Revision 4841 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Uji Pemahaman lewat “Kuis Rangking 1”

Abstraksi

Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Penulis terpikir langkah untuk memberikan ulangan harian atau kuis dengan cara yang berbeda tapi tetap memberikan semangat kompetisi yang sehat buat anak-anak. Ketika melihat permainan “Rangking 1” salah satu acara di suatu stasiun televisi swasta, peserta diberikan pertanyaan secara bertahap dan yang salah keluar dari kepesertaannya dan menjadi penonton. Terinspirasi dari acara tersebut. Akhirnya penulis memodifikasi konsep acara “Rangking 1” itu untuk anak-anak di kelas Matematika yang diampu.
Kuis Ranking Satu melatih pemahaman peserta didik. (Foto ilustrasi oleh Edward Suhadi)

Kuis Ranking Satu melatih pemahaman peserta didik. (Foto ilustrasi oleh Edward Suhadi)

Latar Belakang

Berdasarkan pengalaman penulis sewaktu sekolah, biasanya guru menguji pemahaman siswa melalui tugas, ulangan harian atau ulangan semester. Hal itu yang sering dilakukan di sekolah dimana saya bertugas. Suatu ketika terbesit langkah bagaimana cara mengetahui pemahaman siswa terhadap pokok bahasan dengan langkah yang sedikit berbeda. Dimana langkah itu tetap bisa melihat dan mengukur pemahaman siswa terhadap materi dan juga mampu membedakan antar siswa satu dan lainnya. Tentunya tanpa menyudutkan golongan siswa tertentu (baca: yang belum paham). Apa lagi matematika mungkin menjadi “momok” tersendiri bagi sebagian siswa. Kuis Ranking 1 ini menjawab tantangan dalam mengukur pemahaman peserta didik sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan bahkan untuk pelajaran matematika yang seringkali ditakuti. Mereka semua diharuskan bisa menjawab semua tahapan soal yang diberikan. Bagi peserta yang salah, mereka akan keluar arena permainan dan pindah duduk di belakang menjadi penonton dan pendukung siswa lainnya yang masih bertahan. Sehingga peserta yang keluar ini tidak merasa tersudut karena gagal menjawab dengan benar.

Alur Pelaksanaan

Untuk melakukan hal tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Pendidik menyiapkan seperangkat soal dengan tingkat kesulitan bertahap mulai yang paling mudah sampai yang tinggi agar bisa mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang kita berikan. Semakin lama seorang peserta bertahan berarti dia mampu untuk menyelesaikan soal sampai dengan tingkat kesulitan tertentu. Anak yang paling bertahan di akhir, maka itulah yang bisa menguasai dan menyelesaikan soal secara benar. Dia berhak menjadi “Rangking 1” dalam permainan ini.
  2. Setiap peserta menyiapkan satu lembar kertas, bisa dari HVS kosong atau kertas tulis serta alat tulis sebagai media untuk menjawab setiap soal yang nanti diberikan.
  3. Setiap peserta hanya memegang kertas jawaban dan alat tulis saja, sehingga meja bersih dari hal yang lain. Hal ini menghindari kecurangan dalam permainan.
  4. Pendidik menjelaskan aturan permainan yang akan dilaksanakan. Misalnya batas waktu menjawab soal kita sepakati bersama. Baik 1 ataupun 2 menit, sebaiknya dibuat berdasarkan kesepakatan.
  5. Setiap soal diberikan, peserta langsung menulis cara mengerjakan sampai menemukan jawabannya di masing-masing kertas mereka.
  6. Jika sudah menuliskan jawaban dan yakin akan jawabannya, peserta mengangkat kertasnya ke atas dengan kedua tangan yang menandakan bahwa mereka sudah selesai menjawab soal.
  7. Jika sudah menjawab semua, atau waktunya habis. Kertas tidak boleh diturunkan sebelum pendidik memeriksa apakah jawabannya benar atau salah.
  8. Jika jawabannya benar, maka peserta berhak mengikuti tahapan soal berikutnya. Jika salah, kertas langsung diambil pendidik pertanda mereka salah dan bergeser peran sebagai pendukung tema-temannya yang lain yang masih bertahan.
  9. Di akhir sesi permainan kuis ini, pendidik bisa memberikan apresiasi kepada peraih Rangking 1, 2 dan 3 sesuai dengan kebutuhan anak didik. Misalnya menggunakan sistem poin apresiasi lebih atas usaha dan kerja kerasnya. Poin tersebut bisa diakumulasikan nanti di akhir semester dan yang paling banyak akan mendapatkan hadiah yang mendidik.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan sebenarnya sangat kondisional, namun sebaiknya beberapa alat berikut harus tersedia yaitu kertas (media menjawab), alat tulis, spidol, jam/stopwatch.

Manfaat

Melalui permainan ini, peserta diajak untuk merasakan iklim kompetisi sehat di kelas mereka. Selain itu, pendidik bisa mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman anak terhadap materi yang sudah disampaikan. Mungkin cara ini bisa menjadi alternatif solusi untuk menjawab tantangan bagaimana mengetahui pemahaman peserta didik secara cepat dan akurat.

Revisions

Revision Differences

May 8, 2013 @ 19:06:55Current Revision
Title
Kuis “Rangking 1” Menguji Pemahamanku Uji Pemahaman lewat "Kuis Rangking 1”
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Ulangan Harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Terbesit langkah dan pikiran bagaimana cara memberikan ulangan harian, kuis dengan cara yang berbeda tapi tetap memberikan semangat kompetisi yang sehat buat anak-anak. Kalo kita melihat permainan “Rangking 1” salah satu acara di suatu stasiun televisi swasta, dimana peserta diberikan pertanyaan secara bertahap dan yang salah keluar dari kepesertaannya dan menjadi penonton. Terinspirasi dari acara tersebut. Akhirnya saya modifikasi konsep acara “Rangking 1” itu untuk anak-anak di kelas Matematika yang saya ampu.  Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Penulis terpikir langkah untuk memberikan ulangan harian atau kuis dengan cara yang berbeda tapi tetap memberikan semangat kompetisi yang sehat buat anak-anak. Ketika melihat permainan “Rangking 1” salah satu acara di suatu stasiun televisi swasta, peserta diberikan pertanyaan secara bertahap dan yang salah keluar dari kepesertaannya dan menjadi penonton. Terinspirasi dari acara tersebut. Akhirnya penulis memodifikasi konsep acara “Rangking 1” itu untuk anak-anak di kelas Matematika yang diampu.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/02/ ES_kuis-ranking- satu.jpg"><img class="size-medium wp-image-5548" alt="Kuis Ranking Satu melatih pemahaman peserta didik. (Foto ilustrasi oleh Edward Suhadi)" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/02/ ES_kuis-ranking- satu-300x199.jpg" width="300" height="199" /></a> Kuis Ranking Satu melatih pemahaman peserta didik. (Foto ilustrasi oleh Edward Suhadi)
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi siswa SD dulu. Biasanya guru menguji pemahaman siswa melalui tugas, ulangan harian atau ulangan semester. Hal itu yang sering dilakukan di sekolah dimana saya bertugas. Suatu ketika terbesit langkah bagaimana cara mengetahui pemahaman siswa terhadap pokok bahasan dengan langkah yang sedikit berbeda. Dimana langkah itu tetap bisa melihat dan mengukur pemahaman siswa terhadap materi dan juga mampu membedakan antar siswa satu dan lainnya. Tentunya tanpa menyudutkan golongan siswa tertentu (baca: yang belum paham). Apa lagi matematika mungkin menjadi “momok” tersendiri bagi sebagian siswa.  Berdasarkan pengalaman penulis sewaktu sekolah, biasanya guru menguji pemahaman siswa melalui tugas, ulangan harian atau ulangan semester. Hal itu yang sering dilakukan di sekolah dimana saya bertugas. Suatu ketika terbesit langkah bagaimana cara mengetahui pemahaman siswa terhadap pokok bahasan dengan langkah yang sedikit berbeda. Dimana langkah itu tetap bisa melihat dan mengukur pemahaman siswa terhadap materi dan juga mampu membedakan antar siswa satu dan lainnya. Tentunya tanpa menyudutkan golongan siswa tertentu (baca: yang belum paham). Apa lagi matematika mungkin menjadi “momok” tersendiri bagi sebagian siswa.
Langkah ini saya ambil untuk menjawab itu semua, yaitu dengan meniru konsep acara “ Rangking 1” dimana nanti semua anak di kelas menjadi pesertanya. Merka semua diharuskan bisa menjawab semua tahapan soal yang diberikan. Bagi siswa yang salah, mereka akan keluar arena permaiinan dan pindah duduk dibelakang menjadi penonton dan pendukung siswa lainnya yang masih bertahan.  
  Kuis Ranking 1 ini menjawab tantangan dalam mengukur pemahaman peserta didik sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan bahkan untuk pelajaran matematika yang seringkali ditakuti. Mereka semua diharuskan bisa menjawab semua tahapan soal yang diberikan. Bagi peserta yang salah, mereka akan keluar arena permainan dan pindah duduk di belakang menjadi penonton dan pendukung siswa lainnya yang masih bertahan. Sehingga peserta yang keluar ini tidak merasa tersudut karena gagal menjawab dengan benar.
<h2>Alur Pelaksanaan</h2> <h2>Alur Pelaksanaan</h2>
Untuk melakukan hal tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut : Untuk melakukan hal tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
<ol> <ol>
<li>Guru menyiapkan seperangkat soal dimana soal tersebut dibuat secara bertahap dan meningkat dari mulai yang paling mudah tingkat kesulitannya sampai yang tinggi. Hal itu dimasudkan untuk melihat seberapa paham anak didik kita terhadap materi yang kita berikan. Semakin bertahan siswa berarti siswa mampu untuk menyelesaikan soal sampai dengan tingkat kesulitan tertentu. Anak yang paling bertahan di akhir, maka itulah yang bisa menguasai dan menyelesaikan soal secara benar. Dia berhak menjadi “Rangking 1” dalam permainan ini.</li>   <li>Pendidik menyiapkan seperangkat soal dengan tingkat kesulitan bertahap mulai yang paling mudah sampai yang tinggi agar bisa mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang kita berikan. Semakin lama seorang peserta bertahan berarti dia mampu untuk menyelesaikan soal sampai dengan tingkat kesulitan tertentu. Anak yang paling bertahan di akhir, maka itulah yang bisa menguasai dan menyelesaikan soal secara benar. Dia berhak menjadi “Rangking 1” dalam permainan ini.</li>
<li>Setiap siswa menyiapkan satu lembar kertas, bisa dari HVS kosong atau kertas tulis serta alat tulis sebagai media untuk menjawab setiap soal yang nanti diberikan.</li>   <li>Setiap peserta menyiapkan satu lembar kertas, bisa dari HVS kosong atau kertas tulis serta alat tulis sebagai media untuk menjawab setiap soal yang nanti diberikan.</li>
<li>Setiap siswa hanya memegang kertas jawaban dan alat tulis saja, sehingga meja bersih dari hal yang lain. Hal ini meghindari kecurangan dalam permainan.</li>   <li>Setiap peserta hanya memegang kertas jawaban dan alat tulis saja, sehingga meja bersih dari hal yang lain. Hal ini menghindari kecurangan dalam permainan.</li>
<li>Jelaskan aturan permainan yang akan dilaksanakan. Misalnya batas waktu menjawab soal kita sepakati bersama. Apakah 1 menit 2 menit, sebaiknya dibuat berdasarkan kesepakatan.</li>   <li>Pendidik menjelaskan aturan permainan yang akan dilaksanakan. Misalnya batas waktu menjawab soal kita sepakati bersama. Baik 1 ataupun 2 menit, sebaiknya dibuat berdasarkan kesepakatan.</li>
<li>Setiap soal diberikan, siswa langsung menulis cara mengerjakan sampai menemukan jawabannya di masing-masing kertas mereka.</li>   <li>Setiap soal diberikan, peserta langsung menulis cara mengerjakan sampai menemukan jawabannya di masing-masing kertas mereka.</li>
<li>Jika sudah menuliskan jawaban dan yakin akan jawabannya, siswa mengangkat kertasnya ke atas dengan kedua tangan yang menandakan bahwa mereka sudah selesai menjawab soal.</li>   <li>Jika sudah menuliskan jawaban dan yakin akan jawabannya, peserta mengangkat kertasnya ke atas dengan kedua tangan yang menandakan bahwa mereka sudah selesai menjawab soal.</li>
<li>Jika sudah menjawab semua, atau waktunya habis. Kertas tidak boleh diturunkan sebelum Guru memeriksa apakah jawabannya benar atau salah.</li>   <li>Jika sudah menjawab semua, atau waktunya habis. Kertas tidak boleh diturunkan sebelum pendidik memeriksa apakah jawabannya benar atau salah.</li>
<li>Jika jawabannya benar, maka siswa berhak mengikuti tahapan soal berikutnya. Jika salah, kertas langsung di ambil Guru pertanda mereka salah dan bergeser peran sebagai pendukung tema-temannya yang lain yang masih bertahan.</li>   <li>Jika jawabannya benar, maka peserta berhak mengikuti tahapan soal berikutnya. Jika salah, kertas langsung diambil pendidik pertanda mereka salah dan bergeser peran sebagai pendukung tema-temannya yang lain yang masih bertahan.</li>
<li>Diakhir sesi permainan Kuis, Guru bisa memberikan apresiasi kepada Peroleh Rangking 1, 2 dan 3 sesuai dengan kebutuhan anak didik. Bisa menggunakan voucher dimana tidak bisa diuangkan, namun bisa dibelanjakan dalam bentuk alat tulis atau kebutuhan belajar. Apresiasi yang lain bisa menggunakan sistem “point”. Mereka akan mendapatkan tambahan “point” sebagai apresiasi lebih atas usaha dan kerja kerasnya. Point tersebut bisa diakumulasikan nanti di akhir semester dan yang paling banyak akan mendapatkan reward.</li>  
   <li>Di akhir sesi permainan kuis ini, pendidik bisa memberikan apresiasi kepada peraih Rangking 1, 2 dan 3 sesuai dengan kebutuhan anak didik. Misalnya menggunakan sistem poin apresiasi lebih atas usaha dan kerja kerasnya. Poin tersebut bisa diakumulasikan nanti di akhir semester dan yang paling banyak akan mendapatkan hadiah yang mendidik.</li>
</ol> </ol>
<h2>Alat dan Bahan</h2> <h2>Alat dan Bahan</h2>
Alat dan bahan yang dibutuhkan sebenarnya sangat kondisional. Namun beberapa alat berikut harus ada. Kertas (media menjawab), Alat Tulis, Spidol, Stop Watch (penanda waktu).  Alat dan bahan yang dibutuhkan sebenarnya sangat kondisional, namun sebaiknya beberapa alat berikut harus tersedia yaitu kertas (media menjawab), alat tulis, spidol, jam/<em>stopwatch</em>.
<h2>Manfaat</h2> <h2>Manfaat</h2>
Melalui permainan ini, siswa diajak untuk merasakan bagaimana kompetisi sehat di kelas mereka. Selain itu, kita bisa mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman anak terhadap materi yang sudah disampaikan. Kitapun bisa mengetahui sekaligus membedakan siapa saja yang berada dalam golongan atas dan mana yang ada di golongan bawah (baca : memahami dan belum mehamami materi). Karena kita ketahui bersama bahwa butir soal yang baik salah satunya mampu membedakan hal tersebut. Mungkin cara ini bisa menjadi alternatif solusi untuk menjawab tantangan bagaimana mengetahui pemahaman anak secara cepat dan akurat.  Melalui permainan ini, peserta diajak untuk merasakan iklim kompetisi sehat di kelas mereka. Selain itu, pendidik bisa mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman anak terhadap materi yang sudah disampaikan. Mungkin cara ini bisa menjadi alternatif solusi untuk menjawab tantangan bagaimana mengetahui pemahaman peserta didik secara cepat dan akurat.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

One Response to “Uji Pemahaman lewat “Kuis Rangking 1””

  1. Justice 31 May 2016 at 17:27 #

    Your posting really strgeahtenid me out. Thanks!

Leave a Reply