Revision 5432 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Manusia Penentu Bilangan

Ringkasan

Siswa kelas IV di SDN 17 Nanga Bungan, masih memiliki kesulitan membedakan  urutan bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan hingga jutaan. PermainanManusia Penentu Bilangan” dapat memudahkan para siswa dalam memahami urutan bilangan. Kegiatan “Manusia Penentu Bilangan” ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa agar berperan menjadi bilangan-bilangan tersebut dan berdiri berurutan. Permainan ini telah terbukti membantu siswa menjadi lebih cepat paham dan tidak salah dalam menyebutkan bilangan ribuan karena memperhatikan urutan teman-teman yang sedang berperan di depan kelas yang dipisahkan oleh titik-titik tertentu yaitu titik ribu dan juta.

Latar Belakang

SDN 17 Nanga Bungan terletak di pedalaman Kalimantan Barat, di desa paling ujung di Hulu Sungai Kapuas. Karakter para siswa di sekolah yang dikelilingi hutan pedalaman Kalimantan dan arus sungai Kapuas ini adalah sangat kinestetis dan senang bermain. adalah salah satu mata pelajaran yang tidak terlalu disenangi oleh para siswa dikarenakan kemampuan berhitung yang belum cukup baik. Hal tersebut menghambat pencapaian standar kompetensi operasi hitung bilangan. Bahkan para siswa masih kerap salah membedakan urutan bilangan sehingga keliru dalam memberikan nama bilangan, khususnya ratusan dengan satuan serta ribuan, seperti sepuluh ratus sembilan belas ribu atau tujuh belas juta sembilan ratus dua belas. Pengajar Muda melihat kesalahan siswa dalam memberikan nama bilangan dikarenakan masih belum cukup memahami urutan bilangan dan pemberian titik di setiap kelipatan ribuan. Permainan “Manusia Penentu Bilangan" bertujuan untuk membantu para siswa menyebutkan bilangan ribuan dan menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya yaitu satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan. Permainan ini telah diterapkan dalam satu kali pertemuan selama tiga jam pelajaran dan terbukti membantu pemahaman para siswa dalam memberikan nama bilangan ribuan, baik secara verbal atau tulisan. Ide dari permainan ini datang dari ibu saya, yakni Ibu Muliani  seorang Guru SDN 1 PB di Tunong, Langsa, Aceh, yang  kebetulan menjadi wali kelas IV sama seperti saya di tempat penugasan.  

Metode Kegiatan

Tujuan

Permainan ini bertujuan untuk membantu anak-anak menyebutkan bilangan ribuan dan juga menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan).

Sasaran

Siswa kelas IV yang memiliki anggota lebih dari sepuluh anak.

Waktu Pelaksanaan

Pada jam pelajaran Matematika dengan Standar Kompetensi: Operasi Hitung Bilangan dan Kompetensi Dasar: Siswa dapat menyebutkan bilangan ribuan dan menuliskannya.

Lokasi Pelaksanaan

Ruang kelas atau halaman sekolah.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan ini relatif lebih mudah didapat, sehingga dapat memanfaatkan barang disekitar kita. Barang yang digunakan dalam permainan ini adalah sebagai berikut :
  1. Buku paket pelajaran matematika kelas IV
  2. Sepuluh kertas kotak bertuliskan angka 0-9
  3. Kapur tulis atau spidol
  4. Papan tulis
  5. Kotak pensil, penghapus
 

Alur Pelaksanaan

Metode permainan “Manusia Penentu Bilangan”  adalah sebagai berikut :
  1. Guru menjelaskan tentang operasi hitung bilangan ribuan dan memberikan contoh penyebutan dan angka bilangan ribuan.
  2. Agar mempermudah penjelasan, guru mengajak siswa bermain dan meminta empat siswa maju ke depan kelas.
  3. Empat siswa tersebut berbaris menyamping sesuai urutan perannya, yaitu yang berperan sebagai satuan berdiri paling kiri diikuti oleh yang berperan sebagai puluhan, ratusan dan ribuan.
  4. Setelah empat siswa tersebut baris menghadap teman-temannya, guru memberikan kesempatan pada para siswa tersebut memilih secara acak kartu berisi angka 0-9 yang telah disiapkan.
  5. Setelah melihat angka yang didapat, para siswa tersebut memperlihatkan angka tersebut kepada teman-temannya. Kartu tersebut diletakkan di depan dada atau di atas kepala agar teman-temannya dapat jelas melihat.
  6. Guru menjelaskan terlebih dahulu konsep penentuan titik, yaitu setelah urutan ketiga dari paling kiri (satuan). Sehingga dalam hal ini titik harus diletakkan setelah siswa yang berperan sebagai ribuan.
  7. Titik yang berada setelah ribuan disebut titik ribu. Sedangkan pada kesempatan lain misalnya bilangan juta (tujuh siswa yang maju ke depan), titik setelah jutaan disebut titik juta.
  8. Guru menuliskan angka-angka yang dipegang tiap-tiap siswa di papan tulis dan menghitung dari paling kiri untuk menentukan letak titik ribu.
  9. Guru mempersilakan salah satu temannya agar menentukan letak titik ribu dan menandainya dengan kotak pensil atau penghapus, misalnya.
  10. Guru mempersilakan salah satu siswa yang duduk menyebutkan bilangan ribuan tersebut.
  11. Guru dapat mengulangi permainan “Manusia Penentu Bilangan” ini dengan operasi bilangan dan urutan angka lainnya sampai para siswa lebih paham.

Contoh Pelaksanaan Permainan

Untuk bilangan ribuan:
  1. Empat siswa secara berurutan memiliki angka 8,7,4,1.
  2. Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 8741 (belum ditentukan titik ribu).
  3. Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu.
  4. Titik ribu diletakkan di antara siswa yang memiliki angka 8 dan 7.
  5. Guru menuliskan angka 8.741 di papan tulis dan mempersilahkan salah satu siswa menyebutkan kalimat dari bilangan ribuan tersebut.
  6. Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan ribu ketika menunjuk titik diantara angka 8 dan 7. Contohnya, delapan ribu (sambil menunjuk titik) tujuh ratus empat puluh satu.
  7. Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu.
  8. Guru mengingatkan kembali penyebutan 8. (dibaca, delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya (741) sehingga semuanya dibaca, delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.
Untuk bilangan jutaan:
  1. Tujuh siswa secara berurutan memiliki angka 2,5,4,8,7,4,1.
  2. Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 2548741 (belum ditentukan titik ribu dan titik juta).
  3. Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu dan titik juta
  4. Titik ribu diletakkan di antara siswa yang memiliki angka 8 dan 7 sedangkan titik juta diletakkan di antara angka 2 dan 5.
  5. Guru menuliskan angka 2.548.741 di papan tulis dan mempersilakan salah satu siswa menyebutkan kalimat dari bilangan jutaan tersebut.
  6. Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan ribu ketika menunjuk titik di antara angka 8 dan 7 dan juta ketika menunjuk titik di antara angka 2 dan 5. Contohnya, dua juta (sambil menunjuk titik juta), dan delapan ribu (sambil menunjuk titik ribu). Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.
  7. Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu. Selanjutnya kelompok bilangan ribuan, puluh ribuan dan ratus ribuan (sebelum juta).
  8. Guru mengingatkan kembali penyebutan 2. (dibaca: dua juta) dan 8. (dibaca: delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya. Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.

Hal yang Harus Diperhatikan

  1. Menukar posisi siswa agar permainan lebih bervariasi. Misalnya si satuan tukar posisi dengan ratusan, puluhan dengan puluh ribuan, dll.
  2. Ketika menentukan titik ribu atau titik juta, ajak para siswa menghitungnya bersama-sama.
  3. Fokuskan pada titik juta dan titik ribu supaya mereka tidak tertukar penyebutan juta dan ribu, karena kesalahan yang cukup sering terjadi adalah pembedaan kelompok bilangan tersebut.
  4. Sesekali buat cerita, sekaligus untuk mengenalkan konsep penyebutan nilai rupiah. Bisa juga mengajak para siswa menabung dan mengingatkan mereka agar, misalnya membuka rekening tabungan di bank.

Hikmah Pembelajaran

Permainan ini dapat membentuk karakter siswa agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan kekompakan. Siswa tidak lagi menganggap angka besar dan banyak pada pelajaran matematika sebagai masalah. Kegiatan ini dapat menghindarkan siswa dari kesalahan penentuan urutan bilangan dengan mengingat letak peran teman-temannya ketika menjadi satuan, puluhan, ratusan, dst.  

Revisions

Revision Differences

December 23, 2013 @ 16:48:19Current Revision
Content
<h1>Ringkasan</h1> <h1>Ringkasan</h1>
Siswa kelas IV di SDN 17 Nanga Bungan, Kapuas Hulu masih memiliki kesulitan membedakan  urutan bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan hingga jutaan. Permainan “Manusia Penentu Bilangan” dapat memudahkan para siswa dalam memahami urutan bilangan. Kegiatan “Manusia Penentu Bilangan” ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa agar berperan menjadi bilangan-bilangan tersebut dan berdiri berurutan. Permainan ini terbukti telah membantu siswa menjadi lebih cepat paham dan tidak salah dalam menyebutkan bilangan ribuan karena memperhatikan urutan teman-teman yang sedang berperan di depan kelas yang dipisahkan oleh titik-titik tertentu yaitu titik ribu dan juta.  <p style="text-align: left;">Siswa kelas IV di SDN 17 Nanga Bungan, Kapuas Hulu masih memiliki kesulitan membedakan  urutan bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan hingga jutaan. Permainan “Manusia Penentu Bilangan” dapat memudahkan para siswa dalam memahami urutan bilangan. Kegiatan “Manusia Penentu Bilangan” ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa agar berperan menjadi bilangan-bilangan tersebut dan berdiri berurutan. Permainan ini telah terbukti membantu siswa menjadi lebih cepat paham dan tidak salah dalam menyebutkan bilangan ribuan karena memperhatikan urutan teman-teman yang sedang berperan di depan kelas yang dipisahkan oleh titik-titik tertentu yaitu titik ribu dan juta.</p>
<h1>Latar Belakang</h1> <h1>Latar Belakang</h1>
SDN 17 Nanga Bungan terletak di pedalaman Kalimantan Barat, di desa paling ujung di Hulu Sungai Kapuas. Karakter para siswa di sekolah yang dikelilingi hutan pedalaman Kalimantan dan arus sungai Kapuas ini adalah sangat kinestetis dan senang bermain. SDN 17 Nanga Bungan terletak di pedalaman Kalimantan Barat, di desa paling ujung di Hulu Sungai Kapuas. Karakter para siswa di sekolah yang dikelilingi hutan pedalaman Kalimantan dan arus sungai Kapuas ini adalah sangat kinestetis dan senang bermain.
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang tidak terlalu disenangi oleh para siswa dikarenakan kemampuan berhitung  yang belum cukup baik. Hal ini tentu saja menghambat pencapaian standar pencapaian kompetensi operasi hitung bilangan. Bahkan para siswa masih kerap salah membedakan urutan bilangan sehingga keliru dalam memberikan nama bilangan, khususnya ratusan dengan satuan serta ribuan, seperti <i>sepuluh ratus sembilan belas ribu </i>atau <i>tujuh belas juta sembilan ratus dua belas</i>.  Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang tidak terlalu disenangi oleh para siswa dikarenakan kemampuan berhitung yang belum cukup baik. Hal tersebut menghambat pencapaian standar kompetensi operasi hitung bilangan. Bahkan para siswa masih kerap salah membedakan urutan bilangan sehingga keliru dalam memberikan nama bilangan, khususnya ratusan dengan satuan serta ribuan, seperti sepuluh ratus sembilan belas ribu atau tujuh belas juta sembilan ratus dua belas.
Pengajar Muda melihat kesalahan  siswa dalam memberikan nama bilangan dikarenakan masih belum cukup memahami urutan bilangan dan pemberian titik di setiap kelipatan ribuan. Permainan “Manusia Penentu Bilangan" bertujuan untuk membantu para siswa menyebutkan bilangan ribuan dan juga menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan. Permainan ini telah diterapkan dalam satu kali pertemuan selama tiga jam pelajaran dan terbukti membantu pemahaman para siswa dalam memberikan nama bilangan ribuan, baik secara verbal atau tulisan. Ide dari permainan ini datang dari ibu saya, yakni Ibu Muliani  seorang Guru SDN 1 PB di Tunong, Langsa, Aceh, yang  kebetulan menjadi wali kelas IV sama seperti saya di tempat penugasan.  Pengajar Muda melihat kesalahan siswa dalam memberikan nama bilangan dikarenakan masih belum cukup memahami urutan bilangan dan pemberian titik di setiap kelipatan ribuan. Permainan “Manusia Penentu Bilangan" bertujuan untuk membantu para siswa menyebutkan bilangan ribuan dan menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya yaitu satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan. Permainan ini telah diterapkan dalam satu kali pertemuan selama tiga jam pelajaran dan terbukti membantu pemahaman para siswa dalam memberikan nama bilangan ribuan, baik secara verbal atau tulisan. Ide dari permainan ini datang dari ibu saya, yakni Ibu Muliani  seorang Guru SDN 1 PB di Tunong, Langsa, Aceh, yang  kebetulan menjadi wali kelas IV sama seperti saya di tempat penugasan.
&nbsp; &nbsp;
<h1>Metode Kegiatan</h1> <h1>Metode Kegiatan</h1>
<h2></h2> <h2></h2>
<h2>Tujuan</h2> <h2>Tujuan</h2>
Permainan ini bertujuan untuk membantu anak-anak menyebutkan bilangan ribuan dan juga menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan). Permainan ini bertujuan untuk membantu anak-anak menyebutkan bilangan ribuan dan juga menuliskan kalimat dari bilangan tersebut sesuai dengan urutannya (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratus ribuan dan jutaan).
<h2>Sasaran</h2> <h2>Sasaran</h2>
Siswa kelas IV yang memiliki anggota lebih dari sepuluh anak. Siswa kelas IV yang memiliki anggota lebih dari sepuluh anak.
<h2>Waktu Pelaksanaan</h2> <h2>Waktu Pelaksanaan</h2>
Pada jam pelajaran Matematika dengan Standar Kompetensi: Operasi Hitung Bilangan dan Kompetensi Dasar: Siswa dapat menyebutkan bilangan ribuan dan menuliskannya. Pada jam pelajaran Matematika dengan Standar Kompetensi: Operasi Hitung Bilangan dan Kompetensi Dasar: Siswa dapat menyebutkan bilangan ribuan dan menuliskannya.
<h2>Lokasi Pelaksanaan</h2> <h2>Lokasi Pelaksanaan</h2>
Ruang kelas atau halaman sekolah. Ruang kelas atau halaman sekolah.
<h2>Alat dan Bahan</h2> <h2>Alat dan Bahan</h2>
  Alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan ini relatif lebih mudah didapat, sehingga dapat memanfaatkan barang disekitar kita. Barang yang digunakan dalam permainan ini adalah sebagai berikut :
<ul>  <ol>
<li>Buku paket pelajaran matematika kelas IV</li>  <li>Buku paket pelajaran matematika kelas IV</li>
<li>Sepuluh kertas kotak bertuliskan angka 0-9</li>  <li>Sepuluh kertas kotak bertuliskan angka 0-9</li>
<li>Kapur tulis atau spidol</li>  <li>Kapur tulis atau spidol</li>
<li>Papan tulis</li>  <li>Papan tulis</li>
<li>Kotak pensil, penghapus, atau barang apa pun yang dapat digunakan sebagai “titik”.</li>   <li>Kotak pensil, penghapus</li>
</ul>  </ol>
&nbsp; &nbsp;
<h2>Alur Pelaksanaan</h2> <h2>Alur Pelaksanaan</h2>
  Metode permainan “Manusia Penentu Bilangan”  adalah sebagai berikut :
<ol start="1"> <ol start="1">
<li>Guru menjelaskan tentang operasi hitung bilangan ribuan dan memberikan contoh penyebutan dan angka bilangan ribuan.</li>  <li>Guru menjelaskan tentang operasi hitung bilangan ribuan dan memberikan contoh penyebutan dan angka bilangan ribuan.</li>
<li>Agar mempermudah penjelasan, guru mengajak anak bermain dan meminta empat anak maju ke depan kelas.</li>   <li>Agar mempermudah penjelasan, guru mengajak siswa bermain dan meminta empat siswa maju ke depan kelas.</li>
<li>Empat anak tersebut berbaris menyamping sesuai urutan perannya, yaitu yang berperan sebagai satuan berdiri paling kiri diikuti oleh yang berperan sebagai puluhan, ratusan dan ribuan.</li>   <li>Empat siswa tersebut berbaris menyamping sesuai urutan perannya, yaitu yang berperan sebagai satuan berdiri paling kiri diikuti oleh yang berperan sebagai puluhan, ratusan dan ribuan.</li>
<li>Setelah empat anak tersebut baris menghadap teman-temannya, guru memberikan kesempatan pada para siswa tersebut memilih secara acak kartu berisi angka 0-9 yang telah disiapkan.</li>   <li>Setelah empat siswa tersebut baris menghadap teman-temannya, guru memberikan kesempatan pada para siswa tersebut memilih secara acak kartu berisi angka 0-9 yang telah disiapkan.</li>
<li>Setelah melihat angka yang didapat, para siswa tersebut memperlihatkan angka tersebut kepada teman-temannya. Kartu tersebut diletakkan di depan dada atau di atas kepala agar teman-temannya dapat jelas melihat.</li>  <li>Setelah melihat angka yang didapat, para siswa tersebut memperlihatkan angka tersebut kepada teman-temannya. Kartu tersebut diletakkan di depan dada atau di atas kepala agar teman-temannya dapat jelas melihat.</li>
<li>Guru menjelaskan terlebih dahulu konsep penentuan titik, yaitu setelah urutan ketiga dari paling kiri (satuan). Sehingga dalam hal ini titik harus diletakkan setelah anak yang berperan sebagai ribuan.</li>   <li>Guru menjelaskan terlebih dahulu konsep penentuan titik, yaitu setelah urutan ketiga dari paling kiri (satuan). Sehingga dalam hal ini titik harus diletakkan setelah siswa yang berperan sebagai ribuan.</li>
<li>Titik yang berada setelah ribuan disebut titik ribu. Sedangkan pada kesempatan lain misalnya bilangan juta (tujuh anak yang maju ke depan), titik setelah jutaan disebut titik juta.</li>   <li>Titik yang berada setelah ribuan disebut titik ribu. Sedangkan pada kesempatan lain misalnya bilangan juta (tujuh siswa yang maju ke depan), titik setelah jutaan disebut titik juta.</li>
<li>Guru menuliskan angka-angka yang dipegang tiap-tiap anak di papan tulis dan menghitung dari paling kiri untuk menentukan letak titik ribu.</li>   <li>Guru menuliskan angka-angka yang dipegang tiap-tiap siswa di papan tulis dan menghitung dari paling kiri untuk menentukan letak titik ribu.</li>
<li>Guru mempersilakan salah satu temannya agar menentukan letak titik ribu dan menandainya dengan kotak pensil atau penghapus, misalnya.</li>  <li>Guru mempersilakan salah satu temannya agar menentukan letak titik ribu dan menandainya dengan kotak pensil atau penghapus, misalnya.</li>
<li>Guru mempersilakan salah satu anak yang duduk menyebutkan bilangan ribuan tersebut.</li>   <li>Guru mempersilakan salah satu siswa yang duduk menyebutkan bilangan ribuan tersebut.</li>
<li>Guru dapat mengulangi permainan “Manusia Penentu Bilangan” ini dengan operasi bilangan dan urutan angka lainnya sampai para siswa lebih paham.</li>  <li>Guru dapat mengulangi permainan “Manusia Penentu Bilangan” ini dengan operasi bilangan dan urutan angka lainnya sampai para siswa lebih paham.</li>
</ol> </ol>
<h2>Contoh Pelaksanaan Permainan</h2> <h2>Contoh Pelaksanaan Permainan</h2>
<strong>Untuk bilangan ribuan:</strong> <strong>Untuk bilangan ribuan:</strong>
<ol start="1">  <ol>
<li>Empat anak secara berurutan memiliki angka 8,7,4,1.</li>   <li>Empat siswa secara berurutan memiliki angka 8,7,4,1.</li>
<li>Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 8741 (belum ditentukan titik ribu).</li>  <li>Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 8741 (belum ditentukan titik ribu).</li>
<li>Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu.</li>  <li>Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu.</li>
<li>Titik ribu diletakkan di antara anak yang memiliki angka 8 dan 7.</li>   <li>Titik ribu diletakkan di antara siswa yang memiliki angka 8 dan 7.</li>
<li>Guru menuliskan angka 8.741 di papan tulis dan mempersilahkan salah satu anak menyebutkan kalimat dari bilangan ribuan tersebut.</li>   <li>Guru menuliskan angka 8.741 di papan tulis dan mempersilahkan salah satu siswa menyebutkan kalimat dari bilangan ribuan tersebut.</li>
<li>Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan <b>ribu<i> </i></b>ketika menunjuk titik diantara angka 8 dan 7. Contohnya, delapan <b>ribu</b> (sambil menunjuk titik) tujuh ratus empat puluh satu.</li>   <li>Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan ribu ketika menunjuk titik diantara angka 8 dan 7. Contohnya, delapan ribu (sambil menunjuk titik) tujuh ratus empat puluh satu.</li>
<li>Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu.</li>  <li>Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu.</li>
<li>Guru mengingatkan kembali penyebutan 8. (dibaca, delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya (741) sehingga semuanya dibaca, delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>  <li>Guru mengingatkan kembali penyebutan 8. (dibaca, delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya (741) sehingga semuanya dibaca, delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>
</ol> </ol>
<strong>Untuk bilangan jutaan:</strong> <strong>Untuk bilangan jutaan:</strong>
<ol start="1">  <ol>
<li>Tujuh anak secara berurutan memiliki angka 2,5,4,8,7,4,1.</li>   <li>Tujuh siswa secara berurutan memiliki angka 2,5,4,8,7,4,1.</li>
<li>Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 2548741 (belum ditentukan titik ribu dan titik juta).</li>  <li>Mereka berbaris dari kanan ke kiri yaitu 2548741 (belum ditentukan titik ribu dan titik juta).</li>
<li>Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu dan titik juta</li>  <li>Kemudian salah satu teman menghitung dari paling kiri sebanyak tiga urutan bilangan ke kanan untuk menentukan titik ribu dan titik juta</li>
<li>Titik ribu diletakkan di antara anak yang memiliki angka 8 dan 7 sedangkan titik juta diletakkan di antara angka 2 dan 5.</li>   <li>Titik ribu diletakkan di antara siswa yang memiliki angka 8 dan 7 sedangkan titik juta diletakkan di antara angka 2 dan 5.</li>
<li>Guru menuliskan angka 2.548.741 di papan tulis dan mempersilakan salah satu anak menyebutkan kalimat dari bilangan jutaan tersebut.</li>   <li>Guru menuliskan angka 2.548.741 di papan tulis dan mempersilakan salah satu siswa menyebutkan kalimat dari bilangan jutaan tersebut.</li>
<li>Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan <b>ribu<i> </i></b>ketika menunjuk titik di antara angka 8 dan 7 dan <b>juta<i> </i></b>ketika menunjuk titik di antara angka 2 dan 5. Contohnya, dua <b>juta </b>(sambil menunjuk titik juta), dan delapan <b>ribu</b> (sambil menunjuk titik ribu). Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>   <li>Guru menekankan dan mengingatkan penyebutan ribu ketika menunjuk titik di antara angka 8 dan 7 dan juta ketika menunjuk titik di antara angka 2 dan 5. Contohnya, dua juta (sambil menunjuk titik juta), dan delapan ribu (sambil menunjuk titik ribu). Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>
<li>Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu. Selanjutnya kelompok bilangan ribuan, puluh ribuan dan ratus ribuan (sebelum juta).</li>  <li>Guru menjelaskan satu persatu kelompok bilangan mulai dari paling ujung kanan (satuan puluhan ratusan). Contohnya, 741 dibaca tujuh ratus empat puluh satu. Selanjutnya kelompok bilangan ribuan, puluh ribuan dan ratus ribuan (sebelum juta).</li>
<li>Guru mengingatkan kembali penyebutan 2. (dibaca: dua juta) dan 8. (dibaca: delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya. Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>  <li>Guru mengingatkan kembali penyebutan 2. (dibaca: dua juta) dan 8. (dibaca: delapan ribu) lalu menyambungnya dengan kelompok bilangan setelahnya. Sehingga keseluruhannya dibaca: dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh satu.</li>
</ol> </ol>
<h2>Hal yang Harus Diperhatikan</h2> <h2>Hal yang Harus Diperhatikan</h2>
<ul>  <ol>
<li>Tukar posisi anak agar permainan lebih bervariasi. Misalnya si satuan tukar posisi dengan ratusan, puluhan dengan puluh ribuan, dll.</li>   <li>Menukar posisi siswa agar permainan lebih bervariasi. Misalnya si satuan tukar posisi dengan ratusan, puluhan dengan puluh ribuan, dll.</li>
<li>Ketika menentukan titik ribu atau titik juta, ajak para siswa menghitungnya bersama-sama.</li>  <li>Ketika menentukan titik ribu atau titik juta, ajak para siswa menghitungnya bersama-sama.</li>
<li>Fokuskan pada titik juta dan titik ribu supaya mereka tidak tertukar penyebutan juta dan ribu, karena kesalahan yang cukup sering terjadi adalah pembedaan kelompok bilangan tersebut.</li>  <li>Fokuskan pada titik juta dan titik ribu supaya mereka tidak tertukar penyebutan juta dan ribu, karena kesalahan yang cukup sering terjadi adalah pembedaan kelompok bilangan tersebut.</li>
<li>Sesekali buat cerita, sekaligus untuk mengenalkan konsep penyebutan nilai rupiah. Bisa juga mengajak para siswa menabung dan mengingatkan mereka agar, misalnya membuka rekening tabungan di bank.</li>  <li>Sesekali buat cerita, sekaligus untuk mengenalkan konsep penyebutan nilai rupiah. Bisa juga mengajak para siswa menabung dan mengingatkan mereka agar, misalnya membuka rekening tabungan di bank.</li>
</ul>  </ol>
<h1>Hikmah Pembelajaran</h1> <h1>Hikmah Pembelajaran</h1>
Permainan ini dapat membentuk karakter siswa agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan kekompakan. Siswa juga tidak lagi menganggap angka besar dan banyak pada pelajaran matematika sebagai masalah. Kegiatan ini juga dapat menghindarkan siswa dari kesalahan penentuan urutan bilangan dengan mengingat letak peran teman-temannya ketika menjadi satuan, puluhan, ratusan, dst.  Permainan ini dapat membentuk karakter siswa agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan kekompakan. Siswa tidak lagi menganggap angka besar dan banyak pada pelajaran matematika sebagai masalah. Kegiatan ini dapat menghindarkan siswa dari kesalahan penentuan urutan bilangan dengan mengingat letak peran teman-temannya ketika menjadi satuan, puluhan, ratusan, dst.
&nbsp; &nbsp;
  <div id="__zsc_once"></div>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply