Revision 5969 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Patung Manusia Berbahasa Inggris

     

patung manusia berbahasa inggris

Abstraksi Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut. Latar Belakang Kondisi Kelas Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan. Tujuan Pengunaan Produk atau Metode Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris". Teori 1. Bagian Kepala
  • Hair
  • Eye
  • Eyebrow
  • Lips
  • Teeth
  • Cheek
  • Chin
  • Ear
2.   Bagian Badan
  • Neck
  • Chest
  • Stomach
  • Arm
  • Hand
  • Wrist
  • Elbow
  • Finger
  • Shoulder
3. Bagian Kaki
  • Thigh
  • Ankle
  • Leg
  • Knee
  • Calf
  • Toes
Metode Alat dan Bahan
  1. Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm
  2. Krayon, spidol warna atau pensil warna
  3. Isolasi kertas
Langkah Pembelajaran Proses Pembuatan Produk/Metode
  1. Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.
  2. Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.
  Penerapan Produk/Metode di Kelas
  1. Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.
  2. Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.
  3. Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.
  4. Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.
  5. Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.
Pelajaran yang Dapat Diambil Hikmah Pembelajaran
  1. Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.
  2. Peserta didik menjadi lebih kreatif.
  3. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Kesimpulan Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!  

Revisions

Revision Differences

June 23, 2014 @ 11:03:47Current Revision
Content
   
   
   
<h2 style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris.jpg"><img class="size-medium wp-image-5966 aligncenter" alt="patung manusia berbahasa inggris" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris-300x223.jpg" width="300" height="223" /></a></h2> <h2 style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris.jpg"><img class="size-medium wp-image-5966 aligncenter" alt="patung manusia berbahasa inggris" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/03/ patung-manusia-berbahasa- inggris-300x223.jpg" width="300" height="223" /></a></h2>
<strong>Abstraksi</strong> <strong>Abstraksi</strong>
Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut.<b></b> Peserta didik kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPS mengalami kesulitan memahami kosakata bagian-bagian tubuh manusia dalam bahasa Inggris. Meskipun penggunaan metode melalui lagu telah digunakan dalam pembelajaran, namun belum dapat memuat semua kosakata tersebut. Permainan "Patung Manusia Berbahasa Inggris" dapat memudahkan para peserta didik dalam mengingat dan memahami lebih banyak kosakata bagian-bagian tubuh manusia secara lebih detail. Permainan ini dilaksanakan dengan metode penggunaan kartu kata yang unik dan menyenangkan. Peserta didik dilibatkan untuk berperan menjadi patung manusia tersebut.<b></b>
<b>Latar Belakang</b>  <strong>Latar Belakang</strong>
<b>Kondisi Kelas</b> <b>Kondisi Kelas</b>
Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Rombongan belajar kelas VI SDN Inpres Ondo Ondolu SPC berjumlah 24 peserta didik, terdiri dari delapan peserta didik perempuan dan enam belas peserta didik laki-laki. Karakter peserta didik di kelas ini beraneka ragam, beberapa peserta didik sangat aktif dan seringkali membuat kegaduhan, sedangkan beberapa peserta didik lainnya bersifat pasif. Oleh karena itu, pendidik mengalami kesulitan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang disampaikan.
<b>Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</b> <b>Latar Belakang Penerapan Produk atau Metode</b>
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, pemahaman kosakata merupakan kunci dasar untuk pembelajaran ke tingkat selanjutnya. Sayangnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata yang disampaikan.
<b>Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</b>  <strong>Tujuan Pengunaan Produk atau Metode</strong>
Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris". Menurut pendidik, penggunaan  kartu kata yang unik dan menyenangkan adalah salah satu metode efektif, karena dapat menarik perhatian peserta didik. Hal inilah yang mendorong pendidik mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni "Patung Manusia Berbahasa Inggris".
<b>Teori</b>  <strong>Teori</strong>
<b></b><b>1. Bagian Kepala</b> <b></b><b>1. Bagian Kepala</b>
<ul> <ul>
<li>Hair</li>  <li>Hair</li>
<li>Eye</li>  <li>Eye</li>
<li>Eyebrow</li>  <li>Eyebrow</li>
<li>Lips</li>  <li>Lips</li>
<li>Teeth</li>  <li>Teeth</li>
<li>Cheek</li>  <li>Cheek</li>
<li>Chin</li>  <li>Chin</li>
<li>Ear</li>  <li>Ear</li>
</ul> </ul>
<strong>2.  </strong><b> </b><b>Bagian Badan</b> <strong>2.  </strong><b> </b><b>Bagian Badan</b>
<ul> <ul>
<li>Neck</li>  <li>Neck</li>
<li>Chest</li>  <li>Chest</li>
<li>Stomach</li>  <li>Stomach</li>
<li>Arm</li>  <li>Arm</li>
<li>Hand</li>  <li>Hand</li>
<li>Wrist</li>  <li>Wrist</li>
<li>Elbow</li>  <li>Elbow</li>
<li>Finger</li>  <li>Finger</li>
<li>Shoulder</li>  <li>Shoulder</li>
</ul> </ul>
<b>3. </b><b>Bagian Kaki</b> <b>3. </b><b>Bagian Kaki</b>
<ul> <ul>
<li>Thigh</li>  <li>Thigh</li>
<li>Ankle</li>  <li>Ankle</li>
<li>Leg</li>  <li>Leg</li>
<li>Knee</li>  <li>Knee</li>
<li>Calf</li>  <li>Calf</li>
<li>Toes</li>  <li>Toes</li>
</ul> </ul>
<b>Metode</b>  <strong>Metode</strong>
<b>Alat dan Bahan</b> <b>Alat dan Bahan</b>
  <ol>
1. Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm   <li>Kardus bekas pakai berukuran 7,5 cm x 17,5 cm</li>
2. Krayon, spidol warna atau pensil warna   <li>Krayon, spidol warna atau pensil warna</li>
3. Isolasi kertas   <li>Isolasi kertas</li>
  </ol>
<b>Langkah Pembelajaran</b> <b>Langkah Pembelajaran</b>
<b>Proses Pembuatan Produk/Metode</b> <b>Proses Pembuatan Produk/Metode</b>
<ol> <ol>
<li>Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.</li>  <li>Pada pertemuan sebelumnya, pendidik telah mengajarkan lagu head, shoulder, knee and toes kepada peserta didik. Oleh karena itu, pada awal pelajaran peserta didik telah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian bagian tubuh manusia.</li>
<li>Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.</li>  <li>Pendidik menuliskan kosakata bahasa Inggris bagian tubuh manusia sebanyak 24 buah di papan tulis. Pendidik membagi tiap-tiap kosakata kepada satu orang peserta didik secara berurutan sesuai tempat duduk mereka. Jumlah kata yang ingin dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan.</li>
<li>Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.</li>  <li>Peserta didik menuliskan arti kosakata dalam bahasa Inggris. Jika mereka tidak mengetahuinya, maka dapat menunjuk bagian tubuh yang tertulis pada kata dimaksud. Pendidik juga dapat memberikan petunjuk, sehingga peserta didik dapat menebak artinya.</li>
</ol> </ol>
  &nbsp;
<b>Penerapan Produk/Metode di Kelas</b> <b>Penerapan Produk/Metode di Kelas</b>
<ol> <ol>
<li>Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.</li>  <li>Peserta didik menuliskan kosakata yang mereka dapatkan di kertas kardus yang telah mereka persiapkan dari rumah.</li>
<li>Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.</li>  <li>Setelah memberi selotip kertas pada bagian belakang kardus, peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 orang. Pembagian kelompok ini sangat penting. Yang harus diperhatikan adalah setiap kelompok terdiri atas peserta didik laki-laki dan perempuan. Selain itu dalam setiap kelompok juga menyertakan peserta didik yang pendiam dan peserta didik yang aktif.</li>
<li>Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.</li>  <li>Skenario cerita yang dibuat adalah patung manusia. Setiap kelompok menentukan siapa yang berperan menjadi patung dan penjaga patung. Pendidik dapat memilih peserta didik laki-laki yang pendiam untuk berperan sebagai patung dan peserta didik perempuan yang aktif untuk menjadi penjaga patung.</li>
<li>Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.</li>  <li>Sang patung harus rela untuk ditempeli kardus kosakata yang telah diberi selotip oleh setiap anggota kelompok. Penjaga patung harus menjelaskan kepada pengunjung bagian-bagian patung dan menyebutkan kosakata bahasa Inggris kepada para pengunjung.</li>
<li>Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.</li>  <li>Agar lebih tertib, pendidik dapat mengatur anggota kelompok yang menjadi pengunjung untuk dapat mengunjungi setiap patung secara berkelompok dan bergantian.</li>
</ol> </ol>
<b>Pelajaran yang Dapat Diambil</b>  <strong>Pelajaran yang Dapat Diambil</strong>
<b>Hikmah Pembelajaran</b> <b>Hikmah Pembelajaran</b>
<ol> <ol>
<li>Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.</li>  <li>Permainan ini dapat membentuk karakter peserta didik agar lebih komunikatif, meningkatkan konsentrasi dan membina kekompakan.</li>
<li>Peserta didik menjadi lebih kreatif.</li>  <li>Peserta didik menjadi lebih kreatif.</li>
<li>Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>  <li>Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
</ol> </ol>
<b>Kesimpulan</b>  <strong>Kesimpulan</strong>
Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba! Para peserta didik terlihat senang dan ceria dengan metode ini. Mereka banyak tertawa karena melihat teman-teman mereka menjadi patung. Hal ini menjadi suatu hal yang menyenangkan dan dapat membuat mereka mengingat proses pembelajaran ini dengan lebih baik. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diingat dalam memori jangka panjang. Selamat mencoba!
&nbsp; &nbsp;

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No tags for this post.

No comments yet.

Leave a Reply