Revision 5634 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Menjenguk Teman Sakit--Paser

Abstraksi

Keteladanan lebih memberikan kesadaran peserta didik daripada sekadar nasehat lisan pendidik. Banyak di antara peserta didik SDN 015 Tanah Grogot  mampu menjawab dengan tegas dan lantang sebuah pertanyaan “Apa yang akan kalian lakukan ketika mendengar teman kalian jatuh sakit?” Ya, mereka akan secara serempak menjawab dengan satu jawaban, ”Menjenguknya, Bu!” Tetapi jika pertanyaannya sedikit diubah menjadi “Apakah setiap ada teman yang sakit, kalian menjenguknya?” Jawabannya akan jauh berbeda. Pendidikan karakter itu bukan hanya teori, mari kita praktikkan agar nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam pada jiwa peserta didik, termasuk pengembangan rasa kepedulian dengan menjenguk teman yang sakit.

Ruang BelajarLatar belakang

Latar belakang penerapan produk atau metode

Hari itu seorang peserta didik menceritakan bahwa seorang temannya sudah hampir seminggu tidak bersekolah, tetapi belum ada seorang pun yang menjenguknya. Penulis berinisiatif untuk datang menemui teman sekelasnya dan mengajak mereka untuk menjenguk temannya yang sakit.

Tujuan

Mengembangkan sikap peduli peserta didik terhadap teman.

Metode

Alat dan bahan kartu ucapan

  1. Kertas atau karton,
  2. Alat tulis berupa pensil, spidol, bolpoin, pensil warna, dan sebagainya,
  3. Gunting.

Penerapan produk di kelas

  1. Pendidik meminta peserta didik membuat sebuah kartu ucapan untuk teman sekelasnya yang sakit,
  2. Pendidik juga meminta peserta didik secara sukarela menyisihkan uang jajan mereka untuk membeli buah tangan untuk teman yang sakit,
  3. Pendidik beserta peserta didik bersama-sama menjenguk teman yang sakit seusai membeli buah tangan.

Pengalaman penulis, aksi peserta didik yang berbondong-bondong menjenguk temannya yang sakit ternyata menggerakkan banyak pihak, termasuk para pendidik dan kepala sekolah. Menjenguk teman yang sakit tadinya hanya dilakukan oleh kelas V, tetapi kemudian juga diikuti oleh beberapa anak kelas IV serta seluruh pendidik dan kepala sekolah.

Pelajaran yang didapat

Pelajaran dan hikmah yang diperoleh

  1. Pengembangan nilai peduli terhadap sesama manusia,
  2. Kreativitas.

Simpulan

Pengembangan nilai-nilai hendaknya dipraktikkan secara nyata, bukan hanya teoritik di dalam kelas, sehingga selain memperoleh pengetahuan, peserta didik juga menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan. Ditambahkan, berdasarkan pengalaman, ketulusan itu menular. Hari itu penulis melihat bukti nyatanya.

Revisions

Revision Differences

November 12, 2013 @ 11:22:22Current Revision
Title
Menjenguk Teman Sakit--  Menjenguk Teman yang Sakit
Content
  <h2 style="text-align: justify;">Abstraksi</h2>
  <p style="text-align: justify;">Keteladanan lebih memberikan kesadaran peserta didik daripada sekadar nasehat lisan pendidik. Banyak di antara peserta didik SDN 015 Tanah Grogot  mampu menjawab dengan tegas dan lantang sebuah pertanyaan “Apa yang akan kalian lakukan ketika mendengar teman kalian jatuh sakit?” Ya, mereka akan secara serempak menjawab dengan satu jawaban, ”Menjenguknya, Bu!” Tetapi jika pertanyaannya sedikit diubah menjadi “Apakah setiap ada teman yang sakit, kalian menjenguknya?” Jawabannya akan jauh berbeda. Pendidikan karakter itu bukan hanya teori, mari kita praktikkan agar nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam pada jiwa peserta didik, termasuk pengembangan rasa kepedulian dengan menjenguk teman yang sakit.</p>
  <h2 style="text-align: justify;"><a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/11/ Ruang-Belajar.jpg"><img class="size-medium wp-image-5633 alignleft" alt="Ruang Belajar" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/11/ Ruang-Belajar- 300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>Latar belakang</h2>
  <h3 style="text-align: justify;">Latar belakang penerapan produk atau metode</h3>
  <p style="text-align: justify;">Hari itu seorang peserta didik menceritakan bahwa seorang temannya sudah hampir seminggu tidak bersekolah, tetapi belum ada seorang pun yang menjenguknya. Penulis berinisiatif untuk datang menemui teman sekelasnya dan mengajak mereka untuk menjenguk temannya yang sakit.</p>
  <h2 style="text-align: justify;">Tujuan</h2>
  <p style="text-align: justify;">Mengembangkan sikap peduli peserta didik terhadap teman.</p>
  <h2 style="text-align: justify;">Metode</h2>
  <h3 style="text-align: justify;">Alat dan bahan kartu ucapan</h3>
  <ol style="text-align: justify;">
   <li>Kertas atau karton,</li>
   <li>Alat tulis berupa pensil, spidol, bolpoin, pensil warna, dan sebagainya,</li>
   <li>Gunting.</li>
  </ol>
  <h3>Penerapan produk di kelas</h3>
  <ol style="text-align: justify;">
   <li>Pendidik meminta peserta didik membuat sebuah kartu ucapan untuk teman sekelasnya yang sakit,</li>
   <li>Pendidik juga meminta peserta didik secara sukarela menyisihkan uang jajan mereka untuk membeli buah tangan untuk teman yang sakit,</li>
   <li>Pendidik beserta peserta didik bersama-sama menjenguk teman yang sakit seusai membeli buah tangan.</li>
<b>Latar Belakang</b> </ol>
Anak tidak akan banyak mengingat apa yang dinasihatkan secara lisan oleh para guru kepada mereka. Mendidik mereka sama halnya dengan kewajiban untuk memberi keteladanan. Banyak diantara anak murid saya yang mampu menjawab dengan tegas dan lantang sebuah pertanyaan “Apa yang akan kalian lakukan ketika mendengar teman kalian jatuh sakit?”. Ya, mereka akan secara serempak menjawab dengan satu jawaban ”Menjenguknya, Buuuu!!”. Tapi jika pertanyaannya dibuha sedikit menjadi “Apakah setiap ada teman yang sakit kalian sudah pernah menjenguknya?”. Jawabnnya akan jauh berbeda. Pendidikan ahlak itu bukan hanya teori. Mari kita praktekkan!   
<b>Langkah</b>  
Hari itu ada seorang anak murid yang melapor kepada saya bahwa seorang temannya sudah hampir seminggu tidak turun sekolah. Dan belum ada seorang pun yang menjenguknya. Saya berinisiatif untuk datang menemui teman sekelasnya dan mengajak mereka untuk menjenguk teman sekelasnya yang sakit.   
Saya meminta mereka semua untuk membuat sebuah kartu ucapan untuk teman sekelasnya yang sedang sakit. Saya juga meminta mereka secara suka rela menyisihkan seribu rupiah dari uang jajan mereka untuk membeli buah tangan untuk teman yang sakit.  
Aksi anak murid yang berbondong-bondong menjenguk temannya yang sakit ternyata menggerakkan banyak pihak, termasuk para guru dan Kepala Sekolah. Menjenguk teman sakit yang tadinya hanya dilakukan oleh kelas V ternyata juga diikuti oleh beberapa anak kelas IV dan seluruh dewan guru dan Kepala Sekolah.  <p style="text-align: justify;">Pengalaman penulis, aksi peserta didik yang berbondong-bondong menjenguk temannya yang sakit ternyata menggerakkan banyak pihak, termasuk para pendidik dan kepala sekolah. Menjenguk teman yang sakit tadinya hanya dilakukan oleh kelas V, tetapi kemudian juga diikuti oleh beberapa anak kelas IV serta seluruh pendidik dan kepala sekolah.</p>
  <h2 style="text-align: justify;">Pelajaran yang didapat</h2>
  <h3 style="text-align: justify;">Pelajaran dan hikmah yang diperoleh</h3>
  <ol style="text-align: justify;">
Ketulusan itu menular. Dan hari itu saya melihat bukti nyatanya.  <li>Pengembangan nilai peduli terhadap sesama manusia,</li>
*Saya hanya sempat memotret kartu ucapan dari anak-anak. Kunjungan kami ke rumah anak murid yang sakit tidak bisa saya abadikan karena baterai kamera sudah habis*  
<a href="http:// belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ IMG_20130501_ 0809531.jpg"><img class="alignnone wp-image-4823" alt="IMG_20130501_080953" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2013/05/ IMG_20130501_ 0809531.jpg" width="1536" height="1152" /></a>   
   <li>Kreativitas.</li>
  </ol>
  <h2 style="text-align: justify;">Simpulan</h2>
  <p style="text-align: justify;">Pengembangan nilai-nilai hendaknya dipraktikkan secara nyata, bukan hanya teoritik di dalam kelas, sehingga selain memperoleh pengetahuan, peserta didik juga menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan. Ditambahkan, berdasarkan pengalaman, ketulusan itu menular. Hari itu penulis melihat bukti nyatanya.</p>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply