Viewing 11 to 20 of 20 items
Archive | Matematika 5 RSS feed for this section

Kotak Perkalian

Bukannya tidak sabar untuk mencoba lagi, tapi ujian semakin dekat. Jadi mau tidak mau saya perintahkan mereka untuk menghapal mati perkalian dan pembagian.

Namun baru dua minggu murid-murid sudah bosan dengan metode menghapal biasa. Suatu hari di depan kelas tiba-tiba saya terpikir untuk membuat permainan ini, permainan yang kami sebut “Kotak Perkalian”.

1

Belajar Kreatif Matematika – Bermain Bilangan Bulat

Latar Belakang Menurut beberapa sumber yang saya baca, pembelajaran kreatif setidaknya memuat 3 elemen: guru yang kreatif, tidak tergantung dengan ruang fisik kelas, dan media yang dipakai unik dan tetap berguna. Berikut ini adalah salah satu usaha untuk menerapkan pembelajaran kreatif untuk pelajaran matematika. Catatan ini saya buat saat saya mengajar kelas rangkap untuk rombongan  Full Article…

3

(Bukan) Ulangan Matematika

Murid-murid saya sering merasa takut dan terbebani dengan kata-kata “ULANGAN”. Ulangan seakan-akan identik dengan soal-soal yang sulit, nilai jelek, harus belajar dan banyak hal buruk lainnya. Dampaknya, siswa menjadi tidak termotivasi untuk terus belajar. Namun jika kita mau membalik pola pikir kita tentang “ULANGAN”, boleh jadi kegiatan ini akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan di kelas!

0

Komanya jalan, Bu! (Operasi Hitung Desimal)

Murid-murid saya di masih sering kebingungan ketika diminta untuk mengerjakan operasi hitung bilangan desimal, bahkan untuk jenis soal yang paling mudah sekalipun. Misalnya 35 : 100 = …. . Saya pernah mencoba menjelaskan di papan tulis, jika 35 : 100 maka ada tanda koma yang melompat ke kiri sebanyak jumlah nol pembaginya. Apa hasilnya? Murid saya malah menulis 35 : 100 = 0,3,5, :mrgreen: . Bagaimana menyiasatinya? Saya mencoba dengan “tanda koma berjalan”!

0

Menjajakan Dagangan dengan Obral Murah – Belajar Persen

Dalam Kompetensi Dasar pelajaran matematika kelas V semester II terdapat materi mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta sebaliknya. “Obral murah” merupakan bentuk evaluasi praktik materi tersebut, di mana siswa melakukan simulasi menjual dan membeli barang dengan harga yang sudah mendapat potongan besar-besaran. Siswa diajak menghitung besaran potongan harga (persen) dengan lebih aplikatif.

0

Nyanyian KPK dan FPB

Siswa sering lupa faktor prima yang mana yang digunakan untuk menghitung KPK dan mana yang digunakan untuk menghitung FPB. Sebenarnya, cara mengingatnya mudah lho! Mau tahu caranya? Ayo nyanyikan lagunya, ikuti langkah-langkahnya dan kita bisa menghitung KPK dan FPB!

1

Belajar KPK dengan Bermain Lompat Kodok

Sebelum menentukan KPK dengan menggunakan bilangan prima, siswa dipahamkan terlebih dahulu dengan konsep dasar yang cukup sederhana bahwa KPK adalah pertemuan pertama dua bilangan atau lebih yang dilipat-lipatkan. Metode ini selain untuk memahamkan siswa tentang KPK, juga melatih motorik kasar siswa. Selain itu, siswa dilatih untuk disiplin mengikuti aturan permainan, dan bersabar menunggu giliran.

3