Kutu Koma

Uncategorized »

Ringkasan

Menggeser koma ke kanan dan kiri dalam perkalian dan pembagian desimal dapat mempersingkat proses pengerjaan soal matematika. Namun banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep asbtrak.

Melalui permainan Kutu Koma, di mana peserta didik secara fisik “mengalami sendiri”—harus melompat ke kanan dan kiri sebagai koma dan angka nol—mereka dapat memahami konsep abstrak tersebut secara lebih mudah.

Selain itu, menggunakan metode yang mengandung unsur kinestetis ternyata cukup membantu menyalurkan keaktifan para 13 peserta didik kelas VI SDN 4 Tanjungori, Pulau Bawean, Kab. Gresik, terutama apabila mereka dalam kondisi jenuh menerima materi pelajaran.

Latar Belakang dan Tujuan

Permainan ini ditujukan untuk memudahkan pemahaman peserta didik dalam perkalian atau pembagian pecahan desimal dengan bilangan 10, 100, 1000, dst. Secara prinsip, peserta didik dapat menggunakan metode perkalian atau pembagian susun saat mengerjakan operasi matematika tersebut. Namun metode tersebut memerlukan waktu lebih lama. Mengingat peserta didik akan sering menggunakan operasi matematika tersebut dalam berbagai topik pembahasan—satuan pengukuran, misalnya—maka peserta didik perlu mempelajari metode penyelesaian dalam waktu lebih singkat.

Tujuan Penggunaan Metode

Permainan ini ditujukan untuk memudahkan pemahaman siswa dalam perkalian atau pembagian pecahan desimal dengan bilangan 10, 100, 1000, dst. Secara prinsip, pada saat siswa mengerjakan operasi Matematika tersebut menggunakan metode perkalian atau pembagian susun, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, proses tersebut akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat operasi Matematika semacam itu akan banyak ditemukan dalam banyak topik pembahasan—satuan pengukuran, misal—maka menjadi penting bagi siswa untuk dapat mengerjakan operasi tersebut dalam waktu yang lebih singkat.

Teori atau Penjelasan Materi

Saat mengerjakan perkalian bilangan desimal dengan bilangan 10, 100, 1000, dst. maka yang harus dilakukan adalah menggeser koma yang terdapat pada bilangan tersebut ke kanan—atau menambah angka nol apabila komanya sudah habis—sesuai dengan jumlah angka nol pada bilangan pengali. Dalam operasi pembagian, yang harus dilakukan adalah menggeser koma yang terdapat pada bilangan tersebut ke kiri—atau menambahkan nol koma apabila komanya sudah habis—sesuai dengan jumlah angka nol pada bilangan pembagi.

Metode

Alat dan Bahan

  1. Kertas (minimal 5 buah)
  2. Spidol
  3. Gunting

Proses Pembuatan Produk/Metode

  1. Pada masing-masing kertas, tulislah satu angka bebas, tanda koma dan angka nol seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Angka nol dibutuhkan untuk operasi perkalian.
  2. Setiap kertas akan dipegang oleh satu peserta didik, kecuali tanda koma dan angka nol yang akan dipegang secara bersamaan oleh satu peserta didik, dan permainan Kutu Koma pun siap untuk dimainkan.

Penerapan Produk/Metode di Kelas

  1. Tugaskan beberapa peserta didik untuk membentuk formasi dengan memegang kertas bertuliskan angka, sehingga terbentuklah sebuah bilangan.
  2. Instruksikan operasi perkalian atau pembagian dengan bilangan 10, 100, 1000, dst.
  3. Tugaskan peserta didik yang memegang tanda koma dan angka nol untuk melompat ke kanan atau kiri sesuai dengan instruksi tersebut.

Pelajaran yang Didapat

Trik matematika yang ditujukan untuk mempermudah atau mempersingkat proses pengerjaan ternyata kadang dapat membingungkan peserta didik. Konsep yang dirasa sangat sederhana oleh pendidik pun ternyata dapat menjadi sebuah kesulitan bagi peserta didik. Hal ini dapat diakali dengan memindahkan proses pengerjaan yang ada di papan tulis dan buku tulis—yang terkadang mungkin terlalu abstrak bagi peserta didik—ke dalam sesuatu yang lebih nyata. Bahkan lebih baik lagi apabila peserta didik dapat menjadi bagian dari hal tersebut dan turut mengalaminya sendiri. Kegiatan permainan Kutu Koma telah membuktikan bahwa saat para peserta didik melakukan secara fisik sebuah konsep, maka mereka akan lebih mudah memahami konsep tersebut.

 

Revisions

No tags for this post.

One Response to “Kutu Koma”

  1. bangsacerdas.com 13 January 2016 at 22:45 #

    terimakasih mas danang atas ilmunya ,cuman tulisannya kurang ilustrasi jadi harus membaca berulang-ulang. Saran saya kalau bisa ada ilustrasinya.

Leave a Reply