Revision 6932 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Pot Menanam tanpa Menyiram

IMG_9638

Abstraksi

Pot tanaman tanpa menyiram, merupakan suatu media untuk merawat tanaman tanpa perlu menyiramnya setiap hari. Dengan memanfaatkan sumbu kompor, tanaman akan menyerap persediaan air mereka sendiri. Pemilik tanaman dengan hanya perlu mengisi airnya saja jika habis. Media ini berguna untuk peserta didik mempelajari pertumbuhan tanaman terutama di daerah yang minim air, sehingga tanpa rutin disiram pun tanaman tetap tumbuh dengan baik. Media ini juga memanfaatkan bahan-bahan bekas yang masih bisa digunakan kembali.

Latar Belakang

Kondisi Daerah

SD Negeri Arguni berada di Pulau Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pulau Arguni tidak memiliki sumber air tawar yang memadai, sehingga masyarakat pulau hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tawar sehari-hari.

Latar belakang penggunaan metode

Air yang berasal dari sumur bor bersifat payau dan tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Hal ini membuat para peserta didik di Arguni cukup kesulitan untuk belajar pertumbuhan tanaman sambil membuat kebun dan merawat tanaman di sekolah. Keadaan ini membuat pendidik untuk mencoba memanfaatkan botol-botol bekas yang banyak tersedia di pulau menjadi media pot tanaman tanpa menyiram. Pot ini bisa digunakan untuk menanam tanaman-tanaman yang memiliki ukuran kecil seperti bunga atau tanaman sayur seperti cabai dan kangkung.

Tujuan penggunaan metode

  1. Mengamati dan mempelajari pertumbuhan tanaman secara rutin
  2. Melatih kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam memecahkan masalah di sekitar
  3. Melatih kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahan-bahan bekas di sekitar
  4. Memupuk rasa cinta peserta didik akan alam dan lingkungan

Teori

adalah proses pemanfaatan bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan: (1) mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, (2) mengurangi bahan baku yang baru, (3) mengurangi penggunaan energi, polusi kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca dari proses pembuatan barang baru. lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi. Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Pot menanam tanpa menyiram pada dasarnya adalah hasil produk dari botol bekas air mineral yang diubah menjadi pot tanaman. Pot ini memanfaatkan sistem hidroponik secara sederhana. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman tanpa menggunakan tanah. Biasanya media yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman adalah air, ataupun batu dan kerikil.

Metode

Alat dan Bahan

  • Gunting dan Pisau
  • Botol air mineral bekas
  • Sumbu kompor
  • Air dan tanah secukupnya
  • Bibit tanaman
DSC08274

Cara pembuatan mediaDSC08276

  • Botol plastik bekas dipotong menjadi dua bagian menggunakan gunting atau pisau.
  • Pada potongan botol bagian atas, tutup botolnya dilubangi dengan gunting atau pisau agar dapat dilewati/dimasukkan sumbu kompor.
  • Sumbu kompor dimasukkan melalui lubang pada tutup botol sehingga setengah bagiannya berada di dalam botol dan setengah bagian lainnya menjuntai di luar botol.
  • Isikan air pada potongan botol bagian bawah (yang memiliki alas)
  • Balikkan potongan botol bagian atas sehingga tutup botol bersumbunya berada di bawah. Isikan tanah secukupnya dan masukkan bibit tanaman yang dingin ditanam pada potongan botol bagian atas tersebut.
  • Letakkan potongan botol bagian atas tersebut di atas potongan botol bagian bawah yang telah terisi air. Sumbu kompor akan terendam di air pada potongan botol bagian bawah.
  • Pot tanaman tanpa menyiram siap digunakan untuk pembelajaran
 

Cara penggunaan media

  • Peserta didik bersama pendidik menentukan tanaman apa yang ingin ditanam pada pot. Bibit tanaman dimasukkan ke dalam masing-masing pot.
  • Pot diletakkan di tempat yang sesuai untuk peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman. Misalnya di dekat jendela, di teras kelas, di pagar, maupun di halaman sekolah.
  • Peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan materi pada rombongan belajar peserta didik

Pelajaran yang dapat diambil

IMG_9631  
  • Peserta didik dapat mengamati pertumbuhan tanaman hari demi hari sebagai bagian dari pelajaran IPA
  • Peserta didik dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di sekitarnya sebagai bagian dari pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan.
  • Melatih kemampuan peserta didik untuk merawat tanaman mereka masing-masing.
  • Melatih kreativitas peserta didik untuk sebaik mungkin menghias pot tanaman mereka masing-masing.

 

Kesimpulan

Pot menanam tanpa menyiram merupakan media belajar yang lengkap, baik dari segi kognitif, psikomotor, dan afektif. Selain peserta didik belajar tentang menanam dan daur ulang, mereka juga melakukan praktek nyata membuat pot menanam tanpa menyiram. Hal ini melatih psikomotor mereka. Selain itu, rasa peduli terhadap masalah sosial serta cinta lingkungan juga terbentuk. Pembelajaran menggunakan media ini menarik dan menyenangkan bagi peserta didik karena kontekstual dengan kehidupan sehari-harinya.

 

Revisions

Revision Differences

August 13, 2016 @ 18:21:36Current Revision
Title
Pot Menanam tanpa Menyiram  Merawat Tanaman tanpa Menyiram
Content
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08274.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6489" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08274-300x225.jpg" alt="DSC08274" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08276.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6490" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08276-300x225.jpg" alt="DSC08276" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9631.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6491" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9631-300x225.jpg" alt="IMG_9631" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9638.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6492" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9638-300x225.jpg" alt="IMG_9638" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9639.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6493" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9639-300x225.jpg" alt="IMG_9639" width="300" height="225" /></a>  
&nbsp;  
  <h2><img class="size-medium wp-image-6492 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9638-300x225.jpg" alt="IMG_9638" width="300" height="225" /></h2>
<strong>Abstraksi</strong>  <h2>Abstraksi</h2>
Pot tanaman tanpa menyiram, merupakan suatu alat untuk mempermudah merawat tanaman tanpa perlu menyiramnya setiap hari. Dengan memanfaatkan sumbu kompor, tanaman akan menyerap persediaan air mereka sendiri, sehingga pemilik tanaman cukup hanya mengisi airnya saja bila ia habis. Pot tanaman tanpa menyiram ini juga mengasah kemampuan untuk memanfaatkan bahan-bahan bekas yang masih bisa digunakan kembali.  Pot tanaman tanpa menyiram, merupakan suatu media untuk merawat tanaman tanpa perlu menyiramnya setiap hari. Dengan memanfaatkan sumbu kompor, tanaman akan menyerap persediaan air mereka sendiri. Pemilik tanaman dengan hanya perlu mengisi airnya saja jika habis. Media ini berguna untuk peserta didik mempelajari pertumbuhan tanaman terutama di daerah yang minim air, sehingga tanpa rutin disiram pun tanaman tetap tumbuh dengan baik. Media ini juga memanfaatkan bahan-bahan bekas yang masih bisa digunakan kembali.
<strong>Latar Belakang</strong>  <h2>Latar Belakang</h2>
  <h3>Kondisi Daerah</h3>
  SD Negeri Arguni berada di Pulau Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pulau Arguni tidak memiliki sumber air tawar yang memadai, sehingga masyarakat pulau hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tawar sehari-hari.
  <h3>Latar belakang penggunaan metode</h3>
SD Negeri Arguni berada di pulau Arguni.  Sebuah pulau yang tidak memiliki sumber air tawar yang memadai, sehingga masyarakat pulau hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tawar sehari-hari. Air yang berasal dari sumur bor bersifat payau dan tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Hal ini membuat para peserta didik di Arguni cukup kesulitan untuk membuat kebun dan merawat tanaman di sekolah. Keadaan ini membuat pendidik untuk mencoba memanfaatkan botol-botol bekas yang banyak tersedia di pulau menjadi pot menanam tanpa menyiram. Pot ini bisa digunakan untuk menanam tanaman-tanaman yang memiliki ukuran kecil seperti bunga atau tanaman sayur seperti cabai dan kangkung.  Air yang berasal dari sumur bor bersifat payau dan tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Hal ini membuat para peserta didik di Arguni cukup kesulitan untuk belajar pertumbuhan tanaman sambil membuat kebun dan merawat tanaman di sekolah. Keadaan ini membuat pendidik untuk mencoba memanfaatkan botol-botol bekas yang banyak tersedia di pulau menjadi media pot tanaman tanpa menyiram. Pot ini bisa digunakan untuk menanam tanaman-tanaman yang memiliki ukuran kecil seperti bunga atau tanaman sayur seperti cabai dan kangkung.
  <h3>Tujuan penggunaan metode</h3>
  <ol>
   <li>Mengamati dan mempelajari pertumbuhan tanaman secara rutin</li>
   <li>Melatih kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam memecahkan masalah di lingkungan sekitar</li>
   <li>Melatih kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahan-bahan bekas di sekitar</li>
   <li>Memupuk rasa cinta peserta didik akan alam dan lingkungan</li>
  </ol>
  <h2>Teori</h2>
  Daur ulang adalah proses pemanfaatan bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan: (1) mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, (2) mengurangi bahan baku yang baru, (3) mengurangi penggunaan energi, polusi kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca dari proses pembuatan barang baru.
  Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi. Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik.
  Pot menanam tanpa menyiram pada dasarnya adalah hasil produk dari daur ulang botol bekas air mineral yang diubah menjadi pot tanaman. Pot ini memanfaatkan sistem hidroponik secara sederhana.
  Hidroponik adalah teknik menanam tanaman tanpa menggunakan tanah. Biasanya media yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman adalah air, ataupun batu dan kerikil.
<strong>Metode</strong>  <h2>Metode</h2>
<strong>Alat dan Bahan:</strong>  <h3>Alat dan Bahan</h3>
<ul> <ul>
<li>Gunting dan Pisau</li>  <li>Gunting dan Pisau</li>
<li>Botol air mineral bekas</li>  <li>Botol air mineral bekas</li>
<li>Sumbu kompor</li>  <li>Sumbu kompor</li>
<li>Air dan tanah secukupnya</li>  <li>Air dan tanah secukupnya</li>
<li>Bibit tanaman</li>  <li>Bibit tanaman</li>
</ul> </ul>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08274.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6489" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08274-300x225.jpg" alt="DSC08274" width="300" height="225" /></a>
  <h3>Cara pembuatan media<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08276.jpg"><img class="wp-image-6490 size-medium alignright" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ DSC08276-e1540727090554- 225x300.jpg" alt="DSC08276" width="225" height="300" /></a></h3>
  <ul>
   <li>Botol plastik bekas dipotong menjadi dua bagian menggunakan gunting atau pisau.</li>
   <li>Pada potongan botol bagian atas, tutup botolnya dilubangi dengan gunting atau pisau agar dapat dilewati/dimasukkan sumbu kompor.</li>
   <li>Sumbu kompor dimasukkan melalui lubang pada tutup botol sehingga setengah bagiannya berada di dalam botol dan setengah bagian lainnya menjuntai di luar botol.</li>
   <li>Isikan air pada potongan botol bagian bawah (yang memiliki alas)</li>
   <li>Balikkan potongan botol bagian atas sehingga tutup botol bersumbunya berada di bawah. Isikan tanah secukupnya dan masukkan bibit tanaman yang dingin ditanam pada potongan botol bagian atas tersebut.</li>
   <li>Letakkan potongan botol bagian atas tersebut di atas potongan botol bagian bawah yang telah terisi air. Sumbu kompor akan terendam di air pada potongan botol bagian bawah.</li>
   <li>Pot tanaman tanpa menyiram siap digunakan untuk pembelajaran</li>
  </ul>
  &nbsp;
  <h3>Cara penggunaan media</h3>
  <ul>
   <li>Peserta didik bersama pendidik menentukan tanaman apa yang ingin ditanam pada pot. Bibit tanaman dimasukkan ke dalam masing-masing pot.</li>
   <li>Pot diletakkan di tempat yang sesuai untuk peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman. Misalnya di dekat jendela, di teras kelas, di pagar, maupun di halaman sekolah.</li>
   <li>Peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman. Pembelajaran IPA dapat disesuaikan dengan materi pada rombongan belajar peserta didik</li>
  </ul>
<strong>Pelajaran yang dapat diambil:</strong>  <h2>Pelajaran yang dapat diambil</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9631.jpg"><img class="size-medium wp-image-6491 alignleft" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/05/ IMG_9631-300x225.jpg" alt="IMG_9631" width="300" height="225" /></a>
  &nbsp;
<ul> <ul>
<li>Peserta didik dapat mengamati pertumbuhan tanaman hari demi hari sebagai bagian dari pelajaran IPA</li>  <li>Peserta didik dapat mengamati pertumbuhan tanaman hari demi hari sebagai bagian dari pelajaran IPA</li>
<li>Peserta didik dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di sekitarnya sebagai bagian dari pelajaran SBK.</li>   <li>Peserta didik dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di sekitarnya sebagai bagian dari pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan.</li>
<li>Melatih kemampuan Peserta didik untuk merawat tanaman mereka masing-masing.</li>   <li>Melatih kemampuan peserta didik untuk merawat tanaman mereka masing-masing.</li>
<li>Melatih kreatifitas peserta didik untuk sebaik mungkin menghias pot tanaman mereka masing-masing.</li>   <li>Melatih kreativitas peserta didik untuk sebaik mungkin menghias pot tanaman mereka masing-masing.</li>
</ul> </ul>
  <h3></h3>
  &nbsp;
  <h3>Kesimpulan</h3>
  Pot menanam tanpa menyiram merupakan media belajar yang lengkap, baik dari segi kognitif, psikomotor, dan afektif. Selain peserta didik belajar tentang menanam dan daur ulang, mereka juga melakukan praktek nyata membuat pot menanam tanpa menyiram. Hal ini melatih psikomotor mereka. Selain itu, rasa peduli terhadap masalah sosial serta cinta lingkungan juga terbentuk. Pembelajaran menggunakan media ini menarik dan menyenangkan bagi peserta didik karena kontekstual dengan kehidupan sehari-harinya.
  <h3></h3>
  &nbsp;

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply