Revision 6603 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Gawang Perkalian Super Mini

Gambar 1

Abstraksi

Dengan menggabungkan bola mini dan pertanyaan , Gawang Super Mini ini diharapkan dapat membuat siswa menghafalkan dasar secara acak dengan cara yang menyenangkan. Setiap tim yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan kesempatan untuk menggolkan bola ke tim lawan. Metode ini juga dapat digunakan pendidik untuk melakukan asesmen sumatif terhadap peserta didiknya.

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Peserta didik SDK Lumasebu, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, umumnya masih mengalami kesulitan menghafal perkalian, bahkan termasuk peserta didik di kelas tinggi. Hal ini membuat para pendidik di sekolah ini mewajibkan peserta didiknya meneriakkan soal perkalian satu hingga sepuluh secara berurut beserta jawabannya, “Satu kali satu satu, dua kali satu dua, tiga kali satu tiga, …, sepuluh kali sepuluh seratus!” hampir setiap hari sewaktu apel pagi berlangsung sebelum peserta didik masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Cara ini memang terbukti cukup ampuh bagi sebagian peserta didik, tetapi kemudian cara ini menimbulkan masalah baru. Peserta didik menjadi terbiasa menghafal perkalian secara mati dan berurut sehingga butuh waktu cukup lama bagi mereka untuk menjawab soal perkalian lima ke atas. Misalnya, jika pendidik menanyakan berapa hasil dari 9 x 5, pertama-tama peserta didik akan menggumam “satu kali lima lima, dua kali lima sepuluh, tiga kali lima lima belas, …” dan seterusnya sampai ia mencapai angka sembilan, barulah ia bisa menjawab hasil dari soal perkalian tersebut: empat puluh lima.

Latar belakang penggunaan metode

Setiap hari sepulang sekolah, peserta didik SDK Lumasebu, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, menghabiskan waktunya untuk bermain sepak bola di tepi pantai. Selain karena senang dengan permainan tersebut, mereka juga memiliki bakat alami yang besar dalam kecerdasan kinestetik. Di samping bermain sepak bola, permainan kartu juga merupakan salah satu jenis permainan yang digemari peserta didik SDK Lumasebu, misalnya kartu domino.

Metode

Metode yang digunakan di sini adalah metode permainan kartu yang digabungkan dengan metode permainan gawang super mini. Sebenarnya, metode ini hanya digunakan agar peserta didik terpacu untuk menghafal perkalian satu sampai sepuluh tanpa harus membilang terlebih dahulu secara berurut, serta agar peserta didik mendapatkan kesan menyenangkan ketika menghafal perkalian.

Langkah Pertama

Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Gambar 2 Alat:
  1. Gunting
  2. Lem
  3. Spidol
  4. Penggaris
Bahan:
  1. Kardus bekas
  2. Karton kemasan susu bubuk atau kertas lain berukuran tebal
  3. Kertas karton warna warni
  4. Kertas HVS bekas
Cara Membuat Papan (Lapangan) Gawang Super Mini:
  1. Gunting kardus bekas membentuk bangun datar persegi panjang (memiliki panjang dan lebar).
  2. Gambar lapangan sepak bola menggunakan spidol di salah satu permukaan kardus bekas yang sudah digunting berbentuk persegi panjang. Potongan kardus ini akan digunakan sebagai lapangan untuk bermain gawang super mini.
Cara Membuat Pemain Gawang Super Mini:
  1. Gunting karton kemasan susu bubuk hingga mendapatkan potongan-potongan persegi panjang dengan panjang minimal 10 cm dan lebar minimal 5 cm.
  2. Lipat tiap potongan persegi panjang menjadi dua berdasarkan sisi panjang. Potongan persegi ini akan dijadikan sebagai pemain. Pendidik juga dapat memberikan kebebasan pada peserta didik untuk mewarnai atau memberikan nomor punggung kepada para pemain karton tersebut.
Cara Membuat Bola:
  1. Sobek kertas bekas dan gulung-gulung hingga menyerupai bola.
Papan gawang super mini siap untuk dimainkan.

Langkah Kedua

Siapkan kartu perkalian satu sampai sepuluh dari kertas-kertas karton warna warni ataupun kertas HVS yang telah digunting seukuran kartu domino. Kartu perkalian ini bisa dicetak dengan mesin pencetak (printer) ataupun ditulis dengan tangan. Contoh: 1 x 1, 1 x 2, ...., 3 x 5, 3 x 6, ..., 10 x 9, 10 x 10.

Langkah Ketiga

Cara Bermain:
  1. Bentuk tim gawang super mini beranggotakan 5 peserta didik untuk tiap kelompok.
  2. Setiap anggota tim menempatkan pemain karton mereka masing-masing di lapangan.
  3. Letakkan tumpukan kartu perkalian di salah satu sisi lapangan dalam keadaan tertutup.
  4. Buka kartu perkalian yang paling atas sebagai pertanyaan yang harus dijawab.
  5. Anggota tim yang tercepat menjawab soal perkalian tersebut dengan benar berhak mendapatkan satu kesempatan untuk menembakkan bola ke gawang lawan dengan cara menepuk pemain karton hingga pipih.
  6. Jika belum berhasil menggolkan bola kertas ke gawang lawan, peserta didik dapat mencoba kembali menembakkan bola kertas tersebut setelah menjawab pertanyaan perkalian berikutnya dengan benar.
Gambar 3 Peraturan lebih spesifik tentang bagaimana permainan ini dijalankan dapat dirumuskan bersama-sama dengan peserta didik.

Pelajaran yang didapat

Pendidikan Karakter

Pertama, peserta didik belajar mengenai kejujuran dan sportivitas sambil memainkan permainan ini. Kedua, mereka juga belajar bermusyawarah ketika diajak untuk merumuskan aturan permainan gawang super mini bersama-sama. Ketiga, mereka juga ditantang untuk tidak mudah menyerah jika belum memenangkan permainan ini.

Kesimpulan

Pada dasarnya, permainan ini bertujuan memberikan suasana baru bagi peserta didik dalam menghafal perkalian sehingga perkalian tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang monoton, membosankan, atau bahkan menakutkan. Berdasarkan pengalaman, peserta didik SDK Lumasebu menjadi lebih bersemangat untuk menghafal perkalian melalui permainan ini karena mereka tertantang untuk memperoleh kesempatan menembakkan bola kertas ke gawang lawan. Peserta didik juga menjadi lebih terbiasa menjawab soal perkalian secara acak. Saat ini, mereka sudah bisa menjawab soal perkalian lima ke atas tanpa harus menggumam terlebih dahulu karena sudah sering terpapar dengan jawaban-jawaban soal perkalian tersebut ketika bermain. Permainan ini sangat sederhana, mudah dimainkan, dan masih memiliki banyak ruang untuk dikembangkan ataupun dimodifikasi. Misalnya, permainan ini juga dapat digunakan sembari mempelajari materi pembelajaran lain, seperti nama-nama ibukota provinsi di Indonesia. Permainan ini juga dapat digunakan untuk melakukan asesmen sumatif terhadap peserta didik.

 

Revisions

Revision Differences

June 10, 2015 @ 14:59:19Current Revision
Content
  <h1><img class=" size-large wp-image-6600 aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-1-1024x556.jpg" alt="Gambar 1" width="1024" height="556" /></h1>
<h1>Abstraksi</h1>  <h2>Abstraksi</h2>
&nbsp;  
Gawang perkalian super mini merupakan salah satu metode permainan yang dapat digunakan untuk membantu merangsang peserta didik mengingat materi perkalian secara acak dan menyenangkan. Metode ini juga dapat digunakan guru untuk melakukan tes sumatif terhadap siswa.  
<img class="alignnone size-large wp-image-6600" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-1-1024x556.jpg" alt="Gambar 1" width="1024" height="556" />   
  Dengan menggabungkan permainan bola mini dan pertanyaan perkalian, Gawang Perkalian Super Mini ini diharapkan dapat membuat siswa menghafalkan perkalian dasar secara acak dengan cara yang menyenangkan. Setiap tim yang dapat menjawab pertanyaan perkalian dengan benar akan mendapatkan kesempatan untuk menggolkan bola ke tim lawan. Metode ini juga dapat digunakan pendidik untuk melakukan asesmen sumatif terhadap peserta didiknya.
<h1>Latar Belakang</h1>  <h2>Latar Belakang</h2>
  <h3>Kondisi Kelas</h3>
  Peserta didik SDK Lumasebu, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, umumnya masih mengalami kesulitan menghafal perkalian, bahkan termasuk peserta didik di kelas tinggi. Hal ini membuat para pendidik di sekolah ini mewajibkan peserta didiknya meneriakkan soal perkalian satu hingga sepuluh secara berurut beserta jawabannya, “<em>Satu kali satu satu, dua kali satu dua, tiga kali satu tiga, …, sepuluh kali sepuluh seratus!</em>” hampir setiap hari sewaktu apel pagi berlangsung sebelum peserta didik masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
  Cara ini memang terbukti cukup ampuh bagi sebagian peserta didik, tetapi kemudian cara ini menimbulkan masalah baru. Peserta didik menjadi terbiasa menghafal perkalian secara mati dan berurut sehingga butuh waktu cukup lama bagi mereka untuk menjawab soal perkalian lima ke atas. Misalnya, jika pendidik menanyakan berapa hasil dari 9 x 5, pertama-tama peserta didik akan menggumam “<em>satu kali lima lima, dua kali lima sepuluh, tiga kali lima lima belas, …</em>” dan seterusnya sampai ia mencapai angka sembilan, barulah ia bisa menjawab hasil dari soal perkalian tersebut: empat puluh lima.
<h2>Latar Belakang Penggunaan Metode</h2> <h3>Latar belakang penggunaan metode</h3>
Setiap hari sepulang sekolah, siswa-siswi SDK Lumasebu Kabupaten Maluku Tenggara Barat menghabiskan waktunya untuk bermain bola kaki di tepi pantai. Selain memang menyenangi permainan tersebut, mereka juga memang memiliki bakat alami yang besar dalam kecerdasan kinestetik.  Setiap hari sepulang sekolah, peserta didik SDK Lumasebu, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, menghabiskan waktunya untuk bermain sepak bola di tepi pantai. Selain karena senang dengan permainan tersebut, mereka juga memiliki bakat alami yang besar dalam kecerdasan kinestetik.
Di samping bermain bola, permainan kartu juga merupakan salah satu jenis permainan yang digemari siswa-siswi SDK Lumasebu, misalnya kartu domino.  Di samping bermain sepak bola, permainan kartu juga merupakan salah satu jenis permainan yang digemari peserta didik SDK Lumasebu, misalnya kartu domino.
<h2>Latar Belakang Penyampaian Materi</h2>  
Siswa-siswi SDK Lumasebu umumnya masih mengalami kesulitan menghafal perkalian, bahkan termasuk mereka yang telah duduk di kelas atas. Ini kemudian membuat guru-guru mewajibkan siswa-siswi meneriakkan soal perkalian satu sampai sepuluh secara berurut beserta jawabannya, “Satu kali satu satu, dua kali satu dua, tiga kali satu tiga, …, sepuluh kali sepuluh seratus!” hampir setiap hari sewaktu apel pagi berlangsung sebelum siswa masuk ke dalam kelas masing-masing.   
Cara ini memang terbukti cukup ampuh bagi sebagian siswa, tetapi kemudian ini menimbulkan masalah baru. Siswa menjadi terbiasa menghafal perkalian secara mati dan berurut sehingga butuh waktu cukup lama bagi siswa untuk menjawab soal perkalian 5 ke atas. Misalnya, jika guru menanyakan berapa hasil dari 9 x 5, pertama-tama siswa akan menggumam “satu kali lima lima, dua kali lima sepuluh, tiga kali lima lima belas, …” dan seterusnya sampai ia mencapai angka sembilan, barulah ia bisa menjawab hasil dari soal perkalian tersebut, empat puluh lima.   
&nbsp;  
  <h2></h2>
<h1>Metode</h1>  <h2>Metode</h2>
Metode yang digunakan di sini adalah metode permainan kartu yang digabungkan dengan metode permainan gawang super mini. Sebenarnya, metode ini hanya digunakan agar siswa-siswi terpacu untuk menghafal perkalian satu sampai sepuluh tanpa harus membilang terlebih dahulu secara berurut, serta agar siswa-siswi mendapatkan kesan menyenangkan ketika menghafal perkalian.  Metode yang digunakan di sini adalah metode permainan kartu yang digabungkan dengan metode permainan gawang super mini. Sebenarnya, metode ini hanya digunakan agar peserta didik terpacu untuk menghafal perkalian satu sampai sepuluh tanpa harus membilang terlebih dahulu secara berurut, serta agar peserta didik mendapatkan kesan menyenangkan ketika menghafal perkalian.
<h2>Langkah Pertama</h2>  
  <h3>Langkah Pertama</h3>
Siapkan bahan dan alat yang diperlukan sebagai berikut:  Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6598" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-2-300x178.jpg" alt="Gambar 2" width="300" height="178" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6598" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-2-300x178.jpg" alt="Gambar 2" width="300" height="178" /></a>
Alat: Alat:
<ol> <ol>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
<li>Lem</li>  <li>Lem</li>
<li>Spidol</li>  <li>Spidol</li>
<li>Penggaris</li>  <li>Penggaris</li>
</ol> </ol>
Bahan: Bahan:
<ol> <ol>
<li>Kardus bekas</li>  <li>Kardus bekas</li>
<li>Karton kemasan susu bubuk atau kertas lain berukuran tebal</li>  <li>Karton kemasan susu bubuk atau kertas lain berukuran tebal</li>
<li>Kertas karton warna warni</li>  <li>Kertas karton warna warni</li>
<li>Kertas HVS bekas</li>  <li>Kertas HVS bekas</li>
</ol> </ol>
Cara Membuat Papan Gawang Super Mini:  Cara Membuat Papan (Lapangan) Gawang Super Mini:
<ol> <ol>
<li>Gunting kardus bekas membentuk bangun datar persegi panjang (memiliki panjang dan lebar).</li>  <li>Gunting kardus bekas membentuk bangun datar persegi panjang (memiliki panjang dan lebar).</li>
<li>Gambar lapangan sepak bola dengan menggunakan spidol di salah satu permukaan kardus bekas yang sudah digunting berbentuk persegi panjang. Potongan kardus ini yang kemudian akan digunakan sebagai lapangan untuk bermain gawang super mini.</li>   <li>Gambar lapangan sepak bola menggunakan spidol di salah satu permukaan kardus bekas yang sudah digunting berbentuk persegi panjang. Potongan kardus ini akan digunakan sebagai lapangan untuk bermain gawang super mini.</li>
</ol> </ol>
Cara Membuat Pemain Gawang Super Mini: Cara Membuat Pemain Gawang Super Mini:
<ol> <ol>
<li>Gunting karton kemasan susu bubuk hingga mendapatkan potongan-potongan persegi panjang dengan panjang minimal 10 cm dan lebar minimal 5 cm.</li>  <li>Gunting karton kemasan susu bubuk hingga mendapatkan potongan-potongan persegi panjang dengan panjang minimal 10 cm dan lebar minimal 5 cm.</li>
<li>Lipat tiap potongan persegi panjang menjadi dua berdasarkan sisi panjang. Potongan persegi ini yang akan dijadikan sebagai pemain. Guru juga dapat memberikan kebebasan pada siswa untuk mewarnai atau menomori para pemain karton tersebut.</li>   <li>Lipat tiap potongan persegi panjang menjadi dua berdasarkan sisi panjang. Potongan persegi ini akan dijadikan sebagai pemain. Pendidik juga dapat memberikan kebebasan pada peserta didik untuk mewarnai atau memberikan nomor punggung kepada para pemain karton tersebut.</li>
</ol> </ol>
Cara Membuat Bola: Cara Membuat Bola:
<ol> <ol>
<li>Sobek kertas bekas dan gulung-gulung hingga menyerupai bola.</li>  <li>Sobek kertas bekas dan gulung-gulung hingga menyerupai bola.</li>
</ol> </ol>
Papan gawang super mini siap untuk dimainkan. Papan gawang super mini siap untuk dimainkan.
<h2>Langkah Kedua</h2>  <h3>Langkah Kedua</h3>
&nbsp;  
Siapkan kartu perkalian satu sampai sepuluh dari kertas-kertas karton warna warni ataupun kertas HVS yang telah digunting seukuran kartu domino. Kartu perkalian ini bisa dicetak dengan mesin pencetak (<em>printer</em>) ataupun ditulis dengan tangan.  Siapkan kartu perkalian satu sampai sepuluh dari kertas-kertas karton warna warni ataupun kertas HVS yang telah digunting seukuran kartu domino. Kartu perkalian ini bisa dicetak dengan mesin pencetak (<em>printer</em>) ataupun ditulis dengan tangan. Contoh: 1 x 1, 1 x 2, ...., 3 x 5, 3 x 6, ..., 10 x 9, 10 x 10.
<h1></h1>  
<h2>Langkah Ketiga</h2>  <h3>Langkah Ketiga</h3>
&nbsp;  
Cara Bermain: Cara Bermain:
<ol> <ol>
<li>Bentuk tim gawang super mini beranggotakan 5 siswa tiap kelompok.</li>   <li>Bentuk tim gawang super mini beranggotakan 5 peserta didik untuk tiap kelompok.</li>
<li>Setiap anggota tim menempatkan pemain karton mereka masing-masing di lapangan.</li>  <li>Setiap anggota tim menempatkan pemain karton mereka masing-masing di lapangan.</li>
<li>Letakkan tumpukan kartu perkalian di salah satu sisi lapangan dalam keadaan tertutup.</li>  <li>Letakkan tumpukan kartu perkalian di salah satu sisi lapangan dalam keadaan tertutup.</li>
<li>Buka kartu perkalian yang paling atas sebagai pertanyaan yang harus dijawab.</li>  <li>Buka kartu perkalian yang paling atas sebagai pertanyaan yang harus dijawab.</li>
<li>Anggota tim yang tercepat menjawab soal perkalian tersebut dengan benar berhak mendapatkan satu kesempatan untuk menembakkan bola ke gawang lawan dengan cara menepuk pemain karton hingga pipih.</li>  <li>Anggota tim yang tercepat menjawab soal perkalian tersebut dengan benar berhak mendapatkan satu kesempatan untuk menembakkan bola ke gawang lawan dengan cara menepuk pemain karton hingga pipih.</li>
<li>Jika belum berhasil menggolkan bola kertas ke gawang lawan, siswa dapat mencoba kembali menembakkan bola kertas tersebut setelah menjawab pertanyaan perkalian berikutnya dengan benar.</li>   <li>Jika belum berhasil menggolkan bola kertas ke gawang lawan, peserta didik dapat mencoba kembali menembakkan bola kertas tersebut setelah menjawab pertanyaan perkalian berikutnya dengan benar.</li>
</ol> </ol>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-3.jpg"><img class=" wp-image-6599 size-medium aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-3-300x169.jpg" alt="Gambar 3" width="300" height="169" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-3.jpg"><img class=" wp-image-6599 size-medium aligncenter" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/06/ Gambar-3-300x169.jpg" alt="Gambar 3" width="300" height="169" /></a>
Peraturan lebih spesifik tentang bagaimana permainan ini dijalankan dapat dirumuskan bersama-sama dengan siswa.  Peraturan lebih spesifik tentang bagaimana permainan ini dijalankan dapat dirumuskan bersama-sama dengan peserta didik.
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
  <h2>Pelajaran yang didapat</h2>
  <h3>Pendidikan Karakter</h3>
  Pertama, peserta didik belajar mengenai kejujuran dan sportivitas sambil memainkan permainan ini. Kedua, mereka juga belajar bermusyawarah ketika diajak untuk merumuskan aturan permainan gawang super mini bersama-sama. Ketiga, mereka juga ditantang untuk tidak mudah menyerah jika belum memenangkan permainan ini.
  <h3></h3>
  <h3>Kesimpulan</h3>
  Pada dasarnya, permainan ini bertujuan memberikan suasana baru bagi peserta didik dalam menghafal perkalian sehingga perkalian tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang monoton, membosankan, atau bahkan menakutkan.
  Berdasarkan pengalaman, peserta didik SDK Lumasebu menjadi lebih bersemangat untuk menghafal perkalian melalui permainan ini karena mereka tertantang untuk memperoleh kesempatan menembakkan bola kertas ke gawang lawan. Peserta didik juga menjadi lebih terbiasa menjawab soal perkalian secara acak. Saat ini, mereka sudah bisa menjawab soal perkalian lima ke atas tanpa harus menggumam terlebih dahulu karena sudah sering terpapar dengan jawaban-jawaban soal perkalian tersebut ketika bermain.
  Permainan ini sangat sederhana, mudah dimainkan, dan masih memiliki banyak ruang untuk dikembangkan ataupun dimodifikasi. Misalnya, permainan ini juga dapat digunakan sembari mempelajari materi pembelajaran lain, seperti nama-nama ibukota provinsi di Indonesia. Permainan ini juga dapat digunakan untuk melakukan asesmen sumatif terhadap peserta didik.
<h1>Lesson Learned</h1>  <h3></h3>
<h2>Pendidikan Karakter yang Disisipkan</h2>   
&nbsp; &nbsp;
Siswa-siswi dapat belajar mengenai kejujuran dan sportivitas sembari memainkan permainan ini. Selain itu, mereka juga belajar tentang musyawarah ketika diajak untuk merumuskan aturan permainan gawang super mini bersama-sama. Mereka juga ditantang untuk tidak mudah menyerah jika belum bisa memenangkan permainan ini.  
<h2>Kesimpulan</h2>  
Pada dasarnya, permainan ini bertujuan memberikan suasana baru bagi para siswa dalam menghafal perkalian sehingga perkalian tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang monoton, membosankan, atau bahkan menakutkan.  
Berdasarkan pengalaman, siswa-siswi SDK Lumasebu menjadi lebih bersemangat untuk menghafal perkalian melalui permainan ini karena mereka tertantang untuk memperoleh kesempatan menembakkan bola kertas ke gawang lawan. Siswa-siswi juga menjadi lebih terbiasa menjawab soal perkalian secara acak. Saat ini, mereka sudah bisa menjawab soal perkalian 5 ke atas tanpa harus menggumam terlebih dahulu karena sudah sering terpapar dengan jawaban-jawaban soal perkalian tersebut ketika bermain.  
Permainan ini sangat sederhana, mudah dimainkan, dan masih memiliki banyak ruang untuk dikembangkan ataupun dimodifikasi. Misalnya, permainan ini juga dapat digunakan sembari mempelajari materi pembelajaran lain, seperti nama-nama ibukota provinsi di Indonesia. Permainan ini juga dapat guru gunakan untuk melakukan tes sumatif terhadap siswa.  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply