You are viewing an old revision of this post, from October 7, 2013 @ 16:28:17. See below for differences between this version and the current revision.

Patung dari Kardus

Abstraksi

Patung dari kardus adalah sebuah metode agar peserta didik bisa mengingat berbagai macam bentuk bangun sederhana. Seperti layaknya seorang pematung sungguhan. Peserta didik harus menemukan keseimbangan disaat menyusun patung serta mendorong kreativitas peserta didik dalam membentuk sebuah patung yang bisa dilihat dari segala sisi.

Latar Belakang

Metode ini digunakan di SDN 02 Longkali, Paser, Kalimantan Timur, pada kelas II dengan jumlah siswa 10 siswa. Kelas II selalu mengalami kesulitan dalam mengingat bangun datar. Mereka sering tertukar antara persegi dengan persegi panjang. Dengan metode ini, diharapkan peserta didik tidak lagi tertukar dalam menyebutkan bangun datar

Teori

Segitiga = memiliki 3 rusuk dan memiliki 3 titik sudut.

Segi empat atau persegi = memiliki 4 rusuk  sama panjang dan 4 titik sudut.

Persegi panjang = memiliki 4 rusuk dan 4 titik sudut. Memiliki 2 rusuk yang sama panjang dan berhadapan.

Lingkaran = memiliki 1 rusuk.

1

Metode

Metode yang digunakan adalah kolase (teknik membuat benda seni dengan cara menempelkan bahan-bahan dari kain, kertas, atau kayu pada permukaan gambar), sehingga menyusun berbagai bangun datar menjadi satu bentuk patung yang baru.

Alat dan Bahan

  • Kardus bekas
  • Krayon
  • Pensil warna
  • Spidol
  • Cat air
  • Cat minyak
  • Gunting
  • Cutter

Langkah-langkah Pembuatan

Langkah pertama

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kardus bekas. Kemudian guru mengajak siswa memotong kardus bekas menjadi bentuk bangun sederhana (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga) dengan berbagai ukuran yang berbeda-beda (besar dan kecil).

2

Langkah kedua

Guru meminta siswa menggunting bagian tengah bangun datar yang telah digunting sebelumnya, untuk mengkaitkan bangun datar satu sama lainnya.

3

Langkah ketiga

Siswa diajak memberikan warna pada bangun datar yang sudah selesai digunting. Bisa menggunakan krayon, pensil warna atau cat. Cat kedua sisi bangun datar agar lebih menarik.

4

Langkah keempat

Siswa diajak menggabungkan masing-masing bangun datar menjadi sebuah bentuk baru yang membentuk suatu patung abstrak. Guru mengingatkan siswa agar memerhatikan keseimbangan patung agar tidak jatuh saat dibentuk.

5

Pelajaran yang Dapat Diambil

Mendaur ulang sampah adalah aktivitas yang sangat baik untuk ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli lingkungan dan menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar yang tadinya dianggap sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Peserta didik juga lebih mudah dalam mengingat bangun datar dengan membuat sendiri bentuk bangun datar. Kreativitas siswa juga bisa terasah dalam membentuk patung yang enak dilihat dari segala arah.

Revisions

Revision Differences

October 7, 2013 @ 16:28:17Current Revision
Content
<h2 style="text-align: left;">Abstraksi</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Abstraksi</h2>
<p style="text-align: left;">Patung dari kardus adalah sebuah metode agar peserta didik bisa mengingat berbagai macam bentuk bangun sederhana. Seperti layaknya seorang pematung sungguhan. Peserta didik harus menemukan keseimbangan disaat menyusun patung serta mendorong kreativitas peserta didik<ins cite="mailto:HILMAN" datetime="2013- 08-27T10:26"> </ins>dalam membentuk sebuah patung yang bisa dilihat dari segala sisi.</p>  <p style="text-align: justify;">Patung dari kardus adalah sebuah metode agar peserta didik bisa mengingat berbagai macam bentuk bangun sederhana. Seperti layaknya seorang pematung sungguhan. Peserta didik harus menemukan keseimbangan disaat menyusun patung serta mendorong kreativitas peserta didik<ins cite="mailto:HILMAN" datetime="2013- 08-27T10:26"> </ins>dalam membentuk sebuah patung yang bisa dilihat dari segala sisi.</p>
<h2 style="text-align: left;">Latar Belakang</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Latar Belakang</h2>
<p style="text-align: left;">Metode ini digunakan di SDN 02 Longkali, Paser, Kalimantan Timur, pada kelas II dengan jumlah siswa 10 siswa. Kelas II selalu mengalami kesulitan dalam mengingat bangun datar. Mereka sering tertukar antara persegi dengan persegi panjang. Dengan metode ini, diharapkan peserta didik<ins cite="mailto:HILMAN" datetime="2013- 08-27T10:26"> </ins>tidak lagi tertukar dalam menyebutkan bangun datar</p>  <p style="text-align: justify;">Metode ini digunakan di SDN 02 Longkali, Paser, Kalimantan Timur, pada kelas II dengan jumlah siswa 10 siswa. Kelas II selalu mengalami kesulitan dalam mengingat bangun datar. Mereka sering tertukar antara persegi dengan persegi panjang. Dengan metode ini, diharapkan peserta didik<ins cite="mailto:HILMAN" datetime="2013- 08-27T10:26"> </ins>tidak lagi tertukar dalam menyebutkan bangun datar</p>
  <p style="text-align: justify;"></p>
<h2 style="text-align: left;">Teori</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Teori</h2>
<p style="text-align: left;">Segitiga = memiliki 3 sisi dan memiliki 3 titik sudut.</p>  <p style="text-align: justify;">Segitiga = memiliki 3 rusuk dan memiliki 3 titik sudut.</p>
<p style="text-align: left;">Segi empat atau persegi = memiliki 4 sisi sama panjang dan 4 titik sudut.</p>  <p style="text-align: justify;">Segi empat atau persegi = memiliki 4 rusuk  sama panjang dan 4 titik sudut.</p>
<p style="text-align: left;">Persegi panjang = memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut. Memiliki 2 sisi yang sama panjang dan berhadapan.</p>  <p style="text-align: justify;">Persegi panjang = memiliki 4 rusuk dan 4 titik sudut. Memiliki 2 rusuk yang sama panjang dan berhadapan.</p>
<p style="text-align: left;">Lingkaran = memiliki 1 sisi.</p>  <p style="text-align: justify;">Lingkaran = memiliki 1 rusuk.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-5191 aligncenter" alt="1" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 1-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>  <p style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-5191 aligncenter" alt="1" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 1-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
<h2 style="text-align: left;">Metode</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Metode</h2>
<p style="text-align: left;">Metode yang digunakan adalah kolase (teknik membuat benda seni dengan cara menempelkan bahan-bahan dari kain, kertas, atau kayu pada permukaan gambar), sehingga menyusun berbagai bangun datar menjadi satu bentuk patung yang baru.</p>  <p style="text-align: justify;">Metode yang digunakan adalah kolase (teknik membuat benda seni dengan cara menempelkan bahan-bahan dari kain, kertas, atau kayu pada permukaan gambar), sehingga menyusun berbagai bangun datar menjadi satu bentuk patung yang baru.</p>
<h3 style="text-align: left;">Alat dan Bahan</h3>  <h3 style="text-align: justify;">Alat dan Bahan</h3>
<ul style="text-align: left;">  <ul style="text-align: justify;">
<li>Kardus bekas</li>  <li>Kardus bekas</li>
<li>Krayon</li>  <li>Krayon</li>
<li>Pensil warna</li>  <li>Pensil warna</li>
<li>Spidol</li>  <li>Spidol</li>
<li>Cat air</li>  <li>Cat air</li>
<li>Cat minyak</li>  <li>Cat minyak</li>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
<li><i>Cutter</i></li>  <li><i>Cutter</i></li>
</ul> </ul>
<h3 style="text-align: left;">Langkah-langkah Pembuatan</h3>  <h3 style="text-align: justify;">Langkah-langkah Pembuatan</h3>
<h4 style="text-align: left;">1. Langkah pertama</h4>  <h4 style="text-align: justify;">Langkah pertama</h4>
Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kardus bekas. Kemudian guru mengajak siswa memotong kardus bekas menjadi bentuk bangun sederhana (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga) dengan berbagai ukuran yang berbeda-beda (besar dan kecil).  <p style="text-align: justify;">Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kardus bekas. Kemudian guru mengajak siswa memotong kardus bekas menjadi bentuk bangun sederhana (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga) dengan berbagai ukuran yang berbeda-beda (besar dan kecil).</p>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/2.jpg"><img class="size-medium wp-image-5192 aligncenter" alt="2" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 2-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>  
<h4>2. Langkah kedua</h4>  
  <p style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/2.jpg"><img class="size-medium wp-image-5192 aligncenter" alt="2" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 2-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
  <h4 style="text-align: justify;">Langkah kedua</h4>
Guru meminta siswa menggunting bagian tengah bangun datar yang telah digunting<ins cite="mailto: @shallypristine" datetime="2013- 09-04T20:02"> </ins>sebelumnya, untuk mengkaitkan bangun datar satu sama lainnya.<b></b>  <p style="text-align: justify;">Guru meminta siswa menggunting bagian tengah bangun datar yang telah digunting<ins cite="mailto: @shallypristine" datetime="2013- 09-04T20:02"> </ins>sebelumnya, untuk mengkaitkan bangun datar satu sama lainnya.<b></b></p>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/3.jpg"><img class="size-medium wp-image-5193 aligncenter" alt="3" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 3-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>  
<h4>3. Langkah ketiga</h4>  
  <p style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/3.jpg"><img class="size-medium wp-image-5193 aligncenter" alt="3" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 3-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
  <h4 style="text-align: justify;">Langkah ketiga</h4>
Siswa diajak memberikan warna pada bangun datar yang sudah selesai digunting. Bisa menggunakan krayon, pensil warna atau cat. Cat kedua sisi bangun datar agar lebih menarik.  <p style="text-align: justify;">Siswa diajak memberikan warna pada bangun datar yang sudah selesai digunting. Bisa menggunakan krayon, pensil warna atau cat. Cat kedua sisi bangun datar agar lebih menarik.</p>
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/4.jpg"><img class="size-medium wp-image-5194 aligncenter" alt="4" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 4-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>  
<h4>4. Langkah keempat</h4>  
  <p style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/4.jpg"><img class="size-medium wp-image-5194 aligncenter" alt="4" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 4-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
  <h4 style="text-align: justify;">Langkah keempat</h4>
Siswa diajak menggabungkan masing-masing bangun datar menjadi sebuah bentuk baru yang membentuk suatu patung abstrak. Guru mengingatkan siswa agar memerhatikan keseimbangan patung agar tidak jatuh saat dibentuk.  <p style="text-align: justify;">Siswa diajak menggabungkan masing-masing bangun datar menjadi sebuah bentuk baru yang membentuk suatu patung abstrak. Guru mengingatkan siswa agar memerhatikan keseimbangan patung agar tidak jatuh saat dibentuk.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/5.jpg"><img class="size-medium wp-image-5195 aligncenter" alt="5" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 5-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>  <p style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/ 2013/10/5.jpg"><img class="size-medium wp-image-5195 aligncenter" alt="5" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/10/ 5-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
<h2 style="text-align: left;"></h2>  
<h2 style="text-align: left;">Pelajaran yang Dapat Diambil</h2>  <h2 style="text-align: justify;">Pelajaran yang Dapat Diambil</h2>
<p style="text-align: left;">Mendaur ulang sampah adalah aktivitas yang sangat baik untuk ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli lingkungan dan menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar yang tadinya dianggap sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Peserta didik juga lebih mudah dalam mengingat bangun datar dengan membuat sendiri bentuk bangun datar. Kreativitas siswa juga bisa terasah dalam membentuk patung yang enak dilihat dari segala arah.</p>  <p style="text-align: justify;">Mendaur ulang sampah adalah aktivitas yang sangat baik untuk ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli lingkungan dan menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar yang tadinya dianggap sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Peserta didik juga lebih mudah dalam mengingat bangun datar dengan membuat sendiri bentuk bangun datar. Kreativitas siswa juga bisa terasah dalam membentuk patung yang enak dilihat dari segala arah.</p>
<h2>Pelajaran yang Dapat Diambil</h2>  
Mendaur ulang sampah adalah aktivitas yang sangat baik untuk ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli lingkungan dan menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar yang tadinya dianggap sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Peserta didik juga lebih mudah dalam mengingat bangun datar dengan membuat sendiri bentuk bangun datar. Kreativitas siswa juga bisa terasah dalam membentuk patung yang enak dilihat dari segala arah.  

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No tags for this post.

No comments yet.

Leave a Reply