Revision 5613 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Patung Manusia Berbahasa Inggris

     

patung manusia berbahasa inggris

Abstraksi Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut. Latar Belakang Kondisi Kelas Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan. Tujuan Pengunaan Produk atau Metode Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris". Teori 1. Bagian Kepala
  • Hair
  • Eye
  • Eyebrow
  • Lips
  • Teeth
  • Cheek
  • Chin
  • Ear
2.   Bagian Badan
  • Neck
  • Chest
  • Stomach
  • Arm
  • Hand
  • Wrist
  • Elbow
  • Finger
  • Shoulder
3. Bagian Kaki
  • Thigh
  • Ankle
  • Leg
  • Knee
  • Calf
  • Toes
Metode Alat dan Bahan
  1. Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm
  2. Krayon, spidol warna atau pensil warna
  3. Isolasi kertas
Langkah Pembelajaran Proses Pembuatan Produk/Metode
  1. Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.
  2. Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.
  Penerapan Produk/Metode di Kelas
  1. Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.
  2. Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.
  3. Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.
  4. Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.
  5. Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.
Pelajaran yang Dapat Diambil Hikmah Pembelajaran
  1. Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.
  2. Peserta didik menjadi lebih kreatif.
  3. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Kesimpulan Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!  

Revisions

Revision Differences

March 11, 2014 @ 22:45:04Current Revision
Content
   
   
   
<i><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ IMG_36591.jpg"><img class="size-medium wp-image-5608 aligncenter" alt="IMG_3659" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ IMG_36591-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></i>  <h2 style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris.jpg"><img class="size-medium wp-image-5966 aligncenter" alt="patung manusia berbahasa inggris" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris-300x223.jpg" width="300" height="223" /></a></h2>
<h2 style="text-align: justify">Abstraksi</h2>  <strong>Abstraksi</strong>
<p style="text-align: justify">Siswa kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC mengalami kesulitan untuk memahami kosakata bahasa Inggris bagian-bagian tubuh manusia yang lebih banyak dan detail. Metode dengan menggunakan lagu belum dapat memuat semua kosakata. Untuk memudahkan siswa mengingat serta memahaminya, diperlukan metode yang unik dan menyenangkan agar selalu diingat oleh otak. Oleh karena itu, saya mengajak siswa untuk bermain dengan menggunakan flash card yang sedikit diberi variasi.</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
  Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut.<b></b>
<h2 style="text-align: justify">Latar Belakang</h2>  <strong>Latar Belakang</strong>
<h3 style="text-align: justify">Kondisi Kelas</h3>  <b>Kondisi Kelas</b>
  Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan.
  <b>Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</b>
  Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan.
  <strong>Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</strong>
<p style="text-align: justify">Siswa kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 orang, 8 orang perempuan dan 16 laki-laki. Beberapa siswa sangat aktif dan seringkali membuat gaduh kelas. Dan juga ada beberapa siswa yang sangat pasif sehingga sulit untuk mengetahui apakah mereka paham akan materi yang disampaikan.</p> Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris".
<h3 style="text-align: justify">Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</h3>   
<p style="text-align: justify">Dalam bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk mempelajari ke tingkat selanjutnya, listening, speaking, reading dan writing. Otak akan mengingat hal-hal yang tidak biasa dalam jangka waktu yang lama. Jika metode pengajaran yang dilakukan hanya biasa saja, kemungkinan besar akan hanya dapat diingat oleh siswa dalam jangka waktu yang pendek. Dari yang saya pelajari, using real object atau menggunakan objek sebenarnya adalah salah satu metode efektif karena dapat menarik perhatian siswa dan terekam dengan baik oleh otak.</p>  
<h3 style="text-align: justify">Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</h3>   
<p style="text-align: justify">Mengajak siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu juga menarik perhatian siswa, metode ini dapat membantu siswa mengingat kosakata melalui pengalaman unik dan menyenangkan yang diingat oleh otak.</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
  <strong>Teori</strong>
  <b></b><b>1. Bagian Kepala</b>
  <ul>
   <li>Hair</li>
   <li>Eye</li>
   <li>Eyebrow</li>
   <li>Lips</li>
<h2 style="text-align: justify">Teori</h2>  <li>Teeth</li>
<p style="text-align: justify">Head, Hair, Eye, Eyebrow, Lips, Teeth, Cheek, Ear, Neck, Chest, Stomach, Arm, Hand, Wrist, Elbow, Finger, Leg, Knee, Foot, Toes</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Metode</h2>  
   <li>Cheek</li>
   <li>Chin</li>
   <li>Ear</li>
  </ul>
  <strong>2.  </strong><b> </b><b>Bagian Badan</b>
  <ul>
   <li>Neck</li>
   <li>Chest</li>
   <li>Stomach</li>
   <li>Arm</li>
   <li>Hand</li>
   <li>Wrist</li>
   <li>Elbow</li>
   <li>Finger</li>
   <li>Shoulder</li>
  </ul>
  <b>3. </b><b>Bagian Kaki</b>
  <ul>
   <li>Thigh</li>
   <li>Ankle</li>
   <li>Leg</li>
   <li>Knee</li>
   <li>Calf</li>
   <li>Toes</li>
  </ul>
  <strong>Metode</strong>
<h3 style="text-align: justify">Alat dan Bahan</h3>  <b>Alat dan Bahan</b>
Alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini dapat memanfaatkan bahan-bahan yang jarang digunakan.  
<ol> <ol>
<li>Kardus bekas yang sudah digunting ukuran 7,5 cm x 17,5 cm (guru dapat meminta siswa untuk mempersiapkannya dari rumah)</li>   <li>Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm</li>
<li>Crayon, spidol warna atau pensil warna</li>   <li>Krayon, spidol warna atau pensil warna</li>
<li>Selotip kertas</li>   <li>Isolasi kertas</li>
</ol> </ol>
<h3 style="text-align: justify">Langkah Pembelajaran</h3>  <b>Langkah Pembelajaran</b>
  <b>Proses Pembuatan Produk/Metode</b>
<ol> <ol>
<li>Pada pertemuan sebelumnya, saya telah mengajarkan siswa lagu head, shoulder, knee and toes. Oleh karena itu, pada awal pelajaran siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia. Guru menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis.Guru membagi satu kosakata untuk satu orang siswa. Jumlah kata yang ingin dipelajari tergantung dari kebutuhan.</li>  
   <li>Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.</li>
   <li>Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.</li>
<li>Siswa menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh kita kata yang dimaksud. Atau dengan memberikan petunjuk, sehingga siswa dapat menebak artinya.</li>   <li>Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.</li>
<li>Tiap satu orang siswa mendapatkan satu kosakata yang telah dibagi oleh guru. Pembagian dapat dilakukan secara berurutan sesuai dengan tempat duduk siswa.</li>  
<li>Siswa menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.</li>  
<li>Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, siswa dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas siswa laki-laki dan perempuan, anak yang pendiam dan anak yang aktif.</li>  
<li>Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Tiap kelompok menentukan yang menjadi patung dan penjaga patung. Guru dapat memilih siswa laki-laki yang pendiam untuk dijadikan patung dan siswa perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung. Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.</li>  
<li>Agar lebih tertib, guru dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.</li>  
</ol> </ol>
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
  &nbsp;
  <b>Penerapan Produk/Metode di Kelas</b>
  <ol>
   <li>Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.</li>
   <li>Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.</li>
   <li>Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.</li>
   <li>Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.</li>
   <li>Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.</li>
  </ol>
<h2 style="text-align: justify">Pelajaran yang Dapat Diambil</h2>  <strong>Pelajaran yang Dapat Diambil</strong>
<p style="text-align: justify">Kegiatan unik dan menyengankan ini dapat membuat siswa untuk memahami kosakata bahasa Inggris dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu juga mengajarkan siswa untuk dapat bekerja sama dalam kelompok dengan anggota kelompok yang bervariasi.</p>  
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
  <b>Hikmah Pembelajaran</b>
  <ol>
   <li>Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.</li>
   <li>Peserta didik menjadi lebih kreatif.</li>
   <li>Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
  </ol>
<h2 style="text-align: justify">Kesimpulan</h2>  <strong>Kesimpulan</strong>
<p style="text-align: justify">Para siswa terlihat senang dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini lebih baik sehingga materi yang disampaikanpun dapat dipahami lebih lama. Selamat mencoba.</p>  Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Referensi</h2>  
<p style="text-align: justify">(     Referensi berisi tentang daftar kepustakaan ataupun rujukan yang dipakai dalam penulisan artikel maupun proses pembuatan dan penerapan metode.     )</p>  
  &nbsp;

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No tags for this post.

No comments yet.

Leave a Reply