Ulangan Harian dengan Metode Pameran Soal


Metode :: Pengamatan , Percobaan & Simulasi , Presentasi , Menonton

Tags: ,

ABSTRAKSI

Seperti di sekolah-sekolah lain pada umumnya, di SDN 01 Bangun Jaya Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, atau evaluasi belajar seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi para peserta didik. Ada tekanan tersendiri yang dirasakan oleh peserta didik sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. Untuk menyiasati rasa takut tersebut, penulis mengubah cara pandang peserta didik terhadap / dengan cara mengubah suasana kelas menjadi layaknya suasana sebuah pameran. Tetapi pameran yang dimaksud di sini tentu bukan pameran lukisan atau karya seni lainnya, melainkan pameran karya olah otak yang berupa soal­-soal latihan.

Latar Belakang

Maret merupakan “Bulan Panas” karena hujan mulai jarang menyapa Kabupaten Tulang BawangBarat, Lampung. Angin dan udara panas pun segera berakrab ria dengan penduduk daerah dataran rendah di pulau Sumatera itu. Pada saat-­saat seperti ini, tempat yang paling disukai para peserta didik di SDN 01 Bangun Jaya adalah tempat­-tempat di pojok sekolah, di bawah pohon akasia. Panasnya cuaca ini seakan mengiringi suasana sekolah yang juga mulai terasa “panas” karena para peserta didik kelas VI harus banyak mengerjakan latihan soal untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. Kata ulangan, tes atau ujian menjadi kata yang seringkali menakutkan bagi para peserta didik, sehingga mereka cenderung merasa tertekan. Tetapi apa boleh buat, evaluasi belajar  harus tetap dilaksanakan.

Sebagai upaya untuk mengurangi ketakutan peserta didik dalam menghadapi tes atau ujian ini, penulis menerapkan metode pameran soal. Penulis mengubah suasana kelas bak ruang pameran. Hanya saja hal yang dipajang pada pameran ini bukanlah lukisan atau perhiasan, melainkannpajangan yang berupa karya olah otak, yaitu soal­soal.

“Pameran soal ? Apa pula ini, Bu?” Tanya salah satu peserta didik.

Aha! Ada yang penasaran? Mari kita simak bagaimana suasananya.

 Metode

Alat dan Bahan

  1. Kertas Plano dipotong 2 x 2  m
  2. Spidol
  3. Selotip putih (double tape)
  4. Laptop* (Bisa diganti benda lain yang berfungsi sama)
  5. Pengeras suara yang mudah dibawa­bawa

Proses

  1. Menyiapkan kertas plano berukuran 2 x 2 m.
  2. Menuliskan soal­soal pada kertas plano tersebut.
  3. Menempelkan kertas plano pada dinding di ruangan kelas.

Penerapan Metode Dalam Kelas

  1. Peserta didik berada di luar kelas selama 10 menit pertama. Hal ini selain bertujuan        agar peserta didik mengulang kembali materi yang telah disampaikan juga dimaksudkan    untuk membangkitkan keingintahuan mereka.
  2. Pendidik memajang kertas plano yang berisi soal-­soal di pojok-­pojok kelas.
  3. Setelah siap, minta pasa peserta didik untuk berbaris di depan pintu kelas. Bagi peserta    didik menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah kertas pameran soal. Peserta didik hanya  diperbolehkan membawa selembar kertas dan pena saat memasuki kelas.
  4. Hidupkan alunan musik yang lembut dan menenangkan. Agar suasana menjadi lebih  hidup, pendidik bisa berperan sebagai pemandu pameran.
  5. Persilakan peserta didik masuk sambil mengatakan, “Halo anak­anak, selamat  ______. Perkenalkan saya Nona Sani. Hari ini saya menjadi pemandu kalian untuk berkunjung  ke pameran ini. Siapa yang sudah pernah ke pameran?”
  6. Buatlah peserta didik bersemangat dengan sambutan awal ini.
  7. Peserta didik mulai melihat galeri soal secara berurutan sesuai kelompok. Beri batasan  waktu. Misalnya, satu kelompok bisa melihat dan mengerjakan soal dalam waktu 15 menit di  setiap jenis pajangan soal.
  8. Bersikaplah sebagai pemandu yang ramah tetapi tegas hingga waktu mengunjungi  pameran selesai.

Pelajaran Yang Didapat

saninovika

Melalui metode ini, evaluasi belajar bisa berlangsung dengan cara yang menyenangkan. Metode ini mudah untuk diterapkan karena selain murah juga tidak memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkannya. Tiga gaya belajar peserta didik, yaitu gaya penglihatan, pendengaran dan gerak tubuh bisa tercakup selama pelaksanaannya. Hal ini membuat peserta didik bisa memusatkan perhatian pada soal latihan masing­-masing sehingga rasa tegang dan cemas pun menjadi berkurang, bahkan mungkin hilang. Pelaksanaan evaluasi yang menyenangkan, bukan? Silakan dipraktekkan 🙂

 

Kesimpulan

  1. Metode ini bisa menghilangkan rasa jenuh dan takut peserta didik ketika menghadapi tes, ulangan  atau evaluasi belajar.
  2. Peserta didik bisa memusatkan perhatiannya pada latihan soal sehingga hasil yang memuaskan pun sangat dimungkinkan.

Referensi

Artikel ini berhubungan dengan beberapa artikel di bawah ini:

  1. Ulangan Matematika Keren dengan Pixel Math (28.8)
  2. (Bukan) Ulangan Matematika (23.7)
  3. Pameran Foto Enam Benua (23.2)
  4. Belajar Pidato dengan Metode ‘Reality Show’ (22.1

 

 

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply