Revision 6208 is a pre-publication revision. (Viewing current revision instead.)

Mengenal Kosakata Pekerjaan dalam Bahasa Inggris lewat ‘Petugas Profesi’

Abstraksi

Petugas Profesi adalah metode kreatif untuk mata pelajaran yang membantu anak mempelajari nama-nama profesi secara menyenangkan. Melalui metode ini, anak-anak diajak masuk ke dunia imajinasi dengan berperan sebagai Petugas dan Pengunjung, sambil belajar kosakata baru dalam secara tanpa menghapal.

Latar Belakang

Kondisi Kelas

Kelas V SDN Inpres Solan, Kabupaten terdiri dari 34 peserta didik dengan tingkat daya serap dan keaktifan yang beragam. Sejumlah peserta didik cepat menyerap pelajaran baru dan sangat aktif, ada pula yang cerdas namun kalah menonjol dibanding yang aktif, sebagian lain butuh lebih banyak waktu untuk menyerap materi dan kurang percaya diri untuk tampil.

Latar Belakang Penggunaan Metode

Penulis sebagai pendidik menerapkan metode ini sebagai pilihan untuk mengakomodasi keberagaman tersebut. Penulis menetapkan 9 peserta didik yang cerdas dan sangat aktif menjadi Petugas. Mereka bertugas mengenakan tanda pengenal bergambar profesi yang berbeda-beda, berdiri diam di sudut-sudut kelas, dan menunggu Pengunjung datang menghampiri mereka. Dengan demikian, anak-anak lain yang cenderung pasif kini memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, menjawab pertanyaan, aktif menghampiri Petugas dan belatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Tujuan Penggunaan Metode

Pelajaran Bahasa Inggris (Mulok) baru terselenggara di SDN Inpres Solan sejak 2 tahun yang lalu. Bahasa Inggris belum banyak digunakan di luar lingkungan sekolah, walau mereka dengar dari tayangan televisi. Dengan permainan peran Petugas dan Pengunjung, peserta didik akan lebih mudah menyerap kosakata-kosakata baru berkaitan nama profesi, karena proses belajar melibatkan auditori, kinestetik, dan visual, serta diterapkan dengan menyenangkan.

Metode

Alat dan Bahan

  1. Gambar profesi: Gambar-gambar ini dapat diambil dari internet, dicetak, lalu digunting satu per satu, jika tersedia sarana-sarana yang memadai (koneksi internet dan printer). Jika tidak ada, pendidik dapat menggambarnya sendiri.
  2. Kalung tanda pengenal: Guntingan gambar profesi dan tulisan nama profesi dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal dan dikenakan oleh Petugas. Kertas bergambar menghadap ke luar, tulisan menghadap ke dalam. Kartu tanda pengenal tidak perlu membeli baru, bisa menggunakan kartu tanda pengenal bekas.
  3. Tulisan nama profesi: Tulisan ini nantinya akan dibawa oleh Pengunjung sebagai tiket dan dicocokkan dengan yang dimiliki Petugas. Jadi tulisan dibuat dua rangkap, satu untuk dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal Petugas, satu untuk dibawa Pengunjung.

Langkah Pelaksanaan

Kegiatan Awal
  1. Pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya, “Siapa yang punya cita-cita?” lalu melanjutkan dengan menanyakan profesi-profesi spesifik seperti, “Siapa yang cita-citanya jadi dokter?” dan seterusnya.
  2. Pendidik mengajukan pertanyaan pengetahuan prasyarat, “Siapa yang tahu apa bahasa Inggrisnya dokter?”. Guru lalu menjelaskan bahwa siswa akan belajar nama-nama profesi dalam bahasa Inggris.
  3. Pendidik memanggil 9 peserta didik yang cepat menyerap pelajaran dan aktif di kelas untuk maju ke depan (jumlah anak dan profesi dapat disesuaikan). Masing-masing diberikan kalung tanda pengenal profesi yang berbeda-beda dan diangkat sebagai Petugas. Guru mengarahkan siswa untuk berdiri di berbagai sudut kelas.
  4. Pendidik mengangkat siswa-siswa lain sebagai Pengunjung dan membaginya ke dalam 3 kelompok. Guru meminta kepada setiap kelompok untuk memilih wakil.
  5. Pendidik memberikan waktu kepada para Pengunjung untuk berkeliling melihat gambar-gambar profesi yang ada di kalung tanda pengenal para Petugas.
Kegiatan Inti
  1. Pendidik mengeluarkan satu kertas bertuliskan nama profesi, misal “Police Officer”, lalu melemparkan pertanyaan kepada 3 kelompok, “Kira-kira yang mana ya Police Officer?” Wakil kelompok yang mengangkat tangan pertama diberikan kesempatan menjawab dengan menunjuk salah satu Petugas.
  2. Pendidik menunjuk salah satu anggota dari kelompok terpilih (terutama yang cenderung pasif) maju ke depan, memberikan kertas, dan mempersilakannya menghampiri Petugas.
  3. Pendidik menginstruksikan, saat menghampiri, Pengunjung harus bertanya kepada Petugas, “Are you Police Officer?” sambil menyerahkan tiket.
  4. Petugas lalu memeriksa kertas di bagian dalam kartu tanda pengenal. Jika cocok, maka Petugas menjawab “Yes!” sambil menerima tiket dari Pengunjung. Guru mempersilakan kedua siswa untuk kembali duduk.
  5. Pendidik kemudian menuliskan kosakata yang baru saja dipelajari di papan tulis: “Polisi = police officer” dan meminta siswa membacanya bersama-sama. Lanjutkan hingga semua kosakata profesi selesai dibahas.
Kegiatan Penutup
  1. Pendidik memberikan waktu kepada seluruh siswa mencatat semua kosakata profesi yang baru saja dipelajari.
  2. Pendidik menunjukkan kembali gambar-gambar profesi dan meminta siswa menyebutkan lagi nama profesi tersebut dalam bahasa Inggris secara bersama-sama.

Pelajaran yang Didapat

  1. Sistem kelompok mengajak peserta didik belajar bekerja sama dan bermusyawarah dalam memilih wakil kelompok.
  2. Metode mencocokkan teks bahasa Inggris dengan gambar yang mereka kenal dilakukan untuk mengasah kemampuan identifikasi dan analitis peserta didik, sehingga mereka terbiasa menggali ilmunya sendiri.
  3. Membiasakan peserta didik untuk mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara.

Kesimpulan

Penulis melihat metode ini efektif diterapkan di kelas dengan mayoritas siswa bermodalitas kinestetik karena bersifat pembelajaran aktif dan melibatkan gerak. Di sisi lain, anak-anak visual juga terakomodasi dengan gambar-gambar profesi dan sosok teman sekelasnya yang berperan menjadi Petugas. Proses tanya jawab saat mencocokkan tiket antara Petugas dengan Pengunjung juga membantu pemahaman anak-anak auditori. Saat penulis menanyakan kembali nama-nama profesi yang ada di gambar, peserta didik dapat menjawabnya. Hasil evaluasi tertulis juga menunjukkan pemahaman peserta didik di atas 70%.

Revisions

Revision Differences

March 21, 2015 @ 16:25:15Current Revision
Title
Petugas Profesi Mengenal Kosakata Pekerjaan dalam Bahasa Inggris lewat 'Petugas Profesi'
Content
<strong>ABSTRAKSI </strong>  
  <h2>Abstraksi</h2>
Petugas Profesi adalah salah satu metode kreatif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris yang membantu anak mempelajari nama-nama profesi secara menyenangkan. Melalui metode ini, anak-anak diajak masuk ke dunia imajinasi dengan berperan sebagai Petugas dan Pengunjung, sambil belajar kosakata baru dalam bahasa Inggris secara konstruktif tanpa menghapal.  Petugas Profesi adalah metode kreatif untuk mata pelajaran bahasa Inggris yang membantu anak mempelajari nama-nama profesi secara menyenangkan. Melalui metode ini, anak-anak diajak masuk ke dunia imajinasi dengan berperan sebagai Petugas dan Pengunjung, sambil belajar kosakata baru dalam bahasa Inggris secara konstruktif tanpa menghapal.
<strong>LATAR BELAKANG </strong>  
<ul>  
  <img class="aligncenter wp-image-6201 size-large" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0017-crop- 1024x542.jpg" alt="" width="1024" height="542" />
  <h2>Latar Belakang</h2>
<li><strong>Kondisi Kelas</strong></li>  <h3>Kondisi Kelas</h3>
</ul>  
Kelas V SDN Inpres Solan, Kabupaten Banggai terdiri dari 34 anak dengan tingkat daya serap dan keaktifan yang beragam. Sejumlah anak cepat menyerap pelajaran baru dan sangat aktif, ada pula yang cerdas namun kalah menonjol dibanding yang aktif, sebagian lain butuh lebih banyak waktu untuk menyerap dan kurang percaya diri untuk tampil.  Kelas V SDN Inpres Solan, Kabupaten Banggai terdiri dari 34 peserta didik dengan tingkat daya serap dan keaktifan yang beragam. Sejumlah peserta didik cepat menyerap pelajaran baru dan sangat aktif, ada pula yang cerdas namun kalah menonjol dibanding yang aktif, sebagian lain butuh lebih banyak waktu untuk menyerap materi dan kurang percaya diri untuk tampil.
<ul>  
<li><strong>Latar Belakang Penggunaan Metode</strong></li>  <h3>Latar Belakang Penggunaan Metode</h3>
</ul>  
Metode ini mengakomodir keberagaman tersebut. Guru menetapkan 9 anak yang cerdas dan sangat aktif menjadi Petugas. Mereka bertugas mengenakan tanda pengenal bergambar profesi yang berbeda-beda, berdiri diam di sudut-sudut kelas, dan menunggu Pengunjung datang menghampiri mereka. Dengan demikian, anak-anak lain yang cenderung pasif kini memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, menjawab pertanyaan, aktif menghampiri Petugas dan belatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.  Penulis sebagai pendidik menerapkan metode ini sebagai pilihan untuk mengakomodasi keberagaman tersebut. Penulis menetapkan 9 peserta didik yang cerdas dan sangat aktif menjadi Petugas. Mereka bertugas mengenakan tanda pengenal bergambar profesi yang berbeda-beda, berdiri diam di sudut-sudut kelas, dan menunggu Pengunjung datang menghampiri mereka. Dengan demikian, anak-anak lain yang cenderung pasif kini memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, menjawab pertanyaan, aktif menghampiri Petugas dan belatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.
<ul>  
<li><strong>Tujuan Penggunaan Metode </strong></li>  <h3>Tujuan Penggunaan Metode</h3>
</ul>  
Pelajaran Bahasa Inggris (Mulok) baru terselenggara di SDN Inpres Solan sejak kehadiran Pengajar Muda (PM) 2 tahun yang lalu. Bahasa Inggris juga hampir tidak pernah mereka gunakan di luar lingkungan sekolah, walau mereka dengar dari tayangan televisi.  
Dengan permainan peran Petugas dan Pengunjung, anak-anak akan lebih mudah menyerap kosakata-kosakata baru berkaitan nama profesi, karena proses belajar melibatkan <em>auditory</em>, kinestetik, dan visual, serta diterapkan dengan menyenangkan.  
<strong>METODE</strong>  
<ul>  
  Pelajaran Bahasa Inggris (Mulok) baru terselenggara di SDN Inpres Solan sejak 2 tahun yang lalu. Bahasa Inggris belum banyak digunakan di luar lingkungan sekolah, walau mereka dengar dari tayangan televisi. Dengan permainan peran Petugas dan Pengunjung, peserta didik akan lebih mudah menyerap kosakata-kosakata baru berkaitan nama profesi, karena proses belajar melibatkan auditori, kinestetik, dan visual, serta diterapkan dengan menyenangkan.
  <h2>Metode</h2>
<li><strong>Alat dan Bahan</strong></li>  <h3>Alat dan Bahan</h3>
</ul>  
<ol> <ol>
<li>Gambar profesi</li>  <li>Gambar profesi: Gambar-gambar ini dapat diambil dari internet, dicetak, lalu digunting satu per satu, jika tersedia sarana-sarana yang memadai (koneksi internet dan printer). Jika tidak ada, pendidik dapat menggambarnya sendiri.</li>
   <li>Kalung tanda pengenal: Guntingan gambar profesi dan tulisan nama profesi dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal dan dikenakan oleh Petugas. Kertas bergambar menghadap ke luar, tulisan menghadap ke dalam. Kartu tanda pengenal tidak perlu membeli baru, bisa menggunakan kartu tanda pengenal bekas.</li>
   <li>Tulisan nama profesi: Tulisan ini nantinya akan dibawa oleh Pengunjung sebagai tiket dan dicocokkan dengan yang dimiliki Petugas. Jadi tulisan dibuat dua rangkap, satu untuk dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal Petugas, satu untuk dibawa Pengunjung.</li>
</ol> </ol>
Gambar-gambar ini dapat diambil dari internet, dicetak, lalu digunting satu per satu, jika tersedia sarana-sarana yang memadai (koneksi internet dan <em>printer</ em>)<em>.</em> Jika tidak ada, guru dapat menggambarnya sendiri.  
2. Kalung tanda pengenal  
Guntingan gambar profesi dan tulisan nama profesi dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal dan dikenakan oleh Petugas. Kertas bergambar menghadap ke luar, tulisan menghadap ke dalam. Kartu tanda pengenal tidak perlu membeli baru, bisa menggunakan kartu tanda pengenal bekas.  
3. Tulisan nama profesi  
Tulisan ini nantinya akan dibawa oleh Pengunjung sebagai tiket dan dicocokkan dengan yang dimiliki Petugas. Jadi tulisan dibuat dua rangkap, satu untuk dimasukkan ke dalam kalung tanda pengenal Petugas, satu untuk dibawa Pengunjung.  
  <h3>Langkah Pelaksanaan</h3>
  <strong>Kegiatan Awal</strong>
<ul>  <ol>
<li><strong>Langkah Pelaksanaan </strong></li>   
</ul>  
<strong>     </strong>1. KEGIATAN AWAL  
   <li>Pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya, “Siapa yang punya cita-cita?” lalu melanjutkan dengan menanyakan profesi-profesi spesifik seperti, “Siapa yang cita-citanya jadi dokter?” dan seterusnya.</li>
   <li>Pendidik mengajukan pertanyaan pengetahuan prasyarat, “Siapa yang tahu apa bahasa Inggrisnya dokter?”. Guru lalu menjelaskan bahwa siswa akan belajar nama-nama profesi dalam bahasa Inggris.</li>
   <li>Pendidik memanggil 9 peserta didik yang cepat menyerap pelajaran dan aktif di kelas untuk maju ke depan (jumlah anak dan profesi dapat disesuaikan). Masing-masing diberikan kalung tanda pengenal profesi yang berbeda-beda dan diangkat sebagai Petugas. Guru mengarahkan siswa untuk berdiri di berbagai sudut kelas.</li>
   <li>Pendidik mengangkat siswa-siswa lain sebagai Pengunjung dan membaginya ke dalam 3 kelompok. Guru meminta kepada setiap kelompok untuk memilih wakil.</li>
   <li>Pendidik memberikan waktu kepada para Pengunjung untuk berkeliling melihat gambar-gambar profesi yang ada di kalung tanda pengenal para Petugas.</li>
  </ol>
  <strong>Kegiatan Inti</strong>
<ul>  <ol>
<li>Guru melakukan apersepsi dengan bertanya, “Siapa yang punya cita-cita?” lalu melanjutkan dengan menanyakan profesi-profesi spesifik seperti, “Siapa yang cita-citanya jadi dokter?” dan seterusnya.</li>   
<li>Guru mengajukan pertanyaan pengetahuan prasyarat, “Siapa yang tahu apa bahasa Inggrisnya dokter?”. Guru lalu menjelaskan bahwa siswa akan belajar nama-nama profesi dalam bahasa Inggris.</li>   
<li>Guru memanggil 9 anak untuk maju ke depan (jumlah anak dan profesi dapat disesuaikan). Masing-masing diberikan kalung tanda pengenal profesi yang berbeda-beda dan diangkat sebagai Petugas. Guru mengarahkan siswa untuk berdiri di berbagai sudut kelas.</li>   
<li>Guru mengangkat siswa-siswa lain sebagai Pengunjung dan membaginya ke dalam 3 kelompok. Guru meminta kepada setiap kelompok untuk memilih wakil.</li>   
<li>Guru memberikan waktu kepada para Pengunjung untuk berkeliling melihat gambar-gambar profesi yang ada di kalung tanda pengenal para Petugas.</li>   
</ul>   
2. KEGIATAN INTI  
<ul>  
<li>Guru mengeluarkan satu kertas bertuliskan nama profesi, misal “Police Officer”, lalu melemparkan pertanyaan kepada 3 kelompok, “Kira-kira yang mana ya Police Officer?” Wakil kelompok yang mengangkat tangan pertama diberikan kesempatan menjawab dengan menunjuk salah satu Petugas.</li>   <li>Pendidik mengeluarkan satu kertas bertuliskan nama profesi, misal “Police Officer”, lalu melemparkan pertanyaan kepada 3 kelompok, “Kira-kira yang mana ya Police Officer?” Wakil kelompok yang mengangkat tangan pertama diberikan kesempatan menjawab dengan menunjuk salah satu Petugas.</li>
<li>Guru menunjuk salah satu anggota dari kelompok terpilih (terutama yang cenderung pasif) maju ke depan, memberikan kertas, dan mempersilakannya menghampiri Petugas.</li>   <li>Pendidik menunjuk salah satu anggota dari kelompok terpilih (terutama yang cenderung pasif) maju ke depan, memberikan kertas, dan mempersilakannya menghampiri Petugas.</li>
<li>Guru menginstruksikan, saat menghampiri, Pengunjung harus bertanya kepada Petugas, “Are you Police Officer?” sambil menyerahkan tiket.</li>   <li>Pendidik menginstruksikan, saat menghampiri, Pengunjung harus bertanya kepada Petugas, “Are you Police Officer?” sambil menyerahkan tiket.</li>
<li>Petugas lalu memeriksa kertas di bagian dalam kartu tanda pengenal. Jika cocok, maka Petugas menjawab “Yes!” sambil menerima tiket dari Pengunjung. Guru mempersilakan kedua siswa untuk kembali duduk.</li>  <li>Petugas lalu memeriksa kertas di bagian dalam kartu tanda pengenal. Jika cocok, maka Petugas menjawab “Yes!” sambil menerima tiket dari Pengunjung. Guru mempersilakan kedua siswa untuk kembali duduk.</li>
<li>Guru kemudian menuliskan kosakata yang baru saja dipelajari di papan tulis: “Polisi = police officer” dan meminta siswa membacanya bersama-sama.</li>  
   <li>Pendidik kemudian menuliskan kosakata yang baru saja dipelajari di papan tulis: “Polisi = police officer” dan meminta siswa membacanya bersama-sama. Lanjutkan hingga semua kosakata profesi selesai dibahas.</li>
  </ol>
  <strong>Kegiatan Penutup</strong>
  <ol>
   <li>Pendidik memberikan waktu kepada seluruh siswa mencatat semua kosakata profesi yang baru saja dipelajari.</li>
   <li>Pendidik menunjukkan kembali gambar-gambar profesi dan meminta siswa menyebutkan lagi nama profesi tersebut dalam bahasa Inggris secara bersama-sama.</li>
  </ol>
<li>Lanjutkan hingga semua kosakata profesi selesai dibahas.</li> <h2>Pelajaran yang Didapat</h2>
</ul>   
<strong>    </strong> 3. KEGIATAN PENUTUP  
<ul>  
<li>Guru memberikan waktu kepada seluruh siswa mencatat semua kosakata profesi yang baru saja dipelajari.</li>   
<li>Guru menunjukkan kembali gambar-gambar profesi dan meminta siswa menyebutkan lagi nama profesi tersebut dalam bahasa Inggris secara bersama-sama.</li>   
</ul>  
&nbsp;  
<strong>PELAJARAN YANG DIDAPAT</strong>  
<ul>   
<li><strong>Pendidikan Karakter yang Disisipkan</strong></li>   
</ul>   
<ol> <ol>
<li>Sistem kelompok mengajak siswa belajar bekerja sama dan bermusyawarah dalam memilih wakil kelompok</li>   <li>Sistem kelompok mengajak peserta didik belajar bekerja sama dan bermusyawarah dalam memilih wakil kelompok.</li>
<li>Metode mencocokkan teks bahasa Inggris dengan gambar yang mereka kenal dilakukan untuk mengasah kemampuan identifikasi dan analitis siswa. Siswa terbiasa menggali ilmunya sendiri, tidak menerima begitu saja atau disuapi.</li>   <li>Metode mencocokkan teks bahasa Inggris dengan gambar yang mereka kenal dilakukan untuk mengasah kemampuan identifikasi dan analitis peserta didik, sehingga mereka terbiasa menggali ilmunya sendiri.</li>
<li>Kebiasaan untuk mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara</li>   <li>Membiasakan peserta didik untuk mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara.</li>
</ol> </ol>
<ul>  
<li><strong>Kesimpulan< /strong></li>  <h2>Kesimpulan</h2>
</ul>  
Metode ini efektif diterapkan di kelas dengan mayoritas siswa bermodalitas kinestetik karena sifatnya yang <em></em> dan melibatkan gerak. Di sisi lain, anak-anak visual juga terakomodir dengan gambar-gambar profesi dan sosok teman sekelasnya yang berperan menjadi Petugas. Proses tanya jawab saat mencocokkan tiket antara Petugas dengan Pengunjung juga membantu pemahaman anak-anak <em>auditory</em>.  Penulis melihat metode ini efektif diterapkan di kelas dengan mayoritas siswa bermodalitas kinestetik karena bersifat pembelajaran aktif dan melibatkan gerak. Di sisi lain, anak-anak visual juga terakomodasi dengan gambar-gambar profesi dan sosok teman sekelasnya yang berperan menjadi Petugas. Proses tanya jawab saat mencocokkan tiket antara Petugas dengan Pengunjung juga membantu pemahaman anak-anak auditori.
Saat guru menanyakan kembali nama-nama profesi yang ada di gambar, anak-anak dapat menjawabnya. Hasil evaluasi tertulis juga menunjukkan pemahaman siswa di atas 70%.  Saat penulis menanyakan kembali nama-nama profesi yang ada di gambar, peserta didik dapat menjawabnya. Hasil evaluasi tertulis juga menunjukkan pemahaman peserta didik di atas 70%.
  <p style="text-align: center;"></p>
  <p style="text-align: center;"></p>
<img class="alignnone wp-image-6202 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0022-e1426928448899- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /> <img class="alignnone wp-image-6204 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0028-e1426928480456- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /> <img class="alignnone wp-image-6203 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0027-e1426928462547- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" />  <img class="aligncenter wp-image-6201 size-large" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0017-crop- 1024x542.jpg" alt="" width="1024" height="542" />  <p style="text-align: left;"><img class="alignnone wp-image-6204 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0028-e1426928480456- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /><img class="alignnone wp-image-6202 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0022-e1426928448899- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /><img class="alignnone wp-image-6203 size-medium" src="http://belajar.indonesiamengajar.org/ wp-content/uploads/2015/03/ DSC_0027-e1426928462547- 201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /></p>
&nbsp;  
&nbsp;  
&nbsp;  
  <p style="text-align: left;"></p>

Note: Spaces may be added to comparison text to allow better line wrapping.

No comments yet.

Leave a Reply