You are viewing an old revision of this post, from August 8, 2014 @ 18:29:18 [Autosave]. See below for differences between this version and the current revision.

Melatih Berterima Kasih lewat Kartu Ucapan “Pop-Up”

Kelas 3 »
Pendidikan Karakter »
Muatan Lokal » Seni Budaya dan Keterampilan »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal » Barang Bekas »

Metode :: Gambar

Tags: , ,

Abstraksi

Perilaku dan perkataan anak akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Siswa SDN Inpres Ondo-ondolu SPC di Kabupaten Banggai masih sering berbicara kasar dan belum terbiasa mengucapkan . Sebagai pembelajaran, penulis mengajak siswa kelas III SDN Inpres Ondo-ondolu SPC membuat kepada orang tua masing-masing. Agar istimewa, penulis menggunakan metode pop-up sederhana untuk ini. dari Tasya untuk Bapak

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Siswa kelas III SDN Inpres Ondo-ondolu SPC terdiri 33 orang. Tidak semua siswa dapat membawa peralatan yang dibutuhkan. Untuk menyiasatinya, siswa di kelas dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing terdiri atas 4-5 siswa. Tidak semua siswa memiliki dan diijinkan membawa gunting yang dibutuhkan untuk membuat kartu ucapan. Untuk menyiasatinya, gunting telah dibawa oleh siswa dikumpulkan dan dibagi rata ke masing-masing kelompok. Hasilnya, 2 gunting untuk masing-masing kelompok.

Latar belakang penggunaan metode

Pembuatan kartu ucapan diharapkan dapat melatih kemampuan motorik siswa dan meningkatkan kreatifitas siswa.

Latar belakang penyampaian materi

Siswa masih sering berkata-kata kasar dan belum terbiasa mengucapkan terima kasih. Kata-kata kasar tersebut menjadi kebiasaan terutama karena  pengaruh lingkungan dan kebiasaan orang tua di rumah.

Pelaksanaan Permainan

Alat dan bahan

  • Kardus bekas (makanan ringan atau kemasan lainnya) masing-masing siswa harus membawa 1 kardus
  • Gunting (bagi yang mempunyai dan yang diperbolehkan oleh orang tuanya)
  • Pensil warna atau spidol

Langkah Pelaksanaan

  1. Membagi siswa menjadi 7 kelompok.
  2. Membagi rata pensil warna dan spidol dan pensil warna yang tersedia.
  3. Membagi gunting, spidol, dan pensil warna yang tersedia.
  4. Memberitahukan kepada siswa aturan yang berlaku, bahwa alat yang ada di masing-masing kelompok digunakan secara bergantian.
  5. Menggunting kertas kardus dengan bentuk persegi panjang dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran kartu yang akan dibuat dan ukuran kardus yang dimiliki oleh tiap siswa.
  6. Melipat kertas menjadi dua bagian.
    Guntingan sejajar yang ada di tengah kertas dilipat ke arah dalam

    Guntingan sejajar yang ada di tengah kertas dilipat ke arah dalam

  7. Menggunting bagian tengah lipatan secara tegak lurus garis lipatan sepanjang kurang lebih 1 cm. Membuat guntingan yang sama panjangnya dengan jarak kurang lebih 1 cm dari guntingan awal.
  8. Mengulang langkah nomor 7 dengan posisi agak ke samping kanan atau kiri guntingan pertama (disesuaikan dengan kertas yang dimiliki siswa)
  9. Guntingan pada langkah 7 dan 8 dilipat ke arah dalam.
  10. Menggambar pohon dan rumah atau gambar lain sesuai kreasi siswa (dengan ketentuan tidak lebih besar dari lipatan kertas pada langkah 6), mewarnai, kemudian mengguntingnya.
  11. Menempel hiasan (nomor 10) pada salah satu permukaan hasil guntingan yang telah dilipat ke dalam (nomor 9). yang ini Stiven punya
  12. Meminta siswa menuliskan ucapan terima kasih pada bagian bawah kartu.
  13. Kartu sudah jadi dan siap diberikan kepada masing-masing orang tua siswa.
Catatan: Keesokan harinya, jangan lupa mengecek dan menanyakan kepada siswa, apakah kartu yang dibuat telah diberikan kepada orang tua masing-masing dan bagaimana tanggapan orang tua mereka. Senang sekali, kartu ucapan sudah jadi

Pembelajaran yang Diambil

Untuk membuat kartu ucapan, dibutuhkan beberapa bahan dan alat yang harus dibawa dan diusahakan oleh siswa. Melalui hal ini, siswa berlatih untuk mengingat dan bertanggung jawab membawa bahan dan alat tersebut. Alat (gunting, pensil warna, dan spidol) yang tersedia jumlahnya terbatas sehingga siswa belajar untuk bersabar dan berbagi untuk menggunakan alat yang ada secara bergantian. Kembali siswa diajak untuk berlatih bertanggung jawab agar alat di dalam kelompok tidak rusak maupun hilang. Pada saat memikirkan kalimat ucapan terima kasih, secara tidak langsung siswa belajar untuk memahami wujud kasih sayang orang tua mereka pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa dilatih berani dan tidak malu untuk menyampaikan rasa terima kasih itu kepada orang tua di rumah. Ada yang langsung berani memberikan kartu ucapan terima kasih hari itu juga, sebagian besar baru berani beberapa hari kemudian setelah berkali-kali diingatkan dan dibujuk, beberapa yang lain tidak berani memberikan secara langsung dan hanya berani meletakkan kartu di dalam tas atau dompet orang tuanya. Bila dalam waktu dekat guru bertemu dengan orang tua, baik dalam kunjungan rumah, atau secara kebetulan bertemu, penting juga untuk menanyakan apakah kartu yang dibuat oleh siswa sudah diberikan dan bagaimana perasaan dan pendapat tentang kartu ucapan yang telah dibuat. Hal ini penting untuk mengecek kejujuran siswa dan sebagai kesempatan guru untuk mendapatkan tanggapan atas proses pembelajaran yang telah dilakukan di kelas.

Revisions

Revision Differences

There are no differences between the August 8, 2014 @ 18:29:18 [Autosave] revision and the current revision. (Maybe only post meta information was changed.)

One Response to “Melatih Berterima Kasih lewat Kartu Ucapan “Pop-Up””

  1. Risha 7 March 2017 at 11:07 #

    terima kasih ibu auliya

Leave a Reply