan Alokasi Waktu

Siswa kelas 4, 5, dan 6. Alokasi waktu 1 jam – tak terbatas.

Alat dan Bahan

  1. Kertas bekas
  2. Alat tulis
  3. Buku-buku bacaan

Pelaksanaan

Pada pelaksaannya, saya menyiapkan sepuluh soal yang diambil dari banyak materi yang telah diajarkan. Soal-soal yang saya berikan berupa soal isian dari tingkat kesulitan yang rendah hingga tinggi.

Biasanya murid-murid saya selalu berkata “dak uwisang” alias tidak bisa dan tidak tahu. Salah satu cara agar mereka tidak berkata seperti itu, saya meminta mereka menuliskan jawabannya di selembar kertas bekas yang telah disiapkan. Kuis akan berlanjut sampai akhirnya terpilih seorang pemenang.

Nama pemenang dalam setiap satu kali bermain akan dicatat dan di akhir semester akan mendapat hadiah. Kuis ini diadakan sebanyak 3 kali dalam seminggu di waktu mata pelajaran yang sudah habis materinya atau di saat siswa-siswa tidak fokus untuk belajar. Hadiahnya dirahasiakan agar siswa-siswa tertantang menjadi juaranya.

Apersepsi

Di awal kuis, saya membacakan peraturan dan tata cara permainan:

  1. Setiap siswa hanya boleh membawa selembar kertas dan satu buah alat tulis.
  2. Semua siswa diberi instruksi untuk berdiri di bagian belakang kelas dengan posisi sejajar satu shaf.

Saya selalu mengawali setiap kuis atau permainan dengan kalimat, “are you ready?” dengan nada lantang. Setelah siswa menjawab “Yes!” maka kuis dimulai.

Kegiatan Inti

Langkah Pertama

Guru (saya) mulai membacakan satu persatu soal yang dibuat, waktu yang diberikan untuk menjawab soal maksimal 1 menit. Guru meminta siswa menuliskan jawabannya di kertas. Apabila siswa sudah selesai menjawab, mereka harus mengangkat kertas jawaban ke arah guru. Kemudian guru akan berjalan keliling memeriksa jawaban. Untuk siswa yang benar menjawab berhak maju satu langkah sedangkan yang salah dalam menjawab dipersilakan kembali ke tempat duduk awal sebelum kuis.

Seiring dengan bertambahnya tingkat kesulitan soal, maka akan makin sedikit siswa yang tepat jawabannya. Untuk siswa yang masih bertahan mengikuti kuis harus bersiap menjawab pertanyaan yang ada.

Langkah Kedua

Siswa yang sudah kalah biasanya akan menimbulkan keributan dan rasa gemas melihat temannya masih ikut bermain kuis. Untuk menjaga ketenangan kelas, guru memberi instruksi kepada siswa-siswa yang kalah untuk membaca buku dan membuat soal bagi temannya yang bermain kuis.

Dengan demikian siswa ‘dipaksa’ untuk membaca buku dan belajar membuat pertanyaan yang layak. Semakin tinggi tingkat kesulitan soal akan ada beberapa soal yang diberikan 2 pilihan jawaban (sebagai soal bonus).

Langkah Ketiga

Siswa yang telah kalah masih tertantang dengan kewajiban membuat soal yang layak dibacakan. Guru akan memilih dan membacakan soal yang sesuai dengan materi pelajaran.

Siswa yang membuat soal kembali bersemangat karena adanya kesempatan untuk berpartisipasi lagi melalui pembuatan soal. Siswa yang soalnya terpilih diajak untuk membantu memeriksa jawaban teman-temannya yang masih bermain kuis. Bagi siswa yang kreatif dan aktif biasanya senang karena menjadi bebas jalan-jalan di kelas.

Langkah Keempat

Kuis akan berhenti hingga tersisa hanya satu orang siswa di garis finish dan saya akan memanggilnya Macanga, Sola!” atau dalam bahasa Mandar artinya “Kau Hebat, Kawan!”.

Penutup

Biasanya siswa akan meminta diadakan kuis lagi hingga beberapa kali dalam sehari. Pada saat akhir kuis dapat digunakan untuk melakukan pengulangan materi dengan membacakan soal-soal yang diberikan lalu membahas dengan sederhana. Bagi siswa yang kalah sebetulnya dia memiliki kesempatan lebih untuk membaca materi dan biasanya akan bertanya lagi di akhir pembahasan.

Lesson Learned

Lesson learned dari kuis “Macanga, Sola!” sesederhana cara memainkannya, guru dapat belajar lebih memahami karakter siswa dan cara belajarnya. Guru juga dapat belajar mengenai pengelolaan kelas yang sesuai dan dapat diterapkan. Siswa dapat memiliki motivasi untuk membaca buku, bertanya, serta meningkatkan rasa akan kemampuan yang dimiliki.

Tantangan

Tantangan dalam kuis ini justru ada pada guru, karena guru dituntut untuk selalu bersemangat agar siswa-siswa semakin bersemangat dalam belajar di kelas. Tantangan lain cenderung kepada psikologis siswa. Akan ada siswa yang tidak bisa menerima kekalahan dan akan muncul juga siswa yang senang berlebihan karena memenangkan kuis secara terus-menerus.

Tips

Apabila ruangan kelas kecil dan tidak memungkinkan dapat dilakukan dengan cara duduk melingkar atau di luar kelas (outdoor), disesuaikan dengan kondisi sekolah. Nama permainan juga bisa disesuaikan dengan bahasa yang dipahami oleh siswa-siswa setempat. 🙂

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply