Revision 5939 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Berlatih Bicara di Depan Umum ala "Reality Show"-Paser

Abstraksi

Peserta didik kelas V SDN 018 Tanah Grogot, Kabupaten , Kalimantan Timur cenderung bersikap malu ketika berbicara bahasa Indonesia di hadapan umum. Padahal, mereka seharusnya bisa menguasai kemampuan dasar ini dengan baik. Untuk mengubah sikap tersebut, pendidik dapat menggunakan metode belajar kreatif berupa acara realitas (reality show). Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengendalikan rasa grogi, sekaligus terbiasa tampil berbicara di depan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Latar Belakang

Berbicara merupakan cara berkomunikasi di antara sesama manusia. Meski biasa dilakukan, rasa grogi seringkali muncul bila diminta tampil berbicara di depan umum.

Hal ini dialami oleh peserta didik kelas V SDN 018 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Mereka cenderung bersikap malu ketika berbicara di hadapan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pasalnya, mereka mengikuti kebiasaan masyarakat Paser yang menggunakan dua bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, yakni bahasa Jawa dan bahasa Bugis.

Oleh karena itu, pendidik perlu melatih dan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia kepada peserta didik. Caranya tentu harus menyenangkan agar peserta didik dapat menyerap dengan baik dan cepat. Salah satu metode belajar kreatif itu adalah acara realitas (reality show) yang dapat diaplikasikan saat pelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik diminta menyusun naskah pidato dalam bahasa Indonesia, kemudian mempresentasikannya di depan kelas tanpa menggunakan teks.

Metode

Teori atau Penjelasan Materi

Terampil berkomunikasi di hadapan umum dapat dilatih dengan cara berpidato. Untuk peserta didik yang duduk di bangku kelas V SD, tema pidato yang sesuai dengan usia mereka antara lain tentang diri sendiri, keluarga, dan hobi.

Tujuan

  1. Membantu peserta didik untuk lancar dan tenang saat berbicara di depan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia.
  2. Memperkaya kosa kata bahasa Indonesia peserta didik.

Lokasi

Ruang kelas

Alat dan Bahan

  1. Kertas
  2. Alat tulis

Langkah Pelaksanaan

Persiapan

Pendidik meminta peserta didik untuk membuat sebuah naskah pidato dengan tema bebas. Pendidik juga dapat memberikan beberapa contoh naskah pidato sebagai referensi peserta didik dalam menyusun pidatonya sendiri.

Pelaksanaan

Maju ke depan

  1. Pendidik mengajak peserta didik untuk menghayati teks pidato yang telah dibuatnya. Peserta didik diharapkan sudah mampu membawakan pidato tanpa teks di pertemuan selanjutnya.
  2. Pendidik membuat kertas undian yang berisi nama seluruh peserta didik. Peserta didik akan tampil berpidato secara bergiliran sesuai urutan undian.
  3. Pendidik meminta setiap peserta didik untuk membuat kertas nilai bertuliskan angka 100, 95, 90, 85, 80, 75, 70, 65, 60 dan 50. Mereka diminta menilai pidato yang dibawakan oleh masing-masing peserta didik. Catatan: Pendidik mengingatkan peserta didik untuk menilai secara objektif. Artinya, penilaian yang dibuat bukan berdasarkan kedekatan hubungan pertemanan, melainkan pada kualitas pidato yang disampaikan
  4. Pendidik bertugas sebagai pembawa acara dan peserta didik yang tidak maju ke depan kelas adalah penonton. Pendidik mengajak peserta didik untuk menciptakan suasana kelas yang seru dan menyenangkan, dengan membayangkan bahwa kelas tersebut merupakan studio televisi yang menjadi tempat digelarnya acara realitas (reality show). Peserta didik boleh bertepuk tangan jika isi pidato mengesankan.
  5. Sebelum peserta didik berpidato, pendidik mengajak peserta didik yang menjadi penonton untuk memberikan mantra aba-aba berupa: “lampu, kamera, action!”, berikut gerakan khasnya.
  6. Setiap peserta didik yang menjadi penonton memberikan nilai untuk peserta didik yang tampil di hadapan kelas. Nilai akhir akan diambil berdasarkan rata-rata nilai yang diperoleh.

Penilaian Dewan Juri

Hikmah yang Didapat

Peserta didik diharapkan mampu mengendalikan rasa grogi, sekaligus terbiasa tampil di hadapan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adanya penilaian dari peserta didik lain juga dapat memotivasi untuk meningkatkan kualitas pidato di pembelajaran berikutnya.

Revisions

Revision Differences

November 12, 2013 @ 14:11:07Current Revision
Title
Berlatih Bicara di Depan Umum ala "Reality Show"-Paser Belajar Pidato dengan Metode ‘Reality Show’
Content
<h2><span style="font-size: 1.5em;">Abstrak</span></h2>  
??  
  <h2></h2>
  <h2>Abstraksi</h2>
  <p dir="ltr">Peserta didik kelas V SDN 018 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur cenderung bersikap malu ketika berbicara bahasa Indonesia di hadapan umum. Padahal, mereka seharusnya bisa menguasai kemampuan dasar ini dengan baik. Untuk mengubah sikap tersebut, pendidik dapat menggunakan metode belajar kreatif berupa acara realitas (<em>reality show</em>). Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengendalikan rasa grogi, sekaligus terbiasa tampil berbicara di depan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
  <h2>Latar Belakang</h2>
  <p dir="ltr">Berbicara merupakan cara berkomunikasi di antara sesama manusia. Meski biasa dilakukan, rasa grogi seringkali muncul bila diminta tampil berbicara di depan umum.</p>
  <p dir="ltr">Hal ini dialami oleh peserta didik kelas V SDN 018 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Mereka cenderung bersikap malu ketika berbicara di hadapan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pasalnya, mereka mengikuti kebiasaan masyarakat Paser yang menggunakan dua bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, yakni bahasa Jawa dan bahasa Bugis.</p>
  <p dir="ltr">Oleh karena itu, pendidik perlu melatih dan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia kepada peserta didik. Caranya tentu harus menyenangkan agar peserta didik dapat menyerap dengan baik dan cepat. Salah satu metode belajar kreatif itu adalah acara realitas (<em>reality show</em>) yang dapat diaplikasikan saat pelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik diminta menyusun naskah pidato dalam bahasa Indonesia, kemudian mempresentasikannya di depan kelas tanpa menggunakan teks.</p>
  <h2>Metode</h2>
  <p dir="ltr"><strong>Teori atau Penjelasan Materi</strong></p>
  <p dir="ltr">Terampil berkomunikasi di hadapan umum dapat dilatih dengan cara berpidato. Untuk peserta didik yang duduk di bangku kelas V SD, tema pidato yang sesuai dengan usia mereka antara lain tentang diri sendiri, keluarga, dan hobi.</p>
  <p dir="ltr"><strong> Tujuan</strong></p>
  <ol>
   <li>Membantu peserta didik untuk lancar dan tenang saat berbicara di depan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia.</li>
   <li>Memperkaya kosa kata bahasa Indonesia peserta didik.</li>
  </ol>
  <p dir="ltr"><strong> Lokasi</strong></p>
  <p dir="ltr">Ruang kelas</p>
  <p dir="ltr"><strong>Alat dan Bahan</strong></p>
  <ol>
   <li>Kertas</li>
   <li>Alat tulis</li>
  </ol>
  <h2>Langkah Pelaksanaan</h2>
  <p dir="ltr"><strong> Persiapan</strong></p>
  <p dir="ltr">Pendidik meminta peserta didik untuk membuat sebuah naskah pidato dengan tema bebas. Pendidik juga dapat memberikan beberapa contoh naskah pidato sebagai referensi peserta didik dalam menyusun pidatonya sendiri.</p>
<h2><span style="font-size: 1.5em;">Latar Belakang</span></h2> <p dir="ltr"><strong> Pelaksanaan</strong></p>
Berbicara adalah suatu cara berkomunikasi. Berbicara adalah sebuah hal yang biasa dilakukan, tetapi kadang kala kita merasa grogi jika diminta bicara di depan umum. Karena itu,<em> mumpung</em> masih SD, ayo kita latihan dan biasakan!  
Ini adalah cuplikan kegiatan latihan berbicara di depan umum (public speaking) yang diadakan di SD ???, Kabupaten ???  
<h2><b>Langkah Pelaksanaan</b></h2>   
<h3>Persiapan</h3>  
Guru meminta siswa untuk membuat sebuah naskah pidato dengan tema bebas. Guru juga dapat memberikan beberapa contoh naskah pidato sebagai referensi siswa dalam menyusun pidatonya sendiri.   
<h3>Pelaksanaan</h3>  
1. Guru mengajak siswa menghayati teks pidato yang dibuat. Siswa diharapkan sudah mampu membawakan pidato tanpa teks di pertemuan selanjutnya.  
  <p dir="ltr" style="text-align: center;"><strong><img class="aligncenter" alt="Maju ke depan" src="https:// lh3.googleusercontent.com/ gC4iC21vXL6jJ4- VdrNYKpQVW7jJ3bMbPUREq70zqPvUM4qacj8HCWXXynj7tGq6wRReBPad9w- 9hyASYj165vr3XEnasWal_ TA2lS9Rmx5hlFiZhGPKOY6gDgZ8w3HcEiLktVklZ44" width="246px;" height="300px;" /></strong></p>
  <ol>
   <li>Pendidik mengajak peserta didik untuk menghayati teks pidato yang telah dibuatnya. Peserta didik diharapkan sudah mampu membawakan pidato tanpa teks di pertemuan selanjutnya.</li>
2. Guru membuat kertas undian yang berisi nama seluruh siswa. Siswa yang akan berpidato tampil secara bergiliran sesuai urutan undian.   <li>Pendidik membuat kertas undian yang berisi nama seluruh peserta didik. Peserta didik akan tampil berpidato secara bergiliran sesuai urutan undian.</li>
<em id="__mceDel"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Maju-ke-depan.png"><img class="size-medium wp-image-4999 aligncenter" alt="Maju ke depan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Maju-ke-depan- 246x300.png" width="246" height="300" /></a></em>  
3. Guru meminta setiap siswa untuk membuat kertas nilai bertuliskan angka 100, 95, 90, 85, 80, 75, 70, 65, 60 dan 50. Semua siswa akan belajar menilai pidato yang akan dibawakan oleh temannya. <strong> Catatan</strong>: Guru mengingatkan siswa untuk bersikap objektif dalam menilai. Artinya penilaian yang dibuat tidak didasarkan pada kedekatan hubungan pertemanan tetapi berdasarkan pada kualitas pidato yang disampaikan.   <li>Pendidik meminta setiap peserta didik untuk membuat kertas nilai bertuliskan angka 100, 95, 90, 85, 80, 75, 70, 65, 60 dan 50. Mereka diminta menilai pidato yang dibawakan oleh masing-masing peserta didik. <strong> Catatan:</strong> Pendidik mengingatkan peserta didik untuk menilai secara objektif. Artinya, penilaian yang dibuat bukan berdasarkan kedekatan hubungan pertemanan, melainkan pada kualitas pidato yang disampaikan</li>
   <li>Pendidik bertugas sebagai pembawa acara dan peserta didik yang tidak maju ke depan kelas adalah penonton. Pendidik mengajak peserta didik untuk menciptakan suasana kelas yang seru dan menyenangkan, dengan membayangkan bahwa kelas tersebut merupakan studio televisi yang menjadi tempat digelarnya acara realitas (<em>reality show</em>). Peserta didik boleh bertepuk tangan jika isi pidato mengesankan.</li>
   <li>Sebelum peserta didik berpidato, pendidik mengajak peserta didik yang menjadi penonton untuk memberikan mantra aba-aba berupa: “<em>lampu, kamera, action!</em>”, berikut gerakan khasnya.</li>
   <li>Setiap peserta didik yang menjadi penonton memberikan nilai untuk peserta didik yang tampil di hadapan kelas. Nilai akhir akan diambil berdasarkan rata-rata nilai yang diperoleh.</li>
  </ol>
  <p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="Penilaian Dewan Juri" src="https:// lh5.googleusercontent.com/ 0cDF7BPq4lt2hBeF1tNjV6kei6WjqA9WXlMYSkl3IeLg7pNld4Yih9jT0wJKWisVZ7N1EVTHrSQLsbLArou35nEOTz9NF24fKBrq3BpkYo_ 8TwgZI7bQcQWcfZ2IafjPATGgvt6HFmg" width="300px;" height="242px;" /></p>
  <h2>Hikmah yang Didapat</h2>
4. Guru bertugas sebagai pembawa acara. Guru mengajak siswa menciptakan suasana kelas yang seru dan menyenangkan dengan membayangkan bahwa kelas pidato ini seperti acara <em>reality show</em> yang ada di televisi. Penonton boleh bertepuk tangan jika isi pidato mengesankan. <p dir="ltr">Peserta didik diharapkan mampu mengendalikan rasa grogi, sekaligus terbiasa tampil di hadapan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adanya penilaian dari peserta didik lain juga dapat memotivasi untuk meningkatkan kualitas pidato di pembelajaran berikutnya.</p>
5. Sebelum peserta berpidato, guru mengajak 'audiens' untuk memberikan mantra aba-aba “<em>Lampu, kamera, action</em>!” berikut gerakannya.  
6. Setiap audiens memberikan nilai untuk setiap peserta. Nilai akhir akan diambil berdasarkan rata-rata nilai yang diberikan oleh penonton.  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Penilaian-Dewan- Juri.png"><img class="size-medium wp-image-5000 aligncenter" alt="Penilaian Dewan Juri" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Penilaian-Dewan- Juri-300x242.png" width="300" height="242" /></a>  
<h2>Lesson Learned</h2>   
zzz  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply