Revision 5362 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Kelas Masa Depan, Berani Bercita-cita!--Paser

Pendidikan Karakter »
Alat dan Bahan »

Tags: ,

Abstraksi Kelas Masa Depan adalah sebuah kegiatan untuk memotivasi anak didik berani bercita-cita. Dalam Kelas Masa Depan, setiap siswa akan memiliki papan nama yang bertuliskan nama mereka, , serta gambar ilustrasi diri mereka di masa mendatang. Papan nama tersebut diletakkan di atas meja masing-masing siswa.   1. Latar Belakang Pernahkah Anda bermimpi atau  bercita-cita sewaktu kecil? Ingin menjadi presiden, arsitek, pilot, atau profesi yang lain? Sewaktu kecil, memilih cita-cita adalah persoalan sederhana, bukan? Namun, bagi para siswa penulis yang hidup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, memilih cita-cita bukanlah perkara sederhana. Mayoritas siswa hanya tahu profesi pencari kayu hutan, nelayan, petani, supir truk, dan operator alat berat. Bagi beberapa dari mereka, berani untuk bermimpi itu adalah mimpi tersendiri. Lalu, apakah kita akan menitipkan masa depan bangsa ini di atas pundak anak-anak yang bahkan tak berani bercita-cita? No way! Selagi bermimpi masih gratis, mereka harus bisa bercita-cita setinggi mungkin! Bila dilihat dari sisi historis, banyak anak didik dari sekolah penulis yang tidak melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah atau paling tinggi hanya sampai di tingkat SMP. Oleh karena itu, penulis memberikan nasihat pendek pada anak didik penulis; meyakinkan mereka dengan meminta untuk berjanji kepada diri sendiri bahwa siapapun tak akan pernah bisa menghalangi mereka untuk menjadi sosok yang mereka cita-citakan.   2. Metode       2.1. Alat dan bahan :
  • Kertas HVS (disarankan menggunakan kertas HVS bekas pakai yang salah satu sisinya masih kosong untuk menghemat penggunaan kertas)
  • Alat tulis
  • Pensil warna
     2.2. Langkah Kegiatan
  1. Bagikan selembar kertas HVS kepada masing-masing siswa.
  2. Siswa diminta melipat kertas HVS tersebut sedemikian rupa sehingga dapat berdiri menyerupai papan nama.
  3. Siswa diminta menuliskan nama dan cita-citanya di selembar kertas tersebut (jangan lupa membubuhkan kata calon di depan profesi yang dicita-citakan). kelas-masa-depan-berani-bercita-cita pict-1
  4. Di samping tulisan nama dan cita-cita, siswa diminta untuk menggambar potret diri di masa depan sesuai dengan cita-cita masing-masing.
  5. Terakhir, kertas yang sudah dibentuk seperti papan nama tersebut diletakkan di atas meja setiap siswa. Potret diri dan cita-cita yang tertulis itu akan selalu mereka lihat setiap hari. Harapannya, mereka tidak akan pernah lupa dan pantang berhenti berusaha untuk benar-benar menjadi sosok yang mereka gambarkan di kertas tersebut.
  3. Pelajaran yang dapat diambil
  • Siswa menjadi termotivasi meneruskan pendidikan selepas sekolah dasar.
  • Siswa menjadi lebih giat belajar setiap harinya karena memiliki tujuan, yaitu cita-cita, yang ingin diraih.
  Berikut ini potret beberapa siswa lengkap dengan papan nama masing-masing seusai kegiatan Kelas Masa Depan. kelas-masa-depan-berani-bercita-cita pict-5     kelas-masa-depan-berani-bercita-cita pict-4

Revisions

Revision Differences

November 9, 2013 @ 11:03:12Current Revision
Title
Kelas Masa Depan, Berani Bercita-cita!--Paser  Kelas Masa Depan: Berani Bercita-cita!
Content
<b>Latar Belakang</b>  
  <strong>Abstraksi</strong>
Pernahkah Anda bermimpi? Memiliki cita-cita sewaktu kecil? Ingin menjadi Presiden, Arsitek, Pilot dsb? Sewaktu kecil, memilih cita-cita adalah persoalan sederhana, bukan? Namun bagi anak murid saya yang hidup dan tinggal jauh dari hiruk-pikuk metropolitan, memilih cita-cita bukan perkara sederhana. Bercita-cita jadi apa, Bu? Mayoritas hanya tahu profesi pencari kayu di hutan, nelayan, petani, supir truk dan operator alat berat. Bagi beberapa dari mereka, berani untuk bermimpi itu adalah mimpi tersendiri. <em>Kelas Masa Depan</em> adalah sebuah kegiatan untuk memotivasi anak didik berani bercita-cita. Dalam <em>Kelas Masa Depan</em>, setiap siswa akan memiliki papan nama yang bertuliskan nama mereka, cita-cita, serta gambar ilustrasi diri mereka di masa mendatang. Papan nama tersebut diletakkan di atas meja masing-masing siswa.
Lalu apakah kita akan menitipkan masa depan bangsa ini di atas pundak anak-anak yang bahkan tak berani bercita-cita? No way! Selagi bermimpi masih gratis, ayo kita bercita-cita setinggi-tingginya!  
&nbsp; &nbsp;
<b>Langkah</b>  
<b></b><em>Satu</em>  
Bagikan selembar kertas HVS kepada masing-masing siswa (sebaiknya menggunakan kertas HVS bekas pakai yang bagian belakangnya masih kosong untuk menghemat penggunaan kertas)  
<em>Dua</em>  
Lipat kertas sedemikian rupa sehingga dapat berdiri menyerupai papan nama  
<em>Tiga</em>  
Minta siswa untuk menuliskan nama dan cita-citanya di selembar kertas tersebut. Misal:  
<blockquote>< b>ARDIANSAH</b>  
<b>CALON PERWIRA TNI ANGKATAN LAUT</b></blockquote>  
*jangan lupa membubuhkan kata “calon” di depan profesi yang dicita-citakan  
<b><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-1.jpg"><img class="alignnone wp-image-4814" alt="Gambar 1" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-1.jpg" width="962" height="703" /></a>                                       </b><em>Empat</em>  
<b></b>Sisakan sedikit area di sebelah kanan kertas untuk frame gambar diri siswa <strong>1. Latar Belakang</strong>
<em>Lima</em>  
Siswa diminta untuk menggambarkan potret dirinya di masa depan saat cita-cita yang dituliskan di sebelahnya benar-benar terwujud  
<b><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-2.jpg"><img class="alignnone wp-image-4815" alt="Gambar 2" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-2.jpg" width="970" height="385" /></a></b><em>Enam</em>  
Minta siswa untuk menempelkan papan nama, cita-cita dan potret diri tersebut di atas meja tempat duduk mereka. Potret diri dan cita-cita yang tertempel itu akan selalu mereka lihat setiap hari. Harapannya mereka tidak akan pernah lupa dan berhenti berusaha untuk benar-benar menjadi sosok yang mereka gambarkan di kertas tersebut.  
<b><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-3.jpg"><img class="alignnone wp-image-4816" alt="Gambar 3" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-3.jpg" width="601" height="718" /></a></b>  
<em>Tujuh</em>  
  Pernahkah Anda bermimpi atau  bercita-cita sewaktu kecil? Ingin menjadi presiden, arsitek, pilot, atau profesi yang lain? Sewaktu kecil, memilih cita-cita adalah persoalan sederhana, bukan? Namun, bagi para siswa penulis yang hidup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, memilih cita-cita bukanlah perkara sederhana. Mayoritas siswa hanya tahu profesi pencari kayu hutan, nelayan, petani, supir truk, dan operator alat berat. Bagi beberapa dari mereka, berani untuk bermimpi itu adalah mimpi tersendiri. Lalu, apakah kita akan menitipkan masa depan bangsa ini di atas pundak anak-anak yang bahkan tak berani bercita-cita? <em>No way</em>! Selagi bermimpi masih gratis, mereka harus bisa bercita-cita setinggi mungkin!
Karena dari sisi historis banyak diantara murid sekolah saya yang pendidikannya terhenti hanya sampai SD atau SMP, saya sempat memberikan nasihat pendek pada mereka, meyakinkan mereka dengan meminta untuk berjanji kepada diri sendiri bahwa siapapun tak akan pernah bisa menghalangi mereka untuk menjadi sosok yang mereka cita-citakan.  Bila dilihat dari sisi historis, banyak anak didik dari sekolah penulis yang tidak melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah atau paling tinggi hanya sampai di tingkat SMP. Oleh karena itu, penulis memberikan nasihat pendek pada anak didik penulis; meyakinkan mereka dengan meminta untuk berjanji kepada diri sendiri bahwa siapapun tak akan pernah bisa menghalangi mereka untuk menjadi sosok yang mereka cita-citakan.
<em>Delapan</em>  
Jadilah! Maka jadilah serupa apa yang mereka cita-citakan! Amin!  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-4.jpg"><img class="alignnone wp-image-4817" alt="Gambar 4" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-4.jpg" width="1253" height="1052" /></a>  
&nbsp; &nbsp;
  <strong>2. Metode </strong>
  <b>     2.1. Alat dan bahan :</b>
  <ul>
   <li>Kertas HVS (disarankan menggunakan kertas HVS bekas pakai yang salah satu sisinya masih kosong untuk menghemat penggunaan kertas)</li>
   <li>Alat tulis</li>
   <li>Pensil warna</li>
  </ul>
  <strong>     2.2. Langkah Kegiatan</strong>
  <ol>
   <li>Bagikan selembar kertas HVS kepada masing-masing siswa.</li>
   <li>Siswa diminta melipat kertas HVS tersebut sedemikian rupa sehingga dapat berdiri menyerupai papan nama.</li>
   <li>Siswa diminta menuliskan nama dan cita-citanya di selembar kertas tersebut (jangan lupa membubuhkan kata <em>calon</em> di depan profesi yang dicita-citakan).<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ Gambar-1-1024x748.jpg">
  </a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-1.jpg"><img class="alignnone wp-image-6981" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-1-1024x748.jpg" alt="kelas-masa- depan-berani- bercita-cita pict-1" width="624" height="456" /></a></li>
   <li>Di samping tulisan nama dan cita-cita, siswa diminta untuk menggambar potret diri di masa depan sesuai dengan cita-cita masing-masing.<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-2.jpg"><img class="alignnone wp-image-6982 size-large" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-2-1024x406.jpg" width="1024" height="406" /></a></li>
   <li>Terakhir, kertas yang sudah dibentuk seperti papan nama tersebut diletakkan di atas meja setiap siswa. Potret diri dan cita-cita yang tertulis itu akan selalu mereka lihat setiap hari. Harapannya, mereka tidak akan pernah lupa dan pantang berhenti berusaha untuk benar-benar menjadi sosok yang mereka gambarkan di kertas tersebut.</li>
  </ol>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-5.jpg"><img class="alignnone wp-image-4818" alt="Gambar 5" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ Gambar-5.jpg" width="1415" height="1052" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-3.jpg"><img class="aligncenter wp-image-6983" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-3-856x1024.jpg" width="500" height="598" /></a>
  &nbsp;
  <strong>3. Pelajaran yang dapat diambil</strong>
  <ul>
   <li>Siswa menjadi termotivasi meneruskan pendidikan selepas sekolah dasar.</li>
   <li>Siswa menjadi lebih giat belajar setiap harinya karena memiliki tujuan, yaitu cita-cita, yang ingin diraih.</li>
  </ul>
  &nbsp;
  Berikut ini potret beberapa siswa lengkap dengan papan nama masing-masing seusai kegiatan <em>Kelas Masa Depan</em>.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-5.jpg"><img class="alignnone wp-image-6985" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-5-1024x761.jpg" alt="kelas-masa- depan-berani- bercita-cita pict-5" width="724" height="538" /></a>
  &nbsp;
  &nbsp;
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-4.jpg"><img class="alignnone wp-image-6984" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2016/08/ kelas-masa-depan- berani-bercita- cita-pict-4-1024x860.jpg" alt="kelas-masa- depan-berani- bercita-cita pict-4" width="724" height="608" /></a>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply