Revision 4658 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Puisi Energi

Latar Belakang

Hari ini jadwal pelajaran kelas 5 adalah IPA tentang dan Bahasa Indonesia yang mulai masuk pembahasan tentang . Karena kesibukan sekolah persiapan ujian sekolah, maka saya memutuskan untuk menggabungkan pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia. Kebetulan tadi malam saya mendapatkan ide untuk membuat sebuah tentang energi, saya mendapatkan inspirasi setelah membaca sebuah buku dan saya ubah-ubah sedikit yang saya baca.

Metode

Tujuan

Mengenalkan hukum kekekalan energi sekaligus mengambil nilai baca puisi

Sasaran

Murid kelas 5.

Alokasi Waktu

Alokasi waktu 2 jam

Pelaksanaan

Saya tugaskan murid-murid satu persatu untuk membaca puisi sebagai berikut. Saya beri judul Energi.
Energi
Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III) siap menerbangkan pesawat cita-citanya. Foto:  Maisya Farhati

Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III), murid-murid Pengajar Muda Misya Farhati siap menerbangkan pesawat kertasnya. Foto: Maisya Farhati

Energi, siapakah kamu? Manusia hidup dalam lautan energi Ketika bergerak, tidur, dan terbang ke awan   Wahai manusia, Ridak mungkin kau ciptakan energi Kau hanya mampu mengubahnya Seperti kau ubah batu menjadi arca-arca   Bukan kau yang menciptakan batu!   Dengan akalmu kau ubah energi listrik menjadi energi bunyi, Dan lahirlah radio Kau ubah menjadi energi panas, Lahirlah setrika Kau ubah menjadi energi gerak Lahirlah kipas angin   Akhirnya kuputuskan bahwa Energi adalah kekal Seperti kekalnya ruh yang tidak pernah mati
 

Manfaat

Saya dapat mengambil nilai puisi dan mengenalkan hukum kekekalan energi kepada murid-murid. Selamat mencoba! :-)   [Ditulis oleh Awaludin Fatjri Ariyanto berdasarkan pengalaman mengajar Abdul Rasyid]

Revisions

Revision Differences

April 16, 2013 @ 10:28:27Current Revision
Content
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
Hari ini jadwal pelajaran kelas 5 adalah IPA tentang Energi dan Bahasa Indonesia yang mulai masuk pembahasan tentang puisi. Hari ini jadwal pelajaran kelas 5 adalah IPA tentang Energi dan Bahasa Indonesia yang mulai masuk pembahasan tentang puisi.
Karena kesibukan sekolah persiapan ujian sekolah, maka saya memutuskan untuk menggabungkan pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia. Kebetulan tadi malam saya mendapatkan ide untuk membuat sebuah puisi tentang energi, saya mendapatkan inspirasi setelah membaca sebuah buku dan saya rubah-rubah sedikit puisi yang saya baca.  Karena kesibukan sekolah persiapan ujian sekolah, maka saya memutuskan untuk menggabungkan pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia. Kebetulan tadi malam saya mendapatkan ide untuk membuat sebuah puisi tentang energi, saya mendapatkan inspirasi setelah membaca sebuah buku dan saya ubah-ubah sedikit puisi yang saya baca.
<h2>Metode</h2> <h2>Metode</h2>
<h3>Tujuan</h3> <h3>Tujuan</h3>
Mengenalkan hukum kekekalan energi sekaligus mengambil nilai baca puisi Mengenalkan hukum kekekalan energi sekaligus mengambil nilai baca puisi
<h3>Sasaran</h3> <h3>Sasaran</h3>
Murid kelas 5. Murid kelas 5.
<h3>Alokasi Waktu</h3> <h3>Alokasi Waktu</h3>
Alokasi waktu 2 jam Alokasi waktu 2 jam
<h2>Pelaksanaan</h2> <h2>Pelaksanaan</h2>
Saya tugaskan murid-murid satu persatu untuk membaca puisi sebagai berikut. Saya beri judul Energi. Saya tugaskan murid-murid satu persatu untuk membaca puisi sebagai berikut. Saya beri judul Energi.
<blockquote>< strong><em>Energi< /em></strong> <blockquote>< strong><em>Energi< /em></strong>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ Wahid-kelas-V- dan-Irul-kelas- III-siap-menerbangkan-pesawat- cita-citanya- Ruang-Belajar- Maisya-Farhati.jpg"><img class="size-medium wp-image-4655" alt="Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III) siap menerbangkan pesawat cita-citanya. Foto: Maisya Farhati" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ Wahid-kelas-V- dan-Irul-kelas- III-siap-menerbangkan-pesawat- cita-citanya- Ruang-Belajar- Maisya-Farhati- 225x300.jpg" width="225" height="300" /></a> Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III), murid-murid Pengajar Muda Misya Farhati siap menerbangkan pesawat kertasnya. Foto: <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/maisya- pm2/">Maisya Farhati</a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ Wahid-kelas-V- dan-Irul-kelas- III-siap-menerbangkan-pesawat- cita-citanya- Ruang-Belajar- Maisya-Farhati.jpg"><img class="size-medium wp-image-4655" alt="Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III) siap menerbangkan pesawat cita-citanya. Foto: Maisya Farhati" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/04/ Wahid-kelas-V- dan-Irul-kelas- III-siap-menerbangkan-pesawat- cita-citanya- Ruang-Belajar- Maisya-Farhati- 225x300.jpg" width="225" height="300" /></a> Wahid (kelas V) dan Irul (kelas III), murid-murid Pengajar Muda Misya Farhati siap menerbangkan pesawat kertasnya. Foto: <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/maisya- pm2/">Maisya Farhati</a>
<em>Energi, siapakah kamu?</em> <em>Energi, siapakah kamu?</em>
<em>Manusia hidup dalam lautan energi</em> <em>Manusia hidup dalam lautan energi</em>
<em>Ketika bergerak, tidur, dan terbang ke awan</em> <em>Ketika bergerak, tidur, dan terbang ke awan</em>
<em> </em> <em> </em>
<em>Wahai manusia,</em> <em>Wahai manusia,</em>
<em>Ridak mungkin kau ciptakan energi</em> <em>Ridak mungkin kau ciptakan energi</em>
<em>Kau hanya mampu mengubahnya</em> <em>Kau hanya mampu mengubahnya</em>
<em>Seperti kau ubah batu menjadi arca-arca</em> <em>Seperti kau ubah batu menjadi arca-arca</em>
<em> </em> <em> </em>
<em>Bukan kau yang menciptakan batu!</em> <em>Bukan kau yang menciptakan batu!</em>
<em> </em> <em> </em>
<em>Dengan akalmu kau ubah energi listrik menjadi energi bunyi,</em> <em>Dengan akalmu kau ubah energi listrik menjadi energi bunyi,</em>
<em>Dan lahirlah radio</em> <em>Dan lahirlah radio</em>
<em>Kau ubah menjadi energi panas,</em> <em>Kau ubah menjadi energi panas,</em>
<em>Lahirlah setrika</em> <em>Lahirlah setrika</em>
<em>Kau ubah menjadi energi gerak</em> <em>Kau ubah menjadi energi gerak</em>
<em>Lahirlah kipas angin</em> <em>Lahirlah kipas angin</em>
<em> </em> <em> </em>
<em>Akhirnya kuputuskan bahwa</em> <em>Akhirnya kuputuskan bahwa</em>
<em>Energi adalah kekal</em> <em>Energi adalah kekal</em>
<em>Seperti kekalnya ruh yang tidak pernah mati</em></blockquote> <em>Seperti kekalnya ruh yang tidak pernah mati</em></blockquote>
<em> </em> <em> </em>
<h2>Manfaat</h2> <h2>Manfaat</h2>
Saya dapat mengambil nilai puisi dan mengenalkan hukum kekekalan energi kepada murid-murid. Saya dapat mengambil nilai puisi dan mengenalkan hukum kekekalan energi kepada murid-murid.
Selamat mencoba! :-) Selamat mencoba! :-)
&nbsp; &nbsp;
[Ditulis oleh <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/awaludin- pm5/">Awaludin Fatjri Ariyanto</a> berdasarkan pengalaman mengajar <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/rasyid- majene/">Abdul Rasyid</a>] [Ditulis oleh <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/awaludin- pm5/">Awaludin Fatjri Ariyanto</a> berdasarkan pengalaman mengajar <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ author/rasyid- majene/">Abdul Rasyid</a>]

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply