Revision 4055 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Menyisipkan Nilai-nilai Kebaikan Melalui Cerita

Abstraksi

Belajar yang menyenangkan akan meningkatkan semangat dan antusiasme dari peserta didik. Tidak dipungkiri sering kali memang pembelajaran dengan metode  konvensional masih cenderung terjadi pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Yang kemudian membuat peserta didik / siswa merasa bosan, mengantuk dan bahkan tidak tertarik pada apa yang disampaikan guru. Maka dari itu kreatifitas menjadi salah satu skill yang perlu dimiliki oleh seorang guru.  Yaitu bahwa seorang guru mampu membuat suasana kelas menjadi kondusif untuk memulai materi pelajaran. Bukan berarti seorang guru yang mengajar dengan terlalu banyak bicara membuat siswa tidak tertarik. Tinggal bagaimana itu di sampaikan melalui metode yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa. Yaitu dengan Mengajar melalui Cerita.

Latar Belakang

Ilustrasi: Cerita dan Buto Ijo

Pada dasarnya setiap anak itu senang ketika mendengarkan cerita/. Apalagi ketika cerita tersebut di sampaikan dengan gaya yang tidak biasa. (melalui gerakan dan suara yang menyerupainya).

Kondisi Kelas

Metode ini bisa dilakukan baik pada kelas rendah ataupun tinggi. Dengan jumlah siswa yang banyak maupun sedikit.

Latar belakang penggunaan metode

Tidak hanya sekedar menyampaikan namun dalam sebuah cerita/dongeng yang disampaikan ini dapat kita masukkan materi pelajaran yang sifatnya tematik serta nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya. Selain itu untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa dengan melibatkannya sebagai peserta pada sebuah cerita/dongeng yang akan disampaikan.

Teori/Penjelasan Materi

Kegiatan ini dapat dilakukan di awal maupun akhir pelajaran.  Cerita / dongeng bisa diambil dari ataupun guru yang membikinnya sendiri. Sebagai contoh, kita mengambil cerita tentang Timun Emas. Dalam cerita tersebut terdapat 7 bidadari. Sampaikan itu menjadi materi matematika (penjumlahan / pengurangan, dsb). Atau cerita , dapat kita masukan kedalam materi IPS.
Contoh: Bagus sedang menyampaikan materi siklus air dengan metode cerita.

Contoh: Bagus, Pengajar Muda Maluku Tenggara Barat sedang menyampaikan materi IPA tentang siklus air dengan metode cerita.

Metode

Langkah Pelaksanaan I

Pilih sebuah cerita / dongeng yang sekiranya berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan pada hari itu. Misalnya mata pelajaran IPS, kita memilih cerita rakyat Danau Toba. (Kalaupun tidak disesuaikan dengan materi pelajaran carilah cerita apapun itu yang terdapat unsur materi pelajaran / nilai-nilai karakter).

Langkah Pelaksanaan II

Guru mempersiapkan tokoh yang ada dalam cerita, membuat properti sederhana.

Langkah Pelaksanaan III

Mengajak beberapa siswa untuk berperan dalam cerita tersebut.  

Lesson Learned

Siswa akan terlihat antusias ketika tahu bahwa gurunya akan menyampaikan sebuah cerita. Dengan seksama mereka akan fokus mendengarkan. Apalagi pada waktu penyampaiannya dibuat menyenangkan. Selain itu ketika pilihan cerita yang diambil adalah cerita rakyat nusantara. Maka sekaligus kita dapat memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di empat penjuru.

Metode Alternatif

Dalam pelaksanaannya bisa bervariasi. Baik di dalam maupun diluar kelas. Dengan pengaturan posisi yang dibuat senyaman mungkin. (Duduk membuat lingkaran di lantai, di bawah pohon, dan sebagainya)

Pendidikan karakter yang disisipkan

Sudah pasti ketika menyampaikan cerita akan banyak nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Selain dari cerita itu sendiri, karakter yang dapat disampaikan kepada siswa      adalah menghargai (ketika teman dan guru sedang berbicara atau melakukan role   play), keberanian (tampil didepan kelas), kreatif (saat memerankan tokoh dalam cerita).

Kesimpulan

Mendidik/mengajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan bercerita. Selain akan memudahkan siswa dalam memahami materi, memperluas wawasan juga memberikan makna dalam kehidupan sehari-hari yang ditanamankan melalui karakter. Metode ini juga bisa dilakukan dirumah. Dengan menyampaikannya kepada orang tua siswa.

Revisions

Revision Differences

March 1, 2013 @ 11:10:00Current Revision
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Belajar yang menyenangkan akan meningkatkan semangat dan antusiasme dari peserta didik. Tidak dipungkiri sering kali memang pembelajaran dengan metode  konvensional masih cenderung terjadi pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Yang kemudian membuat peserta didik / siswa merasa bosan, mengantuk dan bahkan tidak tertarik pada apa yang disampaikan guru. Maka dari itu kreatifitas menjadi salah satu <i>skill</i> yang perlu dimiliki oleh seorang guru.  Yaitu bahwa seorang guru mampu membuat suasana kelas menjadi kondusif untuk memulai materi pelajaran. Bukan berarti seorang guru yang mengajar dengan terlalu banyak bicara membuat siswa tidak tertarik. Tinggal bagaimana itu di sampaikan melalui metode yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa. Yaitu dengan <b>Mengajar melalui Cerita.</b> Belajar yang menyenangkan akan meningkatkan semangat dan antusiasme dari peserta didik. Tidak dipungkiri sering kali memang pembelajaran dengan metode  konvensional masih cenderung terjadi pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Yang kemudian membuat peserta didik / siswa merasa bosan, mengantuk dan bahkan tidak tertarik pada apa yang disampaikan guru. Maka dari itu kreatifitas menjadi salah satu <i>skill</i> yang perlu dimiliki oleh seorang guru.  Yaitu bahwa seorang guru mampu membuat suasana kelas menjadi kondusif untuk memulai materi pelajaran. Bukan berarti seorang guru yang mengajar dengan terlalu banyak bicara membuat siswa tidak tertarik. Tinggal bagaimana itu di sampaikan melalui metode yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa. Yaitu dengan <b>Mengajar melalui Cerita.</b>
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
  <img class=" " alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/ _IHbTdcVTTMA/ S_1FodfKwdI/ AAAAAAAAADc/_ 01TBXHb5P4/s1600/ yol+yulianto.jpg" width="389" height="275" /> Ilustrasi: Cerita Timun Mas dan Buto Ijo
Pada dasarnya setiap anak itu senang ketika mendengarkan cerita/dongeng. Apalagi ketika cerita tersebut di sampaikan dengan gaya yang tidak biasa. (melalui gerakan dan suara yang menyerupainya). Pada dasarnya setiap anak itu senang ketika mendengarkan cerita/dongeng. Apalagi ketika cerita tersebut di sampaikan dengan gaya yang tidak biasa. (melalui gerakan dan suara yang menyerupainya).
<h3>Kondisi Kelas</h3> <h3>Kondisi Kelas</h3>
Metode ini bisa dilakukan baik pada kelas rendah ataupun tinggi. Dengan jumlah siswa yang banyak maupun sedikit. Metode ini bisa dilakukan baik pada kelas rendah ataupun tinggi. Dengan jumlah siswa yang banyak maupun sedikit.
<h3>Latar belakang penggunaan metode</h3> <h3>Latar belakang penggunaan metode</h3>
Tidak hanya sekedar menyampaikan namun dalam sebuah cerita/dongeng yang disampaikan ini dapat kita masukkan materi pelajaran yang sifatnya tematik serta nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya. Selain itu untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa dengan melibatkannya sebagai peserta pada sebuah cerita/dongeng yang akan disampaikan. Tidak hanya sekedar menyampaikan namun dalam sebuah cerita/dongeng yang disampaikan ini dapat kita masukkan materi pelajaran yang sifatnya tematik serta nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya. Selain itu untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa dengan melibatkannya sebagai peserta pada sebuah cerita/dongeng yang akan disampaikan.
<img class=" " alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/ -v0H6pLy6x4o/ T8SbYHJftgI/ AAAAAAAAAQg/otmH6xOiPqE/s1600/ Cerita-Rakyat- Malin-Kundang.jpg" width="358" height="262" /> Ilustrasi: Dongeng si Malin Kundang dari Sumatera Barat  
<h2>Teori/Penjelasan Materi</h2> <h2>Teori/Penjelasan Materi</h2>
Kegiatan ini dapat dilakukan di awal maupun akhir pelajaran.  Cerita / dongeng bisa diambil dari cerita rakyat ataupun guru yang membikinnya sendiri. Sebagai contoh, kita mengambil cerita tentang Timun Emas. Dalam cerita tersebut terdapat 7 bidadari. Sampaikan itu menjadi materi matematika (penjumlahan / pengurangan, dsb). Atau cerita Malin Kundang, dapat kita masukan kedalam materi IPS. Kegiatan ini dapat dilakukan di awal maupun akhir pelajaran.  Cerita / dongeng bisa diambil dari cerita rakyat ataupun guru yang membikinnya sendiri. Sebagai contoh, kita mengambil cerita tentang Timun Emas. Dalam cerita tersebut terdapat 7 bidadari. Sampaikan itu menjadi materi matematika (penjumlahan / pengurangan, dsb). Atau cerita Malin Kundang, dapat kita masukan kedalam materi IPS.
  <a title="Menerangkan Siklus Air dengan Mendongeng" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ 2013/01/menerangkan-siklus- air-dengan-mendongeng/"><img class="size-medium wp-image-2178" alt="Contoh: Bagus sedang menyampaikan materi siklus air dengan metode cerita." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Dongeng-Siklus-Air-Bagus- Praba-300x266.jpg" width="300" height="266" /></a> Contoh: Bagus, Pengajar Muda Maluku Tenggara Barat sedang menyampaikan materi IPA tentang <a title="Menerangkan Siklus Air dengan Mendongeng" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ 2013/01/menerangkan-siklus- air-dengan-mendongeng/">siklus air dengan metode cerita</a>.
<h2>Metode</h2> <h2>Metode</h2>
<h3>Langkah Pelaksanaan I</h3> <h3>Langkah Pelaksanaan I</h3>
Pilih sebuah cerita / dongeng yang sekiranya berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan pada hari itu. Misalnya mata pelajaran IPS, kita memilih cerita rakyat Danau Toba. (Kalaupun tidak disesuaikan dengan materi pelajaran carilah cerita apapun itu yang terdapat unsur materi pelajaran / nilai-nilai karakter). Pilih sebuah cerita / dongeng yang sekiranya berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan pada hari itu. Misalnya mata pelajaran IPS, kita memilih cerita rakyat Danau Toba. (Kalaupun tidak disesuaikan dengan materi pelajaran carilah cerita apapun itu yang terdapat unsur materi pelajaran / nilai-nilai karakter).
<h3>Langkah Pelaksanaan II</h3> <h3>Langkah Pelaksanaan II</h3>
Guru mempersiapkan tokoh yang ada dalam cerita, membuat properti sederhana. Guru mempersiapkan tokoh yang ada dalam cerita, membuat properti sederhana.
<h3>Langkah Pelaksanaan III</h3> <h3>Langkah Pelaksanaan III</h3>
Mengajak beberapa siswa untuk berperan dalam cerita tersebut. Mengajak beberapa siswa untuk berperan dalam cerita tersebut.
  &nbsp;
<h2>Lesson Learned</h2> <h2>Lesson Learned</h2>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Dongeng-Siklus-Air-Bagus- Praba.jpg"><img class="size-medium wp-image-2178" alt="Contoh: Bagus sedang menyampaikan materi siklus air dengan metode cerita." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Dongeng-Siklus-Air-Bagus- Praba-300x266.jpg" width="300" height="266" /></a> Contoh: Bagus sedang menyampaikan materi <a title="Menerangkan Siklus Air dengan Mendongeng" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ 2013/01/menerangkan-siklus- air-dengan-mendongeng/">siklus air dengan metode cerita</a>.  
Siswa akan terlihat antusias ketika tahu bahwa gurunya akan menyampaikan sebuah cerita. Dengan seksama mereka akan fokus mendengarkan. Apalagi pada waktu penyampaiannya dibuat menyenangkan. Selain itu ketika pilihan cerita yang diambil adalah cerita rakyat nusantara. Maka sekaligus kita dapat memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di empat penjuru. Siswa akan terlihat antusias ketika tahu bahwa gurunya akan menyampaikan sebuah cerita. Dengan seksama mereka akan fokus mendengarkan. Apalagi pada waktu penyampaiannya dibuat menyenangkan. Selain itu ketika pilihan cerita yang diambil adalah cerita rakyat nusantara. Maka sekaligus kita dapat memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di empat penjuru.
<h3>Metode Alternatif</h3> <h3>Metode Alternatif</h3>
Dalam pelaksanaannya bisa bervariasi. Baik di dalam maupun diluar kelas. Dengan pengaturan posisi yang dibuat senyaman mungkin. (Duduk membuat lingkaran di lantai, di bawah pohon, dan sebagainya) Dalam pelaksanaannya bisa bervariasi. Baik di dalam maupun diluar kelas. Dengan pengaturan posisi yang dibuat senyaman mungkin. (Duduk membuat lingkaran di lantai, di bawah pohon, dan sebagainya)
<h3>Pendidikan karakter yang disisipkan</h3> <h3>Pendidikan karakter yang disisipkan</h3>
Sudah pasti ketika menyampaikan cerita akan banyak nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Selain dari cerita itu sendiri, karakter yang dapat disampaikan kepada siswa      adalah menghargai (ketika teman dan guru sedang berbicara atau melakukan <i>role   play), </i>keberanian (tampil didepan kelas), kreatif (saat memerankan tokoh dalam cerita). Sudah pasti ketika menyampaikan cerita akan banyak nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Selain dari cerita itu sendiri, karakter yang dapat disampaikan kepada siswa      adalah menghargai (ketika teman dan guru sedang berbicara atau melakukan <i>role   play), </i>keberanian (tampil didepan kelas), kreatif (saat memerankan tokoh dalam cerita).
<h3>Kesimpulan</h3> <h3>Kesimpulan</h3>
Mendidik/mengajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan bercerita. Selain akan memudahkan siswa dalam memahami materi, memperluas wawasan juga memberikan makna dalam kehidupan sehari-hari yang ditanamankan melalui karakter. Metode ini juga bisa dilakukan dirumah. Dengan menyampaikannya kepada orang tua siswa. Mendidik/mengajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan bercerita. Selain akan memudahkan siswa dalam memahami materi, memperluas wawasan juga memberikan makna dalam kehidupan sehari-hari yang ditanamankan melalui karakter. Metode ini juga bisa dilakukan dirumah. Dengan menyampaikannya kepada orang tua siswa.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply