Viewing 21 to 30 of 51 items
Archive | Kelas 5 RSS feed for this section

Bermain Kuis: “Macanga, Sola!” (Hebat, Kawan!)

Banyaknya materi yang harus diberikan kepada siswa kelas membuat saya terkadang berkejaran dengan waktu. Awalnya saya hampir putus asa karena harus berkali-kali kembali mengajar materi yang seharusnya diberikan pada saat di jenjang kelas sebelumnya. Akhirnya saya putuskan untuk membuat sebuah kuis yang melibatkan seluruh siswa di kelas.

0

Petata (Pembatas Buku Cita-Cita)

Mengawali hari-hari di permulaan semester merupakan saat yang tepat untuk membangun komitmen dan mendiskusikan tujuan pembelajaran kepada anak-anak didik. Biasanya para siswa juga belum disibukkan oleh beban pelajaran yang terlalu banyak. Oleh karena itu guru berkesempatan membuat aktifitas yang menyenangkan sekaligus bermakna, seperti menuliskan impian atau cita-cita.

1

Bermain Kelereng dan Tanah Liat sambil Belajar Konsep Gaya

Belajar gaya bisa dikreasikan dengan kegiatan yang disenangi oleh siswa seperti bermain kelereng, ketapel, panahan, dan sebagainya. Gaya adalah istilah IPA yang baru bagi siswa, padahal mungkin saja mereka sudah mengenal contoh-contoh gaya karena mudah ditemui bahkan mungkin tanpa sadar mereka sudah mengaplikasikan konsep gaya sebelumnya.

0

Kotak Perkalian

Bukannya tidak sabar untuk mencoba lagi, tapi ujian semakin dekat. Jadi mau tidak mau saya perintahkan mereka untuk menghapal mati perkalian dan pembagian.

Namun baru dua minggu murid-murid sudah bosan dengan metode menghapal biasa. Suatu hari di depan kelas tiba-tiba saya terpikir untuk membuat permainan ini, permainan yang kami sebut “Kotak Perkalian”.

1

Belajar Kreatif Matematika – Bermain Bilangan Bulat

Latar Belakang Menurut beberapa sumber yang saya baca, pembelajaran kreatif setidaknya memuat 3 elemen: guru yang kreatif, tidak tergantung dengan ruang fisik kelas, dan media yang dipakai unik dan tetap berguna. Berikut ini adalah salah satu usaha untuk menerapkan pembelajaran kreatif untuk pelajaran matematika. Catatan ini saya buat saat saya mengajar kelas rangkap untuk rombongan  Full Article…

1

Teleconference dengan Telepon Kaleng – Melatih Keberanian Siswa untuk Berbicara

Siswa saya biasanya malu ketika diminta ke depan untuk membaca puisi atau bercerita. Selain itu, suasana kelas yang ramai membuat penjelasan guru tidak terserap dengan baik. Telepon kaleng bisa digunakan untuk melatih keberanian siswa dalam berbicara karena biasanya anak akan tertarik untuk berbicara menggunakan media, mereka merasa sedang bermain saat belajar.

1

(Bukan) Ulangan Matematika

Murid-murid saya sering merasa takut dan terbebani dengan kata-kata “ULANGAN”. Ulangan seakan-akan identik dengan soal-soal yang sulit, nilai jelek, harus belajar dan banyak hal buruk lainnya. Dampaknya, siswa menjadi tidak termotivasi untuk terus belajar. Namun jika kita mau membalik pola pikir kita tentang “ULANGAN”, boleh jadi kegiatan ini akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan di kelas!

0