Mengenal Kosakata Pekerjaan dalam Bahasa Inggris lewat ‘Petugas Profesi’

Muatan Lokal » Bahasa Inggris »
Kelas 5 »
Metode »
Muatan Lokal »
Alat dan Bahan »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal » Barang Bekas »

Metode :: Bermain Peran

Tags: , , , , , , ,

Abstraksi

Petugas Profesi adalah metode kreatif untuk mata pelajaran yang membantu anak mempelajari nama-nama profesi secara menyenangkan. Melalui metode ini, anak-anak diajak masuk ke dunia imajinasi dengan berperan sebagai Petugas dan Pengunjung, sambil belajar kosakata baru dalam secara tanpa menghapal.

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Kelas V SDN Inpres Solan, Kabupaten terdiri dari 34 peserta didik dengan tingkat daya serap dan keaktifan yang beragam. Sejumlah peserta didik cepat menyerap pelajaran baru dan sangat aktif, ada pula yang cerdas namun kalah menonjol dibanding yang aktif, sebagian lain butuh lebih banyak waktu untuk menyerap materi dan kurang percaya diri untuk tampil.

Latar Belakang Penggunaan Metode

Penulis sebagai pendidik menerapkan metode ini sebagai pilihan untuk mengakomodasi keberagaman tersebut. Penulis menetapkan 9 peserta didik yang cerdas dan sangat aktif menjadi Petugas. Mereka bertugas mengenakan tanda pengenal bergambar profesi yang berbeda-beda, berdiri diam di sudut-sudut kelas, dan menunggu Pengunjung datang menghampiri mereka. Dengan demikian, anak-anak lain yang cenderung pasif kini memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, menjawab pertanyaan, aktif menghampiri Petugas dan belatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Tujuan Penggunaan Metode

Pelajaran Bahasa Inggris (Mulok) baru terselenggara di SDN Inpres Solan sejak 2 tahun yang lalu. Bahasa Inggris belum banyak digunakan di luar lingkungan sekolah, walau mereka dengar dari tayangan televisi. Dengan permainan peran Petugas dan Pengunjung, peserta didik akan lebih mudah menyerap kosakata-kosakata baru berkaitan nama profesi, karena proses belajar melibatkan auditori, kinestetik, dan visual, serta diterapkan dengan menyenangkan.

Metode

Alat dan Bahan

  1. Gambar profesi: Gambar-gambar ini dapat diambil dari internet, dicetak, lalu digunting satu per satu, jika tersedia sarana-sarana yang memadai (koneksi internet dan printer). Jika tidak ada, pendidik dapat menggambarnya sendiri.
  2. Kalung tanda pengenal: Guntingan gambar profesi dan tulisan nama profesi dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal dan dikenakan oleh Petugas. Kertas bergambar menghadap ke luar, tulisan menghadap ke dalam. Kartu tanda pengenal tidak perlu membeli baru, bisa menggunakan kartu tanda pengenal bekas.
  3. Tulisan nama profesi: Tulisan ini nantinya akan dibawa oleh Pengunjung sebagai tiket dan dicocokkan dengan yang dimiliki Petugas. Jadi tulisan dibuat dua rangkap, satu untuk dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal Petugas, satu untuk dibawa Pengunjung.

Langkah Pelaksanaan

Kegiatan Awal

  1. Pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya, “Siapa yang punya cita-cita?” lalu melanjutkan dengan menanyakan profesi-profesi spesifik seperti, “Siapa yang cita-citanya jadi dokter?” dan seterusnya.
  2. Pendidik mengajukan pertanyaan pengetahuan prasyarat, “Siapa yang tahu apa bahasa Inggrisnya dokter?”. Guru lalu menjelaskan bahwa siswa akan belajar nama-nama profesi dalam bahasa Inggris.
  3. Pendidik memanggil 9 peserta didik yang cepat menyerap pelajaran dan aktif di kelas untuk maju ke depan (jumlah anak dan profesi dapat disesuaikan). Masing-masing diberikan kalung tanda pengenal profesi yang berbeda-beda dan diangkat sebagai Petugas. Guru mengarahkan siswa untuk berdiri di berbagai sudut kelas.
  4. Pendidik mengangkat siswa-siswa lain sebagai Pengunjung dan membaginya ke dalam 3 kelompok. Guru meminta kepada setiap kelompok untuk memilih wakil.
  5. Pendidik memberikan waktu kepada para Pengunjung untuk berkeliling melihat gambar-gambar profesi yang ada di kalung tanda pengenal para Petugas.

Kegiatan Inti

  1. Pendidik mengeluarkan satu kertas bertuliskan nama profesi, misal “Police Officer”, lalu melemparkan pertanyaan kepada 3 kelompok, “Kira-kira yang mana ya Police Officer?” Wakil kelompok yang mengangkat tangan pertama diberikan kesempatan menjawab dengan menunjuk salah satu Petugas.
  2. Pendidik menunjuk salah satu anggota dari kelompok terpilih (terutama yang cenderung pasif) maju ke depan, memberikan kertas, dan mempersilakannya menghampiri Petugas.
  3. Pendidik menginstruksikan, saat menghampiri, Pengunjung harus bertanya kepada Petugas, “Are you Police Officer?” sambil menyerahkan tiket.
  4. Petugas lalu memeriksa kertas di bagian dalam kartu tanda pengenal. Jika cocok, maka Petugas menjawab “Yes!” sambil menerima tiket dari Pengunjung. Guru mempersilakan kedua siswa untuk kembali duduk.
  5. Pendidik kemudian menuliskan kosakata yang baru saja dipelajari di papan tulis: “Polisi = police officer” dan meminta siswa membacanya bersama-sama. Lanjutkan hingga semua kosakata profesi selesai dibahas.

Kegiatan Penutup

  1. Pendidik memberikan waktu kepada seluruh siswa mencatat semua kosakata profesi yang baru saja dipelajari.
  2. Pendidik menunjukkan kembali gambar-gambar profesi dan meminta siswa menyebutkan lagi nama profesi tersebut dalam bahasa Inggris secara bersama-sama.

Pelajaran yang Didapat

  1. Sistem kelompok mengajak peserta didik belajar bekerja sama dan bermusyawarah dalam memilih wakil kelompok.
  2. Metode mencocokkan teks bahasa Inggris dengan gambar yang mereka kenal dilakukan untuk mengasah kemampuan identifikasi dan analitis peserta didik, sehingga mereka terbiasa menggali ilmunya sendiri.
  3. Membiasakan peserta didik untuk mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara.

Kesimpulan

Penulis melihat metode ini efektif diterapkan di kelas dengan mayoritas siswa bermodalitas kinestetik karena bersifat pembelajaran aktif dan melibatkan gerak. Di sisi lain, anak-anak visual juga terakomodasi dengan gambar-gambar profesi dan sosok teman sekelasnya yang berperan menjadi Petugas. Proses tanya jawab saat mencocokkan tiket antara Petugas dengan Pengunjung juga membantu pemahaman anak-anak auditori.

Saat penulis menanyakan kembali nama-nama profesi yang ada di gambar, peserta didik dapat menjawabnya. Hasil evaluasi tertulis juga menunjukkan pemahaman peserta didik di atas 70%.

Revisions

No comments yet.

Leave a Reply