Revision 5609 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Patung Manusia Berbahasa Inggris

     

patung manusia berbahasa inggris

Abstraksi Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut. Latar Belakang Kondisi Kelas Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan. Tujuan Pengunaan Produk atau Metode Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris". Teori 1. Bagian Kepala
  • Hair
  • Eye
  • Eyebrow
  • Lips
  • Teeth
  • Cheek
  • Chin
  • Ear
2.   Bagian Badan
  • Neck
  • Chest
  • Stomach
  • Arm
  • Hand
  • Wrist
  • Elbow
  • Finger
  • Shoulder
3. Bagian Kaki
  • Thigh
  • Ankle
  • Leg
  • Knee
  • Calf
  • Toes
Metode Alat dan Bahan
  1. Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm
  2. Krayon, spidol warna atau pensil warna
  3. Isolasi kertas
Langkah Pembelajaran Proses Pembuatan Produk/Metode
  1. Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.
  2. Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.
  Penerapan Produk/Metode di Kelas
  1. Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.
  2. Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.
  3. Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.
  4. Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.
  5. Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.
Pelajaran yang Dapat Diambil Hikmah Pembelajaran
  1. Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.
  2. Peserta didik menjadi lebih kreatif.
  3. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Kesimpulan Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!  

Revisions

Revision Differences

March 11, 2014 @ 22:33:29Current Revision
Content
<p style="text-align: justify"><i>ini adalah template penulisan Ruang Belajar. Penulis dapat menuliskan konten tulisan dengan mengganti penjelasan yang berada di dalam kurung ( . . . . . ) sesuai dengan poin yang diminta.</i></p>  
<p style="text-align: justify"><i> </i></p>  
  &nbsp;
  &nbsp;
  &nbsp;
  <h2 style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris.jpg"><img class="size-medium wp-image-5966 aligncenter" alt="patung manusia berbahasa inggris" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris-300x223.jpg" width="300" height="223" /></a></h2>
<h2 style="text-align: justify">Abstraksi</h2>  <strong>Abstraksi</strong>
<p style="text-align: justify">(   Siswa kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC mengalami kesulitan untuk memahami kosakata bahasa Inggris bagian-bagian tubuh manusia yang lebih banyak dan detail. Metode dengan menggunakan lagu belum dapat memuat semua kosakata. Untuk memudahkan siswa mengingat serta memahaminya, diperlukan metode yang unik dan menyenangkan agar selalu diingat oleh otak. Oleh karena itu, saya mengajak siswa untuk bermain dengan menggunakan flash card yang sedikit diberi variasi.     )</p> Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut.<b></b>
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Latar Belakang</h2>  <strong>Latar Belakang</strong>
<p style="text-align: justify">(    Bagian latar belakang menceritakan latar belakang dari proses pembelajaran yang akan diceritakan. Pada bagian latar belakang minimalnya terdiri dari:     )</p>  
<h3 style="text-align: justify">     Kondisi Kelas</h3>  
  <b>Kondisi Kelas</b>
  Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan.
  <b>Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</b>
<p style="text-align: justify">(     Kondisi kelas atau lapangan berisi tentang gambaran maupun keadaan kelas, jumlah siswa, ukuran kelas, keadaan siswa, demografi siswa, dan keadaan lingkungan di sekitar kelas.     )</p> Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan.
<h3 style="text-align: justify">     Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</h3>   
  <strong>Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</strong>
<p style="text-align: justify">(   Latar belakang penerapan produk atau metode berisi tentang permasalahn yang terjadi di dalam kelas. Permasalahan tersebut akhirnya memerlukan pemecahan berupa solusi. Misalnya, menggunakan metode pengamatan karena peristiwa yang diamati dapat ditemukan di sekitar sekolah, seperti: proses penyerbukan, pengikisan batuan di aliran sungai, dll.     )</p> Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris".
<h3 style="text-align: justify">     Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</h3>   
<p style="text-align: justify">(     Tujuan penerapan produk atau metode adalah harapan yang akan digapai setelah penerapan produk atau metode. Tak hanya itu, tujuan juga berisi kompetensi yang hendak dimiliki siswa setelah proses pembelajaran.     )</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Teori</h2>  
<p style="text-align: justify">(   Pada bagian teori atau penjelasan materi menjelaskan tentang definisi pada materi atau pelajaran yang dihadirkan ke kelas. Misalnya, simbiosis adalah .....      )</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Metode</h2>  
<p style="text-align: justify">(   Metode berisi tentang penjabaran dan penjelasan komponen-komponen yang diperlukan, tata cara pembuatan produk, maupun proses penerapan metode di dalam kelas. Bagian ini setidaknya mengandung informasi yang terdiri dari:      )</p>  
<h3 style="text-align: justify">     Alat dan Bahan</h3>  
<p style="text-align: justify">(    Alat dan bahan terdiri dari penjabaran komponen atau bagian yang diperlukan dalam proses pembuatan produk. Tak hanya itu, alat dan bahan juga merupakan penjabaran dari hal-hal sekiranya dibutuhkan dalam penerapan metode di dalam kelas. Jika memang ada bahan-bahan yang sekiranya asing bagi masyarakat luar maupun awam maka diharapkan penulis menyertakan gambarnya. Contohnya :     )</p>  
<ul style="text-align: justify">  
<li>Kardus bekas</li>  
  <strong>Teori</strong>
  <b></b><b>1. Bagian Kepala</b>
  <ul>
   <li>Hair</li>
   <li>Eye</li>
   <li>Eyebrow</li>
   <li>Lips</li>
   <li>Teeth</li>
   <li>Cheek</li>
   <li>Chin</li>
<li>Krayon</li>   <li>Ear</li>
<li>Pensil warna</li>  
<li>Spidol</li>   
<li>Cat air</li>   
<li>Cat minyak</li>   
<li>Gunting</li>  
</ul> </ul>
  <strong>2.  </strong><b> </b><b>Bagian Badan</b>
  <ul>
   <li>Neck</li>
   <li>Chest</li>
   <li>Stomach</li>
   <li>Arm</li>
   <li>Hand</li>
   <li>Wrist</li>
   <li>Elbow</li>
   <li>Finger</li>
   <li>Shoulder</li>
  </ul>
  <b>3. </b><b>Bagian Kaki</b>
  <ul>
   <li>Thigh</li>
   <li>Ankle</li>
   <li>Leg</li>
   <li>Knee</li>
   <li>Calf</li>
   <li>Toes</li>
  </ul>
  <strong>Metode</strong>
  <b>Alat dan Bahan</b>
  <ol>
   <li>Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm</li>
   <li>Krayon, spidol warna atau pensil warna</li>
   <li>Isolasi kertas</li>
  </ol>
  <b>Langkah Pembelajaran</b>
<h3 style="text-align: justify">     Proses Pembuatan Produk atau Metode</h3>  <b>Proses Pembuatan Produk/Metode</b>
  <ol>
   <li>Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.</li>
   <li>Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.</li>
   <li>Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.</li>
  </ol>
  &nbsp;
  <b>Penerapan Produk/Metode di Kelas</b>
  <ol>
   <li>Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.</li>
<p style="text-align: justify">(   Proses pembuatan produk merupakan deretan langkah-langkah yang memperjelas penciptaan produk. Langkah-langkah tersebut jikalau memang dirasa abstrak atau sulit untuk dipahami dan diikuti pembaca, maka sertakan gambar ilustrasinya agar membantu pemahaman pembaca. Ilustrasi dapat berupa gambar, foto <b>(ukuran foto maksimum 300 kb)</b>, bahkan video <i>embedded</i> yang sudah terlebih dahulu diunggah di portal seperti YouTube atau Vimeo. Penulis juga diberi kebebasan jika ingin memberikan beberapa tips dalam proses pembuatan produk. Pada dasarnya, penjelasan proses pembuatan, hendaknya dibuat terperinci dan sistematis. Tak hanya itu, dalam penulisannya dibuat dengan sistem <i>numbering</i>. Contohnya :     )</p>  <li>Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.</li>
<ol style="text-align: justify">  
<li>Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kardus bekas. Kemudian guru mengajak siswa memotong kardus bekas menjadi bentuk bangun sederhana (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga) dengan berbagai ukuran yang berbeda-beda (besar dan kecil).</li>  
   <li>Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.</li>
   <li>Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.</li>
<li>Guru meminta siswa menggunting bagian tengah bangun datar yang telah digunting sebelumnya, untuk mengkaitkan bangun datar satu sama lainnya.</li>  <li>Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.</li>
<li>Siswa diajak memberikan warna pada bangun datar yang sudah selesai digunting. Bisa menggunakan krayon, pensil warna atau cat. Cat kedua sisi bangun datar agar lebih menarik.</li>  
<li>Siswa diajak menggabungkan masing-masing bangun datar menjadi sebuah bentuk baru yang membentuk suatu patung abstrak. Guru mengingatkan siswa agar memerhatikan keseimbangan patung agar tidak jatuh saat dibentuk.</li>  
  </ol>
  <strong>Pelajaran yang Dapat Diambil</strong>
  <b>Hikmah Pembelajaran</b>
  <ol>
   <li>Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.</li>
   <li>Peserta didik menjadi lebih kreatif.</li>
   <li>Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
</ol> </ol>
<h3 style="text-align: justify">     Proses Penerapan Produk atau metode</h3>  
  <strong>Kesimpulan</strong>
<p style="text-align: justify">(    Penerapan metode merupakan penjelasan implementasi dari suatu metode di dalam kelas. Sama halnya dengan proses pembuatan produk, proses penerapan metode pun terdiri dari rincian tahapan yang dijabarkan secara sistematis. Ilustrasi berupa gambar ataupun video diperlukan, jika suatu proses penerapan metode dirasa abstrak untuk dipahami.     )</p> Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Pelajaran yang Dapat Diambil</h2>  
<p style="text-align: justify">(    Pelajaran yang dapat diambil berisi mengenai uraian tentang dampak atau hasil yang bersifat langsung maupun tidak langsung dari penerapan produk maupun metode. Tak hanya itu, pada bagian ini juga terdapat manfaat dari penerapan produk dan metode.     )</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Kesimpulan</h2>   
<p style="text-align: justify">(    Kesimpulan berisi tentang kata-kata penutup dan penjelasan hasil yang didapat setelah penerapan produk maupun metode. Tak hanya itu, kesimpulan juga menjelaskan temuan-temuan yang didapat setelah penerapan produk maupun metode.     )</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Referensi</h2>  
<p style="text-align: justify">(     Referensi berisi tentang daftar kepustakaan ataupun rujukan yang dipakai dalam penulisan artikel maupun proses pembuatan dan penerapan metode.     )</p>  
  &nbsp;

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No tags for this post.

No comments yet.

Leave a Reply