Siap Jadi Detektif, Pecahkan Teka-teki Bilangan Romawi!

Kelas 4 » Matematika 4 »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Metode :: Permainan , Lomba & Pertandingan

Tags: , ,

Abstraksi

Angka romawi seringkali digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari misalnya untuk menunjukkan tingkatan ataupun urutan. Oleh sebab itu, siswa sekolah dasar perlu mengenal lambang bilangan romawi dan memahami arti angka romawi, mampu mengubah bilangan cacah menjadi  bilangan romawi dan sebaliknya. Penggunaan permainan Detektif Korek Api sebagai alat pengenalan angka romawi dengan permainan yang menyenangkan dapat membangun pemahaman siswa terhadap bilangan romawi. Pembelajaran ini dilaksanakan dalam waktu 2 x 35 menit.

Latar Belakang

Siap Jadi Detektif, Pecahkan Teka-teki Bilangan Romawi-Ruang Belajar - HildaBilangan romawi merupakan salah satu bilangan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa harus mengetahui makna dari lambang bilangan romawi. Siswa kelas empat belum mengenal bilangan romawi serta mengubah bilangan romawi ke bilangan cacah dan sebaliknya.

Teori/Penjelasan Materi

I : 1 (Satu)

V : 5 ( lima)

X = 10 (sepuluh)

L = 50 (Lima puluh)

C = 100 (seratus)

METODE

Kegiatan ini dilaksanakan di dalam kelas  yang terdiri dari 21 siswa. dengan ukuran ruang kelas cukup lebar. Dalam pelaksanaannya siswa dibagi menjadi 7 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 orang. Tiap kelompok akan menemukan pemahamannya sendiri terhadap bilangan Romawi dengan cara shopping. Pemahaman yang telah ditemukan didiskusikan bersama antar kelompok dan guru.

Langkah Pertama

Mempersiapkan tujuh bilangan romawi yang dibuat dari korek api diatas tujuh meja (masiing-masing meja satu bilangan romawi). Masing-masing bilangan romawi diberi persamaannya dalam bilangan cacah (misalnya VI= 6, II = 2, XXX=30, dst).

Langkah Kedua

Sebagai apersepsi guru bertanya pada siswa , “Siapa yang bisa menjadi detektif angka?membantu ibu memecahkan teka-teki. Kira-kira angka berapa yang diimaksud? Petunjuk cara memecahkan teka-teki itu ada di tujuh meja ini.” Guru menceritakan tentang kegunaan mempelajari penulisan angka romawi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu teka-teki angka romawi harus dipecahkan. Kemudian guru menjelaskan beberapa bilangan pokok dalam penulisan angka romawi seperti I : 1, V: 5, X : 10 dst.

Langkah Ketiga

Siswa dibagi menjadi 7 kelompok. Tiap kelompok dipersilakan menempati satu meja berisi korek yang telah disediakan. Tiap kelompok diberi waktu 30 detik untuk mengamati angka romawi dan bilangan cacahnya. Jika guru sudah mengetok meja maka semua kelompok harus berpindah ke meja di sebelahnya dan seterusnya. Setelah semua meja telah dikunjungi oleh semua kelompok maka dilakukan diskusi kelompok tentang “Bagaimana mengubah bilangan romawi ke bilangan cacah” selama 15 menit. Sementara para siswa berdiskusi, guru menuliskan beberapa bilangan romawi yang harus dipecahkan/ diubah ke bilangan cacah di papan tulis.

Langkah Keempat

Siswa memecahkan teka-teki angka romawi di papan tulis diubah ke bentuk bilangan cacah. Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan menyampaikan cara menemukan jawaban tersebut. Dalam diskusi tersebut guru mengarahkan siswa apabila ada pemahaman yang kurang tepat.

Langkah Kelima

Evaluasi dilakukan dengan cara tiap kelompok menempati setiap meja yang telah disediakan (tujuh meja) dan membuat bilangan romawi dengan menggunakan korek api diatas meja untuk dikerjakan oleh kelompok lain. Setiap kelompok diberi waktu 15 detik untuk mengerjakan soal (korek api yang telah disusun sebagai bilangan romawi diatas meja) yang dibuat kelompok lain dan bergeser ke meja sebelahnya setelah mendengar meja diketuk.

Lesson Learned

Dari metode permainan ini maka siswa mempelajari angka romawi dengan lebih menyenangkan. Siswa akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berperan sebagai detektif untuk memecahkan teka-teki bilangan romawi yang telah diberikan. Siswa akan belajar bekerja sama satu sama lain antar anggota kelompok untuk menyelesaikan tugasnya memecahkan teka-teki. Siswa akan belajar mengungkapkan pendapatnya dalam mengartikan bilangan romawi ke bilangan cacah.

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply