Revision 6994 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Menghafal Rumus dengan Puzzle Segitiga

Kelas 6 » Matematika 6 »
Kelas 5 » Matematika 5 »
Pengayaan »

Metode :: Alat Peraga

Tags:

1. AbstraksiPuzzle Segitiga’ ini merupakan salah satu bentuk kreatif dalam upaya menghafalkan, dan mendiktekan rumus utama skala, kecepatan, dan debit beserta rumus turunannya kepada peserta didik. Segitiga dibagi ke dalam tiga potongan yang masing-masing merupakan unsur pembentuk ketiga rumus tersebut. Hanya dengan melihat puzzle, peserta didik dapat pula mengetahui operasi hitungnya. Dengan menggunakan puzzle ini, peserta didik mampu menghafal rumus utama dan rumus turunan sekaligus. Tulisan ini merupakan hasil pendidik dalam menerapkan ‘Puzzle Segitiga’ di SD YPK Pikpik, Kramongmongga, . 2. Latar Belakang Dalam pengayaan mata pelajaran matematika untuk ujian sekolah pada  kelas VI, pendidik menyaksikan bahwa peserta didik dapat menghafal ketiga rumus utama ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan lancar. Akan tetapi, mereka masih sering keliru dalam menerapkan penyelesaian soal yang melibatkan rumus turunan. Salah satu penyebabnya ialah peserta didik belum memahami dan menghafalkan secara benar rumus turunan tersebut. Oleh karena itu, pendidik merasa perlu membiasakan peserta didik dengan rumus turunan melalui ‘Puzzle Segitiga’. DSC08816 DSC08814 DSC08817 DSC08804 3. Penjelasan Materi  a. Skala Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta atau denah dengan jarak pada kondisi sebenarnya. Diberi simbol: S =  JP / JS Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Rumus mencari Jarak Sebenarnya:  JS = JP / S Rumus mencari Jarak Pada Peta:  JP = S x JS DSC08805 DSC08806 b. Kecepatan Kecepatan adalah hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Diberi simbol: K = J / W Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Rumus mencari Waktu Tempuh: W =  J / K Rumus mencari Jarak Tempuh: J = W x K DSC08810 DSC08809 c. Debit Debit adalah hasil bagi antara volume yang diterima dengan waktu yang dibutuhkan. Diberi simbol: D = V / W Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Rumus mencari Waktu: W =  V / D Rumus mencari Volume: V = W x D DSC08812 DSC08813 4. Metode 4.1  Alat dan Bahan
  • Karton manila
  • Gunting
  • Penggaris
  • Spidol ukuran besar.
4.2 Proses Pembuatan Metode
  • Pendidik membuat 3 buah segitiga sama sisi dari karton manila dengan panjang sisi 15 cm.
  • Pendidik membuat garis horizontal dari tengah sisi kanan menuju sisi kiri yang akan memotong segitiga menjadi dua bagian. Garis Horizontal ini merupakan Operasi “Bagi”.
  • Lalu pendidik menarik garis vertikal yang dimulai dari titik tengah Garis Horizontal tersebut hingga alas segitiga menjadi dua bagian sama panjang. Garis Vertikal ini merupakan Operasi “Kali”.
  • Bagian kiri bawah dituliskan rumus utama, “Debit atau D”, “Kecepatan atau K”, dan “Skala atau K”
  • Bagian kanan bawah dituliskan “Waktu atau W”, “Waktu tempuh atau W”, dan “Jarak sebenarnya atau JS”
  • Bagian kepala segitiga dituliskan “Volume atau V”, “Jarak atau J”, dan Jarak pada peta atau JP”
4.3 Penerapan Metode
  • Pendidik beserta peserta didik bersama-sama memotong unsur-unsur rumus dalam segitiga dengan mengikuti garis yang telah dibuat.
  • Pendidik meminta kesediaan 3 peserta didik ke depan kelas untuk memegang masing-masing potongan unsur-unsur rumus dalam keadaan tetap berbentuk segitiga.
  • Pendidik menginstruksikan satu persatu peserta didik agar melepaskan pegangannya.
  • Setiap kali seorang peserta didik melepaskan unsur rumus tersebut, pendidik mulai menjelaskan rumus turunan.
5. Pembelajaran yang Didapat 5.1 Pembelajaran yang Diambil
  1. Peserta didik mampu menghafalkan rumus ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan cara yang mudah dihafalkan.
  2. Agar peserta didik lebih paham, pendidik dapat menyelipkan soal-soal tantangan di balik potongan unsur-unsur rumus tersebut.
5.2 Kesimpulan Penggunaan ‘Puzzle Segitiga’ membantu peserta didik dalam menghafalkan rumus skala, kecepatan, dan debit. Melalui metode ini peserta didik dapat menghafalkan rumus dengan cara yang menyenangkan. Suasana yang menyenangan dapat meningkatkan motivasi sehingga kegiatan menghafalkan rumus menjadi lebih mudah. 6. Referensi Modul Materi Pelatihan Tutor Matematika. Bimbingan Belajar JILC (Jakarta Intensive Learning Centre). Makassar, 2009.

Revisions

Revision Differences

August 20, 2016 @ 00:07:40Current Revision
Content
<strong>1. Abstraksi</strong> <strong>1. Abstraksi</strong>
‘Puzzle Segitiga’ ini merupakan salah satu bentuk kreatif dalam upaya menghafalkan, dan mendiktekan rumus utama skala, kecepatan, dan debit beserta rumus turunannya kepada siswa. Segitiga dibagi ke dalam tiga potongan yang masing-masing merupakan unsur pembentuk ketiga rumus tersebut. Hanya dengan melihat puzzle, siswa  dapat pula mengetahui operasi hitungnya. Dengan menggunakan puzzle ini, siswa mampu menghafal rumus utama dan rumus turunan sekaligus. Tulisan ini merupakan hasil pendidik dalam menerapkan ‘Puzzle Segitiga’ di SD YPK Pikpik, Kramongmongga, Fakfak.  ‘Puzzle Segitiga’ ini merupakan salah satu bentuk kreatif dalam upaya menghafalkan, dan mendiktekan rumus utama skala, kecepatan, dan debit beserta rumus turunannya kepada peserta didik. Segitiga dibagi ke dalam tiga potongan yang masing-masing merupakan unsur pembentuk ketiga rumus tersebut. Hanya dengan melihat puzzle, peserta didik dapat pula mengetahui operasi hitungnya. Dengan menggunakan puzzle ini, peserta didik mampu menghafal rumus utama dan rumus turunan sekaligus. Tulisan ini merupakan hasil pendidik dalam menerapkan ‘Puzzle Segitiga’ di SD YPK Pikpik, Kramongmongga, Fakfak.
<strong style="line-height: 1.5;">2. Latar Belakang</strong> <strong style="line-height: 1.5;">2. Latar Belakang</strong>
Dalam pengayaan mata pelajaran matematika untuk ujian sekolah pada siswa kelas VI, pendidik menyaksikan bahwa mereka dapat menghafal ketiga rumus utama ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan lancar. Akan tetapi, para siswa masih sering keliru dalam menerapkan penyelesaian soal yang melibatkan rumus turunan. Salah satu penyebabnya ialah mereka belum memahami dan menghafalkan secara benar rumus turunan tersebut. Oleh karena itu, pendidik merasa perlu membiasakan siswa dengan rumus turunan melalui ‘Puzzle Segitiga’.  Dalam pengayaan mata pelajaran matematika untuk ujian sekolah pada  kelas VI, pendidik menyaksikan bahwa peserta didik dapat menghafal ketiga rumus utama ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan lancar. Akan tetapi, mereka masih sering keliru dalam menerapkan penyelesaian soal yang melibatkan rumus turunan. Salah satu penyebabnya ialah peserta didik belum memahami dan menghafalkan secara benar rumus turunan tersebut. Oleh karena itu, pendidik merasa perlu membiasakan peserta didik dengan rumus turunan melalui ‘Puzzle Segitiga’.
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08816.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6542" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08816-300x225.jpg" alt="DSC08816" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08814.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6543" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08814-300x225.jpg" alt="DSC08814" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08817.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6544" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08817-300x225.jpg" alt="DSC08817" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08804.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6545" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08804-300x225.jpg" alt="DSC08804" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08816.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6542" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08816-300x225.jpg" alt="DSC08816" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08814.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6543" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08814-300x225.jpg" alt="DSC08814" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08817.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6544" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08817-300x225.jpg" alt="DSC08817" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08804.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6545" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08804-300x225.jpg" alt="DSC08804" width="300" height="225" /></a>
<strong style="line-height: 1.5;">3. Penjelasan Materi </strong> <strong style="line-height: 1.5;">3. Penjelasan Materi </strong>
<strong style="line-height: 1.5;">a. Skala</strong> <strong style="line-height: 1.5;">a. Skala</strong>
Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta atau denah dengan jarak pada kondisi sebenarnya. Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta atau denah dengan jarak pada kondisi sebenarnya.
Diberi simbol: S =  JP/JS  Diberi simbol: S =  JP / JS
Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Adapun rumus turunannya sebagai berikut:
Rumus mencari Jarak Sebenarnya:  JS = JP/S  Rumus mencari Jarak Sebenarnya:  JS = JP / S
Rumus mencari Jarak Pada Peta:  JP = S x JS Rumus mencari Jarak Pada Peta:  JP = S x JS
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08805.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6546" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08805-300x225.jpg" alt="DSC08805" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08806.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6547" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08806-300x225.jpg" alt="DSC08806" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08805.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6546" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08805-300x225.jpg" alt="DSC08805" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08806.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6547" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08806-300x225.jpg" alt="DSC08806" width="300" height="225" /></a>
<strong style="line-height: 1.5;">b. Kecepatan</strong> <strong style="line-height: 1.5;">b. Kecepatan</strong>
Kecepatan adalah hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Kecepatan adalah hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh.
Diberi simbol: K = J / W Diberi simbol: K = J / W
Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Adapun rumus turunannya sebagai berikut:
Rumus mencari Waktu Tempuh: W =  J / K Rumus mencari Waktu Tempuh: W =  J / K
Rumus mencari Jarak Tempuh: J = W x K Rumus mencari Jarak Tempuh: J = W x K
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08810.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6550" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08810-300x225.jpg" alt="DSC08810" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08809.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6549" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08809-300x225.jpg" alt="DSC08809" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08810.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6550" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08810-300x225.jpg" alt="DSC08810" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08809.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6549" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08809-300x225.jpg" alt="DSC08809" width="300" height="225" /></a>
<strong>c. Debit</strong> <strong>c. Debit</strong>
Debit adalah hasil bagi antara volume yang diterima dengan waktu yang dibutuhkan. Debit adalah hasil bagi antara volume yang diterima dengan waktu yang dibutuhkan.
Diberi simbol: D = V/W  Diberi simbol: D = V / W
Adapun rumus turunannya sebagai berikut: Adapun rumus turunannya sebagai berikut:
Rumus mencari Waktu: W =  V/D  Rumus mencari Waktu: W =  V / D
Rumus mencari Volume: V = W x D Rumus mencari Volume: V = W x D
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08812.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6551" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08812-300x225.jpg" alt="DSC08812" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08813.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6552" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08813-300x225.jpg" alt="DSC08813" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08812.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6551" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08812-300x225.jpg" alt="DSC08812" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08813.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6552" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ DSC08813-300x225.jpg" alt="DSC08813" width="300" height="225" /></a>
<strong>4. Metode</strong> <strong>4. Metode</strong>
<strong style="line-height: 1.5;">4.1  Alat dan Bahan</strong> <strong style="line-height: 1.5;">4.1  Alat dan Bahan</strong>
<ul> <ul>
<li>Karton manila</li>  <li>Karton manila</li>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
<li>Penggaris</li>  <li>Penggaris</li>
<li>Spidol ukuran besar.</li>  <li>Spidol ukuran besar.</li>
</ul> </ul>
<strong>4.2 Proses Pembuatan Metode</strong> <strong>4.2 Proses Pembuatan Metode</strong>
<ul> <ul>
<li>Pendidik membuat 3 buah segitiga sama sisi dari karton manila dengan panjang sisi 15 cm.</li>  <li>Pendidik membuat 3 buah segitiga sama sisi dari karton manila dengan panjang sisi 15 cm.</li>
<li>Pendidik membuat garis horizontal dari tengah sisi kanan menuju sisi kiri yang akan memotong segitiga menjadi dua bagian. Garis Horizontal ini merupakan Operasi “Bagi”.</li>  <li>Pendidik membuat garis horizontal dari tengah sisi kanan menuju sisi kiri yang akan memotong segitiga menjadi dua bagian. Garis Horizontal ini merupakan Operasi “Bagi”.</li>
<li>Lalu pendidik menarik garis vertikal yang dimulai dari titik tengah Garis Horizontal tersebut hingga alas segitiga menjadi dua bagian sama panjang. Garis Vertikal ini merupakan Operasi “Kali”.</li>  <li>Lalu pendidik menarik garis vertikal yang dimulai dari titik tengah Garis Horizontal tersebut hingga alas segitiga menjadi dua bagian sama panjang. Garis Vertikal ini merupakan Operasi “Kali”.</li>
<li>Bagian kiri bawah dituliskan rumus utama, “Debit atau D”, “Kecepatan atau K”, dan “Skala atau K”</li>  <li>Bagian kiri bawah dituliskan rumus utama, “Debit atau D”, “Kecepatan atau K”, dan “Skala atau K”</li>
<li>Bagian kanan bawah dituliskan “Waktu atau W”, “Waktu tempuh atau W”, dan “Jarak sebenarnya atau JS”</li>  <li>Bagian kanan bawah dituliskan “Waktu atau W”, “Waktu tempuh atau W”, dan “Jarak sebenarnya atau JS”</li>
<li>Bagian kepala segitiga dituliskan “Volume atau V”, “Jarak atau J”, dan Jarak pada peta atau JP”</li>  <li>Bagian kepala segitiga dituliskan “Volume atau V”, “Jarak atau J”, dan Jarak pada peta atau JP”</li>
</ul> </ul>
<strong>4.3 Penerapan Metode</strong> <strong>4.3 Penerapan Metode</strong>
<ul> <ul>
<li>Pendidik beserta peserta didik bersama-sama memotong unsur-unsur rumus dalam segitiga dengan mengikuti garis yang telah dibuat.</li>   <li>Pendidik beserta peserta didik bersama-sama memotong unsur-unsur rumus dalam segitiga dengan mengikuti garis yang telah dibuat.</li>
<li>Pendidik meminta kesediaan 3 peserta didik ke depan kelas untuk memegang masing-masing potongan unsur-unsur rumus dalam keadaan tetap berbentuk segitiga.</li>  <li>Pendidik meminta kesediaan 3 peserta didik ke depan kelas untuk memegang masing-masing potongan unsur-unsur rumus dalam keadaan tetap berbentuk segitiga.</li>
<li>Pendidik menginstruksikan satu persatu peserta didik agar melepaskan pegangannya.</li>  <li>Pendidik menginstruksikan satu persatu peserta didik agar melepaskan pegangannya.</li>
<li>Setiap kali seorang peserta didik melepaskan unsur rumus tersebut, pendidik mulai menjelaskan rumus turunan.</li>  <li>Setiap kali seorang peserta didik melepaskan unsur rumus tersebut, pendidik mulai menjelaskan rumus turunan.</li>
</ul> </ul>
<strong>5. Pembelajaran yang Didapat </strong> <strong>5. Pembelajaran yang Didapat </strong>
<strong>5.1 Pembelajaran yang Diambil</strong> <strong>5.1 Pembelajaran yang Diambil</strong>
<ol> <ol>
<li>Peserta didik mampu menghafalkan rumus ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan cara yang mudah dihafalkan.</li>  <li>Peserta didik mampu menghafalkan rumus ‘Skala Debit Kecepatan’ dengan cara yang mudah dihafalkan.</li>
<li>Agar peserta didik lebih paham, pendidik dapat menyelipkan soal-soal tantangan di balik potongan unsur-unsur rumus tersebut.</li>  <li>Agar peserta didik lebih paham, pendidik dapat menyelipkan soal-soal tantangan di balik potongan unsur-unsur rumus tersebut.</li>
</ol> </ol>
<strong>5.2 Kesimpulan</strong> <strong>5.2 Kesimpulan</strong>
Penggunaan ‘Puzzle Segitiga’ membantu siswa dalam menghafalkan rumus skala, kecepatan, dan debit. Melalui metode ini siswa dapat menghafalkan rumus dengan cara yang menyenangkan. Suasana yang menyenangan dapat meningkatkan motivasi sehingga kegiatan menghafalkan rumus menjadi lebih mudah.  Penggunaan ‘Puzzle Segitiga’ membantu peserta didik dalam menghafalkan rumus skala, kecepatan, dan debit. Melalui metode ini peserta didik dapat menghafalkan rumus dengan cara yang menyenangkan. Suasana yang menyenangan dapat meningkatkan motivasi sehingga kegiatan menghafalkan rumus menjadi lebih mudah.
<strong style="line-height: 1.5;">6. Referensi</strong> <strong style="line-height: 1.5;">6. Referensi</strong>
<em>Modul Materi Pelatihan Tutor Matematika. Bimbingan Belajar JILC (Jakarta Intensive Learning Centre). Makassar, 2009.</em> <em>Modul Materi Pelatihan Tutor Matematika. Bimbingan Belajar JILC (Jakarta Intensive Learning Centre). Makassar, 2009.</em>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

One Response to “Menghafal Rumus dengan Puzzle Segitiga”

  1. kolagit 22 September 2016 at 14:22 #

    saya suka banget mengajar dengan alat bantu seperti puzzle ini

    dengan begini murid akan lebih paham “konsep”, tentunya ini sangat penting apalagi sekarang banyak bimbel2 yang hanya mengajarkan rumus cepat tanpa konsep yang mendalam, tentunya ini sangat disayangkan, benar begitu kan pak?

Leave a Reply