Revision 2093 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Lagu Semangat untuk Satu Minggu

Abstraksi

Salah satu kegiatan rutin yang sering digunakan untuk memotivasi atau memulai pelajaran di pendidikan usia dini ataupun dasar adalah bernyanyi. Berikut ini adalah “stock” lagu-lagu penyemangat yang bisa digunakan dalam seminggu.

Latar Belakang

Salah satu kegiatan penting dalam kegiatan belajar-mengajar adalah membangun minat dan semangat murid-murid untuk memulai pelajaran. Sebagai variasi, alangkah baiknya jika lagu-lagu motivasi tersebut berbeda-beda setiap harinya. Selain sebagai pembangkit semangat, lagu ini berguna untuk mengajarkan nama-nama hari kepada anak usia dini (TK/PAUD) maupun SD kelas 1 dan 2. Bagi tingkat umur yang lebih tinggi, lagu-lagu ini juga bisa menjadi stimulus konsentrasi anak untuk mengingat/menghubungkan nama hari dengan pelajaran atau aktivitas yang akan dilakukan pada hari tersebut.

Metode Mengarang Lirik dan Penyampaian Lagu

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengarang dan menyampaikan lagu.

Mengarang lirik lagu

  1. Dalam mengarang lirik lagu, pertama-tama kita perlu membuat catatan mengenai aktivitas yang ingin kita tekankan pada hari tersebut. Misalnya, Senin adalah hari upacara, Jumat adalah hari olah raga atau senam pagi dan seterusnya.
  2. Buatlah dengan kata-kata yang berima supaya menarik, dan mempermudah anak-anak usia dini untuk mengenal kata-kata. Misalya: senin-dipimpin, jumat-sehat, selasa-bahasa, dll.
  3. Gunakan pula nada yang sama untuk setiap harinya agar anak-anak mudah mengingatnya.
Berikut adalah lirik lagu yang saya gunakan untuk murid saya, setiap Senin-Jumat. (Nada: “Pagi-pagi” karangan Ibu Sud – lirik awal: Bangun, bangun, hari sudah siang) Full Lyric Senin, Senin, jumpa lagi Senin Saatnya kita   Upacara Senin Ayo-ayo   barisannya dipimpin Nanti kita Belajar dan bermain Oh senangnya, ini hari Selasa Hari ini kita   belajar bahasa Ayo kawan   mulai dengan doa Agar pintar   jika berusaha Rabu, Rabu, sekarang hari Rabu Pagi ini kita akan menuntut ilmu Ayo teman  jangan ragu-ragu Setia kawan dan Saling membantu Kamis, Kamis, ini hari Kamis Ayo masuk kelas dan duduk yang manis Hari ini kita belajar menulis Aku cinta pada hari Kamis! Jumat, Jumat, selamat hari jumat Ayo olah raga biar badan sehat Lalu kita belajar yang giat, Nanti siang Muslim ayo solat* (*untuk daerah yang bukan mayoritas Muslim, bisa diganti dengan kata-kata lainnya, misalnya “nanti siang kita istirahat”) Sabtu, Sabtu, akhirnya hari Sabtu Ayo ke sekolah  datang tepat waktu Besok, besok, besok hari Minggu Ayo kawan kita bantu Ibu contoh lagunya dapat dilihat di sini.  

Metode penyampaian

  1. Ketika guru memasuki kelas, biasanya ketua kelas akan menyiapkan teman-temannya untuk berdoa dan memberi salam kepada guru. Setelah itu, guru diharapkan menyapa anak-anak dan membangun semangat mereka. Tanyakan kabar mereka dan apakah mereka sudah sarapan atau belum. Bila perlu, minta beberapa murid menceritakan sarapan mereka atau jika ada pengalaman menarik ketika mereka berangkat ke sekolah tadi.
  2. Mulailah memancing anak-anak dengan bertanya, “hari apa sekarang?”, lalu perkenalkan lagu ini. Katakan Anda punya lagu tentang hari ini. Nyanyikan sebaris demi sebaris sambil diikuti anak-anak. Ulanglah 2-3 kali. Lalu tanyakan pada mereka (misalnya lihat hari Senin): “apa tadi kita sudah upacara Senin?” “siapa yang jadi pemimpin upacara tadi?” “apa kalian suka upacara tadi?” “apa yang dikatakan pembina upacara tadi?” dan sebagainya. Contoh lain, untuk hari Kamis: “hayooo.. apakah semuanya sudah duduk yang manis?” “siap untuk menulis hari ini?”
  3. Ajarilah satu lagu untuk satu hari. Jangan lupa katakan bahwa besok Anda punya lagu baru untuk mereka, sehingga ada sesuatu yang dinantikan anak-anak untuk ke sekolah keesokan harinya.
  4. Setelah selesai 1 Minggu pengenalan lagu, ada baiknya lagu-lagu ini dibuat dalam bentuk “poster” untuk ditempel di kelas (atau sekedar dipajang/dipegang guru di depan kelas ketika akan dinyanyikan). Hal ini akan mempercepat anak dalam menghapal lagu, atau sekedar mempermudah menyanyikan ketika mereka belum hapal lirik lagu tersebut.
    1. Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.
    2. Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya setelah lagu ini diperkenalkan.

Lesson Learned

  1. Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.
  2. Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya setelah lagu ini diperkenalkan.

Revisions

Revision Differences

October 13, 2012 @ 22:32:52Current Revision
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Salah satu kegiatan rutin yang sering digunakan untuk memotivasi atau memulai pelajaran di pendidikan usia dini ataupun dasar adalah bernyanyi. Berikut ini adalah “stock” lagu-lagu penyemangat yang bisa digunakan dalam seminggu. Salah satu kegiatan rutin yang sering digunakan untuk memotivasi atau memulai pelajaran di pendidikan usia dini ataupun dasar adalah bernyanyi. Berikut ini adalah “stock” lagu-lagu penyemangat yang bisa digunakan dalam seminggu.
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
Salah satu kegiatan penting dalam kegiatan belajar-mengajar adalah membangun minat dan semangat murid-murid untuk memulai pelajaran. Sebagai variasi, alangkah baiknya jika lagu-lagu motivasi tersebut berbeda-beda setiap harinya. Salah satu kegiatan penting dalam kegiatan belajar-mengajar adalah membangun minat dan semangat murid-murid untuk memulai pelajaran. Sebagai variasi, alangkah baiknya jika lagu-lagu motivasi tersebut berbeda-beda setiap harinya.
Selain sebagai pembangkit semangat, lagu ini berguna untuk mengajarkan nama-nama hari kepada anak usia dini (TK/PAUD) maupun SD kelas 1 dan 2. Bagi tingkat umur yang lebih tinggi, lagu-lagu ini juga bisa menjadi stimulus konsentrasi anak untuk mengingat/menghubungkan nama hari dengan pelajaran atau aktivitas yang akan dilakukan pada hari tersebut. Selain sebagai pembangkit semangat, lagu ini berguna untuk mengajarkan nama-nama hari kepada anak usia dini (TK/PAUD) maupun SD kelas 1 dan 2. Bagi tingkat umur yang lebih tinggi, lagu-lagu ini juga bisa menjadi stimulus konsentrasi anak untuk mengingat/menghubungkan nama hari dengan pelajaran atau aktivitas yang akan dilakukan pada hari tersebut.
<h2>Metode Mengarang Lirik dan Penyampaian Lagu</h2> <h2>Metode Mengarang Lirik dan Penyampaian Lagu</h2>
Berikut adalah beberapa  Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengarang dan menyampaikan lagu.
<h3>Mengarang lirik lagu</h3> <h3>Mengarang lirik lagu</h3>
<ol> <ol>
<li>Dalam mengarang lirik lagu, pertama-tama kita harus membuat catatan mengenai aktivitas yang ingin kita tekankan pada hari tersebut. Misalnya, Senin adalah hari upacara, Jumat adalah hari olah raga atau senam pagi dan seterusnya.</li>   <li>Dalam mengarang lirik lagu, pertama-tama kita perlu membuat catatan mengenai aktivitas yang ingin kita tekankan pada hari tersebut. Misalnya, Senin adalah hari upacara, Jumat adalah hari olah raga atau senam pagi dan seterusnya.</li>
<li>Buatlah dengan kata-kata yang berima supaya menarik, dan mempermudah anak-anak usia dini untuk mengenal kata-kata. Misalya: senin-dipimpin, jumat-sehat, selasa-bahasa, dll.</li>  <li>Buatlah dengan kata-kata yang berima supaya menarik, dan mempermudah anak-anak usia dini untuk mengenal kata-kata. Misalya: senin-dipimpin, jumat-sehat, selasa-bahasa, dll.</li>
<li>Gunakan pula nada yang sama untuk setiap harinya agar anak-anak mudah mengingatnya.</li>  <li>Gunakan pula nada yang sama untuk setiap harinya agar anak-anak mudah mengingatnya.</li>
</ol> </ol>
Berikut adalah lirik lagu yang saya gunakan untuk murid saya, setiap Senin-Jumat. Berikut adalah lirik lagu yang saya gunakan untuk murid saya, setiap Senin-Jumat.
&nbsp;  
(Nada: “Pagi-pagi” karangan Ibu Sud – lirik awal: Bangun, bangun, hari sudah siang) (Nada: “Pagi-pagi” karangan Ibu Sud – lirik awal: Bangun, bangun, hari sudah siang)
  <iframe src="http://www.youtube.com/ embed/5-VZlNk29bs" height="315" width="420" frameborder=" 0"></iframe>
&nbsp; <strong>Full Lyric</strong>
Senin, Senin, jumpa lagi Senin Senin, Senin, jumpa lagi Senin
Saatnya kita   Upacara Senin Saatnya kita   Upacara Senin
Ayo-ayo   barisannya dipimpin Ayo-ayo   barisannya dipimpin
Nanti kita Belajar dan bermain Nanti kita Belajar dan bermain
&nbsp;  
Oh senangnya, ini hari Selasa Oh senangnya, ini hari Selasa
Hari ini kita   belajar bahasa Hari ini kita   belajar bahasa
Ayo kawan   mulai dengan doa Ayo kawan   mulai dengan doa
Agar pintar   jika berusaha Agar pintar   jika berusaha
&nbsp;  
Rabu, Rabu, sekarang hari Rabu Rabu, Rabu, sekarang hari Rabu
Pagi ini kita akan menuntut ilmu Pagi ini kita akan menuntut ilmu
Ayo teman  jangan ragu-ragu Ayo teman  jangan ragu-ragu
Setia kawan dan Saling membantu Setia kawan dan Saling membantu
&nbsp;  
Kamis, Kamis, ini hari Kamis Kamis, Kamis, ini hari Kamis
Ayo masuk kelas dan duduk yang manis Ayo masuk kelas dan duduk yang manis
Hari ini kita belajar menulis Hari ini kita belajar menulis
Aku cinta pada hari Kamis! Aku cinta pada hari Kamis!
&nbsp;  
Jumat, Jumat, selamat hari Jumat  Jumat, Jumat, selamat hari jumat
Ayo olah raga biar badan sehat Ayo olah raga biar badan sehat
Lalu kita belajar yang giat, Lalu kita belajar yang giat,
Nanti siang Muslim ayo solat* Nanti siang Muslim ayo solat*
(*untuk daerah yang bukan mayoritas Muslim, bisa diganti dengan kata-kata lainnya, misalnya “nanti siang kita istirahat”) (*untuk daerah yang bukan mayoritas Muslim, bisa diganti dengan kata-kata lainnya, misalnya “nanti siang kita istirahat”)
&nbsp;  
&nbsp;  
Sabtu, Sabtu, akhirnya hari Sabtu Sabtu, Sabtu, akhirnya hari Sabtu
Ayo ke sekolah  datang tepat waktu Ayo ke sekolah  datang tepat waktu
Besok, besok, besok hari Minggu Besok, besok, besok hari Minggu
Ayo kawan kita bantu Ibu Ayo kawan kita bantu Ibu
&nbsp; contoh lagunya dapat dilihat di <a href="http:// www.youtube.com/watch?v=5- VZlNk29bs&amp; feature=youtu.be" target="_blank">sini</a>.
&nbsp; &nbsp;
<h3>Metode penyampaian</h3> <h3>Metode penyampaian</h3>
<ol> <ol>
<li>Ketika guru memasuki kelas, biasanya ketua kelas akan menyiapkan teman-temannya untuk berdoa dan memberi salam kepada guru. Setelah itu, guru diharapkan menyapa anak-anak dan membangun semangat mereka. Tanyakan kabar mereka dan apakah mereka sudah sarapan atau belum. Bila perlu, minta beberapa murid menceritakan sarapan mereka atau jika ada pengalaman menarik ketika mereka berangkat ke sekolah tadi.</li>  <li>Ketika guru memasuki kelas, biasanya ketua kelas akan menyiapkan teman-temannya untuk berdoa dan memberi salam kepada guru. Setelah itu, guru diharapkan menyapa anak-anak dan membangun semangat mereka. Tanyakan kabar mereka dan apakah mereka sudah sarapan atau belum. Bila perlu, minta beberapa murid menceritakan sarapan mereka atau jika ada pengalaman menarik ketika mereka berangkat ke sekolah tadi.</li>
<li>Mulailah memancing anak-anak dengan bertanya, “hari apa sekarang?”, lalu perkenalkan lagu ini. Katakan Anda punya lagu tentang hari ini. Nyanyikan sebaris demi sebaris sambil diikuti anak-anak. Ulanglah 2-3 kali. Lalu tanyakan pada mereka (misalnya lihat hari Senin): “apa tadi kita sudah upacara Senin?” “siapa yang jadi pemimpin upacara tadi?” “apa kalian suka upacara tadi?” “apa yang dikatakan pembina upacara tadi?” dan sebagainya. Contoh lain, untuk hari Kamis: “hayooo.. apakah semuanya sudah duduk yang manis?” “siap untuk menulis hari ini?”</li>  <li>Mulailah memancing anak-anak dengan bertanya, “hari apa sekarang?”, lalu perkenalkan lagu ini. Katakan Anda punya lagu tentang hari ini. Nyanyikan sebaris demi sebaris sambil diikuti anak-anak. Ulanglah 2-3 kali. Lalu tanyakan pada mereka (misalnya lihat hari Senin): “apa tadi kita sudah upacara Senin?” “siapa yang jadi pemimpin upacara tadi?” “apa kalian suka upacara tadi?” “apa yang dikatakan pembina upacara tadi?” dan sebagainya. Contoh lain, untuk hari Kamis: “hayooo.. apakah semuanya sudah duduk yang manis?” “siap untuk menulis hari ini?”</li>
<li>Ajarilah satu lagu untuk satu hari. Jangan lupa katakan bahwa besok Anda punya lagu baru untuk mereka, sehingga ada sesuatu yang dinantikan anak-anak untuk ke sekolah keesokan harinya.</li>  <li>Ajarilah satu lagu untuk satu hari. Jangan lupa katakan bahwa besok Anda punya lagu baru untuk mereka, sehingga ada sesuatu yang dinantikan anak-anak untuk ke sekolah keesokan harinya.</li>
<li>Setelah selesai 1 Minggu pengenalan lagu, ada baiknya lagu-lagu ini dibuat dalam bentuk “poster” untuk ditempel di kelas (atau sekedar dipajang/dipegang guru di depan kelas ketika akan dinyanyikan). Hal ini akan mempercepat anak dalam menghapal lagu, atau sekedar mempermudah menyanyikan ketika mereka belum hapal lirik lagu tersebut.  <li>Setelah selesai 1 Minggu pengenalan lagu, ada baiknya lagu-lagu ini dibuat dalam bentuk “poster” untuk ditempel di kelas (atau sekedar dipajang/dipegang guru di depan kelas ketika akan dinyanyikan). Hal ini akan mempercepat anak dalam menghapal lagu, atau sekedar mempermudah menyanyikan ketika mereka belum hapal lirik lagu tersebut.
<ol> <ol>
<li>Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.</li>  <li>Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.</li>
<li>Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya <span style="text-decoration: underline">setelah</span> lagu ini diperkenalkan.</li>   <li>Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya <span style="text-decoration: underline;">setelah</span> lagu ini diperkenalkan.</li>
</ol> </ol>
</li> </li>
</ol> </ol>
<h2>Lesson Learned</h2> <h2>Lesson Learned</h2>
<ol> <ol>
<li>Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.</li>  <li>Gunakan bahasa tubuh yang menyimbolkan aktivitas tertentu dalam lirik untuk merangsang kinestetik anak.</li>
<li>Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya <span style="text-decoration: underline">setelah</span> lagu ini diperkenalkan.</li>   <li>Berdasarkan pengalaman, hindari menggunakan tulisan pada saat pertama kali memperkenalkan lagu ini, karena anak-anak malah lebih terfokus pada tulisan ketimbang memperhatikan contoh yang diberikan gurunya. Akhirnya, mereka membuat nada masing-masing di pikiran mereka sendiri. Berikanlah versi tulisannya hanya <span style="text-decoration: underline;">setelah</span> lagu ini diperkenalkan.</li>
</ol> </ol>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply