You are viewing an old revision of this post, from June 9, 2015 @ 10:55:08. See below for differences between this version and the current revision.

Kota Impian

Ringkasan

Permainan Kota Impian adalah kegiatan mengenalkan profesi, terutama profesi arsitek atau penata kota, dan berkreasi dalam belajar , khususnya tentang .

Latar Belakang

Kondisi Kelas

SDN 2 Kebuntelukdalam memiliki 56 peserta didik dengan hanya 3 buah ruang belajar sehingga satu buah ruang kelas digunakan oleh dua kelas hanya dengan dibatasi oleh sekat tripleks. Keterbatasan tenaga pendidik sering membuat peserta didik dari kelas berbeda harus belajar bersama. Demikian halnya dengan kelas lima dan enam yang belajar dalam satu kelas.

Kondisi Peserta Didik

Peserta didik di SDN 2 Kebuntelukdalam umumnya memiliki kreativitas tinggi, mereka senang mencipta dan berkreasi. Dibuktikan dengan antusiasme peserta didik setiap mata pelajaran .

Masalah yang Dihadapi Peserta Didik

Peserta didik kesulitan saat diminta membedakan jaring-jaring. Bahkan saat bentuk bangun-bangun ruang yang diajarkan dihubungkan dengan bentuk yang ada di sekitarnya. Maka, pendidik mengajak peserta didik menerapkan bangun-bangun ruang tersebut menjadi bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka, misalnya, rumah, sekolah, dan bangunan lainnya.

Tujuan Kegiatan

Meramu pelajaran matematika mengenai jaring-jaring bangun ruang, volume, dan luas, bentuk bangun ruang, , dan SBK, serta mengenalkan profesi penata kota dan arsitek.

Metode

Alat dan Bahan

  1. Kertas asturo warna-warni
  2. Lem
  3. Perekat ganda (double tape)
  4. Penggaris
  5. Cutter
  6. Gunting
  7. Pensil
  8. Kertas lipat untuk hiasan
  9. Spidol
  10. Kardus atau papan tripleks
 

Langkah-langkah

  • Pendidik menentukan ukuran bangun ruang yang harus dibuat peserta didik agar memudahkan saat menyusun kota.
  • Membagi peserta didik ke dalam 4 kelompok.
  • Satu kelompok bertugas membuat balok dan kubus, kelompok kedua bertugas membuat tabung dan kerucut, kelompok ketiga bertugas membuat prisma dan limas.
  • Setelah selesai, peserta didik bersama-sama menyusun kota. Kubus dan balok digunakan digunakan untuk rumah dengan limas sebagai atapnya
  • Rumah disusun di atas papan atau dus sebagai alasnya dan bangun-bangun ruang saling direkatkan mengunakan perekat ganda (double tape).
  • Ingat bahwa penyusunan bangunan di atas papan harus tetap dengan memperhatikan prinsip penataan kota yang baik.
  • Hias kota dengan menambahkan pohon atau menggambar jalan menggunakan spidol dan kertas lipat.

Kesimpulan

Dengan kegiatan membuat Kota Impian peserta didik dapat lebih memahami tentang luas dan volume, serta jaring-jaring bangun ruang secara lebih menyenangkan. Selain itu, mereka dapat mengasah keterampilan dengan berkreasi menggunakan warna dan bentuk. Juga bisa mengenal profesi arsitek dan penata kota.

Revisions

Revision Differences

June 9, 2015 @ 10:55:08Current Revision
Content
<h1>Ringkasan</h1> <h1>Ringkasan</h1>
Permainan Kota Impian adalah kegiatan mengenalkan profesi, terutama profesi arsitek atau penata kota, dan berkreasi dalam belajar matematika, khususnya tentang bangun ruang. Permainan Kota Impian adalah kegiatan mengenalkan profesi, terutama profesi arsitek atau penata kota, dan berkreasi dalam belajar matematika, khususnya tentang bangun ruang.
&nbsp;  
<h1>Latar Belakang</h1> <h1>Latar Belakang</h1>
<h2><strong>Kondisi Kelas</strong></h2>  <h2>Kondisi Kelas</h2>
<strong>S</strong>DN 2 Kebuntelukdalam memiliki 56 peserta didik dengan hanya 3 buah ruang belajar sehingga satu buah ruang kelas digunakan oleh dua kelas hanya dengan dibatasi oleh sekat tripleks. Keterbatasan tenaga pendidik sering membuat peserta didik dari kelas berbeda harus belajar bersama. Demikian halnya dengan kelas lima dan enam yang belajar dalam satu kelas. <strong>S</strong>DN 2 Kebuntelukdalam memiliki 56 peserta didik dengan hanya 3 buah ruang belajar sehingga satu buah ruang kelas digunakan oleh dua kelas hanya dengan dibatasi oleh sekat tripleks. Keterbatasan tenaga pendidik sering membuat peserta didik dari kelas berbeda harus belajar bersama. Demikian halnya dengan kelas lima dan enam yang belajar dalam satu kelas.
<h2><strong>Kondisi Peserta Didik</strong></h2>  <h2>Kondisi Peserta Didik</h2>
Peserta didik di SDN 2 Kebuntelukdalam umumnya memiliki kreativitas tinggi, mereka senang mencipta dan berkreasi. Dibuktikan dengan antusiasme peserta didik setiap mata pelajaran SBK. Peserta didik di SDN 2 Kebuntelukdalam umumnya memiliki kreativitas tinggi, mereka senang mencipta dan berkreasi. Dibuktikan dengan antusiasme peserta didik setiap mata pelajaran SBK.
&nbsp;  
<h2><strong>Masalah yang Dihadapi Peserta Didik</strong></h2>  <h2>Masalah yang Dihadapi Peserta Didik</h2>
Peserta didik kesulitan saat diminta membedakan jaring-jaring. Bahkan saat bentuk bangun-bangun ruang yang diajarkan dihubungkan dengan bentuk yang ada di sekitarnya. Maka, pendidik mengajak peserta didik menerapkan bangun-bangun ruang tersebut menjadi bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka, misalnya, rumah, sekolah, dan bangunan lainnya. Peserta didik kesulitan saat diminta membedakan jaring-jaring. Bahkan saat bentuk bangun-bangun ruang yang diajarkan dihubungkan dengan bentuk yang ada di sekitarnya. Maka, pendidik mengajak peserta didik menerapkan bangun-bangun ruang tersebut menjadi bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka, misalnya, rumah, sekolah, dan bangunan lainnya.
&nbsp;  
<h1>Tujuan Kegiatan</h1> <h1>Tujuan Kegiatan</h1>
Meramu pelajaran matematika mengenai jaring-jaring bangun ruang, volume, dan luas, bentuk bangun ruang, bangun datar, dan SBK, serta mengenalkan profesi penata kota dan arsitek. Meramu pelajaran matematika mengenai jaring-jaring bangun ruang, volume, dan luas, bentuk bangun ruang, bangun datar, dan SBK, serta mengenalkan profesi penata kota dan arsitek.
&nbsp;  
<h1>Metode</h1> <h1>Metode</h1>
<h2>Alat dan Bahan</h2> <h2>Alat dan Bahan</h2>
<ol> <ol>
<li>Kertas asturo warna-warni</li>  <li>Kertas asturo warna-warni</li>
<li>Lem</li>  <li>Lem</li>
<li>Perekat ganda (<em>double tape</em>)</li>  <li>Perekat ganda (<em>double tape</em>)</li>
<li>Penggaris</li>  <li>Penggaris</li>
<li>Cutter</li>  <li>Cutter</li>
<li>Gunting</li>  <li>Gunting</li>
<li>Pensil</li>  <li>Pensil</li>
<li>Kertas lipat untuk hiasan</li>  <li>Kertas lipat untuk hiasan</li>
<li>Spidol</li>  <li>Spidol</li>
<li>Kardus atau papan tripleks</li>  <li>Kardus atau papan tripleks</li>
</ol> </ol>
&nbsp; &nbsp;
<h2>Langkah-langkah</h2> <h2>Langkah-langkah</h2>
<ul> <ul>
<li>Pendidik menentukan ukuran bangun ruang yang harus dibuat peserta didik agar memudahkan saat menyusun kota.</li>  <li>Pendidik menentukan ukuran bangun ruang yang harus dibuat peserta didik agar memudahkan saat menyusun kota.</li>
<li>Membagi peserta didik ke dalam 4 kelompok.</li>  <li>Membagi peserta didik ke dalam 4 kelompok.</li>
<li>Satu kelompok bertugas membuat balok dan kubus, kelompok kedua bertugas membuat tabung dan kerucut, kelompok ketiga bertugas membuat prisma dan limas.</li>  <li>Satu kelompok bertugas membuat balok dan kubus, kelompok kedua bertugas membuat tabung dan kerucut, kelompok ketiga bertugas membuat prisma dan limas.</li>
<li>Setelah selesai, peserta didik bersama-sama menyusun kota. Kubus dan balok digunakan digunakan untuk rumah dengan limas sebagai atapnya</li>  <li>Setelah selesai, peserta didik bersama-sama menyusun kota. Kubus dan balok digunakan digunakan untuk rumah dengan limas sebagai atapnya</li>
<li>Rumah disusun di atas papan atau dus sebagai alasnya dan bangun-bangun ruang saling direkatkan mengunakan perekat ganda (double tape).</li>  <li>Rumah disusun di atas papan atau dus sebagai alasnya dan bangun-bangun ruang saling direkatkan mengunakan perekat ganda (double tape).</li>
<li>Ingat bahwa penyusunan bangunan di atas papan harus tetap dengan memperhatikan prinsip penataan kota yang baik.</li>  <li>Ingat bahwa penyusunan bangunan di atas papan harus tetap dengan memperhatikan prinsip penataan kota yang baik.</li>
<li>Hias kota dengan menambahkan pohon atau menggambar jalan menggunakan spidol dan kertas lipat.</li>  <li>Hias kota dengan menambahkan pohon atau menggambar jalan menggunakan spidol dan kertas lipat.</li>
</ul> </ul>
&nbsp;  
<h1><strong>Kesimpulan< /strong></h1>  <h1>Kesimpulan</h1>
Dengan kegiatan membuat Kota Impian peserta didik dapat lebih memahami tentang luas dan volume, serta jaring-jaring bangun ruang secara lebih menyenangkan. Selain itu, mereka dapat mengasah keterampilan dengan berkreasi menggunakan warna dan bentuk. Juga bisa mengenal profesi arsitek dan penata kota. Dengan kegiatan membuat Kota Impian peserta didik dapat lebih memahami tentang luas dan volume, serta jaring-jaring bangun ruang secara lebih menyenangkan. Selain itu, mereka dapat mengasah keterampilan dengan berkreasi menggunakan warna dan bentuk. Juga bisa mengenal profesi arsitek dan penata kota.

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply