Revision 4648 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Kotak Kata – Trik Belajar Kosakata Baru

Abstraksi

Kotak Kata merupakan suatu metode sederhana untuk menambah murid-murid setiap harinya.

Latar Belakang

Murid-murid saya mengalami banyak kesulitan mengidentifikasi hal-hal di sekitar mereka dengan menggunakan . Kosakata mereka dalam sangatlah terbatas.

Kondisi Kelas

Jumlah siswa adalah 30 anak. 9 siswa perempuan, dan 21 laki-laki. Anak-anak perempuan dan laki-laki sama-sama aktif dalam mengikuti pelajaran, tetapi dengan cara yang berbeda. Anak-anak perempuan jauh lebih tenang dan mudah diatur, sedangkan anak-anak laki-laki lebih berenergi tinggi dan banyak bergerak.

Latar Belakang Penggunaan Metode

Murid-murid saya suka mengoleksi berbagai jenis barang. Uang-uangan palsu, pistol mainan, gelang karet, dan lain sebagainya. Mereka cukup kompetitif dalam menambah jumlah koleksi berbagai barang yang mereka miliki. Berangkat dari kertertarikan para murid untuk mengoleksi berbagai macam benda tersebutlah saya mendapatkan ide mengenai kotak kata ini. Dengan kotak kata murid-murid saya dapat bermain sambil belajar kata-kata baru setiap harinya, sambil mengoleksi kartu.

KOTAK-KATA-Ruang Belajar - AnnekeMetode

Langkah Pertama

Metode ‘Kotak Kata’ ini sangat sederhana. Setiap hari, murid diberi satu buah karton berwarna seukuran kartu nama. Di satu sisi karton tersebut saya akan meminta murid-murid untuk menuliskan satu kata, boleh , Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris.

Langkah Kedua

Siswa akan diminta untuk menerjemahkan kata yang mereka tulis ke dalam bahasa lain selain bahasa asal kata tersebut. Bahasa lain tersebut ditulis disudut bawah kata tersebut.

Langkah Ketiga

Saat menulis satu buah kata, mereka dapat menggunakan spidol, pensil warna, atau krayon. Mereka juga diperkenankan untuk menghias kartu mereka dengan gambar-gambar.

Langkah Keempat

Setiap hari, para siswa diminta untuk mencari terjemahan dari kata yang mereka pilih. Apabila mereka tidak bisa menemukan terjemahan kata tersebut sendiri, mereka bisa bertanya kepada saya, guru-guru, orang tua, kakak, atau tetangga mereka.

Langkah Kelima

Setelah kata tersebut diterjemahkan, saya akan mengajari mereka cara membaca kata terjemahan yang baru mereka dapatkan.

Hasil Belajar

Metode ini cukup efektif untuk menambah kosakata anak-anak, karena berangkat dari rasa ingin tahu mereka sendiri.

Revisions

Revision Differences

April 15, 2013 @ 13:48:42Current Revision
Title
Kotak Kata  Kotak Kata - Trik Belajar Kosakata Baru
Content
Abstraksi  <h2>Abstraksi</h2>
Kotak Kata merupakan suatu metode sederhana untuk menambah kosakata murid-murid setiap harinya. Kotak Kata merupakan suatu metode sederhana untuk menambah kosakata murid-murid setiap harinya.
Latar Belakang  <h2>Latar Belakang</h2>
Seperti kebanyakan anak-anak di pedalaman daerah Indonesia lainnya, murid-muridku sejak kecil terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Begitu juga dengan di sekolah. Bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Aceh menjadi bahasa pengantar di sekolah, di rumah, bahkan telah menjadi satu-satunya bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi. Murid-muridku mengalami banyak kesulitan mengidentifikasi hal-hal di sekitar mereka dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kosakata mereka sangatlah terbatas. Murid-murid saya mengalami banyak kesulitan mengidentifikasi hal-hal di sekitar mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Kosakata mereka dalam Bahasa Indonesia sangatlah terbatas.
Kondisi Kelas  <h3>Kondisi Kelas</h3>
Jumlah siswa adalah 30 anak. 9 siswa perempuan, dan 21 laki-laki. Anak-anak perempuan dan laki-laki sama-sama aktif dalam mengikuti pelajaran, tetapi dengan cara yang berbeda. Anak-anak perempuan jauh lebih tenang dan mudah diatur, sedangkan anak-anak laki-laki lebih berenergi tinggi dan banyak bergerak. Jumlah siswa adalah 30 anak. 9 siswa perempuan, dan 21 laki-laki. Anak-anak perempuan dan laki-laki sama-sama aktif dalam mengikuti pelajaran, tetapi dengan cara yang berbeda. Anak-anak perempuan jauh lebih tenang dan mudah diatur, sedangkan anak-anak laki-laki lebih berenergi tinggi dan banyak bergerak.
Latar belakang penggunaan metode <h3>Latar Belakang Penggunaan Metode</h3>
Murid-muridku sangat suka mengoleksi berbagai jenis barang. Uang-uangan palsu, pistol mainan, gelang karet dan lain sebagainya. Mereka cukup kompetitif dalam menambah jumlah koleksi berbagai barang yang mereka miliki. Berangkat dari kertertarikan mereka untuk mengoleksi berbagai macam benda tersebutlah aku mendapatkan ide mengenai kotak kata ini, dimana murid-muridku dapat bermain sambil belajar kata-kata baru setiap harinya, sambil mengoleksi kartu.  Murid-murid saya suka mengoleksi berbagai jenis barang. Uang-uangan palsu, pistol mainan, gelang karet, dan lain sebagainya. Mereka cukup kompetitif dalam menambah jumlah koleksi berbagai barang yang mereka miliki. Berangkat dari kertertarikan para murid untuk mengoleksi berbagai macam benda tersebutlah saya mendapatkan ide mengenai kotak kata ini. Dengan kotak kata murid-murid saya dapat bermain sambil belajar kata-kata baru setiap harinya, sambil mengoleksi kartu.
Metode  
Metode ‘Kotak Kata’ ini sungguh sangat sederhana. Setiap hari, saya memberikan murid saya satu buah karton berwarna seukuran kartu nama. Di satu sisi karton tersebut saya akan meminta anak-anak untuk menuliskan satu kata, boleh bahasa Aceh, Indonesia atau Inggris. Di sudut bawah kata tersebut, mereka akan menuliskan ke dalam bahasa apa kata itu ingin mereka terjemahkan. Saat menulis satu buah kata tersebut, mereka dapat menggunakan spidol, pensil warna atau krayon yang saya sediakan. Mereka juga diperkenankan untuk menghias kartu mereka dengan gambar-gambar.  
Setiap hari, saya akan memberikan terjemahan dari kata yang mereka berikan kepada saya, dengan cara menuliskannya di sisi kartu yang lain. Untuk menerjemahkan ke atau dari bahasa Aceh, saya akan meminta bantuan dari guru-guru di sekolah, keluarga piara atau tetangga saya. Setelah selesai saya terjemahkan, keesokan harinya kartu tersebut akan saya bagikan kembali kepada anak-anak, sambil mengajari mereka cara membaca kata terjemahan yang baru mereka terima.  
Lesson Learned  
  <h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ KOTAK-KATA-Ruang-Belajar- Anneke.jpeg"><img class="alignright" alt="KOTAK-KATA-Ruang Belajar - Anneke" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ KOTAK-KATA-Ruang-Belajar- Anneke-300x300.jpeg" width="300" height="300" /></a>Metode</h2>
  <h3>Langkah Pertama</h3>
  Metode ‘Kotak Kata’ ini sangat sederhana. Setiap hari, murid diberi satu buah karton berwarna seukuran kartu nama. Di satu sisi karton tersebut saya akan meminta murid-murid untuk menuliskan satu kata, boleh Bahasa Aceh, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris.
  <h3>Langkah Kedua</h3>
  Siswa akan diminta untuk menerjemahkan kata yang mereka tulis ke dalam bahasa lain selain bahasa asal kata tersebut. Bahasa lain tersebut ditulis disudut bawah kata tersebut.
  <h3>Langkah Ketiga</h3>
  Saat menulis satu buah kata, mereka dapat menggunakan spidol, pensil warna, atau krayon. Mereka juga diperkenankan untuk menghias kartu mereka dengan gambar-gambar.
  <h3>Langkah Keempat</h3>
  Setiap hari, para siswa diminta untuk mencari terjemahan dari kata yang mereka pilih. Apabila mereka tidak bisa menemukan terjemahan kata tersebut sendiri, mereka bisa bertanya kepada saya, guru-guru, orang tua, kakak, atau tetangga mereka.
  <h3>Langkah Kelima</h3>
  Setelah kata tersebut diterjemahkan, saya akan mengajari mereka cara membaca kata terjemahan yang baru mereka dapatkan.
  <h2>Hasil Belajar</h2>
Metode ini cukup efektif untuk menambah kosakata anak-anak, karena berangkat dari rasa ingin tahu mereka sendiri. Metode ini cukup efektif untuk menambah kosakata anak-anak, karena berangkat dari rasa ingin tahu mereka sendiri.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

3 Responses to “Kotak Kata – Trik Belajar Kosakata Baru”

  1. Agung Firmansyah 18 April 2013 at 09:25 #

    Ini kelas berapa ya?

    • Anneke Puspa Calliandra
      Calliandra 26 April 2013 at 16:27 #

      saya terapkan di kelas 6, tapi ini bisa diterapkan di kelas berapa saja 🙂

Leave a Reply