Revision 7002 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Desa Miniku : Belajar tentang Lingkungan dengan Miniatur

Kelas 3 »
Metode »
Kelas 3 » IPS 3 »

Metode :: Proyek

Tags: , ,

 

  IMG_3424  IMG_3431

  1. Abstraksi
Desa Miniku merupakan metode mengajar kreatif yang bertujuan memudahkan siswa dalam memahami konsep ruang. Dengan berkreasi menciptakan miniatur rumah masing-masing dan bersama teman satu kelas menciptakan tempat tinggalnya, siswa-siswi dapat dengan mudah mempelajari arah mata angin dan konsep dasar pembuatan peta.      2. Latar Belakang 2.1. Kondisi Kelas Sebagian besar siswa-siswi di SD GMIT Oeulu (Rote Timur) lebih mudah menangkap materi pengajaran yang ditampilkan secara visual, apalagi bila itu melibatkan ruang. Bagi mereka, metode ceramah adalah membosankan dan abstrak. Ceramah yang durasinya di bawah 15 menit masih didengarkan oleh mereka. Namun, lebih dari itu,  mereka akan tidak mengacuhkannya. Aktivitas seperti menempel, menggunting dan kegiatan yang melibatkan siswa-siswi secara kinestetik memang terbukti mempertahankan fokus mereka pada proses penyampaian materi yang diberikan. Metode Desa Miniku adalah salah satu metode yang akan melibatkan siswa-siswi secara kinestetik. Untuk pemilihan lingkungan yang dijadikan miniatur, yaitu rumah dan sekolah, unsur kedekatan menjadi pertimbangan utama. Siswa-siswi SD GMIT Oeulu adalah warga dusun di dekat sekolah. Mereka tinggal saling bertetangga dan juga dekat dengan sekolah. Oleh karena itu, penyampaian materi yang ruang lingkupnya adalah lingkungan tempat tinggal dan sekolah menjadi relevan karena dekat dengan siswa. 2.2. Latar Belakang Penggunaan Metode Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, pada mata pelajaran kelas 3 semester 1, terdapat standar kompetensi yang menyasar pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya. Standar kompetensi ini diterjemahkan sebagai kemampuan siswa-siswi dalam membuat denah serta peta lingkungan rumah dan sekolah masing-masing. Menurut penulis, pembelajaran yang menyangkut standar kompetensi tersebut akan lebih mudah diajarkan kepada siswa-siswi secara konkrit. Salah satu caranya dengan metode Desa Miniku. 2.3. Tujuan Penggunaan Metode
  • Memberikan pemahaman tentang arah mata angin yang langsung dihubungkan dengan lingkungan tempat tinggal siswa-siswi.
  • Menciptakan pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya.
  • Menanamkan konsep atau pemahaman dasar pembuatan peta lingkungan.
  • Meningkatkan kreativitas siswa-siswi melalui kegiatan pembuatan miniatur rumahnya masing-masing.
        3. Metode 3.1. Alat dan Bahan Bahan :
  • Kertas origami untuk atap min. 15 x 15 cm (1 lembar/anak)
  • Karton untuk alas rumah ukuran A5 (warna bebas; cth : coklat, hijau, abu-abu)
  • Karton untuk dinding rumah ukuran A4 (warna sebaiknya putih agar bisa dikreasikan)
Bahan tambahan (menyesuaikan dengan lingkungan yang akan dijadikan miniatur) :
  • Lidi untuk miniatur tumpukan kayu bakar atau batang pohon
  • Sedotan untuk batang pohon
  • Kapuk atau kapas untuk dedaunan pohon
Alat :
  • Gunting
  • Cutter
  • Lem
  • Kompas
  • Kapur tulis (untuk pembuatan peta lingkungan desa)
  3.2. Langkah Pembuatan

IMG_3432  IMG_3438

  1. Setiap siswa menerima bahan-bahan berikut: 1 lembar kertas origami, 1 lembar karton A4, dan 1 lembar karton A5.
  2. Siswa diminta menggunting karton dengan ukuran 5 x 32 cm (untuk dinding rumah).
  3. Untuk dinding miniatur rumah, Siswa diminta melipat karton tersebut menjadi empat bagian sama besar sehingga bisa dibentuk menjadi selimut kubus (kubus tanpa alas dan tutup).
  4. Siswa diminta membuat pintu dan jendela dengan melubangi kecil-kecil dinding miniatur rumah. Dalam membuat lubang-lubang tersebut, siswa akan menggunakan cutter. Guru diharapkan mendampingi para siswa dalam menggunakan alat tersebut.
  5. Siswa kemudian merekatkan dinding miniatur rumah ini di atas karton ukuran A5.
  6. Untuk atap miniatur rumah, siswa diminta menggunting kertas origami dengan ukuran 12 x 12 cm.
  7. Setelah digunting, kertas origami itu dilipat menjadi dua lalu direkatkan di atas dinding miniatur rumah.
  8. Sebagai langkah terakhir, guru membagikan bahan-bahan tambahan (lidi, sedotan, kapas, dsb.) untuk dikreasikan oleh siswa menjadi benda-benda yang mereka temukan di lingkungan rumah mereka, seperti pohon, tumpukan kayu bakar, meja kursi, kandang hewan, dan sebagainya.
    3.3. Cara Simulasi Desa Miniku
  1. Guru menginstruksikan siswa untuk menuliskan nama masing-masing di miniatur rumah mereka.
  2. Guru meminta seorang siswa untuk menggambar arah mata angin di lantai dengan kapur tulis.IMG_3423
  3. Untuk menciptakan miniatur lingkungan dalam Desa Miniku, siswa diminta menggambarkan penanda-penanda alam dan buatan yang mencolok di lingkungan mereka seperti jalan, laut, bukit/gunung, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain (jika lantai kelas tidak dapat ditulisi dengan kapur, mata angin dan penanda dapat diganti dengan karton atau bahan/alat lainnya).IMG_3421
  4. Setelah lingkungan Desa Miniku tercipta, guru menyuruh setiap siswa secara bergiliran untuk menjadi raksasa sambil menempatkan miniatur rumahnya di lingkungan Desa Miniku. Siswa harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak menginjak miniatur rumah milik teman.
  5. Sesudah semua siswa menempatkan miniatur rumahnya, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan pengetahuan siswa akan lingkungan, seperti Rumah siapakah yang terletak di sebelah barat sekolah?, Ada apa di sebelah utara rumah Si A?, Rumah siapakah yang terletak di sisi timur rumah si B? dan Rumah siapakah yang terletak paling selatan?.
            4. Pelajaran yang Didapat Melalui Desa Miniku, siswa belajar berkreasi sekaligus memahami lingkungan. Dengan visualisasi lingkungan yang terbentuk dari miniatur desa, siswa-siswi dapat lebih mudah untuk diajak memahami pentingnya memelihara lingkungan, cara-cara memeliharanya, dan konsep gotong royong di lingkungan rumah, sekolah, dan desa. IMG_3436 IMG_3418

Revisions

Revision Differences

August 22, 2016 @ 18:32:57Current Revision
Content
   
<p style="text-align: center;">  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3424.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6254" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3424-224x300.jpg" alt="IMG_3424" width="224" height="300" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3431.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6256" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3431-224x300.jpg" alt="IMG_3431" width="224" height="300" /></a></p> <p style="text-align: center;">  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3424.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6254" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3424-224x300.jpg" alt="IMG_3424" width="224" height="300" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3431.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6256" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3431-224x300.jpg" alt="IMG_3431" width="224" height="300" /></a></p>
<ol> <ol>
<li style="text-align: left;"><strong> Abstraksi</strong></li>  <li style="text-align: left;"><strong> Abstraksi</strong></li>
</ol> </ol>
<em>Desa Miniku</em> merupakan metode mengajar kreatif agar siswa-siswi dapat memiliki pengetahuan ruang dengan cara yang lebih mudah. Dengan berkreasi menciptakan miniatur rumah masing-masing dan bersama teman satu kelas menciptakan lingkungan tempat tinggalnya, siswa-siswi dapat dengan mudah mempelajari arah mata angin dan konsep dasar pembuatan peta.  <em>Desa Miniku</em> merupakan metode mengajar kreatif yang bertujuan memudahkan siswa dalam memahami konsep ruang. Dengan berkreasi menciptakan miniatur rumah masing-masing dan bersama teman satu kelas menciptakan lingkungan tempat tinggalnya, siswa-siswi dapat dengan mudah mempelajari arah mata angin dan konsep dasar pembuatan peta.
<ol start="2">  
<li><strong> Latar Belakang</strong></li>  <strong>     2. Latar Belakang</strong>
  <strong>2.1. Kondisi Kelas</strong>
  Sebagian besar siswa-siswi di kelas 3 SD GMIT Oeulu (Rote Timur) lebih mudah menangkap materi pengajaran yang ditampilkan secara visual, apalagi bila itu melibatkan ruang. Bagi mereka, metode ceramah adalah membosankan dan abstrak. Ceramah yang durasinya di bawah 15 menit masih didengarkan oleh mereka. Namun, lebih dari itu,  mereka akan tidak mengacuhkannya. Aktivitas seperti menempel, menggunting dan kegiatan yang melibatkan siswa-siswi secara kinestetik memang terbukti mempertahankan fokus mereka pada proses penyampaian materi yang diberikan. Metode <em>Desa Miniku</em> adalah salah satu metode yang akan melibatkan siswa-siswi secara kinestetik.
  Untuk pemilihan lingkungan yang dijadikan miniatur, yaitu rumah dan sekolah, unsur kedekatan menjadi pertimbangan utama. Siswa-siswi SD GMIT Oeulu adalah warga dusun di dekat sekolah. Mereka tinggal saling bertetangga dan juga dekat dengan sekolah. Oleh karena itu, penyampaian materi yang ruang lingkupnya adalah lingkungan tempat tinggal dan sekolah menjadi relevan karena dekat dengan siswa.
  <strong>2.2. Latar Belakang Penggunaan Metode</strong>
  Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, pada mata pelajaran IPS kelas 3 semester 1, terdapat standar kompetensi yang menyasar pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya. Standar kompetensi ini diterjemahkan sebagai kemampuan siswa-siswi dalam membuat denah serta peta lingkungan rumah dan sekolah masing-masing. Menurut penulis, pembelajaran yang menyangkut standar kompetensi tersebut akan lebih mudah diajarkan kepada siswa-siswi secara konkrit. Salah satu caranya dengan metode <em>Desa Miniku</em>.
  <strong>2.3. Tujuan Penggunaan Metode</strong>
  <ul>
   <li>Memberikan pemahaman tentang arah mata angin yang langsung dihubungkan dengan lingkungan tempat tinggal siswa-siswi.</li>
   <li>Menciptakan pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya.</li>
   <li>Menanamkan konsep atau pemahaman dasar pembuatan peta lingkungan.</li>
   <li>Meningkatkan kreativitas siswa-siswi melalui kegiatan pembuatan miniatur rumahnya masing-masing.</li>
</ol>  </ul>
<strong>2.1 Kondisi Kelas</strong>   
Sebagian besar siswa-siswi di kelas 3 SD GMIT Oeulu (Rote Timur) lebih mudah menangkap materi pengajaran yang ditampilkan secara visual, apalagi melibatkan ruang. Bagi mereka, metode ceramah adalah membosankan dan abstrak. Tidak sampai lebih dari lima belas menit, ceramah guru tidak lagi diacuhkan mereka.  
Selain itu aktivitas seperti menempel, menggunting dan kegiatan yang melibatkan siswa-siswi secara kinestetik akan mempertahankan fokus mereka pada proses penyampaian materi yang diberikan.  
Siswa-siswi SD GMIT Oeulu adalah warga dusun di dekat sekolah. Mereka tinggal saling bertetangga dan juga dekat dengan sekolah. Sehingga penyampaian materi yang ruang lingkupnya adalah lingkungan tempat tinggal dan sekolah menjadi relevan karena tidak terlalu luas.  
<strong>2.2 Latar Belakang Penggunaan Metode</strong>   
Berdasarkan KTSP, pada Mata Pelajaran IPS Kelas 3 Semester 1 terdapat standar kompetensi yang menyasar pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya. Standar kompetensi ini diterjemahkan dalam kompetensi siswa-siswi dalam membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolahnya.  
Pembelajaran menyangkut hal-hal di atas berkaitan dengan ruang yang akan lebih mudah diajarkan kepada siswa-siswi secara konkrit.  
<strong>2.3 Tujuan Penggunaan Metode</strong>   
Memberikan pemahaman tentang arah mata angin yang langsung dihubungkan dengan lingkungan tempat tinggal siswa-siswi.   
Menciptakan pemahaman siswa-siswi akan lingkungannya.   
Menanamkan konsep atau pemahaman dasar pembuatan peta lingkungan.   
Meningkatkan kreativitas siswa-siswi melalui kegiatan pembuatan miniatur rumahnya masing-masing.   
&nbsp; &nbsp;
&nbsp;  
<strong>3 Metode</strong>  <strong>      3. Metode</strong>
<strong>3.1 Alat dan Bahan</strong>  <strong>3.1. Alat dan Bahan</strong>
<strong>Pembuatan Miniatur Rumah</strong>  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3436.jpg"><img class=" size-medium wp-image-6258 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3436-300x224.jpg" alt="IMG_3436" width="300" height="224" /></a>  
Bahan  
  <strong>Bahan :</strong>
<ul> <ul>
<li>Kertas Origami untuk atap min. 15 x 15 cm (1 lembar/anak)</li>   <li>Kertas origami untuk atap min. 15 x 15 cm (1 lembar/anak)</li>
<li>Karton untuk alas rumah ukuran A5 (warna bebas; cth : coklat, hijau, abu-abu)</li>  <li>Karton untuk alas rumah ukuran A5 (warna bebas; cth : coklat, hijau, abu-abu)</li>
<li>Karton untuk dinding rumah ukuran A4 (warna sebaiknya putih agar bisa dikreasikan)</li>  <li>Karton untuk dinding rumah ukuran A4 (warna sebaiknya putih agar bisa dikreasikan)</li>
</ul> </ul>
&nbsp;  
Bahan tambahan di bawah ini bisa dikreasikan sesuai lingkungan <strong>Bahan tambahan </strong>(menyesuaikan dengan lingkungan yang akan dijadikan miniatur) :
<ul> <ul>
<li>Lidi untuk miniatur tumpukan kayu bakar atau batang pohon</li>  <li>Lidi untuk miniatur tumpukan kayu bakar atau batang pohon</li>
<li>Sedotan untuk batang pohon</li>  <li>Sedotan untuk batang pohon</li>
<li>Kapuk atau kapas untuk dedaunan pohon</li>  <li>Kapuk atau kapas untuk dedaunan pohon</li>
</ul> </ul>
&nbsp; <strong>Alat </strong>:
Alat  
<ul> <ul>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
<li>Cutter</li>  <li>Cutter</li>
<li>Lem</li>  <li>Lem</li>
<li>Kompas</li>  <li>Kompas</li>
   <li>Kapur tulis (untuk pembuatan peta lingkungan desa)</li>
</ul> </ul>
&nbsp; &nbsp;
<strong>Pembuatan Peta Lingkungan Desa</strong>  
Alat  
<ul>  
<li>Kapur Tulis</li>  
</ul>  
&nbsp;  
<strong>3.2 Langkah Pelaksanaan</strong>  <strong>3.2. Langkah Pembuatan</strong>
<strong>I. Pembuatan Miniatur Rumah</strong>  
<p style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3432.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6257" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3432-224x300.jpg" alt="IMG_3432" width="224" height="300" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3438.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6259" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3438-224x300.jpg" alt="IMG_3438" width="224" height="300" /></a></p> <p style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3432.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6257" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3432-224x300.jpg" alt="IMG_3432" width="224" height="300" /></a>  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3438.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6259" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3438-224x300.jpg" alt="IMG_3438" width="224" height="300" /></a></p>
<ol> <ol>
<li>Bagikan masing-masing siswa bahan mpembuatan miniatur rumah: 1 lembar kertas origami, 1 lembar karton untuk alas, dan 1 lembar karton untuk dinding rumah.</li>  
   <li>Setiap siswa menerima bahan-bahan berikut: 1 lembar kertas origami, 1 lembar karton A4, dan 1 lembar karton A5.</li>
<li>Gunting karton untuk dinding rumah dengan ukuran 5 x 32 cm</li>   <li>Siswa diminta menggunting karton dengan ukuran 5 x 32 cm (untuk dinding rumah).</li>
<li>Lipat karton tersebut menjadi empat bagian sama besar sehingga bisa dibentuk menjadi selimut kubus (kubus tanpa alas dan tutup). Inilah dinding miniatur rumah.</li>   <li>Untuk dinding miniatur rumah, Siswa diminta melipat karton tersebut menjadi empat bagian sama besar sehingga bisa dibentuk menjadi selimut kubus (kubus tanpa alas dan tutup).</li>
<li>Ajak anak-anak untuk bekreasi membuat pintu dan jendela dengan membuat lubang-lubang kecil pada dinding miniatur rumah mereka. Dampingi anak-anak dalam penggunaan cutter, pastikan keamanan anak-anak.</li>  
<li>Lalu satukan kedua ujung ‘selimut kubus’ ini dan rekatkan. Lalu rekatkan dinding miniatur rumah ini di atas karton alas.</li>  
<li>Gunting kertas origami untuk atap dengan ukuran 12 x 12 cm</li>  
   <li>Siswa diminta membuat pintu dan jendela dengan melubangi kecil-kecil dinding miniatur rumah. Dalam membuat lubang-lubang tersebut, siswa akan menggunakan <em>cutter</em>. Guru diharapkan mendampingi para siswa dalam menggunakan alat tersebut.</li>
   <li>Siswa kemudian merekatkan dinding miniatur rumah ini di atas karton ukuran A5.</li>
   <li>Untuk atap miniatur rumah, siswa diminta menggunting kertas origami dengan ukuran 12 x 12 cm.</li>
<li>Lipat kertas origami menjadi dua, lalu rekatkan sebagai atap di atas dinding miniatur rumah</li>   <li>Setelah digunting, kertas origami itu dilipat menjadi dua lalu direkatkan di atas dinding miniatur rumah.</li>
<li>Bagikan bahan-bahan lain (lidi, sedotan, kapas,sisa karton dll.) dan mintalah siswa-siswi mengkreasikannya menjadi benda-benda yang mereka temukan di lingkungan rumah mereka, seperti pohon, tumpukan kayu bakar, meja kursi, kandang hewan, dan sebagainya.</li>   <li>Sebagai langkah terakhir, guru membagikan bahan-bahan tambahan (lidi, sedotan, kapas, dsb.) untuk dikreasikan oleh siswa menjadi benda-benda yang mereka temukan di lingkungan rumah mereka, seperti pohon, tumpukan kayu bakar, meja kursi, kandang hewan, dan sebagainya.</li>
</ol> </ol>
  <strong>    </strong>
<strong>II. Simulasi Desa Miniku  <strong>3.3. Cara Simulasi <em>Desa Miniku</em>
</strong> </strong>
<p style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3418.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6251" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3418-300x224.jpg" alt="IMG_3418" width="300" height="224" /></a></p>  
<ol> <ol>
<li>Saat semua siswa-siswi sudah selesai mengerjakan miniatur rumahnya masing-masing, instruksikan untuk menulis nama di masing-masing miniatur rumah kemudian mintalah bantuan siswa-siswi untuk memindahkan meja kursi belajar mereka ke tepi-tepi ruangan.</li>  
<li>Pada lantai kelas, dengan kapur tulis buatlah, atau minta seorang anak atau dampingi siswa-siswi menggambar arah mata angin dengan arah (Utara, Selatan, Timur dan Barat) yang sebenarnya, gunakanlah bantuan kompas.</li>  
<li>Masih dengan kapur tulis buatlah penanda-penanda (alam dan buatan) yang mencolok di lingkungan seperti jalan, laut, bukit/gunung, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain.</li>  
<li>Jika lantai kelas terbuat dari bahan yang tidak bisa ditulis dengan kapur, dapat diganti dengan karton atau bahan lainnya.</li>  
<li style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3421.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6252" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3421-224x300.jpg" alt="IMG_3421" width="224" height="300" /></a><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3423.jpg"> <img class="alignnone size-medium wp-image-6253" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3423-224x300.jpg" alt="IMG_3423" width="224" height="300" /></a></li>  
<li>Setelah lingkungan tergambar, mintalah masing-masing siswa untuk menjadi Raksasa sambil menempatkan miniatur rumahnya secara bergiliran. Hati-hati menginjak rumah buatan teman-teman yang lain!</li>  
<li>Setelah semua siswa-siswi menempatkan miniatur rumahnya, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan pengetahuannya akan lingkungan, seperti:  <li>Guru menginstruksikan siswa untuk menuliskan nama masing-masing di miniatur rumah mereka.</li>
<ul>  
<li>Rumah siapakah yang terletak di Barat sekolah?</li>  
<li>Ada apa di Utara rumah Si A?</li>  
<li>Rumah siapakah yang terletak di Timur rumah si B?</li>  
<li>Rumah siapakah yang terletak paling Selatan?</li>  
</ul>  
</li>  
</ol>  
<strong> </strong>  
<ol start="4">  
<li><strong> Pelajaran yang Didapat</strong></li>  
</ol>  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3429.jpg"><img class=" size-medium wp-image-6255 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3429-300x224.jpg" alt="IMG_3429" width="300" height="224" /></a>   <li>Guru meminta seorang siswa untuk menggambar arah mata angin di lantai dengan kapur tulis.<img class="size-medium wp-image-6253 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3423-224x300.jpg" alt="IMG_3423" width="224" height="300" /></li>
   <li>Untuk menciptakan miniatur lingkungan dalam <em>Desa Miniku</em>, siswa diminta menggambarkan penanda-penanda alam dan buatan yang mencolok di lingkungan mereka seperti jalan, laut, bukit/gunung, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain (jika lantai kelas tidak dapat ditulisi dengan kapur, mata angin dan penanda dapat diganti dengan karton atau bahan/alat lainnya).<img class="alignnone size-medium wp-image-6252 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3421-224x300.jpg" alt="IMG_3421" width="224" height="300" /></li>
Setelah belajar berkreasi lewat pembuatan miniatur rumah dan memahami lingkungan lewat pembuatan miniatur desa. Dengan visualisasi lingkungan yang terbentuk, siswa-siswi dapat diajak untuk lebih lanjut belajar tentang pentingnya dan cara-cara memelihara lingkungan dan bagaimana melakukan gotong royong di lingkungan rumah, sekolah dan desa.  <li style="text-align: left;">Setelah lingkungan <em>Desa Miniku </em>tercipta, guru menyuruh setiap siswa secara bergiliran untuk menjadi raksasa sambil menempatkan miniatur rumahnya di lingkungan <em>Desa Miniku</em>. Siswa harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak menginjak miniatur rumah milik teman.</li>
SKKD Mata Pelajaran IPS Kelas 3 Semester 1  
&nbsp;  
&nbsp;  
<ol start="5">  
<li><strong> Kesimpulan</strong></li>  
   <li>Sesudah semua siswa menempatkan miniatur rumahnya, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan pengetahuan siswa akan lingkungan, seperti <em>Rumah siapakah yang terletak di sebelah barat sekolah?, Ada apa di sebelah utara rumah Si A?, Rumah siapakah yang terletak di sisi timur rumah si B?</em> dan <em>Rumah siapakah yang terletak paling selatan?.</em></li>
</ol> </ol>
  <strong>      </strong>
  <strong>      4. </strong><strong style="line-height: 1.5;">Pelajaran yang Didapat</strong>
Menyatukan siswa-siswi dengan pelajaran yang disampaikan sangatlah penting. Untuk itu tidak cukup dengan metode ceramah, maupun menampilkan visualisasi-visualisasi semata. Dengan metode ‘Desa Miniku’ ini, siswa-siswi diajak untuk belajar secara tiga dimensi (meruang) dengan menciptakan miniatur lingkungan mereka. Hingga bermain berpura-pura menjadi raksasa di atas desa tempat tinggal mereka sendiri. Pengalaman ini memudahkan mereka memahami pembelajaran tentang lingkungan yang ingin disampaikan. Melalui <em>Desa Miniku</em>, siswa belajar berkreasi sekaligus memahami lingkungan. Dengan visualisasi lingkungan yang terbentuk dari miniatur desa, siswa-siswi dapat lebih mudah untuk diajak memahami pentingnya memelihara lingkungan, cara-cara memeliharanya, dan konsep gotong royong di lingkungan rumah, sekolah, dan desa.
  <img class="size-medium wp-image-6258 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3436-300x224.jpg" alt="IMG_3436" width="300" height="224" /> <img class="size-medium wp-image-6251 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_3418-300x224.jpg" alt="IMG_3418" width="300" height="224" />

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

Comments are closed.