Revision 4623 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Belajar Bilangan Romawi: Ada XIX di Punggung Ayu

Abstraksi

Menggunakan lambang adalah salah satu standar kompetensi pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SD kelas IV. Agar pembelajaran menjadi menarik, saya menggunakan permainan untuk mengajarkan cara mencari pasangan dengan biasa.

Latar Belakang

Meski dengan penggunaan terbatas di kehidupan sehari-hari, siswa kelas IV SD Trans Batui 5 di Kabupaten Banggai sebagian sudah familiar dengan penulisan bilangan untuk angka 1-6 (karena angka tersebut biasa dipakai untuk menuliskan kelas). Namun, untuk bilangan yang lebih tinggi banyak dari mereka yang masih kesulitan.

Contoh Kartu BIlangan Romawi

Alat dan Bahan

  1. Kertas bekas, dibagi-bagi menjadi potongan kecil dengan tulisan berbagai angka Romawi dan bilangan cacahnya dalam potongan yang terpisah.
  2. Selotip dua sisi (double tape) atau selotip kertas (masking tape) atau lakban untuk menempelkan kertas di punggung siswa.

Metode Penyampaian

  1. Guru memastikan jumlah siswa yang ikut permainan berjumlah genap.
  2. Siswa diminta untuk berdiri membentuk lingkaran menghadap keluar sembari menutup mata.
  3. Guru/salah seorang siswa menempelkan kertas bertuliskan angka di punggung peserta permainan.
  4. Ketika semua siswa sudah ditempeli kertas bernomor di punggungnya, guru memberi aba-aba untuk membuka mata dan mencari pasangan angka tersebut.
  5. Setelah semua menemukan pasangannya, guru bisa meminta anak untuk berbaris bersama pasangannya dari nomor terkecil hingga terbesar (atau sebaliknya) sembari mencek apakah bilangan yang mereka pasangkan memang betul.

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Para siswa bisa belajar bekerja sama dan percaya pada teman karena mereka harus mengandalkan temannya untuk memberi tahu besar angka yang tertempel di punggung mereka. Selain itu, nilai kepatuhan dan kejujuran juga bisa ditanamkan ketika siswa diminta untuk menutup mata. Selesai permainan, guru berkesempatan mengajarkan pada siswa dengan memastikan kertas-kertas yang digunakan tidak menjadi sampah yang mengotori kelas. Saya menyiasatinya dengan menempelkan pasangan-pasangan bilangan tersebut di dinding kelas sehingga ke depannya bisa tetap terlihat oleh anak-anak ketika mereka berada di kelas. Namun, ketika saya mencoba permainan ini justru tidak banyak pasangan bilangan yang tersisa untuk ditempel karena pasangan-pasangan bilangan tersebut diminta oleh anak-anak untuk disimpan. Para siswa bisa diajak untuk membuat pasangan bilangan baru untuk dipakai dalam permainan, sembari mengkonfirmasi pemahaman mereka dalam pelajaran bilanan Romawi.

Tips

Agar kertas tersebut bisa digunakan berulang kali dan tidak hanya sekali pakai, ketika guru mengumpulkan kertas yang telah digunakan, hendaknya berhati-hati agar selotip dua sisi yang digunakan tidak tertempel di sisi kertas lain yang bertuliskan bilangan. Hal ini bisa juga disiasati dengan melapisi kertas bilangan dengan lakban bening agar bisa dipasang-copot dengan mudah dari tumpukan kertasnya.

Revisions

Revision Differences

April 13, 2013 @ 12:41:17Current Revision
Title
Belajar Bilangan Romawi: Ada XIX di Punggung Ayu  Belajar Bilangan Romawi: Berpunggung II
Content
   
Abstraksi  <h2>Abstraksi</h2>
Menggunakan lambang bilangan Romawi adalah salah satu standar kompetensi pelajaran matematika yang harus dikuasai oleh siswa SD kelas IV. Agar pembelajaran menjadi menarik, saya menggunakan permainan untuk mengajarkan cara mencari pasangan bilangan Romawi dengan bilangan cacah biasa. Menggunakan lambang bilangan Romawi adalah salah satu standar kompetensi pelajaran matematika yang harus dikuasai oleh siswa SD kelas IV. Agar pembelajaran menjadi menarik, saya menggunakan permainan untuk mengajarkan cara mencari pasangan bilangan Romawi dengan bilangan cacah biasa.
Latar Belakang  <h2>Latar Belakang</h2>
Meski dengan penggunaan terbatas di kehidupan sehari-hari, siswa kelas IV SD Trans Batui 5 di Kabupaten Banggai sebagian sudah familiar dengan penulisan bilangan Romawi untuk angka 1-6, karena itulah yang biasa dipakai untuk menuliskan kelas. Namun, untuk bilangan yang lebih tinggi banyak dari mereka yang masih kesulitan.  Meski dengan penggunaan terbatas di kehidupan sehari-hari, siswa kelas IV SD Trans Batui 5 di Kabupaten Banggai sebagian sudah familiar dengan penulisan bilangan Romawi untuk angka 1-6 (karena angka tersebut biasa dipakai untuk menuliskan kelas). Namun, untuk bilangan yang lebih tinggi banyak dari mereka yang masih kesulitan.
  <img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/ _18vDSg7vcTo/ TVB0UWJ5API/ AAAAAAAAI00/scE27o6Ha1k/s320/ crafting%252C+ school+099.JPG" width="320" height="213" /> Contoh Kartu BIlangan Romawi
Alat dan Bahan  <h2>Alat dan Bahan</h2>
  <ol>
Kertas bekas, dibagi-bagi menjadi potongan kecil dengan tulisan berbagai angka Romawi dan bilangan cacahnya dalam potongan yang terpisah.   <li>Kertas bekas, dibagi-bagi menjadi potongan kecil dengan tulisan berbagai angka Romawi dan bilangan cacahnya dalam potongan yang terpisah.</li>
Selotip dua sisi (double tape) atau selotip kertas (masking tape) atau lakban untuk menempelkan kertas di punggung anak.   <li>Selotip dua sisi (<em>double tape</em>) atau selotip kertas (<em>masking tape</em>) atau lakban untuk menempelkan kertas di punggung siswa.</li>
  </ol>
Metode penyampaian <h2>Metode Penyampaian</h2>
  <ol>
- Guru memastikan jumlah anak yang ikut permainan berjumlah genap.   <li>Guru memastikan jumlah siswa yang ikut permainan berjumlah genap.</li>
- Anak-anak dibuat berdiri dalam lingkaran menghadap keluar sembari menutup mata.   <li>Siswa diminta untuk berdiri membentuk lingkaran menghadap keluar sembari menutup mata.</li>
- Guru/salah seorang siswa menempelkan kertas bertuliskan angka di punggung peserta permainan.   <li>Guru/salah seorang siswa menempelkan kertas bertuliskan angka di punggung peserta permainan.</li>
- Ketika semua anak sudah ditempeli kertas bernomor di punggungnya, guru memberi aba-aba untuk membuka mata dan mencari pasangan angka tersebut.   <li>Ketika semua siswa sudah ditempeli kertas bernomor di punggungnya, guru memberi aba-aba untuk membuka mata dan mencari pasangan angka tersebut.</li>
- Setelah semua menemukan pasangannya, guru bisa meminta anak untuk berbaris bersama pasangannya dari nomor terkecil/terbesar sembari mengecek apakah bilangan yang mereka pasangkan memang betul.   <li>Setelah semua menemukan pasangannya, guru bisa meminta anak untuk berbaris bersama pasangannya dari nomor terkecil hingga terbesar (atau sebaliknya) sembari mencek apakah bilangan yang mereka pasangkan memang betul.</li>
Yang bisa dipetik  
  </ol>
  <h2>Pelajaran yang Bisa Dipetik</h2>
Anak-anak bisa belajar bekerja sama dan kepercayaan karena harus mengandalkan temannya untuk memberi tahu besar angka yang tertempel di punggung mereka. Selain itu, nilai kepatuhan dan kejujuran juga bisa ditanamkan ketika meminta anak menutup mata.  Para siswa bisa belajar bekerja sama dan percaya pada teman karena mereka harus mengandalkan temannya untuk memberi tahu besar angka yang tertempel di punggung mereka. Selain itu, nilai kepatuhan dan kejujuran juga bisa ditanamkan ketika siswa diminta untuk menutup mata.
Selesai permainan, guru harus memastikan kertas-kertas yang digunakan tidak menjadi sampah yang mengotori kelas. Saya menyiasatinya dengan menempelkan pasangan-pasangan bilangan tersebut di dinding kelas sehingga ke depannya bisa tetap terlihat oleh anak ketika berada di kelas. Namun, ketika saya mencoba permainan ini justru tidak banyak pasangan bilangan yang tersisa untuk ditempel karena pasangan-pasangan bilangan tersebut lalu diminta anak-anak.  Selesai permainan, guru berkesempatan mengajarkan tanggung jawab pada siswa dengan memastikan kertas-kertas yang digunakan tidak menjadi sampah yang mengotori kelas. Saya menyiasatinya dengan menempelkan pasangan-pasangan bilangan tersebut di dinding kelas sehingga ke depannya bisa tetap terlihat oleh anak-anak ketika mereka berada di kelas. Namun, ketika saya mencoba permainan ini justru tidak banyak pasangan bilangan yang tersisa untuk ditempel karena pasangan-pasangan bilangan tersebut diminta oleh anak-anak untuk disimpan.
Anak-anak bisa diajak untuk membuat pasangan bilangan baru untuk dipakai di permainan, sembari mengetes pemahaman mereka dalam menuliskan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi.  Para siswa bisa diajak untuk membuat pasangan bilangan baru untuk dipakai dalam permainan, sembari mengkonfirmasi pemahaman mereka dalam pelajaran bilanan Romawi.
  <h2>Tips</h2>
Agar kertas tersebut bisa digunakan berulang kali dan tidak hanya sekali pakai, ketika guru mengumpulkan kertas yang telah digunakan, hendaknya berhati-hati agar selotip dua sisi yang digunakan tidak tertempel di sisi kertas lain yang bertuliskan bilangan. Hal ini bisa juga disiasati dengan melapisi kertas bilangan dengan lakban bening agar bisa dipasang-copot dengan mudah dari tumpukan kertasnya. Agar kertas tersebut bisa digunakan berulang kali dan tidak hanya sekali pakai, ketika guru mengumpulkan kertas yang telah digunakan, hendaknya berhati-hati agar selotip dua sisi yang digunakan tidak tertempel di sisi kertas lain yang bertuliskan bilangan. Hal ini bisa juga disiasati dengan melapisi kertas bilangan dengan lakban bening agar bisa dipasang-copot dengan mudah dari tumpukan kertasnya.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply