Petata (Pembatas Buku Cita-Cita)

Kelas 5 »
Pendidikan Karakter »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Tags: , , , ,

Abstraksi

Dalam permainan sepakbola, pemain tidak hanya berlarian kesana kemari di lapangan, tetapi mengarahkan bola ke suatu titik yang ia tahu pasti akan membawa kemenangan bagi timnya. Ya, gawang.  ibarat gawang dalam permainan sepak bola, sehingga pembelajaran dalam mengolah bakat dan kemampuan anak sebaiknya diarahkan menuju ketercapaian . Bagi seorang pembelajar, memiliki memberi energi tersendiri dalam proses belajar.

Latar Belakang

Cita-cita mereka dituliskan dan digambarkan dalam bentuk karena sehari-hari bisa diletakkan di buku pelajaran sebagai penyemangat.

Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka.

Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang mereka.

Alat dan Bahan

  1. Kertas karton putih polos
  2. Penggaris 30 cm
  3. Pensil dan penghapus
  4. Spidol atau pena hitam
  5. Alat warna
  6. Gunting

 

Langkah-Langkah

  1. Guru menerangkan gambaran singkat tentang pentingnya cita-cita.
  2. Siswa diminta untuk menyebutkan cita-cita mereka.
  3. Guru membagikan kertas karton.
  4. Siswa diminta membuat potongan kertas berukuran 5 x 26 cm, kemudian melipatnya menjadi 2 bagian sama panjang
  5. Siswa diminta menggambar seseorang atau sesuatu yang mewakili cita-cita mereka. Misalnya menggambar orang berkalung stetoskop untuk anak yang bercita-cita menjadi dokter.
  6. Tambahkan sifat positif pada cita-cita yang telah diilustrasikan. Misalnya “smart teacher” untuk guru.
  7. Siswa diminta menuliskan komitmen dan hal-hal yang harus mereka lakukan untuk mencapai cita-cita di bagian belakang.
  8. Gambar yang telah dibuat boleh diwarnai, pembatas bukupun boleh diberi pita sebagai hiasan.
  9. Petata siap digunakan!

Lesson Learned

Melalui kegiatan ini, siswa akan mengetahui bahwa pembelajaran yang mereka lakukan setiap hari memiliki arah dan tujuan (purpose of learning). Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan berbagai profesi kepada para siswa. Umumnya siswa di daerah memiliki keterbatasan informasi tentang profesi, sehingga guru dapat memberi informasi sekaligus memantik profesi impian sesuai dengan minat siswa. Siswa juga belajar berkomitmen pada diri sendiri untuk mencapai cita-citanya. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah guru dapat mengingatkan serta memotivasi siswa saat siswa merasa putus asa, misalnya dengan mengatakan, “kemarin kan sudah berjanji untuk jadi desainer, bisa tidak jadi desainer yang hebat kalau jarang datang ke sekolah?”

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply