Revision 4215 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Kotak Perkalian

Latar Belakang

Sebagian besar murid kelas 4-6 di SDN Inp. No. 22 Rura, Kab. Majene, Sulawesi Barat belum juga hafal . Padahal dan pembagian merupakan harga mati untuk lanjut ke bab berikutnya. Bermacam metode sudah dicoba untuk membantu mereka memahami konsep , namun hasilnya belum memuaskan. Bukannya tidak sabar untuk mencoba lagi, tapi ujian semakin dekat. Jadi mau tidak mau saya perintahkan mereka untuk menghapal mati dan pembagian. Namun baru dua minggu murid-murid sudah bosan dengan metode menghapal biasa. Suatu hari di depan kelas tiba-tiba saya terpikir untuk membuat permainan ini, permainan yang kami sebut "".

Metode

Tujuan

Tujuan dari metode ini adalah mengatasi kebosanan menghapal perkalian.

Sasaran

Murid kelas 4-6, jumlah maksimal 25 anak per kelas.

Alokasi Waktu

Alokasi waktu 2 jam – tak terbatas.

Alat dan Bahan

  1. Spidol boardmarker bermacam warna

Alur Pelaksanaan

  1. Gambar kotak besar (ukuran bebas) yang berisi 100 kotak kecil 10x10
  2. Isi kotak dengan angka 1-100 (boleh berurutan, boleh acak bila murid-murid sudah mulai ahli dengan kotak biasa)
  3. Beri nama tiap baris dan kolom, misal 1-10 untuk kolom dan A-Juntuk baris (bebas)
  4. Guru meminta murid untuk menjawab soal perkalian, cara menjawabnya bukan menggunakan angka namun menggunakan koordinat angka hasil perkalian.
  5. Bisa menggunakan instruksi lisan, tertulis, atau dikembangkan sesuai kreativitas guru.
Kotak Perkalian1 Kotak Perkalian 2

Manfaat

  • Murid tidak merasa bosan untuk menghapal perkalian
  • Murid dikenalkan dengan sistem koordinat
Selamat mencoba! :-)

Revisions

Revision Differences

March 16, 2013 @ 07:16:00Current Revision
Content
Latar Belakang  <h2>Latar Belakang</h2>
Sebagian besar murid kelas 4-6 di sekolah penempatan saya belum juga hafal perkalian. Padahal perkalian dan pembagian merupakan harga mati untuk lanjut ke bab berikutnya. Bermacam metode sudah dicoba untuk membantu mereka memahami konsep perkalian, namun gagal. Bukannya tidak sabar untuk mencoba lagi, tapi ujian semakin dekat. Jadi mau tidak mau saya perintahkan mereka untuk menghafal mati perkalian dan pembagian.  Sebagian besar murid kelas 4-6 di SDN Inp. No. 22 Rura, Kab. Majene, Sulawesi Barat belum juga hafal perkalian. Padahal perkalian dan pembagian merupakan harga mati untuk lanjut ke bab berikutnya. Bermacam metode sudah dicoba untuk membantu mereka memahami konsep perkalian, namun hasilnya belum memuaskan. Bukannya tidak sabar untuk mencoba lagi, tapi ujian semakin dekat. Jadi mau tidak mau saya perintahkan mereka untuk menghapal mati perkalian dan pembagian.
Namun baru dua minggu murid-murid sudah bosan dengan metode menghafal biasa.Satu hari di depan kelas tiba-tiba terpikir untuk membuat games ini.  Namun baru dua minggu murid-murid sudah bosan dengan metode menghapal biasa. Suatu hari di depan kelas tiba-tiba saya terpikir untuk membuat permainan ini, permainan yang kami sebut "Kotak Perkalian".
Tujuan  
Tujuan dari metode ini adalah:  
Mengatasi kebosanan menghafal perkalian  
Sasaran:  
  <h2>Metode</h2>
  <h3>Tujuan</h3>
  Tujuan dari metode ini adalah mengatasi kebosanan menghapal perkalian.
  <h3>Sasaran</h3>
Murid kelas 4-6, jumlah maksimal 25 anak per kelas. Murid kelas 4-6, jumlah maksimal 25 anak per kelas.
  <h3>Alokasi Waktu</h3>
Alokasi waktu 2 jam – tak terbatas. Alokasi waktu 2 jam – tak terbatas.
Alat yang dipakai: <h2>Alat dan Bahan</h2>
<ol> <ol>
<li>Spidol boardmarker bermacam warna</li>  <li>Spidol boardmarker bermacam warna</li>
</ol> </ol>
Alur: <h2>Alur Pelaksanaan</h2>
<ol> <ol>
<li>Gambar kotak (ukuran bebas) berisi 100 kotak kecil 10x10</li>   <li>Gambar kotak besar (ukuran bebas) yang berisi 100 kotak kecil 10x10</li>
<li>Isi kotak dengan angka 1-100 (boleh berurutan, boleh acak bila murid-murid sudah mulai ahli dengan kotak biasa)</li>  <li>Isi kotak dengan angka 1-100 (boleh berurutan, boleh acak bila murid-murid sudah mulai ahli dengan kotak biasa)</li>
<li>Beri nama tiap baris dan kolom, misal 1-10 untuk kolom dan A-Juntuk baris (bebas)</li>  <li>Beri nama tiap baris dan kolom, misal 1-10 untuk kolom dan A-Juntuk baris (bebas)</li>
<li>Instruksikan murid untuk menjawab soal perkalian, cara menjawabnya bukan mengganakan angka namun menggunakan koordinat angka hasil perkalian.</li>   <li>Guru meminta murid untuk menjawab soal perkalian, cara menjawabnya bukan menggunakan angka namun menggunakan koordinat angka hasil perkalian.</li>
<li>Bisa menggunakan instruksi lisan, tertulis, atau dikembangkan sesuai kreativitas guru.</li>  <li>Bisa menggunakan instruksi lisan, tertulis, atau dikembangkan sesuai kreativitas guru.</li>
</ol> </ol>
&nbsp;  
Manfaat:  
  <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Cartesian-Box.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4213" alt="Kotak Perkalian1" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Cartesian-Box- 300x225.jpg" width="300" height="225" /></a> <a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Cartesian-Box2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4214" alt="Kotak Perkalian 2" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/03/ Cartesian-Box2- 300x220.jpg" width="300" height="220" /></a>
  <h2>Manfaat</h2>
  <ul>
Murid tidak merasa bosan untuk menghafal perkalian   <li>Murid tidak merasa bosan untuk menghapal perkalian</li>
Murid dikenalkan dengan sistem koordinat   <li>Murid dikenalkan dengan sistem koordinat</li>
  </ul>
Selamat mencoba  Selamat mencoba! :-)

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply