Revision 4049 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

(Bukan) Ulangan Matematika

Latar Belakang

Murid-murid saya sering merasa takut dan terbebani dengan kata-kata “”. seakan-akan identik dengan soal-soal yang sulit, nilai jelek, harus belajar dan banyak hal buruk lainnya. Dampaknya, siswa menjadi tidak termotivasi untuk terus belajar. Namun jika kita mau membalik pola pikir kita tentang “”, boleh jadi kegiatan ini akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan di kelas!

Persiapan

Susunan Barisan Bangku dari Level 1 (paling belakang) hingga Level 3

Susunan Barisan Bangku dari Level 1 (paling belakang) hingga Level 3

Pertama : Guru mengatur bangku dan kursi di dalam kelas menjadi tiga deret saja. Kedua : Masing-masing deret bangku diberi identitas. Deret paling belakang diberi tanda “LEVEL 1”, deret tengah adalah “LEVEL 2”, dan deret paling depan adalah “LEVEL 3”. Ketiga : Guru membagi papan tulis menjadi 3 bagian. Guru menulis 10 soal di papan tulis sesuai dengan level kesulitannya. “LEVEL 1” adalah untuk kategori soal mudah, “LEVEL 2” untuk kategori soal sedang, dan “LEVEL 3” untuk kategori soal sulit. Keempat : Mulailah “permainan” –saya menyebutnya permainan supaya anak tidak merasa sedang ulangan- dengan menempatkan seluruh anak di posisi start yang sama yaitu LEVEL 1.

Pelaksanaan dan Aturan Main

Petunjuk “permainannya” adalah sebagai berikut:

Pertama

Siswa yang duduk di deretan bangku LEVEL 1 harus mengerjakan 5 soal diantara 10 soal LEVEL 1 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 2 HANYA JIKA anak mampu mengerjakan 3 dari 5 soal yang dipilihnya dengan benar.

Kedua

Siswa yang naik ke LEVEL 2 harus mengerjakan 7 soal diantara 10 soal LEVEL 2 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 3 HANYA JIKA anak mampu mengerjakan 5 dari 7 soal yang dipilihnya dengan benar.

Ketiga

Siswa yang naik ke LEVEL 3 harus mengerjakan 9 diantara 10 soal LEVEL 3 yang ada di papan tulis. Siswa yang sudah duduk di bangku LEVEL 3 diijinkan untuk istirahat lebih awal HANYA JIKA siswa tersebut mampu mengerjakan 7 dari 9 soal yang dipilihnya dengan benar.
Siswa yang saling berlomba dalam (Bukan) Ulangan Matematika

Siswa yang saling berlomba dalam (Bukan) Ulangan

Pengawasan (Bukan) Ulangan Matematika

Dalam tahap ini, saya bisa lebih rileks dalam mengawasi proses "(Bukan) Ulangan Matematika". Saya tidak perlu terlalu menguras tenaga mengawasi jalannya ulangan karena khawatir mereka saling mencontek. Dengan cara ini siswa saya tidak sempat berpikir untuk melirik jawaban teman di sebelahnya karena mereka sudah cukup sibuk dengan soal yang dipilihnya masing-masing.
“Besok ulangan matematika ya, anak-anak!”. Lalu terdengar helaan nafas berat dan panjang. Ulangan matematika nampaknya begitu menyeramkan. Bagaimana jika kita ganti dengan “Anak-anak, besok kita akan bermain Matematika!”? Bahkan tak seorang anak pun menyadari bahwa mereka sedang ulangan Matematika!"

Revisions

Revision Differences

February 25, 2013 @ 14:08:39Current Revision
Content
<b>(BUKAN) ULANGAN HARIAN MATEMATIKA</b>  
<b>Latar Belakang</b>  <h2>Latar Belakang</h2>
Anak-anak sering kali merasa takut dan terbebani dengan kata-kata “ULANGAN”. Ulangan seakan-akan identik dengan soal-soal yang sulit, nilai jelek, harus belajar dan banyak hal buruk lainnya. Dampaknya, anak menjadi tidak termotivasi untuk terus belajar. Namun jika kita mau membalik pola pikir kita tentang “ULANGAN”, boleh jadi ini akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan di kelas!  Murid-murid saya sering merasa takut dan terbebani dengan kata-kata “ULANGAN”. Ulangan seakan-akan identik dengan soal-soal yang sulit, nilai jelek, harus belajar dan banyak hal buruk lainnya. Dampaknya, siswa menjadi tidak termotivasi untuk terus belajar. Namun jika kita mau membalik pola pikir kita tentang “ULANGAN”, boleh jadi kegiatan ini akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan di kelas!
<b>Langkah</b>  
  <h2>Persiapan</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ Bukan-Ulangan-Matematika- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-4046" alt="Susunan Barisan Bangku dari Level 1 (paling belakang) hingga Level 3" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ Bukan-Ulangan-Matematika- Ruang-Belajar- Halida-Mutia- 1-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> Susunan Barisan Bangku dari Level 1 (paling belakang) hingga Level 3
<i>Pertama</i> : Setting bangku dan kursi di dalam kelas menjadi tiga deret saja.  <strong><i>Pertama</i> </strong>: Guru mengatur bangku dan kursi di dalam kelas menjadi tiga deret saja.
<i>Kedua</i> : Beri identitas masing-masing deret bangku. Deret paling belakang adalah “LEVEL 1”, deret tengah adalah “LEVEL 2” dan deret paling depan adalah “LEVEL 3”.  <strong><i>Kedua</i> </strong>: Masing-masing deret bangku diberi identitas. Deret paling belakang diberi tanda “LEVEL 1”, deret tengah adalah “LEVEL 2”, dan deret paling depan adalah “LEVEL 3”.
<i>Ketiga</i> : Bagi papan tulis menjadi 3 bagian. Tulis 10 soal di papan tulis sesuai dengan level kesulitannya. “LEVEL 1” adalah untuk kategori soal mudah, “LEVEL 2” untuk kategori soal sedang, dan “LEVEL 3” untuk kategori soal sulit.  <strong><i>Ketiga</i> </strong>: Guru membagi papan tulis menjadi 3 bagian. Guru menulis 10 soal di papan tulis sesuai dengan level kesulitannya. “LEVEL 1” adalah untuk kategori soal mudah, “LEVEL 2” untuk kategori soal sedang, dan “LEVEL 3” untuk kategori soal sulit.
<i>Keempat</i> : Mulailah “permainan” –saya menyebutnya permainan supaya anak tidak merasa sedang ulangan- dengan menempatkan seluruh anak di posisi start yang sama yaitu LEVEL 1.  <strong><i>Keempat</i> </strong>: Mulailah “permainan” –saya menyebutnya permainan supaya anak tidak merasa sedang ulangan- dengan menempatkan seluruh anak di posisi <em>start</em> yang sama yaitu LEVEL 1.
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ IMG_20130212_ 100332.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3940" alt="IMG_20130212_100332" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ IMG_20130212_100332.jpg" width="523" height="390" /></a>  
<i>Kelima</i> :  
  <h2>Pelaksanaan dan Aturan Main</h2>
Petunjuk “permainannya” adalah sebagai berikut: Petunjuk “permainannya” adalah sebagai berikut:
<ol>  
  <h3>Pertama</h3>
<li>Anak yang duduk di deretan bangku LEVEL 1 harus mengerjakan 5 soal diantara 10 soal LEVEL 1 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 2 <b>HANYA JIKA</b> anak mampu mengerjakan 3 dari 5 soal yang dipilihnya dengan benar.</li>  Siswa yang duduk di deretan bangku LEVEL 1 harus mengerjakan 5 soal diantara 10 soal LEVEL 1 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 2 HANYA JIKA anak mampu mengerjakan 3 dari 5 soal yang dipilihnya dengan benar.
  <h3>Kedua</h3>
<li>Anak yang naik ke LEVEL 2 harus mengerjakan 7 soal diantara 10 soal LEVEL 2 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 3 <strong>HANYA JIKA</strong> anak mampu mengerjakan 5 dari 7 soal yang dipilihnya dengan benar.</li>  Siswa yang naik ke LEVEL 2 harus mengerjakan 7 soal diantara 10 soal LEVEL 2 yang ada di papan tulis. Boleh pindah ke deretan bangku LEVEL 3 HANYA JIKA anak mampu mengerjakan 5 dari 7 soal yang dipilihnya dengan benar.
  <h3>Ketiga</h3>
<li>Anak yang naik ke LEVEL 3 harus mengerjakan 9 diantara 10 soal LEVEL 3 yang ada di papan tulis. Anak yang sudah duduk di bangku LEVEL 3 <b>diijinkan untuk istirahat lebih awal HANYA JIKA</b> anak mampu mengerjakan 7 dari 9 soal yang dipilihnya dengan benar.</li>  Siswa yang naik ke LEVEL 3 harus mengerjakan 9 diantara 10 soal LEVEL 3 yang ada di papan tulis. Siswa yang sudah duduk di bangku LEVEL 3 diijinkan untuk istirahat lebih awal HANYA JIKA siswa tersebut mampu mengerjakan 7 dari 9 soal yang dipilihnya dengan benar.
<li><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ IMG_20130212_ 1037521.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3978" alt="IMG_20130212_103752" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ IMG_20130212_ 1037521.jpg" width="464" height="345" /></a></li>  
</ol>  
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ Bukan-Ulangan-Matematika- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-2.jpg"><img class=" wp-image-4047 " alt="Siswa yang saling berlomba dalam (Bukan) Ulangan Matematika" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/02/ Bukan-Ulangan-Matematika- Ruang-Belajar- Halida-Mutia-2.jpg" width="448" height="307" /></a> Siswa yang saling berlomba dalam (Bukan) Ulangan Matematika
  <h2>Pengawasan (Bukan) Ulangan Matematika</h2>
<i>Keenam<b> </b></i>: Guru cukup duduk santai di depan kelas. Tidak perlu terlalu menguras tenaga mengawasi jalannya ulangan karena khawatir mereka saling mencontek. Dengan cara ini anak tidak akan sempat berpikir untuk melirik jawaban teman di sebelahnya karena mereka sudah cukup sibuk dengan soal yang dipilihnya masing-masing.  Dalam tahap ini, saya bisa lebih rileks dalam mengawasi proses "(Bukan) Ulangan Matematika". Saya tidak perlu terlalu menguras tenaga mengawasi jalannya ulangan karena khawatir mereka saling mencontek. Dengan cara ini siswa saya tidak sempat berpikir untuk melirik jawaban teman di sebelahnya karena mereka sudah cukup sibuk dengan soal yang dipilihnya masing-masing.
&nbsp;  
<em>“Besok ulangan matematika ya, anak-anak!”. Lalu terdengar helaan nafas berat dan panjang. Ulangan matematika nampaknya begitu menyeramkan. Bagaimana jika kita ganti dengan “Anak-anak, besok kita akan bermain Matematika!”? Bahkan tak seorang anak pun menyadari bahwa mereka sedang ulangan Matematika!"</em>  <blockquote><em>“Besok ulangan matematika ya, anak-anak!”. Lalu terdengar helaan nafas berat dan panjang. Ulangan matematika nampaknya begitu menyeramkan. Bagaimana jika kita ganti dengan “Anak-anak, besok kita akan bermain Matematika!”? Bahkan tak seorang anak pun menyadari bahwa mereka sedang ulangan Matematika!"< /em></blockquote>
&nbsp;  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply