Revision 2166 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Membedakan 3 Ekosistem Air: Air Laut, Kolam, dan Akuarium

Abstraksi

Membedakan yang terdiri dari lautan, pantai, muara, dan terumbu karang bagi anak usia SD saya ternyata cukup sulit. Mereka tidak bisa membedakan antara laut dan di dalam kolam.

Latar Belakang

Ekosistem Air Laut

Kurangnya pengetahuan dan jauhnya daerah yang saya tempati dari laut ataupun pantai, membuat murid-murid saya merasa kesulitan dalam membedakan ekosistem yang ada di laut dan di kolam. Mereka pikir ekosistem air di laut dan di kolam itu adalah sama.

Kondisi Kelas

Jumlah murid di kelas adalah 20 siswa. Saya mencoba menerapkan metode konstruktivistik di dalam kelas.

Latar belakang penggunaan metode

Dengan metode konstruktivisme saya mengajak murid-murid untuk menggali pengetahuannya sendiri melalui media belajar yang akan mereka buat di dalam kelas. Untuk penyediaan alat dan bahan, biasanya saya sendiri yang menyiapkan dengan bermodal karton, spidol, pensil warna dan lain-lain untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar saya hari ini.

Latar belakang penyampaian materi

Kali ini saya akan menyampaikan materi tentang ekosistem air laut. Saya mengemas pesan materi yang saya sampaikan kepada murid-murid saya di kelas dengan menggunakan media gambar. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam .

Penjelasan Materi

Ekosistem air laut disebut  juga dengan ekosistem bahari. Ekosistem air laut terdiri dari ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem muara, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem lautan ditandai dengan kandungan garam yang tinggi, terutama di daerah laut tropik. Ekosistem pantai terletak di perbatasan antara darat, laut, dan daerah pasang surut air laut. Ekosistem muara berada pada titik bertemunya sungai dengan laut. Sedangkan ekosistem terumbu karang didominasi dengan karang batu dan organisme lainnya karena daerahnya masih dapat ditembus cahaya matahari, sehingga proses fotosintesis masih dapat berlangsung.

Proses Pembelajaran di Kelas

Kegiatan awal

Dimulai dengan memperkenalkan ekosistem air laut dengan menggunakan gambar yang saya buat di rumah. Saya mempersilakan murid-murid untuk melihat ekosistem air laut yang saya pajang di depan kelas. Selanjutnya, murid-murid  diminta untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam dengan gaya bahasanya masing-masing di depan kelas.

Kegiatan Inti

Saya membagi murid-murid ke dalam kelompok besar. Saya membagi kelompok sesuai dengan ekosistem yang akan dijelaskan setiap kelompok. Ekosistem yang akan dibuat kelompok belajar: ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem muara, dan ekosistem kolam. Saya membebaskan kelompok membuat media belajar sesuai yang mereka inginkan.

Kegiatan penutup

Setelah media belajarnya sudah jadi, masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan dan menyebutkan ekosistem yang terdapat di lautan, pantai, muara, dan kolam. Kemudian media belajar yang sudah dibuat, saya pajang di dalam kelas. Murid-murid saya pun senang dan bangga atas hasil karya mereka.

Lesson Learned

Metode Alternatif

Metode ini sangat membantu saya dan murid-murid untuk mengasah motorik halusnya dan mengembangkan potensi kreativitasnya. Untuk menyediakan media belajar yang berbagai macam bentuknya, saya tidak merasa keberatan untuk membuatnya justru saya merasa senang kalau murid-murid yang saya ajarkan juga senang dalam belajar. Menurut saya, menggunakan media belajar yang beragam sangat mendukung kemungkinan penyampaian pesan materi lebih lama masuk ke dalam long term memory.   (Ditulis berdasarkan pengalaman Andita Destiarini Hadi, foto oleh Andita Destiarini Hadi )

Revisions

Revision Differences

October 19, 2012 @ 19:34:36Current Revision
Content
<h2>Abstraksi</h2> <h2>Abstraksi</h2>
Membedakan ekosistem laut, ekosistem kolam, ekosistem akuarium, dan ekosistem hutan bagi anak usia SD saya ternyata cukup sulit. Mereka tidak bisa membedakan antara ekosistem laut dan ekosistem di dalam kolam.  Membedakan ekosistem air laut yang terdiri dari ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem muara, dan ekosistem terumbu karang bagi anak usia SD saya ternyata cukup sulit. Mereka tidak bisa membedakan antara ekosistem laut dan ekosistem di dalam kolam.
<h2>Latar Belakang</h2> <h2>Latar Belakang</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Air- Laut-Andita.jpg"><img class="size-medium wp-image-2163" title="Ekosistem Air Laut - Andita" alt="" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Air- Laut-Andita- 300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> Ekosistem Air Laut
Kebetulan saya dapat sekolah yang depannya laut. Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu alasan yang membuat murid-murid saya merasa kesulitan dalam membedakan ekosistem yang ada di laut dan di akuarium. Mereka pikir ekosistem air di laut dan di kolam itu adalah sama.  Kurangnya pengetahuan dan jauhnya daerah yang saya tempati dari laut ataupun pantai, membuat murid-murid saya merasa kesulitan dalam membedakan ekosistem yang ada di laut dan di kolam. Mereka pikir ekosistem air di laut dan di kolam itu adalah sama.
<h3>Kondisi Kelas</h3> <h3>Kondisi Kelas</h3>
Jumlah murid di kelas adalah 20 siswa. Saya mencoba menerapkan metode konstruktivistik di dalam kelas. Jumlah murid di kelas adalah 20 siswa. Saya mencoba menerapkan metode konstruktivistik di dalam kelas.
<h3>Latar belakang penggunaan metode</h3> <h3>Latar belakang penggunaan metode</h3>
Dengan metode konstruktivisme saya mengajak murid-murid untuk menggali pengetahuannya sendiri melalui media belajar yang akan mereka buat di dalam kelas. Untuk penyediaan alat dan bahan, biasanya saya sendiri yang menyiapkan dengan bermodal karton, spidol, pensil warna dan lain-lain untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar saya hari ini. Dengan metode konstruktivisme saya mengajak murid-murid untuk menggali pengetahuannya sendiri melalui media belajar yang akan mereka buat di dalam kelas. Untuk penyediaan alat dan bahan, biasanya saya sendiri yang menyiapkan dengan bermodal karton, spidol, pensil warna dan lain-lain untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar saya hari ini.
<h3>Latar belakang penyampaian materi</h3> <h3>Latar belakang penyampaian materi</h3>
Kali ini saya akan menyampaikan materi tentang keseimbangan ekosistem. Saya mengemas pesan materi yang saya sampaikan kepada murid-murid saya di kelas dengan menggunakan media sebagai alat peraga. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam .  Kali ini saya akan menyampaikan materi tentang ekosistem air laut. Saya mengemas pesan materi yang saya sampaikan kepada murid-murid saya di kelas dengan menggunakan media gambar. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam .
<h2>Penjelasan Materi</h2> <h2>Penjelasan Materi</h2>
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Akuarium- Andita.jpg"><img class="size-medium wp-image-2164" title="Ekosistem Akuarium - Andita" alt="" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Akuarium-Andita- 300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> Ekosistem Akuarium
<strong><ins cite="mailto:kustarta" datetime="2012- 10-05T10:01"> </ins>Ekosistem air laut</strong> disebut  juga dengan <strong>ekosistem bahari</strong>. Ekosistem laut, ekosistem kolam dan ekosistem akurium termasuk di dalamnya. Sedangkan ekosistem hutan Ekosistem air laut disebut  juga dengan ekosistem bahari. Ekosistem air laut terdiri dari ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem muara, dan ekosistem terumbu karang.
Ekosistem lautan ditandai dengan kandungan garam yang tinggi, terutama di daerah laut tropik. Ekosistem kolam teretak pada bidang tertentu entah berbentuk kotak, lingkaran ataupun abstrak yang berisi air tawar. Ekosistem akuarium berada pada sebuah bidang yang terbuat dari kaca berukuran tebal, biasanya berisi air tawar atau air laut. Sedangkan ekosistem hutan didominasi dengan berbagai tumbuhan , pepohonan, dan habitat (tempat tinggal) hewan, sehingga menempati daerah yang cukup luas dan mempunyai peran penting dalam penyediaan air bagi kehidupan. Ekosistem lautan ditandai dengan kandungan garam yang tinggi, terutama di daerah laut tropik. Ekosistem pantai terletak di perbatasan antara darat, laut, dan daerah pasang surut air laut. Ekosistem muara berada pada titik bertemunya sungai dengan laut. Sedangkan ekosistem terumbu karang didominasi dengan karang batu dan organisme lainnya karena daerahnya masih dapat ditembus cahaya matahari, sehingga proses fotosintesis masih dapat berlangsung.
<h2>Proses Pembelajaran di Kelas</h2> <h2>Proses Pembelajaran di Kelas</h2>
<h3>Kegiatan awal</h3> <h3>Kegiatan awal</h3>
Dimulai dengan memperkenalkan ekosistem air laut dengan menggunakan maket yang saya buat di rumah. Saya mempersila<del cite="mailto:kustarta" datetime="2012- 10-05T10:02"></del>kan murid-murid untuk melihat ekosistem air laut yang saya pajang di depan kelas. Selanjutnya, murid-murid  diminta untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam dengan gaya bahasanya masing-masing di depan kelas.  Dimulai dengan memperkenalkan ekosistem air laut dengan menggunakan gambar yang saya buat di rumah. Saya mempersilakan murid-murid untuk melihat ekosistem air laut yang saya pajang di depan kelas. Selanjutnya, murid-murid  diminta untuk membedakan antara ekosistem air laut dan ekosistem air di kolam dengan gaya bahasanya masing-masing di depan kelas.
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Kolam- Andita.jpg"><img class="size-medium wp-image-2165" title="Ekosistem Kolam - Andita" alt="" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2012/10/ Ekosistem-Kolam- Andita-300x220.jpg" width="300" height="220" /></a> Ekosistem Kolam
<h3>Kegiatan Inti</h3> <h3>Kegiatan Inti</h3>
Saya membagi murid-murid ke dalam kelompok besar. Saya membagi kelompok sesuai dengan ekosistem yang akan dijelaskan setiap kelompok. Ekosistem yang akan dibuat kelompok belajar: ekosistem laut, ekosistem kolam, ekosistem akuarium, dan ekosistem hutan. Saya membebaskan kelompok membuat media belajar sesuai yang mereka inginkan.  Saya membagi murid-murid ke dalam kelompok besar. Saya membagi kelompok sesuai dengan ekosistem yang akan dijelaskan setiap kelompok. Ekosistem yang akan dibuat kelompok belajar: ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem muara, dan ekosistem kolam. Saya membebaskan kelompok membuat media belajar sesuai yang mereka inginkan.
<h3>Kegiatan penutup</h3> <h3>Kegiatan penutup</h3>
Setelah media belajarnya sudah jadi, masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan dan menyebutkan ekosistem yang terdapat di laut, kolam, akuarium, dan hutan. Kemudian media belajar yang sudah dibuat, saya pajang di dalam kelas. Murid-murid saya pun senang dan bangga atas hasil karya mereka.  Setelah media belajarnya sudah jadi, masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan dan menyebutkan ekosistem yang terdapat di lautan, pantai, muara, dan kolam. Kemudian media belajar yang sudah dibuat, saya pajang di dalam kelas. Murid-murid saya pun senang dan bangga atas hasil karya mereka.
<h2>Lesson Learned</h2> <h2>Lesson Learned</h2>
<h3>Metode Alternatif</h3> <h3>Metode Alternatif</h3>
Metode ini sangat membantu saya dan murid-murid untuk mengasah motorik halusnya dan mengembangkan potensi kreativitasnya. Dari keempat ekosistem ini terlihat jelas perbedaannya yang sangat signifikan dan potensi kreativitas siswa jauh lebih tinggi. Untuk itu saya tidak merasa keberatan untuk menyediakan media belajar yang berbagai macam bentuknya. Saya merasa senang kalau murid-murid juga senang dalam belajar. Menurut saya, menggunakan media belajar yang beragam sangat mendukung kemungkinan penyampaian pesan materi lebih lama masuk ke dalam long term memory.  Metode ini sangat membantu saya dan murid-murid untuk mengasah motorik halusnya dan mengembangkan potensi kreativitasnya. Untuk menyediakan media belajar yang berbagai macam bentuknya, saya tidak merasa keberatan untuk membuatnya justru saya merasa senang kalau murid-murid yang saya ajarkan juga senang dalam belajar. Menurut saya, menggunakan media belajar yang beragam sangat mendukung kemungkinan penyampaian pesan materi lebih lama masuk ke dalam long term memory.
  &nbsp;
  (Ditulis berdasarkan pengalaman <a href="https:/ /indonesiamengajar.org/pengajar- muda/andita-hadi/">Andita Destiarini Hadi</a>, foto oleh <a href="https:/ /indonesiamengajar.org/pengajar- muda/andita-hadi/">Andita Destiarini Hadi </a>)

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply