Revision 4339 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Petata (Pembatas Buku Cita-Cita)

Abstraksi

Dalam permainan sepakbola, pemain tidak hanya berlarian kesana kemari di lapangan, tetapi mengarahkan bola ke suatu titik yang ia tahu pasti akan membawa kemenangan bagi timnya. Ya, gawang.  ibarat gawang dalam permainan sepak bola, sehingga pembelajaran dalam mengolah bakat dan kemampuan anak sebaiknya diarahkan menuju ketercapaian . Bagi seorang pembelajar, memiliki memberi energi tersendiri dalam proses belajar.

Latar Belakang

Cita-cita mereka dituliskan dan digambarkan dalam bentuk karena sehari-hari bisa diletakkan di buku pelajaran sebagai penyemangat.

Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka.

Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang mereka.

Alat dan Bahan

  1. Kertas karton putih polos
  2. Penggaris 30 cm
  3. Pensil dan penghapus
  4. Spidol atau pena hitam
  5. Alat warna
  6. Gunting
 

Langkah-Langkah

  1. Guru menerangkan gambaran singkat tentang pentingnya cita-cita.
  2. Siswa diminta untuk menyebutkan cita-cita mereka.
  3. Guru membagikan kertas karton.
  4. Siswa diminta membuat potongan kertas berukuran 5 x 26 cm, kemudian melipatnya menjadi 2 bagian sama panjang
  5. Siswa diminta menggambar seseorang atau sesuatu yang mewakili cita-cita mereka. Misalnya menggambar orang berkalung stetoskop untuk anak yang bercita-cita menjadi dokter.
  6. Tambahkan sifat positif pada cita-cita yang telah diilustrasikan. Misalnya “smart teacher” untuk guru.
  7. Siswa diminta menuliskan komitmen dan hal-hal yang harus mereka lakukan untuk mencapai cita-cita di bagian belakang.
  8. Gambar yang telah dibuat boleh diwarnai, pembatas bukupun boleh diberi pita sebagai hiasan.
  9. Petata siap digunakan!

Lesson Learned

Melalui kegiatan ini, siswa akan mengetahui bahwa pembelajaran yang mereka lakukan setiap hari memiliki arah dan tujuan (purpose of learning). Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan berbagai profesi kepada para siswa. Umumnya siswa di daerah memiliki keterbatasan informasi tentang profesi, sehingga guru dapat memberi informasi sekaligus memantik profesi impian sesuai dengan minat siswa. Siswa juga belajar berkomitmen pada diri sendiri untuk mencapai cita-citanya. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah guru dapat mengingatkan serta memotivasi siswa saat siswa merasa putus asa, misalnya dengan mengatakan, “kemarin kan sudah berjanji untuk jadi desainer, bisa tidak jadi desainer yang hebat kalau jarang datang ke sekolah?”

Revisions

Revision Differences

March 25, 2013 @ 11:14:56Current Revision
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Dalam permainan sepakbola, pemain tidak hanya berlarian kesana kemari di lapangan, tetapi mengarahkan bola ke suatu titik yang ia tahu pasti akan membawa kemenangan bagi timnya. Ya, gawang.  Cita-cita ibarat gawang dalam permainan sepak bola, sehingga pembelajaran dalam mengolah bakat dan kemampuan anak sebaiknya diarahkan menuju ketercapaian cita-cita. Bagi seorang pembelajar, memiliki cita-cita memberi energi tersendiri dalam proses belajar. Dalam permainan sepakbola, pemain tidak hanya berlarian kesana kemari di lapangan, tetapi mengarahkan bola ke suatu titik yang ia tahu pasti akan membawa kemenangan bagi timnya. Ya, gawang.  Cita-cita ibarat gawang dalam permainan sepak bola, sehingga pembelajaran dalam mengolah bakat dan kemampuan anak sebaiknya diarahkan menuju ketercapaian cita-cita. Bagi seorang pembelajar, memiliki cita-cita memberi energi tersendiri dalam proses belajar.
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
<p class="size-medium wp-image-4336">Cita-cita mereka dituliskan dan digambarkan dalam bentuk pembatas buku karena sehari-hari bisa diletakkan di buku pelajaran sebagai penyemangat.</p> <p class="size-medium wp-image-4336">Cita-cita mereka dituliskan dan digambarkan dalam bentuk pembatas buku karena sehari-hari bisa diletakkan di buku pelajaran sebagai penyemangat.</p>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Petata-Pembatas-Buku-Cita- Cita-Ruang-Belajar-Ratih- Eka-Pertiwi.jpg"><img class="size-medium wp-image-4336" alt="Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Petata-Pembatas-Buku-Cita- Cita-Ruang-Belajar-Ratih- Eka-Pertiwi-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a> Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka. <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Petata-Pembatas-Buku-Cita- Cita-Ruang-Belajar-Ratih- Eka-Pertiwi.jpg"><img class="size-medium wp-image-4336" alt="Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka." src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Petata-Pembatas-Buku-Cita- Cita-Ruang-Belajar-Ratih- Eka-Pertiwi-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a> Siswa Kelas 5 SDN 25 Bantan Air, Kab. Bengkalis berpose di belakang Petata mereka.
<h2>Alat dan Bahan</h2> <h2>Alat dan Bahan</h2>
<ol> <ol>
<li>Kertas karton putih polos</li>  <li>Kertas karton putih polos</li>
<li>Penggaris 30 cm</li>  <li>Penggaris 30 cm</li>
<li>Pensil dan penghapus</li>  <li>Pensil dan penghapus</li>
<li>Spidol atau pena hitam</li>  <li>Spidol atau pena hitam</li>
<li>Alat warna</li>  <li>Alat warna</li>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
</ol> </ol>
&nbsp; &nbsp;
<h2>Langkah-Langkah</h2> <h2>Langkah-Langkah</h2>
<ol> <ol>
<li>Guru menerangkan gambaran singkat tentang pentingnya cita-cita.</li>  <li>Guru menerangkan gambaran singkat tentang pentingnya cita-cita.</li>
<li>Siswa diminta untuk menyebutkan cita-cita mereka.</li>  <li>Siswa diminta untuk menyebutkan cita-cita mereka.</li>
<li>Guru membagikan kertas karton.</li>  <li>Guru membagikan kertas karton.</li>
<li>Siswa diminta membuat potongan kertas berukuran 5 x 26 cm, kemudian melipatnya menjadi 2 bagian sama panjang</li>  <li>Siswa diminta membuat potongan kertas berukuran 5 x 26 cm, kemudian melipatnya menjadi 2 bagian sama panjang</li>
<li>Siswa diminta menggambar seseorang atau sesuatu yang mewakili cita-cita mereka. Misalnya menggambar orang berkalung stetoskop untuk anak yang bercita-cita menjadi dokter.</li>  <li>Siswa diminta menggambar seseorang atau sesuatu yang mewakili cita-cita mereka. Misalnya menggambar orang berkalung stetoskop untuk anak yang bercita-cita menjadi dokter.</li>
<li>Tambahkan sifat positif pada cita-cita yang telah diilustrasikan. Misalnya “<em>smart teacher</em>” untuk profesi guru.</li>  <li>Tambahkan sifat positif pada cita-cita yang telah diilustrasikan. Misalnya “<em>smart teacher</em>” untuk profesi guru.</li>
<li>Siswa diminta menuliskan komitmen dan hal-hal yang harus mereka lakukan untuk mencapai cita-cita di bagian belakang.</li>  <li>Siswa diminta menuliskan komitmen dan hal-hal yang harus mereka lakukan untuk mencapai cita-cita di bagian belakang.</li>
<li>Gambar yang telah dibuat boleh diwarnai, pembatas bukupun boleh diberi pita sebagai hiasan.</li>  <li>Gambar yang telah dibuat boleh diwarnai, pembatas bukupun boleh diberi pita sebagai hiasan.</li>
<li>Petata siap digunakan!</li>  <li>Petata siap digunakan!</li>
</ol> </ol>
<h2>Lesson Learned</h2> <h2>Lesson Learned</h2>
Melalui kegiatan ini, siswa akan mengetahui bahwa pembelajaran yang mereka lakukan setiap hari memiliki arah dan tujuan (<i>purpose of learning</i>). Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan berbagai profesi kepada para siswa. Umumnya siswa di daerah memiliki keterbatasan informasi tentang profesi, sehingga guru dapat memberi informasi sekaligus memantik profesi impian sesuai dengan minat siswa. Siswa juga belajar berkomitmen pada diri sendiri untuk mencapai cita-citanya. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah guru dapat mengingatkan serta memotivasi siswa saat siswa merasa putus asa, misalnya dengan mengatakan, “kemarin kan sudah berjanji untuk jadi desainer, bisa tidak jadi desainer yang hebat kalau jarang datang ke sekolah?”  Melalui kegiatan ini, siswa akan mengetahui bahwa pembelajaran yang mereka lakukan setiap hari memiliki arah dan tujuan (<em>purpose of learning</em>). Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan berbagai profesi kepada para siswa. Umumnya siswa di daerah memiliki keterbatasan informasi tentang profesi, sehingga guru dapat memberi informasi sekaligus memantik profesi impian sesuai dengan minat siswa. Siswa juga belajar berkomitmen pada diri sendiri untuk mencapai cita-citanya. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah guru dapat mengingatkan serta memotivasi siswa saat siswa merasa putus asa, misalnya dengan mengatakan, “kemarin kan sudah berjanji untuk jadi desainer, bisa tidak jadi desainer yang hebat kalau jarang datang ke sekolah?”

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply