Jaring-jaring “Bongkar Pasang”

Kelas 5 » Matematika 5 »

Metode :: Percobaan & Simulasi

Tags:

Abstraksi

Mempelajari bangun ruang memerlukan kemampuan tiga dimensional yang tinggi. Bagi anak usia SD, agar bisa masuk ke memori jangka panjang maka sangat diperlukan pembelajaran yang konkrit, yang bisa langsung diindrai oleh mereka. Karena itu, untuk memahami bentuk dan ciri-ciri bangun ruang, dibuatlah alat peraga sederhana yang bisa dicoba dan diotak-atik oleh setiap murid.

Latar Belakang

Banyak orang, hingga usia dewasa sekalipun, memerlukan waktu cukup lama jika mengerjakan soal yang berhubungan dengan jaring-jaring bangun ruang. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya alat peraga sehingga kurang praktek ketika mempelajarinya pada tingkat dasar. Apalagi, tidak semua orang dianugerahi kemampuan untuk membayangkan bentuk tiga dimensi dalam angan-angan dengan orang mudah.

Metode ini mengajak anak-anak memahami hubungan antara bangun datar dengan bangun ruang. Selain itu, kegiatan ini juga menantang anak-anak untuk melihat dari “berbagai sudut”, dan menciptakan berbagai alternatif bagaikan permainan bongkar pasang.

Kondisi Kelas dan Latar Belakang Materi

Metode ini dibuat untuk pembelajaran lebih lanjut mengenai jaring-jaring bangun ruang pada kelas 5, namun bisa juga untuk pengenalan bangun ruang bagi kelas 4. Karena peraganya cukup mudah dibuat dan bahannya bisa didapatkan di mana saja, maka jumlah murid dalam satu kelas tidak menjadi penghalang. Kondisi idealnya adalah setiap murid mendapatkan satu jenis bangun ruang dan dalam satu bangku memiliki bangun ruang yang berbeda. Sediakan waktu setidaknya 2 jam pelajaran ( 2×35 menit) untuk kegiatan ini.

Teori

Perbedaan bangun datar dengan bangun ruang adalah: bangun datar hanya memiliki dimensi panjang dan lebar namun tidak memiliki dimensi kedalaman, sehingga disebut juga bangun dua dimensi; bangun ruang memiliki kedalaman (isi) sehingga disebut bangun tiga dimensi. Mudahnya, bangun datar hanya berupa “lembaran” sedangkan bangun ruang berupa “wadah”.

Bangun ruang tersusun dari beberapa bangun datar yang membentuk ruang tertutup. Karena itu, jika sebuah bangun ruang “dibuka” selimutnya, maka akan ditemukan bentuk-bentuk bangun datar yang membentuknya. Susunan bangun-bangun datar ini disebut jaring-jaring.

Secara umum, bangun ruang dibagi menjadi 3 jenis: prisma, limas, dan bola.

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki sisi alas dan tutup yang identik. Contoh: kubus, balok (prisma segiempat), prisma segitiga, tabung (prisma lingkaran).

Limas adalah bangun ruang yang ujungnya lancip. Contoh: limas segitiga, limas segiempat, kerucut (limas lingkaran).

Baik limas maupun prisma diberi nama sesuai bentuk alasnya.

Bola adalah bangun ruang yang tidak memiliki garis lurus.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan antara lain:

  1. Kardus bekas
  2. Gunting/cutter
  3. Penggaris/mistar
  4. Selotip bening

Langkah-langkah

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam melakukan kegiatan bongkar-pasang jaring-jaring

  1. Prakondisi (pada pertemuan sebelumnya): minta murid membawa bungkus kotak/kardus bekas makanan dari rumahnya. Bisa kotak susu, kotak pasta gigi, dan sebagainya. Semakin banyak variasinya semakin baik. Guru menyiapkan potongan-potongan bangun datar untuk dibentuk menjadi bangun ruang.
  2. Apersepsi: minta murid memperhatikan kotak yang mereka bawa dan membandingkannya dengan selembar bangun datar yang sudah disiapkan oleh guru. Guru menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah untuk membuat bangun ruang “bongkar pasang”.
  3. Guru meminta murid bersama-sama membuka kotak kemasan yang mereka bawa dan memperhatikan jaring-jaring atau bangun-bangun datar yang membentuknya. (*guru juga mempersiapkan kemasannya sendiri dari rumah) Minta murid mengidentifikasi bentuknya dan susunannya.
    • Membongkar boks kemasan
    • Catatan: guru harus memperhatikan bahwa desain kardus kemasan jaring-jaringnya tidak sama dengan jaring-jaring sederhana sehingga harus disederhanakan dulu (contoh: bagian yang digunakan untuk menempel bisa dibuang terlebih dahulu).
  4. Guru memotong jaring-jaring kemasan menjadi bangun-bangun datar tunggal dan mulai mendemonstrasikan membongkar pasang bangun tersebut menjadi susunan-susunan baru yang bisa membantuk bangun ruang yang sama. Setiap menemukan pola-pola jaring yang baru, maka langsung digambar di papan tulis.
    langkah 4_edit
  5. Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Kelima orang tersebut mendapat bangun ruang yang berbeda: kubus, balok, prisma segitiga, limas segitiga, limas segi empat. Bagikan potongan-potongan bangun datar sesuai kelompoknya.
    langkah 5_edit
  6. Guru meminta murid membongkar-pasang bangun datar yang mereka punya sehingga membentuk jaring-jaring baru sesuai dengan jenis bangun ruang yang ditentukan. Untuk menghubungkan antar bangun, gunakan selotip.
    langkah 6_edit
  7. Jika susunan yang mereka buat bisa menutup dan membentuk bangun ruang dengan sempurna, maka jaring-jaring tersebut berhasil. Jika tidak, guru menggiring murid mencari tahu mana yang letaknya kurang tepat.

    langkah 7_edit_gede
  8. Setiap menemukan susunan jaring-jaring yang baru, minta murid untuk menggambarnya. Makin banyak variasi gambar yang mereka dapat, berikan makin banyak apresiasi (bisa berupa tanda bintang, tambahan nilai, dll).
    langkah 8_edit_gede
  9. Dalam waktu berkala (misalnya setiap 10 menit), beri tanda (bisa peluit atau sekedar tepukan tangan) dan minta murid bertukar bangun ruang dengan teman-teman sekelompoknya.
  10. Dari gambar-gambar yang telah mereka buat, minta murid mengidentifikasi jenis-jenis bangun datar yang membentuk bangun ruang tersebut. Misal: limas segiempat. Terdiri dari: 3 segi tiga dan 1 segiempat (persegi).
    langkah 10_edit
  11. Evaluasi: tes kemampuan anak-anak dengan memberikan soal sederhana dari gambar jaring-jaring bangun ruang.

Perlu Diperhatikan

  1. Jika jumlah murid banyak dan guru kesulitan membuat potongan-potongan bangun datar untuk semua murid, maka guru cukup mempersiapkan “cetak biru” berupa segitiga, persegi, dan persegi panjang dengan ukuran tertentu untuk diperbanyak secara mandiri oleh murid-murid pada saat kegiatan.
  2. Bangun ruang tabung dan kerucut sengaja tidak disertakan dalam permainan “bongkar pasang” ini karena bangun tersebut tidak mempunyai variasi jaring-jaringnya sehingga mudah dikenali. Namun, guru tetap tidak boleh luput mengajarkannya.
  3. Potongan bangun datar mudah tercerai-berai dan tertukar. Menyiasati hal tersebut, berilah kode sederhana pada potongan-potongan itu, misalnya P3 untuk pembentuk prisma segitiga, K untuk pembentuk kubus, L4 untuk limas segiempat, dll.
  4. Metode ini bisa dikembangkan menjadi berbagai macam permainan. Misalnya pada permainan “manakah yang salah?”, guru menggambar jaring-jaring di papan tulis dan murid diminta menyusun sesuai dengan gambar dan menentukan mana jaring-jaring yang tidak tepat.



Revisions

No comments yet.

Leave a Reply