Revision 6077 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Origosystem : Belajar Ilmu Sains & Sosial dengan Kolase Origami

 Abstraksi

Origosistem merupakan akronim dari origami dan ekosistem, sebuah bentuk pembelajaran kreatif untuk materi tematik kelas III. Materi ini meliputi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang mengenal makhluk hidup, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang lingkungan alam dan buatan, serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) tentang aplikasi seni rupa tiga dimensi. Origosistem juga mampu mengasah keterampilan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan memupuk rasa percaya diri siswa untuk melakukan presentasi karya di depan kelas. Tulisan ini akan membagikan pengalaman pendidik dalam menerapkan metode Origosistem di SDN 10 Rambang (kelas jauh) Talang Airguci, Rambang, .

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Peserta didik di SDN 10 Rambang (kelas jauh) umumnya punya kecerdasan kinestetik yang cukup bagus, baik motorik halus maupun kasar. Rasa ingin tahu terhadap hal baru juga sangat besar. Belajar di dalam kelas saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu mereka. Jumlah peserta didik kelas III ada 8 anak. Namun dalam praktiknya, kelas IV dan V juga ikut serta dalam proses pembelajaran karena faktor keterbatasan ruang kelas yang memadai. Jadi total peserta didik dapat melebihi 30 anak. Selain itu, ketiadaan buku paket juga menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik supaya mampu melakukan transfer materi dengan konkret. Karena itu, diperlukan aktivitas pembelajaran yang dapat melibatkan seluruh siswa yang ada di kelas namun tetap menyasar tujuan pembelajaran.

2. Membuat Origami

Tujuan Kegiatan

Pengenalan makhluk hidup (ilmu sains) dan lingkungan alam serta buatan (ilmu sosial) kurang menarik apabila hanya melalui buku teks. Materi seperti ini seharusnya divisualisasikan, baik melalui foto maupun video. Peserta didik pun akan lebih mudah memahami apabila visualisasi dikombinasikan dengan pengalaman langsung melalui praktikum.

Kali ini, pendidik mencoba dengan mengkombinasikan berbagai macam bentuk origami dengan sistem kolase. Peserta didik akan mengenal berbagai macam klasifikasi makhluk hidup, mulai manusia, hewan, dan tumbuhan, dari aneka ragam bentuk origami. Mereka juga dapat belajar ilmu sosial tentang lingkungan alam dan buatan dengan mengkombinasikan berbagai macam origami untuk membentuk sebuah ekosistem. Pendidik menggunakan Origosistem agar pembelajaran sains, sosial, dan seni rupa dalam tiga dimensi jadi asyik dan menyenangkan.

Metode

Alat dan bahan

  1. Kertas lipat
  2. Alfaboard sesuai kebutuhan (dapat diganti dengan kardus bekas).
  3. Plastik mika
  4. Gunting/pisau pemotong (cutter)
  5. Tip selofan dua sisi (doubletape)
  6. Spidol

Langkah kerja

Pertama Pendidik menyiapkan alat dan bahan.

1. Alat dan Bahan

Kedua Pendidik mengajak peserta didik untuk membuat berbagai macam bentuk origami yang dibutuhkan, mulai dari makhluk hidup yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sampai benda mati seperti rumah, mobil, pesawat, awan, dll. Pendidik mengajak peserta didik untuk menghias origami tersebut dengan spidol sesuai selera. Referensi bentuk origami dapat diambil di sini.

3. Hasil Origami

Ketiga Pendidik mengundang peserta didik untuk mengolaborasikan origami-origami itu dengan cara menempelkannya di atas papan alfaboard. Origo Keempat Pendidik meminta peserta didik untuk melapisi alfaboard yang sudah ditempeli origami dengan plastik mika.

5. Finishing

Kelima Origosistem sudah selesai. Pendidik bisa memberikan keterangan dengan kertas 'post it', apabila diperlukan.

Pelajaran yang dapat diambil

  1. Peserta didik mampu belajar ilmu sains dan sosial dengan cara yang asyik dan menyenangkan.
  2. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengapresiasi dan mengaplikasikan seni rupa tiga dimensi, khususnya kolase dan origami.
  3. Meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Indonesia dan kepercayaan diri ketika presentasi hasil karyanya.
  4. Pendidik juga dapat menyisipkan materi pembentukan karakter tentang sikap saling menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan, serta tentang lingkungan sehat dan tidak sehat.

Kesimpulan

Pendidik merasa metode Origosistem sangat efektif untuk materi pembelajaran tematik karena mampu menghimpun materi ilmu sains, sosial, bahasa Indonesia, dan Seni Budaya Kesenian (SBK).

Referensi

Berbagai macam bentuk origami kreatif bisa didapatkan di website en.club-origami.com yang dilindungi hak ciptanya. Selain itu, website ini selalu memperbarui kreasi bentuk origami baru dari berbagai penjuru dunia.

Revisions

Revision Differences

September 14, 2014 @ 18:11:47Current Revision
Title
Origosystem : Belajar Ilmu Sains & Sosial dengan Kolase Origami  Origosistem: Belajar Ilmu Sains dan Sosial dengan Kolase Origami
Content
<p style="text-align: justify"><i> </i></p>  
  <h2> Abstraksi</h2>
  <p style="text-align: justify;">Origosistem merupakan akronim dari origami dan ekosistem, sebuah bentuk pembelajaran kreatif untuk materi tematik kelas III. Materi ini meliputi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang mengenal makhluk hidup, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang lingkungan alam dan buatan, serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) tentang aplikasi seni rupa tiga dimensi. Origosistem juga mampu mengasah keterampilan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan memupuk rasa percaya diri siswa untuk melakukan presentasi karya di depan kelas. Tulisan ini akan membagikan pengalaman pendidik dalam menerapkan metode Origosistem di SDN 10 Rambang (kelas jauh) Talang Airguci, Rambang, Muara Enim.</p>
<h2 style="text-align: justify">Abstraksi</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Latar Belakang</h2>
<p style="text-align: justify"><i>Origosystem</i> merupakan singkatan dari Origami-Ecosystem. Sebuah bentuk pembelajaran kreatif untuk materi tematik Kelas 3. Meliputi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang mengenal makhluk hidup, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang lingkungan alam dan buatan, serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) tentang aplikasi seni rupa 3D. Origosystem juga mampu mengasah keterampilan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan memupuk rasa percaya diri siswa untuk melakukan presentasi karya di depan kelas.</p>   
<h2 style="text-align: justify">Latar Belakang<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 4.-Kolase.jpg">  
</a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 3.-Hasil-Origami.jpg">  
</a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 5.-Finishing.jpg">  
</a></h2>  
<h3 style="text-align: justify">     Kondisi Kelas</h3>  
Peserta didik di SDN 10 Rambang (kelas jauh) Talang Airguci, Rambang, Muara Enim, rata-rata punya kecerdasan kinestetik yang cukup bagus, baik motorik halus maupun kasar. Rasa ingin tahu terhadap hal baru juga sangat besar. Belajar di dalam kelas saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu mereka.  
<p style="text-align: justify">Jumlah siswa kelas 3 ada 8 anak. Namun dalam praktiknya, kelas 4 dan 5 juga ikut serta. Hal ini karena keadaan kelas rangkap, keterbatasan sarana-prasarana gedung sekolah. Kelas 1-5 berada dalam satu gedung semi permanen berukuran 4x9 m<sup>2</sup>. Jadi total peserta didik dapat melebihi 30 anak. Selain itu, ketiadaan buku paket juga menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik supaya mampu mentransfer materi dengan konkrit.</p>  
<h3 style="text-align: justify">     Tujuan Kegiatan</h3>  
  <h3>Kondisi Kelas</h3>
  Peserta didik di SDN 10 Rambang (kelas jauh) umumnya punya kecerdasan kinestetik yang cukup bagus, baik motorik halus maupun kasar. Rasa ingin tahu terhadap hal baru juga sangat besar. Belajar di dalam kelas saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu mereka. Jumlah peserta didik kelas III ada 8 anak. Namun dalam praktiknya, kelas IV dan V juga ikut serta dalam proses pembelajaran karena faktor keterbatasan ruang kelas yang memadai. Jadi total peserta didik dapat melebihi 30 anak. Selain itu, ketiadaan buku paket juga menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik supaya mampu melakukan transfer materi dengan konkret. Karena itu, diperlukan aktivitas pembelajaran yang dapat melibatkan seluruh siswa yang ada di kelas namun tetap menyasar tujuan pembelajaran.
  <h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 2.-Membuat-Origami.jpg"><img class="aligncenter" alt="2. Membuat Origami" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 2.-Membuat-Origami- 300x168.jpg" width="300" height="168" /></a></h2>
  <h3>Tujuan Kegiatan</h3>
Pengenalan makhluk hidup (ilmu sains) dan lingkungan alam serta buatan (ilmu sosial) kurang menarik apabila hanya melalui buku teks. Materi seperti ini seharusnya divisualisasikan, baik melalui foto maupun video. Peserta didik pun akan lebih mudah memahami apabila visualisasi dikombinasikan dengan pengalaman langsung melalui praktikum. Pengenalan makhluk hidup (ilmu sains) dan lingkungan alam serta buatan (ilmu sosial) kurang menarik apabila hanya melalui buku teks. Materi seperti ini seharusnya divisualisasikan, baik melalui foto maupun video. Peserta didik pun akan lebih mudah memahami apabila visualisasi dikombinasikan dengan pengalaman langsung melalui praktikum.
<p style="text-align: justify">Kali ini, saya mencoba dengan mengkombinasikan berbagai macam bentuk origami dengan sistem kolase. Peserta didik akan mengenal berbagai macam klasifikasi makhluk hidup, mulai manusia, hewan, dan tumbuhan, dari aneka ragam bentuk origami. Mereka juga dapat belajar ilmu sosial tentang lingkungan alam dan buatan dengan mengkombinasikan berbagai macam origami untuk membentuk sebuah ekosistem. Belajar sains, sosial, dan kesenian 3D dengan origosystem pun jadi asyik dan menyenangkan!</p>  <p style="text-align: justify;">Kali ini, pendidik mencoba dengan mengkombinasikan berbagai macam bentuk origami dengan sistem kolase. Peserta didik akan mengenal berbagai macam klasifikasi makhluk hidup, mulai manusia, hewan, dan tumbuhan, dari aneka ragam bentuk origami. Mereka juga dapat belajar ilmu sosial tentang lingkungan alam dan buatan dengan mengkombinasikan berbagai macam origami untuk membentuk sebuah ekosistem. Pendidik menggunakan Origosistem agar pembelajaran sains, sosial, dan seni rupa dalam tiga dimensi jadi asyik dan menyenangkan.</p>
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Metode</h2>  <h2>Metode</h2>
<h3 style="text-align: justify">     Alat dan Bahan</h3>  <h3>Alat dan bahan</h3>
<ol> <ol>
<li>Kertas lipat</li>  <li>Kertas lipat</li>
<li><i>Alfaboard </i>(dapat diganti dengan kardus bekas). NB : <i>Alfaboard</i> dapat diperoleh di <i>stationary</i> terdekat dengan berbagai macam warna sesuai kebutuhan dan selera.</li>   <li><i>Alfaboard </i>sesuai kebutuhan (dapat diganti dengan kardus bekas).</li>
<li>Plastik mika</li>  <li>Plastik mika</li>
<li>Gunting/cutter</li>  
   <li>Gunting/pisau pemotong (<em>cutter)</em></li>
<li>Doubletip (isolasi plastik)</li>  <li>Tip selofan dua sisi (<em>doubletape</em>)</li>
<li>Spidol</li>  <li>Spidol</li>
</ol> </ol>
  <h3>Langkah kerja</h3>
  <strong>Pertama</strong>
  Pendidik menyiapkan alat dan bahan.
  <h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 1.-Alat-dan-Bahan.jpg"><img class="aligncenter" alt="1. Alat dan Bahan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 1.-Alat-dan-Bahan- 300x169.jpg" width="300" height="169" /></a></h2>
  <strong>Kedua</strong>
  Pendidik mengajak peserta didik untuk membuat berbagai macam bentuk origami yang dibutuhkan, mulai dari makhluk hidup yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sampai benda mati seperti rumah, mobil, pesawat, awan, dll. Pendidik mengajak peserta didik untuk menghias origami tersebut dengan spidol sesuai selera. Referensi bentuk origami dapat <a title="Origami" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ Hanza-Origami.zip" target="_blank">diambil di sini.</a>
  <h2><strong></strong><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 3.-Hasil-Origami.jpg"><img class="aligncenter" alt="3. Hasil Origami" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 3.-Hasil-Origami- 300x212.jpg" width="300" height="212" /></a></h2>
  <strong>Ketiga</strong>
  Pendidik mengundang peserta didik untuk mengolaborasikan origami-origami itu dengan cara menempelkannya di atas papan <em>alfaboard</em>.
  <a style="font-size: 1.5em;" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 4.-Kolase.jpg"><img class="aligncenter" alt="Origo" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 4.-Kolase-300x168.jpg" width="300" height="168" /></a>
  <strong>Keempat</strong>
  Pendidik meminta peserta didik untuk melapisi alfaboard yang sudah ditempeli origami dengan plastik mika.
  <h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 5.-Finishing.jpg"><img class="aligncenter" alt="5. Finishing" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 5.-Finishing- 300x168.jpg" width="300" height="168" /></a></h2>
  <strong>Kelima</strong>
  Origosistem sudah selesai. Pendidik bisa memberikan keterangan dengan kertas '<em>post it</em>', apabila diperlukan.
<h3 style="text-align: justify">     Proses Pembuatan Produk atau Metode</h3> <h2>Pelajaran yang dapat diambil</h2>
1. Siapkan alat dan bahan   
<h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 1.-Alat-dan-Bahan.jpg"><img class="alignleft" alt="1. Alat dan Bahan" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 1.-Alat-dan-Bahan- 300x169.jpg" width="300" height="169" /></a></h2>   
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
2. Buatlah berbagai macam bentuk origami yang dibutuhkan. Mulai dari makhluk hidup yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sampai benda mati seperti rumah, mobil, pesawat, awan, dll. Hiaslah origami tersebut dengan spidol sesuai selera. Origami dapat <a title="Origami" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ Hanza-Origami.zip" target="_blank">diambil di sini.</a>   
<h2><strong></strong><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 3.-Hasil-Origami.jpg"><img alt="3. Hasil Origami" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 3.-Hasil-Origami- 300x212.jpg" width="300" height="212" /></a></h2>   
3. Kolaborasikan origami-origami itu dengan cara menempelkannya di atas papan alfaboard.  
<a style="font-size: 1.5em" href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 4.-Kolase.jpg"><img alt="Origo" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 4.-Kolase-300x168.jpg" width="300" height="168" /></a>   
4.  Lapisi alfaboard yang sudah ditempeli origami dengan plastik mika.  
<h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 5.-Finishing.jpg"><img alt="5. Finishing" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 5.-Finishing- 300x168.jpg" width="300" height="168" /></a></h2>   
<span style="font-style: italic;font-size: 1.17em;text-align: justify">5. Selesai! Berilah keterangan dengan </span><i style="font-size: 1.17em;text-align: justify">post it,</i><span style="font-style: italic;font-size: 1.17em;text-align: justify"> apabila diperlukan.</span>  
<h2></h2>  
<h2><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 2.-Membuat-Origami.jpg"><img alt="2. Membuat Origami" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2014/09/ 2.-Membuat-Origami- 300x168.jpg" width="300" height="168" /></a></h2>  
<h2></h2>  
&nbsp;  
<h3 style="text-align: justify"><span style="font-size: 1.5em">Pelajaran yang Dapat Diambil</span></h3>  
<ol> <ol>
<li>Peserta didik mampu belajar ilmu sains dan sosial dengan cara yang asyik dan menyenangkan.</li>  <li>Peserta didik mampu belajar ilmu sains dan sosial dengan cara yang asyik dan menyenangkan.</li>
<li>Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengapresiasi dan mengaplikasikan seni rupa 3D, khususnya kolase dan origami.</li>   <li>Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengapresiasi dan mengaplikasikan seni rupa tiga dimensi, khususnya kolase dan origami.</li>
<li>Meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Indonesia dan kepercayaan diri ketika presentasi hasil karyanya.</li>  <li>Meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Indonesia dan kepercayaan diri ketika presentasi hasil karyanya.</li>
<li>Pendidik juga dapat menyisipkan materi pembentukan karakter tentang sikap saling menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan, serta tentang lingkungan sehat dan tidak sehat.</li>  <li>Pendidik juga dapat menyisipkan materi pembentukan karakter tentang sikap saling menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan, serta tentang lingkungan sehat dan tidak sehat.</li>
</ol> </ol>
<h2 style="text-align: justify">Kesimpulan</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Kesimpulan</h2>
<p style="text-align: justify">Origosystem sangat efektif untuk materi pembelajaran tematik. Mulai dari ilmu sains, sosial, bahasa Indonesia, dan Seni Budaya Kesenian.</p>  <p style="text-align: justify;">Pendidik merasa metode Origosistem sangat efektif untuk materi pembelajaran tematik karena mampu menghimpun materi ilmu sains, sosial, bahasa Indonesia, dan Seni Budaya Kesenian (SBK).</p>
<h2 style="text-align: justify"></h2>  
<h2 style="text-align: justify">Referensi</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Referensi</h2>
Berbagai macam bentuk origami kreatif saya dapatkan di <i>website en.club-origami.com</i> yang dilindungi hak ciptanya. Selain itu, website ini selalu memperbarui kreasi bentuk origami baru dari berbagai penjuru dunia.  Berbagai macam bentuk origami kreatif bisa didapatkan di <i>website en.club-origami.com</i> yang dilindungi hak ciptanya. Selain itu, website ini selalu memperbarui kreasi bentuk origami baru dari berbagai penjuru dunia.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply